PEMALANG – Perkara gugatan pasien terhadap Puskesmas Kecamatan Belik, Kabupaten Pemalang, terkait dugaan malapraktik kembali menjadi sorotan. Dalam agenda persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Pemalang, Senin (26/10/2026), pihak tergugat disebut kembali tidak hadir memenuhi panggilan pengadilan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, pihak Puskesmas Kecamatan Belik yang disebut sebagai tergugat I dan tergugat II telah beberapa kali tidak menghadiri agenda persidangan. Ketidakhadiran tersebut menjadi perhatian pihak penggugat yang tengah menempuh jalur hukum untuk mendapatkan kejelasan dan penyelesaian atas perkara yang diajukan.
Di sisi lain, upaya mediasi antara kedua belah pihak juga belum menghasilkan kesepakatan. Mediasi yang disebut telah berlangsung sebanyak tiga kali itu belum menemukan titik temu untuk menyelesaikan sengketa.
Aktivis Kabupaten Pemalang, Slamet Roto, yang mendampingi pihak penggugat, mengatakan masyarakat masih menunggu perkembangan dan hasil mediasi melalui jalur pengadilan.
Menurut Slamet, agenda mediasi berikutnya dijadwalkan berlangsung pada Jumat mendatang. Ia menyebut pertemuan tersebut sebagai panggilan terakhir dalam proses mediasi yang sedang ditempuh.
“Masyarakat akan menunggu hasil mediasi. Jumat depan adalah panggilan terakhir mediasi kedua belah pihak. Kalau pihak tergugat tidak hadir, pihak korban dugaan malapraktik akan mengambil langkah demonstrasi,” ujar Slamet Roto kepada wartawan seusai dari PN Pemalang.
Ia menegaskan, rencana aksi demonstrasi tersebut menjadi salah satu opsi yang dipertimbangkan pihak pendamping penggugat apabila proses mediasi kembali tidak berjalan sesuai harapan.
Meski demikian, penyelesaian perkara ini tetap harus mengacu pada proses hukum yang berlaku. Dugaan malapraktik yang menjadi dasar gugatan perlu dibuktikan melalui pemeriksaan bukti dan fakta hukum dalam proses peradilan.
Hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh keterangan resmi mengenai alasan ketidakhadiran pihak tergugat maupun tanggapan dari Puskesmas Kecamatan Belik terkait gugatan tersebut. Upaya konfirmasi kepada pihak terkait diperlukan untuk memastikan pemberitaan tetap berimbang.
Masyarakat kini menantikan kelanjutan proses mediasi yang dijadwalkan pada Jumat mendatang. Pertemuan tersebut diharapkan dapat membuka peluang penyelesaian sengketa sekaligus memberikan kejelasan bagi kedua belah pihak.
Catatan redaksi: Status dan perkembangan perkara tetap mengacu pada proses hukum yang berjalan. Penyebutan dugaan malapraktik dalam pemberitaan ini tidak dimaksudkan sebagai kesimpulan bahwa pelanggaran telah terbukti. (KHUSAENI)





















FOLLOW THE INFONAS.ID | Bukan Sekedar Berita AT TWITTER TO GET THE LATEST INFORMATION OR UPDATE
Follow INFONAS.ID | Bukan Sekedar Berita on Instagram to get the latest information or updates
Follow our Instagram