-->

NASIONAL


PENDIDIKAN

Selasa, 07 April 2026

Hadiri Muscab PKB Subang dan Majalengka, KH Maman Imanulhaq: Muscab PKB Jadi Momentum Syukur, Konsolidasi, dan Penguatan Kader



Subang — Wakil Sekretaris DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Dr. KH. Maman Imanulhaq, Minggu (5/3/2026), menghadiri Musyawarah Cabang (Muscab) DPC PKB Kabupaten Subang dan Kabupaten Majalengka.

Kiai Maman, begitu ia akrab disapa, menegaskan bahwa Muscab merupakan momentum penting untuk memperkuat rasa syukur, komitmen, dan konsolidasi kader dalam mengabdi kepada masyarakat.

Menurutnya, kekuatan PKB terletak pada soliditas kader serta konsistensinya dalam memperjuangkan nilai-nilai keislaman Ahlussunah wal Jamaah yang moderat dan berorientasi pada kemaslahatan umat. 

Kiai Maman yang hadir pagi tadi ke Muscab DPC PKB Kabupaten Subang dan Muscab DPC PKB Kabupaten Majalengka pada malam harinya ingin menegaskan bawah kehadirannya menjadi bagian dari upaya penguatan struktur dan arah perjuangan partai dari tingkat pusat hingga daerah.

Dalam forum Muscab DPC PKB Subang, Anggota Komisi VIII DPR RI itu menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pengurus serta kader PKB Subang yang telah berjuang bersama dan mengantarkannya menjadi anggota DPR RI selama tiga periode. 

Ia menilai, dukungan dan militansi kader menjadi kekuatan utama dalam menjaga eksistensi dan perjuangan PKB di tengah masyarakat.

Ia juga menegaskan pentingnya rasa syukur bagi setiap kader PKB sebagai bagian dari partai yang istiqomah memperjuangkan Islam Ahlussunah wal Jamaah, menghadirkan kemaslahatan bagi rakyat, serta membuka ruang bagi generasi muda untuk menyuarakan keadilan dan kesejahteraan. 

Rasa syukur tersebut, menurutnya, harus diwujudkan dalam kerja nyata, pengabdian, dan komitmen menjaga nilai-nilai perjuangan partai.

“Saya mengucapkan selamat atas terselenggaranya Muscab PKB Subang. Ini adalah momentum penting untuk memperkuat barisan, menjaga kekompakan kader, dan memastikan PKB terus hadir sebagai solusi bagi masyarakat,” ujar Kiai Maman.

Ia menambahkan, kepengurusan yang terbentuk harus mampu bekerja secara solid, progresif, dan responsif terhadap berbagai persoalan masyarakat, serta menjadikan PKB sebagai rumah besar perjuangan umat.

Pada malam harinya, Kiai Maman melanjutkan agenda dengan menghadiri Muscab DPC PKB Majalengka. Dalam kesempatan tersebut, ia kembali menegaskan pentingnya kesinambungan gerakan politik PKB yang berbasis pada kekuatan sosial dan kultural masyarakat.

“Muscab Majalengka harus melahirkan kepemimpinan yang kuat, solid, dan mampu membangun kedekatan dengan masyarakat. PKB tidak boleh jauh dari rakyat, justru harus menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi,” tegasnya.

Ia juga menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh kader PKB di Majalengka atas terselenggaranya Muscab dengan baik dan penuh semangat kebersamaan.

“Saya mengucapkan selamat dan sukses atas pelaksanaan Muscab PKB Majalengka. Semoga melahirkan kepengurusan yang amanah, visioner, dan mampu membawa PKB semakin kuat serta memberikan kontribusi nyata bagi daerah,” ungkapnya.

Turut hadir dalam kedua kegiatan tersebut Ketua DPW PKB Jawa Barat Syaiful Huda beserta jajaran pengurus wilayah, juga tentunya Ketua DPC PKB Subang Zaenal Mutakin beserta jajarannya dan Ketua DPC PKB Majalengka Juhana Zulfan beserta jajaran. 

Kehadiran para pimpinan partai ini memperkuat koordinasi dan sinergi organisasi dalam menghadapi tantangan politik ke depan.

Muscab DPC PKB Subang dan Majalengka diharapkan menjadi momentum strategis dalam memperkuat organisasi, meningkatkan kapasitas kader, serta mempertegas peran PKB dalam mengawal kepentingan umat, bangsa, dan negara. (Vicky)

Sambangi Ponpes Al Mizan Jatiwangi, Gus Irfan Pastikan Penyelenggaraan Haji Sesuai Rencana



MAJALENGKA - Pemerintah memastikan bahwa penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026 tetap berjalan sesuai rencana. Hal itu ditegaskan oleh Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf usai Bimbingan Manasik Haji Kabupaten Majalengka di Pondok Pesantren Al Mizan Jatiwangi, Senin (6/3).

Menteri haji pertama ini menyebut, pemerintah berkomitmen untuk menjamin keamanan dan keselamatan seluruh jemaah Indonesia sejak keberangkatan hingga kembali ke tanah air. 

Pemerintah pun terus melakukan koordinasi secara intensif dengan berbagai pihak. Komunikasi aktif dijalin dengan Pemerintah Arab Saudi, Kementerian Luar Negeri, KBRI di Arab Saudi, serta seluruh unsur panitia penyelenggara haji.

“Koordinasi ini terus kita jaga agar setiap perkembangan bisa segera direspons. Semua pihak bergerak bersama untuk memastikan penyelenggaraan haji berjalan aman dan lancar,” ujarnya.

Menurutnya, hingga saat ini Pemerintah Arab Saudi masih memberikan sinyal positif terhadap pelaksanaan haji tahun ini. Karena itu, seluruh tahapan persiapan tetap berjalan normal tanpa hambatan berarti.

“Alhamdulillah, sampai hari ini situasinya masih kondusif. Kita mendapat kepastian bahwa pelaksanaan haji tetap berjalan, dan keselamatan jemaah menjadi prioritas utama,” ungkapnya.

Sebagai langkah antisipatif, pemerintah juga telah menyiapkan sejumlah skenario, mulai dari rencana utama hingga alternatif. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan perubahan situasi di lapangan.

“Kita tidak hanya menyiapkan satu rencana, tapi beberapa opsi sekaligus. Semua sudah dikoordinasikan dengan Komisi VIII DPR RI agar pelaksanaannya tetap terkendali dalam berbagai kondisi,” jelasnya.

Di tempat yang sama, Anggota Komisi VIII DPR RI, KH. Maman Imanulhaq, menegaskan bahwa DPR akan terus mengawal proses penyelenggaraan haji agar berjalan optimal, terutama dalam aspek pelayanan dan perlindungan jemaah.

“Kami memastikan bahwa negara hadir dalam setiap tahapan haji. Pengawasan terus dilakukan agar jemaah mendapatkan pelayanan terbaik dan bisa beribadah dengan tenang,” tegasnya.

Kiai Maman yang juga pengasuh Ponpes Al Mizan Jatiwangi ini pun mengingatkan para calon jemaah untuk mempersiapkan diri dengan baik, baik secara fisik maupun mental, serta mengikuti manasik haji dengan sungguh-sungguh.

Sementara itu, Bupati Majalengka Eman Suherman menyampaikan dukungan penuh terhadap upaya pemerintah pusat dalam menjamin kelancaran ibadah haji. Pemerintah daerah, kata dia, siap berperan aktif dalam mendampingi dan mempersiapkan jemaah sejak dari daerah.

“Kami berharap seluruh jemaah haji asal Majalengka dapat menjalankan ibadah dengan lancar, sehat, dan kembali dengan predikat haji mabrur,” ujarnya.

Untuk kuota, pemerintah memastikan tidak ada perubahan. Jumlah jemaah haji Indonesia tahun 2026 tetap sebanyak 221.000 orang, sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan. (Vicky)

Senin, 06 April 2026

Hadiri Perayaan HUT Kabupaten Subang ke-78, Ketua BARAK Indonesia Subang: "Momentum Memperkuat Sinergi dan Kesejahteraan Rakyat"


Foto: Kencus Ketua Barak Indonesia Marcab Subang (tengah baju putih) saat hadiri HUT Kabupaten Subang Ke 78 tahun

SUBANG – Ketua Markas Cabang (Marcab) Barisan Rakyat Indonesia (BARAK) Kabupaten Subang, Kencus, menghadiri puncak peringatan Hari Jadi Kabupaten Subang yang ke-78 dengan membawa pesan optimisme dan harapan baru bagi pembangunan daerah.

​Kehadiran sosok yang akrab disapa Kencus ini di tengah kemeriahan perayaan HUT Subang menegaskan komitmen organisasi kemasyarakatan yang dipimpinnya untuk terus mengawal kebijakan pemerintah daerah demi kepentingan masyarakat luas.

Apresiasi untuk Kemajuan Daerah

Dalam keterangannya di sela-sela acara, Kencus menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Subang atas berbagai pencapaian pembangunan yang telah dirasakan oleh masyarakat hingga saat ini.

​"Selamat ulang tahun yang ke-78 untuk Kabupaten Subang tercinta. Usia ini adalah usia yang matang untuk terus berbenah. Kami melihat banyak perubahan positif, namun kita tidak boleh cepat puas. Perayaan ini harus menjadi refleksi bagi kita semua untuk bekerja lebih keras lagi," ujar Kencus kepada awak media 5/4/2026.

Dorongan untuk Sinergi dan Investasi yang Berpihak pada Rakyat

Lebih lanjut, Kencus menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, elemen masyarakat, dan sektor swasta, terutama mengingat posisi strategis Subang sebagai kawasan industri yang tengah berkembang pesat dengan adanya Pelabuhan Patimban dan berbagai proyek strategis nasional lainnya.

​Beberapa poin utama yang ditegaskan oleh Kencus antara lain:

  • Pemberdayaan SDM Lokal: Mengharapkan pemerintah daerah memastikan bahwa pertumbuhan industri di Subang mampu menyerap tenaga kerja lokal secara maksimal agar warga Subang tidak hanya menjadi penonton di rumah sendiri.

  • Pemerataan Pembangunan: Mendorong agar pembangunan infrastruktur tidak hanya berpusat di area perkotaan atau kawasan industri, tetapi juga menjangkau pelosok desa.

  • Peran Ormas sebagai Kontrol Sosial: Menegaskan bahwa BARAK Indonesia Subang akan tetap konsisten menjadi mitra strategis pemerintah sekaligus kontrol sosial yang kritis namun konstruktif.

Kencus berharap di tahun-tahun mendatang, Kabupaten Subang semakin menunjukkan taringnya sebagai motor penggerak ekonomi di Jawa Barat dengan tetap menjaga kearifan lokal dan kelestarian lingkungan.

​"Harapan saya sederhana, sesuai dengan semangat hari jadi ini: semoga Subang semakin maju, rakyatnya semakin sejahtera, dan keadilan sosial benar-benar dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat dari Ciasem hingga Cisalak," pungkasnya.

​Acara peringatan HUT Subang kali ini berlangsung khidmat dengan dihadiri oleh jajaran Forkopimda, tokoh masyarakat, serta ribuan warga yang antusias mengikuti rangkaian kegiatan budaya dan hiburan rakyat.

Minggu, 05 April 2026

PPII Jabar Resmi Dilantik, H. Sanari Siap Pimpin Organisasi 2026–2030



Purwakarta – Dewan Pimpinan Daerah Persatuan Pemaser Ikan Indonesia (PPII) Jawa Barat resmi dilantik dan dikukuhkan untuk masa bakti 2026–2030. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Desa Cibogogirang, Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta, Minggu (5/4).

Pelantikan dilakukan langsung oleh jajaran PPII Pusat sebagai tindak lanjut dari proses pemilihan kepengurusan sebelumnya yang menetapkan H. Sanari sebagai Ketua PPII DPD Jawa Barat.

Ketua Umum PPII Pusat, Muslihun, dalam sambutannya menegaskan bahwa pelantikan dan pengukuhan merupakan bagian dari amanat organisasi yang harus dilaksanakan agar kepengurusan sah secara aturan.

“Setelah melalui proses pemilihan, hari ini kepengurusan resmi dilantik untuk menjalankan roda organisasi sesuai dengan AD/ART yang berlaku,” ujarnya.

Ia juga mengajak seluruh pengurus untuk menjaga komunikasi dan soliditas demi kelancaran program organisasi ke depan.

“Dengan komunikasi yang baik antar pengurus, organisasi akan berjalan sesuai harapan. Kami mengapresiasi panitia dan jajaran DPD Jabar yang telah mempersiapkan kegiatan ini dengan baik,” tambahnya.

Sementara itu, Penasihat PPII DPD Jawa Barat, Bambang Wulantoko, menekankan pentingnya menjaga kebersamaan dan solidaritas antar anggota. Ia juga mengungkapkan rencana kegiatan sosial yang akan menjadi agenda organisasi.

“Kami berharap dukungan dan motivasi dari seluruh pihak. Ke depan akan digelar kegiatan sosial seperti tebar benih ikan dan kegiatan maser bersama di setiap klub binaan PPII,” jelasnya.

Ketua PPII DPD Jawa Barat, H. Sanari, dalam sambutannya menyampaikan komitmennya untuk menjalankan amanah organisasi dengan penuh tanggung jawab. Ia juga menekankan pentingnya kebersamaan dalam menghadapi dinamika organisasi.

“Dalam perjalanan organisasi pasti ada tantangan. Namun, kami siap bekerja dan fokus menjalankan program yang telah ditetapkan,” ungkapnya.

Ia juga membuka ruang musyawarah dalam setiap pengambilan keputusan serta menegaskan bahwa organisasi harus dijalankan secara kolektif, bukan individual.

“Saya tidak ingin bersikap otoriter. Organisasi ini milik bersama, sehingga setiap kebijakan harus melalui musyawarah. Kami juga berharap dukungan penuh dari seluruh klub binaan,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia mengingatkan pentingnya kesadaran anggota terhadap hak dan kewajiban dalam berorganisasi, termasuk dalam hal kepatuhan terhadap aturan dan iuran anggota.

“Kami tidak bisa berjalan sendiri tanpa dukungan semua pihak. Sinergi dan kekompakan menjadi kunci keberhasilan program yang telah direncanakan,” pungkasnya. (FT)

Ditolak Beri Uang, Sekelompok Pria Ngamuk hingga Tewaskan Pemilik Hajatan



Purwakarta – Duka mendalam menyelimuti sebuah acara pesta pernikahan di Kampung Cikadu, Desa Kertamukti, Kecamatan Campaka, Kabupaten Purwakarta, pada Sabtu (4/4/2026).

Seorang tuan rumah hajatan, Dadang (57), dilaporkan meninggal dunia setelah diduga menjadi korban penganiayaan oleh sekelompok pria.

Peristiwa tragis tersebut terjadi sekitar pukul 15.00 WIB, saat acara hiburan organ tunggal tengah berlangsung. Berdasarkan keterangan saksi, sebelumnya sekitar pukul 14.00 WIB, sekelompok pria berjumlah kurang lebih 10 orang datang ke lokasi hajatan dalam kondisi diduga mabuk.

Menurut saksi AW (49), para pelaku sempat meminta uang kepada korban untuk membeli minuman keras. Awalnya, korban memberikan uang sebesar Rp100.000. Namun, tidak lama kemudian, salah satu pelaku kembali meminta uang tambahan sebesar Rp500.000.

Permintaan tersebut ditolak oleh korban. Penolakan itu diduga memicu kemarahan para pelaku hingga situasi di lokasi berubah menjadi ricuh. Keributan sempat terjadi di dalam tenda hajatan, bahkan mengarah kepada pemain organ tunggal.

Korban yang saat itu keluar dari tenda justru diikuti oleh tiga orang pelaku. Mereka kemudian melakukan pemukulan menggunakan potongan bambu yang mengenai bagian punggung dan kepala korban.

Akibat serangan tersebut, korban terjatuh sekitar pukul 15.30 WIB dan dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian. Warga dan tamu undangan sempat berupaya memberikan pertolongan, namun nyawa korban tidak tertolong.

Peristiwa tersebut meninggalkan duka mendalam bagi keluarga. Istri korban dilaporkan mengalami syok berat hingga sempat pingsan saat menyaksikan kejadian nahas itu.

Jenazah korban kemudian dibawa ke RSUD Bayu Asih Purwakarta untuk keperluan autopsi sebelum rencananya dimakamkan di wilayah Kecamatan Pleret, Kabupaten Purwakarta.

Dalam kasus ini, salah satu terduga pelaku berinisial KR (34), warga Kampung Babakan Bandung, Desa Kertamukti, telah menyerahkan diri ke pihak kepolisian. Sementara itu, sembilan pelaku lainnya masih dalam pengejaran aparat Polres Purwakarta.

Pihak kepolisian menyatakan, insiden ini diduga dipicu oleh aksi pemaksaan permintaan uang oleh para pelaku yang berada dalam pengaruh minuman keras.

Peristiwa ini tidak hanya meninggalkan luka mendalam bagi keluarga korban, tetapi juga menimbulkan trauma bagi warga sekitar. 

Kejadian tersebut sekaligus menjadi pengingat pentingnya menjaga keamanan lingkungan dan mencegah praktik premanisme yang meresahkan masyarakat. (FT)

INTERNASIONAL

RELIGI

SPORT

TNI POLRI


WISATA

© Copyright 2021 INFONAS.ID | Bukan Sekedar Berita | All Right Reserved