-->

NASIONAL


PENDIDIKAN

Selasa, 31 Maret 2026

Sentuhan Nyata Pemerintah, Jembatan Perintis Garuda Disambut Haru oleh Warga Sindangsari



Purwakarta – Penantian panjang warga akhirnya terjawab dengan hadirnya Jembatan Perintis Garuda yang kini resmi dapat digunakan. Infrastruktur yang dibangun oleh Kodim 0619/Purwakarta ini menjadi solusi nyata bagi masyarakat dalam meningkatkan akses ekonomi serta mempermudah mobilitas pendidikan, khususnya bagi anak-anak sekolah.

Sejak mulai difungsikan, jembatan tersebut langsung dirasakan manfaatnya oleh warga sekitar. Akses yang sebelumnya sulit dan memakan waktu kini menjadi lebih cepat, aman, dan efisien. Aktivitas warga, mulai dari kegiatan perdagangan hingga keperluan sehari-hari, kini berjalan lebih lancar.

Warga setempat pun menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, atas perhatian terhadap kebutuhan infrastruktur di daerah. Mereka menilai pembangunan jembatan ini sebagai bukti nyata kepedulian pemerintah terhadap masyarakat di wilayah pelosok.

Komandan Kodim 0619/Purwakarta Letkol Inf Ardha Cairova Pariputra dalam keterangannya menegaskan bahwa pembangunan jembatan tersebut merupakan bagian dari komitmen TNI dalam mendukung program Pemerintah Pusat untuk percepatan pembangunan di daerah. Senin (30 Maret 2026)

“Pembangunan Jembatan Perintis Garuda ini merupakan bentuk nyata kehadiran TNI di tengah masyarakat. Kami berharap jembatan ini dapat memperlancar akses ekonomi warga serta membantu anak-anak sekolah agar lebih mudah dan aman dalam menempuh perjalanan,” ujar Dandim Purwakarta.


Sementara itu, salah satu warga mengaku sangat terbantu dengan adanya jembatan tersebut. Ia menyebutkan bahwa sebelumnya masyarakat harus memutar jauh atau bahkan menghadapi risiko saat menyeberang.

“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto dan TNI. Sekarang kami bisa beraktivitas dengan lebih mudah dan aman,” ungkapnya.

Hal senada juga disampaikan oleh para pelajar yang setiap hari melintasi jembatan tersebut. Mereka kini tidak lagi khawatir saat berangkat maupun pulang sekolah.

“Terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto. Dengan adanya jembatan ini, kami jadi lebih cepat sampai ke sekolah dan tidak takut lagi saat menyeberang,” ujar salah satu siswa.

Dengan hadirnya Jembatan Perintis Garuda, diharapkan roda perekonomian masyarakat semakin bergerak dan kualitas pendidikan di wilayah tersebut ikut meningkat. Pembangunan ini sekaligus menjadi simbol sinergi antara pemerintah dan TNI dalam menjawab kebutuhan masyarakat. (FITO)

Senin, 30 Maret 2026

Warung mang Aris Kemuning Dibongkar: Titik Temu Bersejarah Para Wartawan Kini Tinggal Kenangan


Foto: Ilustrasi

​Sebuah fragmen penting dalam sejarah informal dunia jurnalistik lokal hari ini resmi berakhir. Warung Aris, yang berlokasi di kawasan Kemuning dan telah menjadi saksi bisu perjalanan karier ratusan wartawan selama lintas generasi, akhirnya dibongkar.

​Selama puluhan tahun, warung sederhana ini bukan sekadar tempat mengisi perut. Bagi komunitas pers, Warung Aris adalah "kantor kedua"—sebuah ruang redaksi terbuka tempat ide-ide liputan digodok, narasumber ditemui secara informal, dan solidaritas antar-jurnalis dipupuk di tengah kepulan asap kopi.

Kehilangan Ruang Diskusi Ikonik

​Pembongkaran ini memicu gelombang nostalgia di kalangan awak media. Warung Aris dikenal karena suasananya yang egaliter; di sini, wartawan muda belajar dari para senior, dan sekat antar-media seolah melebur.

​"Warung ini adalah laboratorium lapangan bagi kami. Banyak berita eksklusif dan investigasi besar justru berawal dari obrolan santai di meja kayu Warung Aris. Kehilangan tempat ini seperti kehilangan bagian dari identitas profesi kami," ujar Jemper seorang jurnalis yang menjadi "kuncen" di kemuning

Kemuning bagi kami Menjadi titik kumpul utama wartawan dari berbagai desk (kriminal, politik, hingga olahraga), yang berdiri sejak masa di mana mesin tik masih mendominasi hingga era transformasi digital.

"Kemuning Tempat terjadinya diskusi kritis mengenai kode etik dan kebebasan pers dalam suasana yang santai dan sekaligus tempat bersilaturahmi walaupun. Hanya sekedar ngopi," ujar Jemper

​Meski bangunan fisiknya kini rata dengan tanah, memori dan catatan sejarah yang lahir di sana akan tetap hidup dalam ingatan kolektif para jurnalis. Pembongkaran ini menandai berakhirnya sebuah era, sekaligus pengingat akan pentingnya ruang publik sebagai wadah interaksi sosial bagi para pencari berita. (***)

Minggu, 29 Maret 2026

Disporaparbud Purwakarta Disorot, Konflik Tim Putri BK Porprov Diduga Dibiarkan Berlarut



Purwakarta – Polemik internal yang melanda Tim Putri BK Porprov Purwakarta kian memanas dan tidak lagi sekadar menjadi persoalan teknis olahraga.

Situasi ini bahkan mengarah pada dugaan pembiaran birokrasi, menyusul belum adanya langkah konkret dari Dinas Kepemudaan, Olahraga, Pariwisata, dan Kebudayaan (Disporaparbud) Kabupaten Purwakarta dalam menangani konflik yang berlarut.

Manajer tim, Yeni Nuraeni, secara terbuka mengungkapkan adanya stagnasi penanganan yang dinilai tidak wajar. Minggu (29 Maret 2026)

Ia mempertanyakan keseriusan Disporaparbud dalam menjalankan fungsi pembinaan dan fasilitasi, terutama setelah janji mediasi dengan pihak PSSI Purwakarta belum juga terealisasi.

“Sejak awal kami hanya meminta kejelasan dan ruang mediasi. Namun hingga kini belum ada langkah nyata. Ini menimbulkan tanda tanya besar,” ujar Yeni.

Kondisi tersebut memunculkan spekulasi adanya hambatan non-teknis di balik mandeknya komunikasi antar pihak. Alur koordinasi yang terjadi dinilai tidak efektif karena berputar di internal birokrasi—dari kepala dinas ke kepala bidang—tanpa menghasilkan keputusan yang jelas.

Situasi ini pun memantik pertanyaan publik: apakah persoalan tersebut murni terkendala faktor teknis, atau terdapat hal lain yang menyebabkan Disporaparbud terkesan menahan langkah.

Yeni menegaskan, pihaknya telah menunggu cukup lama kepastian penyelesaian. Namun alasan yang disampaikan dinas dinilai stagnan, yakni belum dapat ditemuinya Ketua PSSI Purwakarta.

“Jika terus bergantung pada satu pihak tanpa alternatif solusi, ini bukan lagi kendala, melainkan pembiaran,” tegasnya.

Di sisi lain, persoalan ini mulai merambah aspek yang lebih sensitif, yakni penggunaan dana talangan untuk operasional tim. Hingga saat ini, belum ada kejelasan terkait mekanisme pertanggungjawaban maupun penggantian dana, yang berpotensi menimbulkan persoalan baru di kemudian hari.

Minimnya respons Disporaparbud juga memunculkan kekhawatiran terkait lemahnya sistem pengawasan dan pendampingan terhadap cabang olahraga di bawah naungan Porprov.

Padahal, dalam struktur pembinaan olahraga daerah, peran pemerintah dinilai krusial untuk menjaga stabilitas organisasi serta keberlangsungan prestasi atlet.

Apabila kondisi ini terus berlarut, konflik internal dikhawatirkan dapat melebar menjadi polemik antar lembaga dan berpotensi menurunkan kepercayaan publik terhadap tata kelola olahraga di Kabupaten Purwakarta.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Disporaparbud Kabupaten Purwakarta belum memberikan keterangan resmi terkait alasan mandeknya proses mediasi maupun langkah strategis yang akan diambil untuk menyelesaikan persoalan tersebut.

Publik kini menanti langkah tegas pemerintah daerah, apakah akan segera mengambil peran aktif atau membiarkan konflik ini berlarut tanpa arah penyelesaian yang jelas. (Yeni)

Wabup Purwakarta Abang Ijo Bagikan Bayam Gratis di Car Free Day, Ajak Warga Hidup Sehat dan Cintai Produk Lokal


Foto: Wakil Bupati Purwakarta Abang Ijo hapidin saat bagikan bayam gratis dan berpoto bareng warga

PURWAKARTA – Suasana Car Free Day (CFD) di areal taman air mancur Sribaduga Purwakarta Minggu, 29 Maret 2026 pagi ini tampak berbeda dan lebih meriah dari biasanya. Wakil Bupati Purwakarta, Abang Ijo Hapidin, hadir di tengah-tengah masyarakat bukan hanya untuk berolahraga, tetapi juga untuk melakukan aksi sosial dengan membagikan ribuan ikat sayur bayam secara gratis kepada warga.

​Kegiatan yang dimulai sejak pukul 07.00 WIB ini sontak menarik perhatian warga yang sedang berolahraga. Dengan senyum khasnya, Abang Ijo menyapa satu per satu warga sambil menyerahkan ikat demi ikat bayam segar hasil panen petani lokal Purwakarta.

​"Hari ini kita ingin berbagi sedikit rezeki sekaligus mengampanyekan gaya hidup sehat. Bayam ini penuh nutrisi, sangat baik untuk anak-anak dalam masa pertumbuhan maupun orang dewasa," ujar Abang Ijo di sela-sela kegiatannya, Minggu (29/03).

​Lebih lanjut, Wakil Bupati yang dikenal dekat dengan kaum tani ini menjelaskan bahwa aksi bagi-bagi bayam gratis ini juga bertujuan untuk mempromosikan hasil pertanian lokal Purwakarta. Menurutnya, kualitas sayuran dari petani lokal tidak kalah dengan sayuran di supermarket besar.

​"Kita punya potensi pertanian yang luar biasa. Dengan membagikan bayam ini, saya ingin mengetuk hati masyarakat agar semakin mencintai dan membeli produk-produk dari petani kita sendiri. Kalau bukan kita yang mendukung mereka, siapa lagi?" tambahnya.

​Antusiasme warga terlihat sangat tinggi. Salah satu pengunjung CFD, Ibu Siti (42), mengaku senang dan mengapresiasi langkah konkret Wakil Bupati tersebut.

"Kaget tadi lagi jalan santai tiba-tiba ketemu Pak Wabup lagi bagi-bagi sayur. Ini bermanfaat sekali buat masak di rumah siang nanti, sangat merakyat," tuturnya.

​Aksi sosial ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Purwakarta untuk terus mendorong ketahanan pangan keluarga dan meningkatkan konsumsi sayuran di tingkat masyarakat. Abang Ijo berharap kegiatan serupa dapat memicu semangat berbagi di antara sesama warga dan memperkuat ekonomi para petani di Purwakarta.

​Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi dialog santai antara Wakil Bupati dan komunitas-komunitas lokal yang hadir di arena CFD, membahas berbagai aspirasi terkait pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Purwakarta.(***)

Sabtu, 28 Maret 2026

HUT ke-24 Jadi Titik Balik, Deden Mulyana : GMBI Siap Hadapi Tantangan Era Digital



SUMEDANG – Organisasi kemasyarakatan Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) resmi memasuki era digital dengan menggelar peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-24 secara daring.

Momentum ini menjadi tonggak penting transformasi organisasi dalam menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan zaman.

Perayaan yang digelar secara virtual tersebut diikuti oleh jajaran pengurus dan anggota dari berbagai daerah di Indonesia. Meski tidak berlangsung secara tatap muka, semangat kebersamaan dan solidaritas tetap terasa kuat di tengah keterbatasan.

Ketua Umum GMBI dalam sambutannya menegaskan bahwa digitalisasi merupakan langkah strategis untuk memperluas jangkauan organisasi sekaligus meningkatkan efektivitas komunikasi internal dan eksternal. 

Ia juga mengajak seluruh anggota untuk adaptif terhadap perubahan serta memanfaatkan teknologi sebagai sarana perjuangan dan pengabdian kepada masyarakat.

“Memasuki usia ke-24, GMBI harus mampu bertransformasi menjadi organisasi yang modern, responsif, dan tetap berpihak kepada rakyat,” ujarnya dalam siaran virtual.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Distrik Kabupaten Sumedang Deden Mulyana menegaskan bahwa momentum ini harus dijadikan pijakan bagi seluruh kader untuk bergerak lebih maju di era digital.

“Memasuki usia ke-24, GMBI harus mampu bertransformasi mengikuti kemajuan teknologi. Digitalisasi bukan hanya kebutuhan, tetapi menjadi keharusan agar organisasi tetap relevan, kuat, dan dekat dengan masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa GMBI Distrik Sumedang siap mendukung penuh langkah organisasi dalam memperkuat sistem komunikasi dan konsolidasi berbasis digital.

“Kami di Sumedang siap bergerak sejalan dengan arah kebijakan organisasi. Dengan semangat kebersamaan, kami optimis GMBI akan semakin solid, profesional, dan terus hadir sebagai garda terdepan dalam membela kepentingan masyarakat,” tambahnya.

Selain seremoni peringatan, kegiatan juga diisi dengan refleksi perjalanan organisasi, doa bersama, serta penegasan komitmen GMBI dalam menjaga persatuan dan berkontribusi bagi pembangunan bangsa.

Transformasi digital ini diharapkan menjadi awal baru bagi GMBI untuk semakin solid, profesional, dan relevan di tengah dinamika sosial yang terus berkembang.

INTERNASIONAL

RELIGI

SPORT

TNI POLRI


WISATA

© Copyright 2021 INFONAS.ID | Bukan Sekedar Berita | All Right Reserved