-->

PEMBERITAHUAN

PEMBERITAHUAN

NASIONAL


PENDIDIKAN

Rabu, 21 Oktober 2026

SMAN 15 Bandung Mengguncang! Edukasi, Aksi Sosial, dan Hiburan Bersatu

BANDUNG – Ratusan pasang mata tumpah ruah di SMAN 15 Bandung. Kolaborasi spektakuler bersama Aku Kamu Peduli Generasi sukses mengguncang sekolah dengan konsep edukasi, amal, dan hiburan dalam satu panggung, Rabu (21/10/2026).

Kegiatan terbuka untuk umum dan mengusung tagline penuh makna "Satu Gelombang Sejuta Dampak", menjadi magnet bagi pelajar dan warga Bandung.

Kepala SMAN 15 Bandung Dr. Toto Suharya, S.Pd.,M.Pd., menegaskan bahwa kolaborasi ini bukan sekadar acara seremonial, melainkan gerakan nyata untuk membangun karakter generasi peduli dan berdaya.

Konsep yang digunakan dalam kegiatan ini adalah Niravela yang diusung secara kolaborasi Aku Kamu Peduli Generasi dan Volunteer BASIS XLIV SMAN 15 Bandung sebagai inisiator. Niravela dimaknai sebagai gerakan nilai rasa peduli yang diwujudkan dalam aksi nyata.

Sorotan utama tertuju pada talkshow inspiratif bersama Psikolog Endahkey, di hadapan ratusan siswa, ia membedah tuntas isu kesehatan mental remaja yang selama ini dianggap tabu, sekaligus mendorong kemandirian emosional siswa.

Tak hanya edukasi, panggung hiburan pun meledak, penampilan duet dan solo dari siswa berbakat SMAN 15 Bandung berhasil menghipnotis penonton dengan suara emas mereka.

Kemeriahan semakin memuncak dengan kehadiran bintang tamu Bukan Phantom dan NAREIL, aksi panggung mereka membuat seluruh lapangan SMAN 15 bergemuruh dan bernyanyi bersama.

Di sisi lain, sisi kepedulian sosial begitu terasa, bazar UMKM dan sembako murah diserbu warga, menjadi bukti nyata bahwa sekolah bisa menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan.

Kegiatan ini didukung penuh oleh Yayasan Badega Garuda Sakti, dan Elif sebagai supporting partner yang turut memperkuat gerakan kepedulian generasi.

Tak lupa, saya haturkan terima kasih kepada Jajaran Pimpinan SMAN 15 Bandung, Dewan Guru, dan Staf Tenaga Kependidikan juga kepada anak anak OSIS dan seluruh siswa yang telah mensupport sehingga acara ini terlaksana dengan baik.

Dampak yang diharapkan dari kegiatan ini jauh lebih besar, siswa didorong untuk belajar lebih mandiri, serta memiliki tingkat kepekaan tinggi terhadap kepedulian kebutuhan masyarakat yang skala prioritasnya wajib dibantu.

Dengan semangat satu gelombang, kolaborasi SMAN 15 Bandung, Niravela Volunteer BASIS XLIV, dan Aku Kamu Peduli Generasi bersama para pendukung berhasil menciptakan sejuta dampak bagi masa depan generasi muda yang mandiri dan peduli sesama.

Maman Imanulhaq: Kuliah ke Al-Azhar Harus Aman, Transparan, dan Terjangkau!

CIREBON — Sebanyak 1.500 calon mahasiswa Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir, mengikuti Pembekalan Wawasan Kebangsaan yang diselenggarakan Forum Konsultan Pendidikan Al-Azhar Mesir Indonesia (Forkappmi) di Hotel Luxton Cirebon.

Kegiatan ini menghadirkan sejumlah tokoh, di antaranya Rais Syuriah PBNU KH. Imam Jazuli, Direktur Jenderal Pendidikan Islam Prof. Amin Suyitno, serta Wakil Duta Besar Mesir Dr. Amar Mukhtar.

Anggota Komisi VIII DPR RI sekaligus Penasihat Forkappmi, Dr. KH. Maman Imanulhaq, menegaskan bahwa Forkappmi memiliki peran strategis dalam memperluas akses pendidikan tinggi Islam, melindungi calon mahasiswa, serta menyiapkan generasi Muslim Indonesia yang unggul, moderat, dan memiliki wawasan kebangsaan. Rabu (21/10/2826)

Menurut Maman, keberangkatan ribuan santri untuk menuntut ilmu di Al-Azhar tidak boleh dipandang sebatas urusan administrasi dan mobilitas pendidikan. Proses tersebut merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan umat dan bangsa yang harus didukung tata kelola profesional, transparan, aman, dan berkelanjutan.

“Kita ingin memastikan bahwa kesempatan belajar di Al-Azhar tidak hanya terbuka bagi mereka yang memiliki akses informasi dan kemampuan ekonomi. Anak-anak pesantren dari berbagai daerah juga harus memperoleh kesempatan yang adil, pendampingan yang layak, dan perlindungan selama proses keberangkatan hingga menjalani pendidikan,” tegas Maman.

Maman menjelaskan, setidaknya terdapat lima aspek penting yang menjadi dasar peran Forkappmi dalam mendampingi calon mahasiswa Al-Azhar.

Pertama, memperluas akses pendidikan melalui pendampingan informasi mengenai prosedur pendaftaran, persyaratan akademik, tahapan seleksi, hingga proses keberangkatan. Langkah ini dinilai penting untuk mengurangi kesenjangan informasi, terutama bagi santri dari keluarga sederhana dan daerah dengan akses terbatas.

Kedua, melindungi calon mahasiswa dari berbagai risiko, termasuk informasi menyesatkan, ketidakjelasan biaya, persoalan dokumen, dan praktik percaloan. Karena itu, layanan pendampingan harus mengutamakan informasi terverifikasi dan prosedur yang sesuai ketentuan.

Ketiga, memperkuat sinergi kelembagaan antara pesantren, madrasah, orang tua, lembaga konsultan, pemerintah, dan institusi pendidikan terkait di Mesir. Sinergi ini diharapkan dapat membantu mengatasi hambatan administratif tanpa mengambil alih kewenangan lembaga resmi.

Keempat, mendorong transparansi dan keterjangkauan biaya pendidikan. Calon mahasiswa dan keluarga perlu memperoleh penjelasan terperinci mengenai pembiayaan, menghindari pungutan yang tidak jelas, serta mendapatkan informasi tentang peluang beasiswa dan bantuan pendidikan.

Kelima, mengawal keberlanjutan studi mahasiswa. Menurut Maman, pendampingan tidak boleh berhenti ketika mahasiswa tiba di Kairo. Orientasi akademik, adaptasi budaya, pengurusan administrasi, dukungan tempat tinggal, serta pembinaan sosial dan spiritual juga menjadi bagian penting dari proses pendidikan.

Selain kesiapan akademik, pembekalan wawasan kebangsaan dinilai penting untuk membentuk karakter calon mahasiswa yang akan menempuh pendidikan di luar negeri.

Para calon mahasiswa diharapkan tidak hanya menguasai ilmu agama, tetapi juga memahami identitas kebangsaan, menghormati keberagaman, serta menjunjung tinggi nilai-nilai Islam yang moderat.

“Jangan hanya berangkat ke Mesir untuk menjadi sarjana. Berangkatlah untuk menjadi insan berilmu yang kelak memberikan manfaat bagi masyarakat, memperkuat kehidupan keagamaan yang moderat, dan berkontribusi bagi kemajuan Indonesia. Kita ingin melahirkan ulama dan intelektual Muslim yang mendunia tanpa kehilangan akar kebangsaannya,” ujar Maman.

Ia berharap kolaborasi antara Forkappmi, pemerintah, pesantren, lembaga pendidikan, dan berbagai pemangku kepentingan terus diperkuat. Kerja sama tersebut diperlukan untuk memastikan proses pendidikan internasional berlangsung tertib, aman, terjangkau, dan berorientasi pada kualitas lulusan.

Bagi Forkappmi, lanjutnya, keberhasilan tidak cukup diukur dari jumlah calon mahasiswa yang diberangkatkan. Transparansi layanan, perlindungan mahasiswa, keberlanjutan studi, serta kontribusi lulusan bagi masyarakat dan bangsa juga harus menjadi tolok ukur utama.

Melalui penguatan peran tersebut, Forkappmi diharapkan mampu menjadi mitra strategis dalam membangun ekosistem pendidikan Islam internasional yang inklusif dan profesional, sekaligus melahirkan generasi Muslim Indonesia yang berilmu, berakhlak, moderat, dan berwawasan kebangsaan.

Tentang Forkappmi

Forum Konsultan Pendidikan Al-Azhar Mesir Indonesia (Forkappmi) merupakan forum yang menghimpun lembaga konsultan pendidikan Al-Azhar dari berbagai daerah di Indonesia. Forum ini berfokus pada konsultasi, pendampingan, dan persiapan calon mahasiswa yang hendak melanjutkan pendidikan ke Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir.

Diduga Langgar Aturan Cukai, Rokok BL Rotama Beredar di Majalengka

MAJALENGKA — Peredaran rokok merek BL Rotama di sejumlah kios dan toko rokok di Kabupaten Majalengka menjadi sorotan. Pasalnya, berdasarkan pantauan redaksi, ditemukan dugaan ketidaksesuaian antara jumlah batang rokok dalam kemasan dan keterangan isi pada pita cukai yang dilekatkan.

Kemasan rokok BL Rotama yang diamati disebut berisi 20 batang, sedangkan pita cukai yang terpasang diduga diperuntukkan bagi kemasan berisi 10 batang. Temuan tersebut memunculkan pertanyaan mengenai kesesuaian pelunasan cukai dan kepatuhan terhadap ketentuan di bidang cukai.

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, rokok tersebut diduga didistribusikan di wilayah Jawa Barat melalui PT Enggar Lestari Sejahtera yang berkedudukan di Cirebon. Sementara itu, keterangan pada kemasan mencantumkan PR Makmur, Tasikmalaya, Indonesia, sebagai pihak produsen.

Seorang narasumber yang meminta identitasnya dirahasiakan menyampaikan bahwa produk tersebut diduga beredar di sejumlah wilayah Jawa Barat, termasuk Kabupaten Majalengka.

“Jadi, rokok BL tersebut se-Jawa Barat oleh PT Enggar Lestari Sejahtera Cirebon. Kalau di Majalengka, gudangnya ada di salah satu daerah perkotaan. Modusnya itu pita cukai 10 batang dipasang pada kemasan rokok 20 batang,” ujar narasumber tersebut, Senin (19/10/2026).

Pernyataan itu masih memerlukan verifikasi lebih lanjut dari pihak perusahaan maupun instansi berwenang untuk memastikan kebenaran dugaan tersebut.

Pita cukai merupakan dokumen sekuriti yang menjadi salah satu tanda pelunasan cukai atas barang kena cukai. Penggunaan dan pelekatan pita cukai harus mengikuti ketentuan yang berlaku, termasuk kesesuaiannya dengan jenis produk dan kemasan.

Apabila terbukti terdapat penggunaan pita cukai yang tidak sesuai dengan ketentuan, perbuatan tersebut dapat berimplikasi hukum di bidang cukai. Namun, penentuan jenis pelanggaran dan sanksi yang dapat dikenakan harus didasarkan pada hasil pemeriksaan serta ketentuan hukum yang relevan.

Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1995 tentang Cukai mengatur sejumlah ketentuan pidana terkait peredaran barang kena cukai dan penggunaan pita cukai.

Karena itu, dugaan ketidaksesuaian pita cukai pada produk BL Rotama perlu ditelusuri oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai guna memastikan status pita cukai, kesesuaian kemasan, serta pihak-pihak yang bertanggung jawab apabila ditemukan pelanggaran.

Jika dugaan tersebut terbukti, praktik semacam ini berpotensi menimbulkan kerugian penerimaan negara dan mengganggu persaingan usaha yang sehat di sektor industri hasil tembakau.

Untuk memperoleh klarifikasi, awak media Infonas.co.id menghubungi seseorang bernama Azi melalui pesan WhatsApp pada Selasa (20/10/2026). Berdasarkan informasi yang diterima redaksi, Azi disebut sebagai supervisor di wilayah Kabupaten Majalengka.

Dalam balasannya, Azi mengarahkan awak media untuk menghubungi pihak pusat perusahaan. Ia juga mengirimkan tangkapan layar akun Instagram yang disebut sebagai media sosial resmi PT Enggar Lestari Sejahtera.

“Langsung aja ke pusatnya, Mas. Ini medsos resmi sama alamat web-nya,” tulis Azi.

Ia kembali menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki kewenangan untuk memberikan penjelasan mengenai persoalan tersebut.

“Untuk segala sesuatunya langsung aja ke pusat, Pak. Saya enggak ada wewenang untuk menjawab,” lanjutnya melalui pesan WhatsApp.

Menindaklanjuti arahan tersebut, awak media kemudian berupaya menghubungi nomor kontak yang tercantum pada akun media sosial yang diberikan untuk meminta tanggapan perusahaan mengenai dugaan ketidaksesuaian pita cukai tersebut.

Namun, hingga berita ini disusun, redaksi belum memperoleh penjelasan substantif terkait dugaan yang sedang ditelusuri.

Saat dihubungi melalui telepon WhatsApp pada Rabu (21/10/2026), seseorang yang dihubungi menyampaikan bahwa dirinya sedang sibuk mengikuti rapat dan belum dapat memberikan keterangan lebih lanjut.

“Oh, saya enggak ada ini, Pak. Punten, saya sibuk, lagi rapat,” ujarnya singkat.

Dengan demikian, belum adanya penjelasan substantif dari pihak yang dihubungi tidak dapat serta-merta dimaknai sebagai pengakuan ataupun pembenaran atas dugaan tersebut.

Hingga berita ini diterbitkan, redaksi masih berupaya meminta tanggapan dari pihak-pihak terkait, termasuk Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai yang berwenang, untuk memastikan apakah produk yang dipersoalkan telah memenuhi ketentuan cukai.

Redaksi juga membuka ruang bagi PT Enggar Lestari Sejahtera, PR Makmur, maupun pihak lain yang berkaitan untuk memberikan klarifikasi, hak jawab, dan informasi pendukung guna melengkapi pemberitaan secara berimbang.

Masyarakat diimbau untuk lebih cermat dalam membeli produk hasil tembakau serta melaporkan kepada instansi berwenang apabila menemukan indikasi pelanggaran. Setiap dugaan tetap perlu diperiksa berdasarkan bukti dan prosedur hukum yang berlaku.

(Boyzan)

Selasa, 20 Oktober 2026

Kades Cimahi Tekankan Pengajian sebagai Fondasi Moral Aparatur Desa

PURWAKARTA — Pemerintah Desa (Pemdes) Cimahi kembali menggelar pengajian rutin bulanan dengan menghadirkan ulama kharismatik, Abuya Hasan Asy’ari, Pimpinan Pondok Pesantren Al-Haromain Cirangin. Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat keimanan, membangun karakter, serta meningkatkan kesadaran moral aparatur desa dan masyarakat.

Dalam tausyiahnya, Abuya Hasan Asy’ari menekankan pentingnya introspeksi diri dalam menghadapi berbagai dinamika kehidupan. Ia juga mengingatkan jamaah agar senantiasa menjadikan Allah SWT sebagai sandaran utama dalam setiap langkah, serta mengedepankan kesabaran dan kejujuran dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Kepala Desa Cimahi, Asep Saepul Bahrie, mengatakan pengajian rutin tersebut tidak hanya menjadi kegiatan keagamaan, tetapi juga sarana pembinaan karakter dan peningkatan kualitas diri, khususnya bagi aparatur pemerintahan desa. Selasa (20/10/2026)

“Pengajian rutin ini kami harapkan dapat menjadi momentum perbaikan diri, sekaligus mengingatkan kita semua akan kewajiban untuk mengajak kepada kebaikan (amar ma’ruf nahi munkar), terutama bagi aparatur pemerintahan,” ujar Asep.

Menurutnya, tugas pelayanan publik menuntut aparatur desa untuk senantiasa menjaga integritas, tanggung jawab, dan komitmen dalam melayani masyarakat. Karena itu, pembinaan spiritual dinilai penting untuk menjaga keseimbangan antara pelaksanaan tugas pemerintahan dan penguatan nilai-nilai keagamaan.

Asep berharap, melalui majelis ilmu tersebut, para perangkat desa dapat memperoleh ketenangan batin sekaligus memperkuat semangat pengabdian. Dengan demikian, nilai-nilai kejujuran, kesabaran, dan ketakwaan dapat diterapkan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.

Pengajian berlangsung khidmat dan diikuti ratusan jamaah, termasuk jajaran perangkat desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), serta tokoh masyarakat. Materi tausyiah yang disampaikan Abuya Hasan Asy’ari mendapat perhatian jamaah karena dinilai relevan dengan tantangan kehidupan saat ini, terutama dalam menjaga akhlak dan integritas di tengah berbagai godaan duniawi.

Melalui kegiatan pengajian rutin bulanan ini, Pemdes Cimahi berkomitmen untuk terus membangun kehidupan masyarakat desa yang tidak hanya berkembang dari sisi pembangunan fisik dan infrastruktur, tetapi juga memiliki landasan spiritual yang kuat, akhlak mulia, serta semangat kebersamaan.

Pemdes Cimahi berharap penguatan nilai-nilai keagamaan dapat menjadi bagian penting dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan desa yang amanah, berintegritas, dan berorientasi pada peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

(AGUS)

Gelar Rangkaian HUT ke 62 tahun, DPD Golkar Purwakarta gelar Tasyakuran Do'a bersama dan Santunan


Foto: Ketua DPD partai Golkar Purwakarta Hj. Anne Ratna Mustika


PURWAKARTA — Menandai peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-62 Partai Golongan Karya (Golkar), Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kabupaten Purwakarta menyelenggarakan acara "Doa Bersama dan Tasyakur" di Kantor DPD Partai Golkar Kabupaten Purwakarta, Selasa (20/10/2026).

​Kegiatan khidmat yang mengusung semangat "Golkar Ngahiji, Golkar Ngabakti" ini turut dirangkaikan dengan aksi kepedulian sosial berupa pemberian santunan kepada anak yatim dan kaum duafa di wilayah Purwakarta.

​Perwujudan Rasa Syukur dan Kepedulian Sosial

​Acara diawali dengan pembacaan doa bersama yang dipimpin oleh para ulama dan tokoh agama setempat, dilanjutkan dengan prosesi tasyakuran sebagai wujud rasa syukur atas perjalanan 62 tahun Partai Golkar dalam mengabdi kepada bangsa dan negara.

​

​Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Purwakarta, Hj. Anne Ratna Mustika, SE., menyampaikan bahwa peringatan HUT ke-62 ini menjadi momen penting bagi seluruh kader untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat komitmen keberpihakan kepada masyarakat.

​"Momentum tasyakuran dan doa bersama ini kami wujudkan tidak hanya dalam bentuk rasa syukur kepada Allah SWT, tetapi juga melalui aksi nyata kepedulian sosial. Melalui santunan anak yatim dan kaum duafa, kami ingin memastikan keberadaan Partai Golkar dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat yang membutuhkan," ujar Hj. Anne Ratna Mustika.

​Berkomitmen Terus Hadir untuk Rakyat

​Rangkaian acara HUT ke-62 DPD Partai Golkar Kabupaten Purwakarta berlangsung dengan penuh kehangatan dan kekeluargaan. Hadir dalam kesempatan tersebut jajaran pengurus DPD, perwakilan pengurus tingkat kecamatan dan desa, tokoh masyarakat, serta puluhan penerima santunan.

​Hj. Anne Ratna Mustika berharap, di usianya yang ke-62, Partai Golkar dapat terus konsisten menjaga soliditas internal dan memperjuangkan aspirasi rakyat demi kemajuan serta kesejahteraan masyarakat Kabupaten Purwakarta.

Di tempat yang sama Ketua Panitia Pelaksana John kamal mengatakan, perayaan hut ini kita jadikan momentum untuk mempererat silaturrahmi dan Kesolidan serta membangun ekosistem baru di tubuh Golkar Purwakarta khususnya.

"Kita jadikan hut ke 62 tahun adalah momentum dalam mempererat silaturrahmi dan kesolidan dan kesok serta membangun ekosistem baru untuk golkar Purwakarta lebih baik kedepannya dalam merebut kemenangan pemilu yang akan datang," ucapnya dalam sambutan laporan panitia pelaksana.




​Acara ditutup dengan pemotongan tumpeng tasyakuran serta penyerahan santunan secara langsung kepad 32 anak yatim dan 30 duafa yang hadir. (***)

INTERNASIONAL

RELIGI

SPORT

TNI POLRI


WISATA

© Copyright 2021 INFONAS.ID | Bukan Sekedar Berita | All Right Reserved