-->

NASIONAL


PENDIDIKAN

Sabtu, 28 Maret 2026

HUT ke-24 Jadi Titik Balik, Deden Mulyana : GMBI Siap Hadapi Tantangan Era Digital



SUMEDANG – Organisasi kemasyarakatan Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) resmi memasuki era digital dengan menggelar peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-24 secara daring.

Momentum ini menjadi tonggak penting transformasi organisasi dalam menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan zaman.

Perayaan yang digelar secara virtual tersebut diikuti oleh jajaran pengurus dan anggota dari berbagai daerah di Indonesia. Meski tidak berlangsung secara tatap muka, semangat kebersamaan dan solidaritas tetap terasa kuat di tengah keterbatasan.

Ketua Umum GMBI dalam sambutannya menegaskan bahwa digitalisasi merupakan langkah strategis untuk memperluas jangkauan organisasi sekaligus meningkatkan efektivitas komunikasi internal dan eksternal. 

Ia juga mengajak seluruh anggota untuk adaptif terhadap perubahan serta memanfaatkan teknologi sebagai sarana perjuangan dan pengabdian kepada masyarakat.

“Memasuki usia ke-24, GMBI harus mampu bertransformasi menjadi organisasi yang modern, responsif, dan tetap berpihak kepada rakyat,” ujarnya dalam siaran virtual.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Distrik Kabupaten Sumedang Deden Mulyana menegaskan bahwa momentum ini harus dijadikan pijakan bagi seluruh kader untuk bergerak lebih maju di era digital.

“Memasuki usia ke-24, GMBI harus mampu bertransformasi mengikuti kemajuan teknologi. Digitalisasi bukan hanya kebutuhan, tetapi menjadi keharusan agar organisasi tetap relevan, kuat, dan dekat dengan masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa GMBI Distrik Sumedang siap mendukung penuh langkah organisasi dalam memperkuat sistem komunikasi dan konsolidasi berbasis digital.

“Kami di Sumedang siap bergerak sejalan dengan arah kebijakan organisasi. Dengan semangat kebersamaan, kami optimis GMBI akan semakin solid, profesional, dan terus hadir sebagai garda terdepan dalam membela kepentingan masyarakat,” tambahnya.

Selain seremoni peringatan, kegiatan juga diisi dengan refleksi perjalanan organisasi, doa bersama, serta penegasan komitmen GMBI dalam menjaga persatuan dan berkontribusi bagi pembangunan bangsa.

Transformasi digital ini diharapkan menjadi awal baru bagi GMBI untuk semakin solid, profesional, dan relevan di tengah dinamika sosial yang terus berkembang.

Harlah LSM GMBI: Bupati Purwakarta 'Om Zein' Ajak Kader Dalami Jati Diri Lewat Visi dan Misi Lembaga


Foto: Bupati Purwakarta Om Zein saat berpidato depan kader LSM GMBI distrik Purwakarta 

PURWAKARTA – Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein (yang akrab disapa Om Zein), menghadiri peringatan Hari Lahir (Harlah) Lembaga Swadaya Masyarakat Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (LSM GMBI) tingkat Kabupaten Purwakarta. Kehadiran beliau disambut hangat oleh ribuan kader yang memadati lokasi acara.

​Dalam pidatonya, Bupati Om Zein menekankan bahwa kekuatan sebuah organisasi massa terletak pada pemahaman anggotanya terhadap ideologi lembaga. Ia mengajak seluruh keluarga besar GMBI untuk melakukan refleksi mendalam mengenai peran mereka di tengah masyarakat.

​"Seorang kader GMBI harus selesai dengan dirinya sendiri. Caranya adalah dengan mengenali jati diri melalui pemahaman yang utuh terhadap Visi, Misi, dan Motto lembaga. Jika ini sudah tertanam di hati, maka setiap tindakan kalian akan selalu membawa manfaat bagi masyarakat bawah," tegas Bupati Om Zein.

Pesan Utama Bupati Om Zein dalam Harlah GMBI

Internalisasi Ideologi: Menekankan bahwa Motto lembaga bukan sekadar hiasan dinding atau teriakan yel-yel, melainkan panduan etika dalam bertindak di lapangan.

Kolaborasi Pembangunan: Mengajak LSM GMBI untuk menjadi mitra strategis Pemerintah Kabupaten Purwakarta dalam mengawal kebijakan yang pro-rakyat.

Kematangan Organisasi: Di usia yang semakin bertambah, GMBI diharapkan semakin dewasa, santun dalam bergerak, namun tetap kritis dalam membela keadilan.

​Bupati juga mengapresiasi peran aktif LSM GMBI di Purwakarta yang selama ini konsisten menjadi jembatan aspirasi antara masyarakat dan pemerintah. Acara ini diakhiri dengan diskusi santai dan doa bersama untuk kemajuan Kabupaten Purwakarta. (***)

Rayakan Milad ke-24, LSM GMBI Distrik Purwakarta Gelar Apel Akbar Hybrid di Taman Mayadatar


Foto: Pelaksanaan Apel Akbar Hybrid dalam rangka peringatan Harlah ke 24 tahun

PURWAKARTA - Anggota Lembaga Swadaya Masyarakat Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (LSM GMBI) Distrik Purwakarta memadati kawasan Alun-Alun Purwakarta hari ini (Sabtu, 28 Maret 2026). Mengambil tempat di Taman Mayadatar yang ikonik, LSM GMBI menggelar Apel Akbar Hybrid dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (Harlah) ke-24 organisasi tersebut.

​Acara tahun ini tampil berbeda dengan mengusung konsep Hybrid. Selain kehadiran fisik massa di lapangan dengan protokol yang tertib, prosesi apel juga disiarkan secara langsung melalui platform digital agar dapat diikuti oleh seluruh anggota dan simpatisan yang tersebar di pelosok desa di wilayah Kabupaten Purwakarta.

Transformasi Menuju Kedewasaan Organisasi

​Ketua LSM GMBI Distrik Purwakarta dalam sambutannya menegaskan bahwa usia 24 tahun merupakan momentum transformasi bagi seluruh kader.

​"Usia ke-24 adalah simbol kematangan. LSM GMBI harus tetap menjadi garda terdepan dalam membela hak-hak masyarakat bawah, namun dengan cara-cara yang lebih intelektual, santun, dan bersinergi dengan pembangunan daerah," ujarnya di hadapan peserta apel.

Apel Akbar ini bertujuan Menekankan peran LSM dalam menjaga kondusivitas dan mengawal kebijakan publik di Purwakarta, selain itu guna menambah khidmat Perayaan Harlah kali ini juga diisi dengan bakti sosial sebagai bentuk nyata pengabdian kepada masyarakat.

"Di usia ini kami berkomitmen agar selalu bermanfaat bagi masyarakat sesuai program pusat dengan membangun program "GMBI Peduli"," ucapnya

Dalam momentum harlah ke 24 tahun LSM GMBI di era digitalisasi harlah kali ini gunakan jaringan Internet dengan format hybrid menunjukkan adaptasi LSM GMBI terhadap era digitalisasi dalam melakukan koordinasi massa.

"Melalui peringatan harlah di era digitalisasi dengan format Hybrid ini, kami LSM GMBI Distrik Purwakarta berkomitmen untuk terus bermitra strategis dengan Pemerintah Daerah, TNI, dan POLRI guna memastikan keadilan sosial bagi seluruh warga Purwakarta." Pungkasnya (***)

Jumat, 20 Maret 2026

Rais NU Majalengka Minta Kader PKB Tingkatkan Silaturahmi



Majalengka - DPC Partai Kebangkitan Bangsa Majalengka menggelar dialog ulama di Kantor DPC PKB Majalengka, Rabu (18/3/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat komunikasi antara partai dan kalangan ulama dalam merespons dinamika sosial dan keagamaan di daerah.

Selain dialog, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan buka puasa bersama serta silaturahmi alim ulama se-Majalengka. Momentum ini dimanfaatkan untuk mempererat hubungan antara kader partai, kiai, dan tokoh masyarakat dalam suasana kebersamaan dan kekeluargaan.

Rais Syuriah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Majalengka KH Anwar Sulaiman dalam acara itu menegaskan kembali hubungan ideologis anatata PKB dan NU. 

PKB, ujar tokoh ulama yang juga Ketua Majelis Ulama Indonesia Majalengka itu, lahir dari rahim NU membawa mandat untuk menjaga dan memperjuangkan nilai-nilai Islam Ahlussunah wal Jamaah dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. 

Komitmen tersebut diwujudkan melalui transformasi pesantren, penguatan peran kiai di tengah masyarakat, serta pemberdayaan ekonomi umat sebagai pilar keadilan sosial.

KH Anwar Sulaiman juga menegaskan pentingnya kader PKB untuk terus meningkatkan kapasitas literasi serta memperluas silaturahmi dengan para tokoh masyarakat terutama para kiai dan pengasuh pesantren. Forum ini menjadi ruang konsolidasi pemikiran sekaligus penguatan arah perjuangan politik berbasis nilai-nilai keislaman dan kebangsaan.

“Silaturahmi yang kuat dan literasi yang tajam menjadi kunci dalam merawat tradisi, memperkuat basis, dan menghadirkan perjuangan politik yang berpijak pada nilai-nilai keulamaan dan kemaslahatan umat,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia sekaligus Wakil Sekretaris Dewan Syuro DPP PKB, DR KH Maman Imanulhaq, menegaskan bahwa kader PKB harus mampu menjadi jembatan antara ulama dan umat dalam konteks kebangsaan yang lebih luas.

“PKB tidak boleh tercerabut dari akar sejarahnya. Kekuatan kita ada pada kiai, pesantren, dan umat. Karena itu, silaturahmi bukan sekadar tradisi, tetapi strategi perjuangan untuk memastikan politik tetap berpihak pada nilai, akhlak, dan keadilan sosial,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua DPC PKB Majalengka, Juhana Zulfan, menyampaikan bahwa pihaknya akan terus memperkuat konsolidasi internal dan eksternal partai melalui pendekatan kultural yang berbasis pada nilai-nilai NU.

“DPC PKB Majalengka berkomitmen menjadikan silaturahmi sebagai gerakan bersama menguatkan hubungan dengan para kiai, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen umat demi memperkokoh basis perjuangan PKB di daerah,” ungkapnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah kiai dan tokoh penting, di antaranya KH. Abdul Rosyid, Dr. H. Wawan Sonjaya, KH. Muhammad Umar, M.Ag selaku Ketua Tanfidziyah PCNU, Drs. KH. Anwar Sulaiman, M.M.Pd sebagai Rois Syuriah PCNU, K. Asep Saepul Kholik, S.Sos (Katib Syuriah PCNU), H. Achsanul Fikri, M.Ag (Sekretaris PCNU), 

Kemudian KH. Harun Bajuri, KH. Yusuf Karim, KH. Maman Faturohman, KH. Badrussalam, KH. Iing Rofikin, KH. Fuadz Hasyim, KH. Iso Parwani, HJ. Minatul Maula, H. Duloh Darja Kusuma, Dr. H. Juhana Zulfan, MM, Drs. Muhammad Jubaedi, Imon Hidayat, serta Ade Duryawan.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh anggota DPRD Majalengka Fraksi PKB, jajaran fungsionaris partai, serta para simpatisan PKB. Dialog ulama ini menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara ulama dan umara dalam membangun Majalengka yang religius, berdaya, dan berkeadilan.(VICKY)

Rabu, 18 Maret 2026

Pansus I Mulai Bahas Raperda Inisiasi DPRD Purwakarta Tentang Pemajuan Kebudayaan


Foto: Ketua pansus 1 DPRD Purwakarta Zyusep Gusnawan


PURWAKARTA - Panitia Khusus I (Pansus I) DPRD Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, tengah membahas Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pemajuan Kebudayaan.

Perlu diketahui, Raperda tentang Pemajuan Kebudayaan ini telah mendapat persetujuan seluruh Fraksi di DPRD Kabupaten Purwakarta pada rapat Paripurna tingkat I, hari Jumat 13 Pebruari 2026 lalu yang dihadiri pimpinan dan anggota DPRD, Wakil Bupati Purwakarta Abang Ijo Hapidin mewakili Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein.

Menurut Ketua Pansus I DPRD Purwakarta, Zusyef Gusnawan, Raperda tentang Pemajuan Kebudayaan merupakan Inisiasi dari DPRD. ”Raperda ini merupakan inisiasi dari DPRD Om,”kata Zusyef Gusnawan melalui sambungan selular, Senin 16/03/2026 lalu.

Zusyef menjelaskan, lahirnya inisiasi Raperda tentang Pemajuan Kebudayaan ini adanya masukan dan aspirasi dari masyarakat dan beberapa kali mengadakan kunjungan kerja ke sejumlah daerah di Jawa Barat maupun luar provinsi Jabar, Kabupaten Purwakarta ternyata sudah lama menjadi Barometer daerah lain terkait kebudayaan tapi belum punya legal standing.

”Sejak zaman Bupati-nya pak Dedi Mulyadi ( Dedi Mulyadi menjabat Bupati Purwakarta Priode 2008 hingga 2018, selama dua priode. Sekarang Dedi Mulyadi menjabat Gubernur Jawa Barat priode 2024-2029), Kebudayaan merupakan barometer daerah lain diluar Kabupaten Purwakarta. Dengan pengajuan Raperda ini diharapkan Purwakarta punya legal standing dibidang kebudayaan untuk memperkuat muatan lokal dan cagar budaya,”kata Zusyef.     

Bila melihat Maksud dan Tujuan yang tertera di draft Raperda pada Bagian Kedua Pasal 2 Raperda Pemajuan Kebudayaan berbunyi; Pengaturan Pemajuan Kebudayaan dimaksudkan untuk memberikan kepastian hukum dan menjadi pedoman dalam Pemajuan Kebudayaan Daerah agar dapat dilaksanakan secara serasi, terencana, terpadu, terintegrasi dan berkelanjutan. 


Perlu diketahui, Raperda yang kini tengah dibahas oleh DPRD Purwakarta adalah; 

Pansus 1 Raperda tentang Pemajuan Kebudayaan. Ketuanya Zusyef Gusnawan dari Fraksi Gerindra

Pansus 2 membahas Raperda tentang Penyelenggaraan Kesejahteraan Sosial. Ketuanya Ricky Syamsul Fauzi, SH dari Fraksi Partai Gerindra.

Pansus 3 membahas Raperda tentang Penyelenggaraan Pembangunan Ketahanan Keluarga. Ketuanya H. Elton Bramasta Gunawan, SH

Pansus 4 membahas Raperda tentang Pembinaan Idiologi Pancasila. Ketuanya Dulnasir, SH.,MH dari Fraksi DEPAN (Gabungan Partai Demokrat dan PAN). (***).

INTERNASIONAL

RELIGI

SPORT

TNI POLRI


WISATA

© Copyright 2021 INFONAS.ID | Bukan Sekedar Berita | All Right Reserved