-->

NASIONAL


PENDIDIKAN

Jumat, 06 Maret 2026

Mahesa Jenar Ultimatum Dapur SPPG: "Akomodir Produk UMKM Lokal atau Kami Desak Penutupan!"


Foto : Ilustrasi/net

Purwakarta – Pegiat sosial sekaligus aktivis pemberdayaan ekonomi rakyat, Mahesa Jenar, mengeluarkan pernyataan keras terkait operasional dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Ia memberikan ultimatum kepada pengelola SPPG di seluruh wilayah agar konsisten menyerap produk UMKM, petani, dan peternak lokal dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) tahun anggaran 2026.

​Mahesa menegaskan bahwa keberadaan dapur SPPG tidak boleh menjadi "menara gading" yang hanya menguntungkan korporasi besar, melainkan harus menjadi penggerak ekonomi di akar rumput.

Peringatan Keras terhadap Pelanggaran Juknis

​Mahesa mengingatkan para pengelola dapur tentang Keputusan Kepala BGN Nomor 401.1 Tahun 2025. Menurutnya, regulasi tersebut sudah sangat jelas mengatur kewajiban penyerapan bahan pangan lokal.

​"Kami tidak akan tinggal diam jika ada dapur SPPG yang menolak pasokan dari petani atau UMKM lokal dengan alasan yang dibuat-buat. Jika mereka lebih memilih produk pabrikan besar padahal bahan baku lokal tersedia, kami akan melaporkan dan mendesak Badan Gizi Nasional (BGN) untuk segera menjatuhkan sanksi suspend hingga penutupan operasional," tegas Mahesa Jenar dalam pernyataan resminya hari ini.

Mahesa Jenar Mendesak transparansi daftar pemasok bahan baku di setiap dapur SPPG agar dapat dipantau oleh masyarakat dan media.

"Kami Menolak keras penggunaan bahan pangan industri berskala besar (pabrikan) jika komoditas serupa bisa dipasok oleh BUMDes atau pelaku usaha mikro setempat," ucapnya

Lanjut dikatakan Mahesa. "Kami Menuntut SPPG menjalankan fungsinya untuk membina UMKM agar memenuhi standar gizi, bukan justru menyingkirkan mereka karena alasan standar kualitas yang kaku," katanya

Mahesa Jenar mengajak para Gubernur, Bupati, hingga Lurah untuk menggunakan wewenang sidak mereka secara maksimal. Ia menilai pengawasan di lapangan adalah kunci agar anggaran MBG tidak bocor ke luar daerah, melainkan berputar di sirkulasi ekonomi desa.

​"Ini adalah mandat konstitusi ekonomi kita. SPPG yang anti-UMKM tidak punya tempat dalam program nasional ini. Sanksi tegas dari BGN harus benar-benar ditegakkan tanpa pandang bulu," tutup Mahesa.

Sampai narasi diterbitkan awak media belum berhasil mengkonfirmasi pihak SPPG dapur MBG. (***)

Selasa, 03 Maret 2026

Di Bulan Suci Ramadan, YBGS Hadirkan Harapan Baru bagi Penyandang Disabilitas di Sumedang



SUMEDANG, 2 Maret 2026 – Yayasan Badega Garuda Sakti (YBGS) menggelar kegiatan sosial bertajuk “Ramadan Berbagi: Bulan Penuh Berkah, Bahagiakan Sesama” di Dusun Cilencar RT 01/11, Desa Cigendel, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang, Senin (2/3/2026).

Dalam kegiatan tersebut, YBGS menyalurkan bantuan berupa kaki palsu dan paket sembako kepada warga kurang mampu, khususnya penyandang disabilitas.

Acara diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Mars Badega Garuda Sakti sebagai bentuk peneguhan semangat kebersamaan dan kepedulian sosial.

Ketua YBGS, Murfito Adi, menyampaikan bahwa Ramadan menjadi momentum strategis untuk memperkuat nilai empati dan solidaritas di tengah masyarakat.

“Ramadan adalah bulan penuh berkah. Kami ingin kehadiran yayasan ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, khususnya saudara-saudara kita penyandang disabilitas,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Ketua YBGS juga menyampaikan bahwa yayasan tersebut merupakan transformasi dari gerakan relawan yang sebelumnya digagas oleh Dedi Mulyadi, yang kini menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat.

“Semangat kerelawanan yang pernah digagas Kang Dedi kini berkembang menjadi wadah kelembagaan yang konsisten menghadirkan program sosial, terutama bagi masyarakat kecil dan penyandang disabilitas,” pungkasnya.

Pembina YBGS, H. Irwan, menegaskan pentingnya keberlanjutan program sosial agar bantuan yang diberikan tidak bersifat seremonial semata.

“Yang terpenting bukan sekadar memberi, tetapi memastikan bantuan tersebut benar-benar membantu dan memulihkan rasa percaya diri penerima,” katanya.

Apresiasi juga disampaikan Kepala Desa Cigendel, H. Mulyana. Ia menilai bantuan tersebut sangat berarti bagi warganya yang membutuhkan perhatian dan dukungan nyata.

“Bantuan ini sangat berarti bagi warga kami. Semoga seluruh pihak yang terlibat diberikan kesehatan dan rezeki yang berkah,” ucapnya.

Momen penyerahan kaki palsu kepada dua penerima manfaat, Ibu Ikah dan Dani, menjadi bagian paling emosional dalam kegiatan tersebut.

Kehadiran keluarga yang mendampingi semakin memperkuat suasana haru. Bantuan itu dinilai bukan sekadar alat mobilitas, melainkan simbol harapan untuk kembali melangkah dengan lebih percaya diri.

Sekretaris DPC Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Kabupaten Sumedang, Wihartini, menekankan pentingnya kolaborasi lintas lembaga untuk memperluas akses bantuan bagi penyandang disabilitas.

“Penyandang disabilitas tidak hanya membutuhkan alat bantu, tetapi juga perhatian serta pendampingan yang berkelanjutan,” ujarnya.

Sementara itu, perwakilan PT Malahayati Nusantara Raya, Muhammad Ali, menyatakan partisipasi perusahaan dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari tanggung jawab sosial kepada masyarakat.

“Kami hadir bukan hanya memperkenalkan lembaga kami, tetapi juga ingin berbagi kebahagiaan di bulan penuh berkah ini,” katanya.

Kegiatan ini turut melibatkan KPM Kaki Palsu Mandiri serta didukung sejumlah mitra media dan organisasi kemasyarakatan. YBGS menegaskan bahwa program Ramadan Berbagi akan terus diupayakan sebagai agenda sosial berkelanjutan.

Dalam kesempatan itu, Ketua YBGS juga menyampaikan bahwa yayasan tersebut merupakan transformasi dari gerakan relawan yang sebelumnya digagas oleh Dedi Mulyadi, yang kini menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat.

“Semangat kerelawanan yang pernah digagas Kang Dedi kini berkembang menjadi wadah kelembagaan yang konsisten menghadirkan program sosial, terutama bagi masyarakat kecil dan penyandang disabilitas,” pungkasnya. (FT)

Senin, 02 Maret 2026

Rakor Lintas Sektor Bidang Operasional Tingkat Menteri, Forkopimda Dan Perangkat Daerah Ikuti Secara Virtual

 

Infonas.Id  | Sukabumi,-Polres Sukabumi bersama sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektoral Bidang Operasional Tingkat Menteri secara virtual di Aula Mapolres Sukabumi, Senin (2/3/2026). Dengan mengusung tema 'Mudik Aman, Keluarga Bahagia', Rakor ini dipimpin langsung oleh Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut jajaran Kodim 0622/Kabupaten Sukabumi, anggota DPRD Kabupaten Sukabumi, serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya.
Dalam arahannya, Kapolri menegaskan bahwa Operasi Ketupat 2026 harus berjalan maksimal guna memastikan keamanan dan kelancaran arus mudik dan balik Lebaran. Operasi Ketupat tahun ini akan dilaksanakan pada 13 hingga 25 Maret 2026, dengan fokus pengamanan di sejumlah objek vital seperti masjid, pusat perbelanjaan, terminal, stasiun, hingga lokasi wisata.
Kapolri menekankan pentingnya manajemen rekayasa lalu lintas secara matang, khususnya di ruas tol. Sejumlah langkah strategis yang disiapkan antara lain penempatan personel di titik rawan kemacetan, pengaturan arus lalu lintas, serta penerapan sistem one way dan contra flow sesuai tahapan yang telah ditentukan.
Rekayasa juga mencakup pembatasan kendaraan angkutan barang sumbu tiga ke atas, penerapan sistem ganjil-genap, serta optimalisasi gardu tol berdasarkan tingkat kepadatan arus lalu lintas.
Dua jam sebelum penerapan rekayasa arus, petugas diwajibkan melakukan penyisiran guna memastikan jalur dalam kondisi aman.
Kapolri juga meminta jajaran untuk menyiapkan pos pengamanan (Pospam) dan memaksimalkan layanan di posko terpadu, mengingat potensi mobilisasi masyarakat yang tinggi selama Lebaran.
Pengawasan terhadap pengemudi, termasuk pemeriksaan terkait konsumsi alkohol, menjadi perhatian khusus guna menekan angka kecelakaan.
Lonjakan wisatawan ke sejumlah destinasi seperti kawasan Puncak Bogor dan kebun binatang turut menjadi atensi. Aparat diminta mengatur sistem keluar masuk kendaraan, menyiapkan kantong parkir tambahan, serta membentuk tim evakuasi di titik rawan kepadatan.
Selain pengamanan arus mudik, Kapolri mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi terorisme dan kejahatan lainnya.
"Wilayah rawan bencana seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur diminta menyiapkan jalur alternatif serta memberikan imbauan kepada masyarakat secara masif. Aparat juga diinstruksikan menguasai tahapan penanganan mulai dari pra-bencana, saat bencana, hingga pasca-bencana dan pemulihan,"tegasnya.
Pemerintah daerah turut diminta aktif memantau stabilitas harga kebutuhan pokok serta memastikan distribusi berjalan lancar.
Kapolri menegaskan, kunci keberhasilan Operasi Ketupat 2026 terletak pada sinergitas seluruh unsur pemerintah dan stakeholder terkait.
"Keberhasilan pengamanan ini adalah keberhasilan bersama. Sinergi yang kuat menjadi penentu utama," tegas Kapolri. ( Adv )

BPK RI Lakukan Pemeriksaan Interim , Bupati Sukabumi " Jadikan Rekomendasi Sebagai Bahan Perbaikan Kelanjutan "

 

Kilasinfo.Id | Sukabumi,-Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) melaksanakan pemeriksaan interim di Kabupaten Sukabumi. Pemeriksaan yang melibatkan tujuh auditor ini, dilaksanakan sejak 13 Februari-14 Maret 2026.

Kepala BPK RI Perwakilan Jawa Barat Eydu Oktain Panjaitan mengatakan, kehadirannya k"e Kabupaten Sukabumi untuk melaksanakan pemeriksaan tahap awal. Hal itu untuk memastikan pengelolaan keuangan telah sesuai aturan.
"Ini merupakan amanah untuk pemeriksaan keuangan rutin setiap tahun. Tim sudah hadir di sini sejak 13 Februari lalu," ujarnya dalam Entry Meeting Pemeriksaan Interim BPK RI Perwakilan Provinsi Jawa Barat atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun 2025 di Pendopo Sukabumi, Senin, 2 Maret 2026.
Menurutnya, pemeriksaan interim ini langkah awal sebelum intensif. Sehingga di pemeriksaan ini, masih tahapan melengkapi kekurangan dalam laporan yang ada.
Maka dari itu, dalam pemeriksaan interim ini akan ada catatan- catatan penting. Di mana catatan itu dapat menjadi rujukan agar laporan pertanggungjawaban bisa lebih berkualitas.
"Enaknya, segala catatan itu langsung ditampung. Apalagi kehadiran kami mengajak bapak/ibu lebih awal mengindentifikasi permasalahan," ungkapnya
Sementara itu, Bupati Sukabumi H. Asep Japar mengatakan, Pemda selalu melaksanakan setiap rekomendasi hasil pemeriksaan BPK RI. Hal itu pula yang membuat Pemda Kabupaten Sukabumi terus meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) .
"Kali ini pun, kami berharap dapat memperoleh masukan yang konstruktif guna meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan daerah, sekaligus memperkuat sistem pengendalian internal di seluruh perangkat daerah. Sehingga dapat berdampak positif terhadap peningkatan kualitas pelayanan publik, serta kesejahteraan masyarakat," bebernya.
Selain itu, dirinya pun menegaskan agar seluruh perangkat daerah memenuhi setiap kebutuhan data dan dokumen oleh BPK RI.
"Penuhi kebutuhan data dan dokumen secara lengkap, akurat, dan tepat waktu. Jadikan setiap masukan, rekomendasi, maupun yang lainnya sebagai bahan evaluasi dan perbaikan berkelanjutan dalam pengelolaan keuangan daerah," tegasnya. ( ADV )

Apakah Wakil Kepala Daerah hanya jabatan Inkonstitusional sebagai penyeimbang?

INTERNASIONAL

RELIGI

SPORT

TNI POLRI


WISATA

© Copyright 2021 INFONAS.ID | Bukan Sekedar Berita | All Right Reserved