-->

NASIONAL


PENDIDIKAN

Sabtu, 11 Juli 2026

Dilantik Jadi Sekda Definitif, Bagus Sutopo Dapat Dukungan Penuh dari Keluarga Besar SMPN 3 Moga

 

PEMALANG – Kepala SMP Negeri 3 Moga, Risto, S.Pd., menyampaikan ucapan selamat dan sukses kepada Bagus Sutopo, S.STP., M.A.P. atas pelantikannya sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Definitif Kabupaten Pemalang.

Ucapan tersebut merupakan bentuk dukungan sekaligus doa agar Sekda yang baru dapat menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab, integritas, serta mampu membawa kemajuan bagi Pemerintah Kabupaten Pemalang melalui tata kelola pemerintahan yang semakin profesional dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.

Dalam keterangannya, Risto berharap kepemimpinan Bagus Sutopo mampu memperkuat birokrasi yang akuntabel, transparan, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat, termasuk memberikan perhatian terhadap peningkatan kualitas dunia pendidikan di Kabupaten Pemalang.

"Selamat dan sukses atas dilantiknya Bapak Bagus Sutopo, S.STP., M.A.P. sebagai Sekretaris Daerah Definitif Kabupaten Pemalang. Semoga amanah dalam mengemban tugas, senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, serta kebijaksanaan dalam memimpin birokrasi," ujar Risto.

Menurutnya, Semoga Kabupaten Pemalang semakin maju, profesional, dan mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Selamat mengemban amanah, semoga selalu diberi kemudahan, keberkahan, dan kesuksesan dalam setiap langkah pengabdian.

Ia menegaskan bahwa ucapan tersebut juga mewakili seluruh keluarga besar SMP Negeri 3 Moga yang terdiri atas para guru, tenaga kependidikan, serta seluruh civitas sekolah.

Menurut Risto, sinergi yang kuat antara pemerintah daerah dan dunia pendidikan menjadi salah satu faktor penting dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing. Karena itu  

Ia berharap kepemimpinan Sekda definitif dapat semakin memperkuat kolaborasi lintas sektor demi mendukung percepatan pembangunan dan kemajuan Kabupaten Pemalang.

Di akhir penyampaiannya, Risto beserta seluruh keluarga besar SMP Negeri 3 Moga kembali menyampaikan doa agar Bagus Sutopo senantiasa diberikan kemudahan dalam menjalankan amanah serta mampu membawa Pemerintah Kabupaten Pemalang menuju tata kelola pemerintahan yang semakin maju, profesional, dan melayani masyarakat secara optimal.

Hormat Kami,

Risto, S.Pd.

Kepala SMP Negeri 3 Moga

Beserta Seluruh Guru, Tenaga Kependidikan, dan Keluarga Besar SMP Negeri 3 Moga.

Rawat Alam Bekas Tambang, Nirwan Sulap Gunung Sembung Jadi Destinasi Wisata Hijau



Foto: Areal wisata gunung sembung

Sukajaya , Purwakarta – Berangkat dari kepedulian mendalam terhadap kelestarian lingkungan, Nirwan, seorang tokoh penggerak lingkungan setempat, sukses menginisiasi proyek restorasi lahan bekas tambang di kawasan Gunung Sembung. Area yang dulunya gundul dan rusak akibat eksploitasi material kini telah bertransformasi menjadi destinasi wisata alam hijau yang edukatif dan bernilai ekonomi bagi masyarakat sekitar.

​Langkah berani ini diambil Nirwan sebagai bentuk tanggung jawab moral untuk memulihkan ekosistem yang rusak. Melalui proses reklamasi mandiri, penataan lahan, serta penghijauan intensif yang memakan waktu beberapa tahun, Gunung Sembung kini lahir kembali dengan wajah baru yang asri.

Dari Lahan Kritis Menjadi Oase Wisata

​Transformasi Gunung Sembung bukan sekadar tentang estetika, melainkan sebuah gerakan pemulihan ekologis. Nirwan bersama komunitas lokal menanam ribuan pohon perintis dan tanaman keras untuk mengembalikan kesuburan tanah serta memancing kembali fauna lokal.

​Kini, kawasan bekas tambang tersebut telah dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung wisata, seperti:

  • Jalur Tracking & Spot Foto Alam: Memanfaatkan kontur unik bekas galian yang kini tertata rapi dan hijau.
  • Zona Edukasi Lingkungan: Area khusus bagi pengunjung, terutama pelajar, untuk belajar tentang pentingnya reklamasi dan konservasi alam.
  • Area Pemberdayaan UMKM: Ruang bagi warga lokal untuk menjual produk kerajinan dan kuliner khas daerah.
  • ​"Kami tidak bisa terus-menerus membiarkan alam terluka tanpa ada upaya penyembuhan. Gunung Sembung adalah bukti bahwa dengan komitmen dan kerja keras, lahan yang mati pun bisa kembali memberikan kehidupan dan manfaat—baik untuk alam maupun untuk kesejahteraan ekonomi warga," ujar Nirwan.

    Dampak Positif bagi Perekonomian Lokal

    ​Kehadiran destinasi wisata baru ini mendapat sambutan hangat dari pemerintah daerah dan masyarakat setempat. Selain berhasil memulihkan fungsi hidrologis dan mencegah erosi di kawasan tersebut, proyek ini juga membuka lapangan kerja baru bagi pemuda setempat yang kini aktif mengelola operasional wisata.

    ​Nirwan berharap Gunung Sembung dapat menjadi proyek percontohan (pilot project) bagi wilayah lain di Indonesia yang menghadapi tantangan serupa terkait lahan pascatambang. Dengan pengelolaan yang tepat, bekas tambang tidak harus berakhir menjadi lubang telantar, melainkan bisa diubah menjadi aset wisata berkelanjutan.

    Tentang Pengelola Gunung Sembung:

    Destinasi Wisata Alam Gunung Sembung adalah kawasan ekowisata berbasis pemberdayaan masyarakat yang berfokus pada pemulihan lingkungan pascatambang. Mengusung konsep Green Tourism, tempat ini berkomitmen menyajikan keindahan alam sekaligus edukasi kelestarian lingkungan bagi para pengunjung. (***)

Kamis, 09 Juli 2026

SKANDAL OMPRENG SUPREME: KETIKA MAKAN GRATIS JADI REJEKI NOMPLOK TUAN - TUAN DI DAERAH BERJARGON ISTIMEWA


Foto: ilustrasi 

Selamat datang di negeri di mana menu makan siang anak sekolah bisa berubah wujud menjadi mobil mewah dan kavling tanah. Kejaksaan Agung dikabarkan sedang sibuk-sibuknya bermain detektif dengan dua bintang tamu baru kita pekan ini: Yang Terhormat Tuan S dan tuan AK.

​Keduanya diperiksa bukan karena salah takaran garam atau lupa memasukkan lauk pauk ke dalam wadah, melainkan karena diduga sukses mengoperasikan jaringan "Gurita Ompreng" dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Sebuah prestasi luar biasa di mana anggaran gizi anak-anak berhasil "didistribusikan secara adil" menjadi gizi rekening para pejabat.

​Berdasarkan bisik-bisik di koridor Korps Adhyaksa, posisi S dan AK ini sangat mulia, mereka adalah seksi sibuk yang memastikan bahwa vendor makanan tidak perlu repot-repot ikut tender yang transparan. Cukup lewat "jalur langit" alias restu dari penguasa di sebuah Daerah Berjargon Istimewa—daerah yang tampaknya memang sangat istimewa dalam hal meloloskan anggaran di bawah meja. Celah regulasi lokal yang fleksibel kabarnya berhasil disulap menjadi karpet merah bagi bisnis omprengan ini, semuanya tentu demi jargon klasik: "kearifan lokal."

​Kejagung sendiri tampil seperti biasa, sangat sopan, diplomatis, dan penuh inisial misterius yang membuat netizen merangkap jabatan sebagai cenayang. Para pengamat politik pun mulai maklum, melempar inisial S dan AK ke media adalah taktik klasik test the water. Bahasa kerennya: mencolek pelan-pelan, sambil melihat apakah sang penguasa daerah di atas sana mulai keringat dingin atau langsung sibuk mencari nomor telepon darurat.

​"Kita harus mengapresiasi kreativitas ini. Mengubah program pemenuhan gizi balita menjadi program pemenuhan gizi koalisi politik adalah sebuah masterclass dalam ilmu ekonomi bayangan," sindir seorang pengamat yang meminta namanya disamarkan demi keselamatan omprengan rumah tangganya.

​Kini, publik tinggal duduk manis sambil memesan kopi. Apakah Kejagung bakal sukses menggulung gurita ini sampai ke kepala-kepalanya yang bertahta di kursi empuk daerah istimewa? Atau, seperti episode-episode seru sebelumnya, kasus ini akan berakhir dengan ritual "potong ekor"? Di mana S dan AK yang menanggung dinginnya sel penjara, sementara sang penguasa daerah tetap bisa tersenyum lebar sambil menikmati makan siang gratis yang sesungguhnya. Kita tunggu saja kelanjutan sinetron keadilan ini.

Rabu, 08 Juli 2026

Tingkatkan Ketertiban dan Kelancaran Lalu Lintas, Satpol PP Tertibkan Lapak Liar di Jalur Sadang–Subang


Foto: pelaksanaan penertiban bangunan liar di jalur sadang-subang

​PURWAKARTA – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) melakukan aksi penertiban terpadu terhadap sejumlah lapak pedagang kaki lima (PKL) dan bangunan liar yang berdiri di sepanjang bahu jalan jalur utama Sadang–Subang. Langkah tegas ini diambil guna mengembalikan fungsi jalan, trotoar, serta mengurai titik kemacetan yang kerap dikeluhkan oleh pengguna jalan.

​Operasi penertiban yang berlangsung kondusif ini melibatkan personel gabungan dari TNI, Polri, dan Dinas Perhubungan setempat. Fokus utama penertiban adalah area-area yang disinyalir melanggar Peraturan Daerah (Perda) terkait Ketertiban, Kebersihan, dan Keindahan (K3).

​"Jalur Sadang–Subang ini merupakan urat nadi transportasi yang padat. Keberadaan bangunan dan lapak liar di bahu jalan tidak hanya memicu kemacetan, tetapi juga sangat membahayakan keselamatan, baik bagi para pedagang itu sendiri maupun para pengguna jalan," ujar Kepala Satpol PP melalui Sekdis Teguh Juarsah dalam keterangannya.

​Sebelum melakukan tindakan pembongkaran, pihak Satpol PP menegaskan bahwa mereka telah menempuh prosedur humanis yang berlaku.

Prosedur tersebut meliputi

​Sosialisasi langsung kepada para pemilik lapak.
​Layangan Surat Peringatan (SP) 1 hingga SP 3 secara bertahap.
​Imbauan mandiri agar pedagang membongkar sendiri bangunannya.

​Sebagian besar pedagang kooperatif dan bersedia mengemas barang dagangan mereka secara mandiri saat petugas tiba di lokasi. Sementara itu, sisa material bangunan yang ditinggalkan langsung dievakuasi oleh petugas ke armada truk untuk dibersihkan.

​Pascapenertiban ini, Satpol PP bersama instansi terkait akan terus melakukan pengawasan dan patroli rutin secara berkala di sepanjang jalur Sadang–Subang. Langkah antisipasi ini dilakukan guna memastikan para pedagang tidak kembali mendirikan lapak liar di zona terlarang tersebut.

​Pemerintah daerah juga mengimbau masyarakat dan para pelaku usaha untuk selalu mematuhi aturan zonasi berdagang demi kenyamanan dan keselamatan bersama di ruang publik. (***)

Pengusutan Skandal Kasus BGN: Kejari Purwakarta Periksa Ratusan Dapur SPPG, Kejagung Bidik 3 Orang Dekat Tersangka Sony Sonjaya?


Gambar: Ilustrasi/net

Pusaran kasus dugaan korupsi di tubuh Badan Gizi Nasional atau BGN kini memasuki babak baru dan kian meluas. Kejaksaan Negeri Purwakarta dilaporkan tengah melakukan pemeriksaan skala besar terhadap pengelolaan ratusan Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau SPPG di wilayahnya.

Sementara itu di tingkat pusat, Kejaksaan Agung kini membidik tiga orang warga Purwakarta berinisial M.A.S yang diduga kuat bertindak sebagai Customer Service atau orang dekat dari tersangka utama, Sony Sonjaya.

Langkah bersih-bersih dalam proyek strategis nasional pemenuhan gizi masyarakat terus dikebut aparat penegak hukum. Kejaksaan Negeri Purwakarta bergerak cepat melakukan pemeriksaan maraton terhadap ratusan Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di berbagai titik di Kabupaten Purwakarta.

​Penyidikan ini difokuskan pada dugaan penyimpangan anggaran operasional, pemotongan dana logistik, hingga ketidaksesuaian realisasi menu gizi di lapangan. Jaksa penyidik kini tengah menyisir dokumen pengadaan serta memanggil para pengelola dapur guna menghitung total kerugian negara.

Tak hanya di daerah, pusaran kasus korupsi ini juga digarap intensif di ibu kota oleh Kejaksaan Agung Republik Indonesia. Kejagung kini secara resmi membidik tiga orang asal Purwakarta yang berinisial, M.A.S.

​Ketiganya diduga kuat berperan sebagai Customer Service (CS) atau kaki tangan dari Sony Sonjaya—figur yang telah ditetapkan sebagai tersangka utama dalam korupsi BGN ini. Pemeriksaan terhadap M.A.S ini dilakukan guna mendalami peran mereka dalam memuluskan transaksi keuangan, menyamarkan aset, serta mengondisikan proyek distribusi logistik dari hulu hingga ke hilir.

Kolaborasi antara Kejari Purwakarta dan Kejaksaan Agung ini menjadi sinyal kuat bahwa negara tidak main-main dalam mengawal program gizi nasional. Kita akan tunggu bagaimana hasil pemeriksaan terhadap inisial M.A.S dan nasib hukum dari Sony Sonjaya selanjutnya. (***)

INTERNASIONAL

RELIGI

SPORT

TNI POLRI


WISATA

© Copyright 2021 INFONAS.ID | Bukan Sekedar Berita | All Right Reserved