-->

NASIONAL


PENDIDIKAN

Rabu, 05 Agustus 2026

Tim Kuasa Hukum DRP Laporkan Dugaan Pencemaran Nama Baik ke Mapolda Jabar


Foto: Dias Rukmana Praja beserta kuasa Hukum Epi Saepul Bachri SH saat kluar dari baresktim polda jabar

Bandung — Tim kuasa hukum Dias secara resmi melayangkan laporan kepolisian ke Bagian Reserse Kriminal (Bareskrim) Polda jawa barat terkait dugaan tindak pidana pencemaran nama baik yang ditujukan kepada kliennya. Langkah hukum ini diambil sebagai bentuk perlindungan atas tuduhan tidak berdasar yang dinilai sangat merugikan nama baik dan reputasi klien.

​Berdasarkan keterangan perwakilan tim kuasa hukum usai mendampingi proses pemeriksaan di Mapolda jabar, kasus ini dipicu oleh munculnya isu serta tuduhan miring yang dialamatkan kepada Dias. Pihak kuasa hukum menegaskan bahwa narasi yang beredar tersebut sepenuhnya tidak benar dan berunsur fitnah.

"Dua orang berinisial N&N yang kami laporkan atas tiduhan dugaan pencemaran nama baik mencakup tudingan tidak berdasar tetkait dugaan tindakan asusila dan dugaan penipuan yang di alamatkan sepihak kepada klien kami" kata Apong sapaan akrab Epi Saepul Bachri

Lanjut dikatakan Apong, kami menduga munculnya tuduhan miring ini disinyalir kuat berkaitan dengan dinamika politik lokal di Kabupaten Purwakarta, khususnya menjelang Musyawarah Daerah (Musda) DPD Golkar Purwakarta serta bursa pencalonan Ketua DPD Golkar Purwakarta.

"Langkah hukum ini tidak hanya berhenti pada pelaku di lapangan, melainkan akan terus mengejar dan mengusut tuntas aktor intelektual yang merancang skenario pencemaran nama baik tersebut," ungkapnya

​Pihak kuasa hukum menduga kuat adanya upaya pengkondisian atau kampanye hitam (black campaign) dengan memanfaatkan isu-isu sensitif guna menjatuhkan kredibilitas dan menggagalkan langkah politik kliennya menjelang perhelatan Musda Partai Golkar di Purwakarta.

"Kami akan mengawal proses hukum ini secara tuntas. Fokus kami tidak hanya pada terlapor yang memunculkan isu, melainkan juga mengejar aktor intelektual di balik upaya pencemaran nama baik yang merugikan klien kami ini." Ujar Epi saepul Bachri (apong) tim kuasa hukum Dias Rukmana praja kepada awak media

​Saat ini, proses pemeriksaan saksi serta penyusunan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) masih terus bergulir di Sat Reskrim Polres Purwakarta. Tim kuasa hukum menyerahkan sepenuhnya proses penyelidikan kepada pihak kepolisian dan berharap agar penanganan perkara ini dilakukan secara profesional, transparan, dan objektif sesuai aturan yang berlaku. (***)

Museum Talaga Manggung Resmi Dibuka, Ribuan Warga Padati Gelar Budaya Nyiramkeun Pusaka 2026

 

MAJALENGKA – Peresmian Museum Talaga Manggung berlangsung meriah, aman, dan penuh khidmat di kawasan Keprabon Talaga Manggung, Kabupaten Majalengka, Senin (3/8/2026). 

Ribuan masyarakat memadati lokasi untuk menyaksikan rangkaian kegiatan yang menjadi bagian dari Gelar Budaya Nyiramkeun Pusaka Talaga Manggung 2026.

Salah satu agenda yang paling menyita perhatian publik adalah Kirab Ratu Simbar Kencana menggunakan Kereta Kuda Kencana. Prosesi budaya tersebut menjadi ikon utama perayaan sekaligus simbol penghormatan terhadap sejarah Kerajaan Talaga Manggung. 

Demi memastikan seluruh rangkaian acara berlangsung aman dan tertib, panitia bersama aparat keamanan menerapkan pengamanan secara maksimal di sepanjang jalur kirab hingga lokasi kegiatan.

Museum Talaga Manggung diresmikan oleh TB Hasanuddin, salah seorang keturunan Kerajaan Talaga Manggung yang juga menjadi penggagas renovasi gedung museum hingga akhirnya dapat difungsikan sebagai pusat pelestarian sejarah dan budaya.

Keberadaan museum ini diharapkan menjadi sarana edukasi bagi generasi muda untuk mengenal lebih dekat perjalanan sejarah Kerajaan Talaga Manggung, sekaligus menjaga nilai-nilai budaya dan kearifan lokal yang diwariskan para leluhur.

Acara peresmian turut dihadiri Bupati Majalengka Eman Suherman, perwakilan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, unsur pemerintah daerah, budayawan, tokoh masyarakat, masyarakat adat, serta tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Bupati Majalengka Eman Suherman menegaskan bahwa tradisi Nyiramkeun Pusaka bukan sekadar ritual adat, tetapi merupakan bentuk penghormatan kepada para leluhur yang telah menjaga dan mewariskan budaya selama berabad-abad.

"Tradisi Nyiramkeun merupakan bentuk penghormatan kepada para leluhur, sekaligus upaya kita memelihara budaya yang telah terjaga selama bertahun-tahun," ujar Eman.

Ia menjelaskan, Tradisi Nyiramkeun Pusaka Talaga Manggung telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Provinsi Jawa Barat dan selanjutnya memperoleh pengakuan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia.

Menurutnya, pengakuan tersebut menjadi tanggung jawab bersama untuk terus menjaga, merawat, dan mengembangkan warisan budaya agar tetap lestari di tengah perkembangan zaman.

"Mari kita jaga, pelihara, rawat, dan terus kita kembangkan. Tradisi ini bukan hanya sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur, tetapi juga memperkuat persatuan, mempererat silaturahmi, serta menumbuhkan rasa cinta terhadap budaya bangsa," katanya.

Di akhir sambutannya, Eman mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga semangat kebersamaan dan berharap Tradisi Nyiramkeun Pusaka Talaga Manggung dapat terus diselenggarakan setiap tahun.

"Mudah-mudahan kita semua dipanjangkan umur, disehatkan badan, dan diberi keberkahan oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala sehingga dapat kembali bertemu pada penyelenggaraan Nyiramkeun Pusaka Talaga Manggung di tahun yang akan datang," tuturnya.

Peresmian Museum Talaga Manggung menjadi tonggak penting dalam upaya pelestarian sejarah dan budaya Kabupaten Majalengka. Kehadiran museum tersebut diharapkan mampu memperkuat identitas budaya daerah sekaligus menjadi destinasi edukasi dan wisata budaya yang memperkenalkan kekayaan warisan Talaga Manggung kepada masyarakat, baik dari dalam maupun luar daerah. (YENI)

Ganjar Anugrah Kepala BKPSDM Sukabumi Genjot Pengembangan SDM: Fokus Lahirkan ASN Maju, Unggul, Berbudaya dan Berkah

 

Infonas.Id | Sukabumi,-Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Sukabumi terus bergerak dalam upaya meningkatkan kapasitas dan kualitas Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sukabumi.

 

Hal tersebut ditegaskan langsung oleh Kepala BKPSDM Kabupaten Sukabumi, Ganjar Anugrah, S.IP., M.Si. selaku narasumber resmi dalam agenda Diklat & Pengembangan Kinerja ASN.Rabu 05 Agustus 2026

 

Ganjar Anugrah menegaskan bahwa fokus BKPSDM adalah membangun ekosistem aparatur yang Maju, Unggul, Berbudaya, dan Berkah.

> "ASN saat ini tidak hanya dituntut profesional secara teknis. Lebih dari itu, kami ingin melahirkan ASN yang memiliki integritas pelayanan publik yang kuat dan berkarakter," ujar Ganjar Anugrah, S.IP., M.Si.

 

Untuk mencetak pejabat pengawas yang adaptif, BKPSDM menerapkan Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP) dengan metode Blended Learning.

Metode ini memadukan pembelajaran mandiri via Massive Open Online Course (MOOC) dan sesi tatap muka interaktif. Tujuannya agar pejabat pengawas mampu menjawab tantangan dan dinamika birokrasi saat ini.

 

BKPSDM secara berkala menyelenggarakan penilaian kompetensi / assessment skala besar yang melibatkan ratusan pejabat administrator.

Hasil assessment ini menjadi basis data valid bagi pimpinan dalam mengambil keputusan manajemen ASN secara objektif, mulai dari promosi, rotasi, mutasi jabatan, hingga desain diklat teknis lanjutan.

 

Menindaklanjuti transformasi regulasi pasca berlakunya UU Nomor 20 Tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara, BKPSDM aktif mendorong percepatan validasi data kepegawaian dan pelaporan Sasaran Kinerja Pegawai (SKP).

Langkah ini juga dibarengi sosialisasi intensif mengenai manajemen kinerja yang khusus diperuntukkan bagi kelompok PPPK Paruh Waktu.

 

Dengan berbagai program tersebut, BKPSDM Kabupaten Sukabumi berkomitmen untuk terus mencetak ASN yang kompeten, berintegritas, dan siap mendukung visi "Sukabumi Mubarokah".

( ADV )

Pemkab Sukabumi Ucapkan Selamat Hari Dharma Wanita 2026: Perempuan Berdaya, Keluarga Harmonis

 

Infonas.Id | | Sukabumi,-Pemerintah Kabupaten Sukabumi mengucapkan Selamat Hari Dharma Wanita yang diperingati setiap tanggal 5 Agustus.Ucapan tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Sukabumi Drs. H. Asep Japar, M.M. dan Wakil Bupati Sukabumi H. Andreas, S.E. melalui banner resmi Pemkab Sukabumi.Dalam pesannya, Bupati dan Wabup menekankan pentingnya peran perempuan dalam membangun keluarga dan bangsa."Perempuan yang berdaya, keluarga yang harmonis, menjadi fondasi Indonesia yang maju, sejahtera, dan bermartabat. Kabupaten Sukabumi Mubarokah" 

ujar Drs. H. Asep Japar, M.M. dan H. Andreas, S.E.Makna Hari Dharma Wanita

Hari Dharma Wanita diperingati sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi Dharma Wanita Persatuan dalam mendukung kinerja suami sebagai ASN, serta perannya dalam pemberdayaan perempuan, penguatan keluarga, dan pembangunan masyarakat.Pemkab Sukabumi sendiri terus mendorong program-program pemberdayaan perempuan agar selaras dengan visi "Sukabumi Mubarokah: Maju, Unggul, Berbudaya dan Berkah".Dukungan Pemkab

Perayaan ini juga didukung berbagai branding daerah seperti BerAKHLAK, UNESCO Global Geopark Ciletuh Palabuhanratu, Gurilaps, dan Sukabumi MUBARAKAH.  ( Red )

Dishub Kabupaten Sukabumi Perkuat Penataan Parkir Wisata Melalui Program SOMEAH

 

Infonas.id | Sukabumi,-Pemerintah Kabupaten Sukabumi resmi meluncurkan Program Parkir Wisata SOMEAH (Sopan, aMan, Endah, dan berkAH) sebagai langkah strategis membenahi tata kelola parkir di kawasan wisata pantai selatan. Program yang digagas oleh Dinas Pariwisata bersama Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sukabumi ini bertujuan menciptakan sistem parkir yang legal, tertib, profesional, transparan, serta bebas dari praktik pungutan liar (pungli). 

Sebagai tahap awal, sebanyak 13 destinasi wisata ditetapkan sebagai proyek percontohan sebelum nantinya diterapkan secara menyeluruh di 58 destinasi wisata pesisir selatan Sukabumi. Melalui program ini, seluruh juru parkir diwajibkan menggunakan atribut resmi, mengantongi izin, serta memberikan karcis dengan tarif seragam yang sudah disesuaikan dengan Peraturan Daerah (Perda). Penataan ini diharapkan mampu mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekaligus memberikan rasa aman bagi wisatawan. 
( ADV )

INTERNASIONAL

RELIGI

SPORT

TNI POLRI


WISATA

© Copyright 2021 INFONAS.ID | Bukan Sekedar Berita | All Right Reserved