-->

Selasa, 04 Agustus 2026

Duka di Pemalang, Kematian Siswa Baru SMP Picu Dugaan Perundungan, Ini Penjelasan Polisi

Duka di Pemalang, Kematian Siswa Baru SMP Picu Dugaan Perundungan, Ini Penjelasan Polisi

 

PEMALANG – Duka menyelimuti keluarga Ahmad Al Fian (14), siswa baru SMP Negeri 4 Randudongkal, Kabupaten Pemalang, yang meninggal dunia setelah sempat menjalani perawatan intensif di RS Muhammadiyah Mardhatillah Randudongkal, Minggu (2/8/2026) malam.

Peristiwa ini menjadi perhatian publik setelah muncul dugaan adanya perundungan di lingkungan sekolah. Meski demikian, hingga saat ini pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kematian korban. Hasil autopsi juga masih dinantikan sebagai bagian dari proses penyelidikan.

Berdasarkan keterangan keluarga, Al Fian mulai mengeluhkan nyeri pada tangan, badan terasa lemas, dan gelisah sejak Senin (27/7/2026). Orang tuanya kemudian membawanya ke puskesmas untuk mendapatkan penanganan medis.

Setelah dilakukan pemeriksaan, dokter menyarankan agar korban menjalani pemeriksaan rontgen karena ditemukan pembengkakan pada tangan disertai keluhan sesak napas. Saat itu, korban hanya menjalani rawat jalan dan diperbolehkan pulang.

Namun kondisi kesehatannya terus memburuk. Pada Jumat (31/7/2026), keluarga kembali membawa Al Fian ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS Muhammadiyah Mardhatillah Randudongkal. 

Menurut pihak keluarga, saat itu ruang IGD dalam kondisi penuh sehingga korban belum dapat memperoleh penanganan dan akhirnya dibawa pulang.

Keesokan harinya, Sabtu (1/8/2026), kondisi korban kembali menurun hingga mengalami muntah darah. Pada Minggu (2/8/2026) sekitar pukul 17.00 WIB, keluarga kembali membawanya ke rumah sakit. Korban kemudian menjalani perawatan intensif di ruang ICU.

Meski telah mendapatkan penanganan medis, nyawa Al Fian tidak dapat diselamatkan. Korban dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 19.30 WIB atau sekitar dua setengah jam setelah menjalani perawatan intensif.

Jenazah kemudian dibawa ke rumah duka di Desa Semingkir, Kecamatan Randudongkal. Sehari berikutnya, jenazah kembali dibawa ke rumah sakit untuk menjalani autopsi guna mengetahui penyebab pasti kematiannya.

Kasat Reskrim Polres Pemalang, AKP Faizal Wildan, mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan secara menyeluruh terkait kasus tersebut.

"Masih proses penyelidikan. Kami masih mencari tahu penyebab kematiannya. Dari hasil pemeriksaan luar sementara tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan," ujarnya melalui pesan singkat.

Ia menegaskan, Polres Pemalang berkomitmen menangani perkara tersebut secara profesional sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

"Apabila nantinya ditemukan adanya unsur pidana, tentu akan kami tindak lanjuti sesuai prosedur hukum yang berlaku," tegasnya.

Keluarga Berharap Kasus Diungkap Secara Tuntas. Ayah korban, Saefudin, mengaku sangat terpukul atas kepergian putranya yang dinilai berlangsung begitu cepat.

Ia berharap aparat penegak hukum dapat mengusut kasus tersebut secara tuntas. Menurutnya, apabila hasil penyelidikan nantinya membuktikan adanya unsur tindak pidana, pelaku harus diproses sesuai hukum yang berlaku.

"Saya berharap jika memang ini merupakan tindak kejahatan, pelakunya diproses sesuai hukum yang berlaku dan dihukum setimpal," ujarnya.

Hingga berita ini diterbitkan, penyebab pasti meninggalnya Ahmad Al Fian masih menunggu hasil autopsi dan proses penyelidikan kepolisian. Dugaan perundungan yang beredar di tengah masyarakat juga masih dalam tahap pendalaman sehingga belum dapat disimpulkan sebagai penyebab kematian korban. (SLH)

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2021 INFONAS.ID | Bukan Sekedar Berita | All Right Reserved