NASIONAL
PENDIDIKAN
Rabu, 25 Februari 2026
Darurat Pengawasan: Pegiat Sosial Kritik Keras Dinkes Purwakarta Atas Buruknya Kualitas Menu Makan Bergizi Gratis
Dugaan gunakan Narkoba Kades karang mukti didemo warga, Integritas Pemkab Purwakarta dan Polda Jabar Dipertaruhkan
PURWAKARTA – Integritas penegakan hukum dan kredibilitas tata kelola pemerintahan di Kabupaten Purwakarta kini berada di titik nadir. Kabar kembalinya Kepala Desa (Kades) Karangmukti, Kecamatan Bungursari, bertugas secara aktif setelah sebelumnya diduga ditangkap terkait kasus narkoba, telah memicu gelombang keresahan dan mosi tidak percaya dari warga masyarakat.
Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi (klarifikasi) dari Kepolisian Resor Purwakarta maupun Kepolisian Daerah Jawa Barat terkait status hukum yang bersangkutan.
Ketidakjelasan ini menimbulkan spekulasi liar di tengah masyarakat: apakah proses hukum berjalan sesuai prosedur, ataukah ada intervensi yang mencederai rasa keadilan?
Agus M. Yasin, Pengamat Kebijakan Publik Purwakarta, menyatakan bahwa pembiaran ini merupakan preseden buruk bagi demokrasi dan supremasi hukum di daerah.
"Narkoba adalah kejahatan luar biasa (extraordinary crime). Jika seorang pejabat publik yang seharusnya menjadi teladan justru terlibat dan kembali menjabat tanpa penjelasan status hukum yang transparan, maka kepercayaan masyarakat terhadap institusi negara akan runtuh. Kapolda Jabar dan Bupati Purwakarta tidak boleh diam," tegas Agus.
Ditempat terpisah, Merespons situasi yang makin memanas, masyarakat menggelar demonstrasi dengan mendatangi kantor desa, adapun tiga tuntutan dari masyarakat yaitu:
- Mendesak pihak kepolisian untuk membuka data kepada publik: apakah Kades yang bersangkutan berstatus tersangka, menjalani rehabilitasi, atau dilepaskan karena kurang bukti? Publik berhak tahu alasan yuridis di balik kembalinya sang Kades ke tengah masyarakat
- Meminta Pemerintah Kabupaten Purwakarta melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) untuk tidak pasif. Harus ada evaluasi kelayakan jabatan dan tindakan administratif tegas (penonaktifan sementara) hingga kasus ini terang benderang secara hukum
- Kasus ini harus menjadi momentum bagi Pemkab Purwakarta untuk melakukan pengawasan ketat terhadap seluruh perangkat desa agar bersih dari penyalahgunaan narkotika.
"Jika tuntutan transparansi ini diabaikan, masyarakat mengkhawatirkan munculnya persepsi bahwa jabatan dapat menjadi "tameng" terhadap jerat hukum. Hal ini tidak hanya merusak citra Desa Karangmukti, tetapi juga mencoreng komitmen nasional dalam pemberantasan narkoba "tanpa pandang bulu".
Keheningan dari pihak berwenang bukanlah solusi, melainkan bahan bakar bagi kecurigaan publik yang lebih luas. Kami mendesak adanya keterangan pers resmi dalam waktu dekat guna mengakhiri polemik ini." Tutur koordinator aksi kepada awak media.
Sampai narasi diterbitkan awak media belum berhasil mengkonfirmasi pihak terkait.
(***)
Masyarakat PertanyakanDugaan gunakan Narkoba: Kades karang mukti didemo warga Integritas Pemkab Purwakarta dan Polda Jabar Dipertaruhkan
PURWAKARTA – Integritas penegakan hukum dan kredibilitas tata kelola pemerintahan di Kabupaten Purwakarta kini berada di titik nadir. Kabar kembalinya Kepala Desa (Kades) Karangmukti, Kecamatan Bungursari, bertugas secara aktif setelah sebelumnya diduga ditangkap terkait kasus narkoba, telah memicu gelombang keresahan dan mosi tidak percaya dari warga masyarakat.
Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi (klarifikasi) dari Kepolisian Resor Purwakarta maupun Kepolisian Daerah Jawa Barat terkait status hukum yang bersangkutan.
Ketidakjelasan ini menimbulkan spekulasi liar di tengah masyarakat: apakah proses hukum berjalan sesuai prosedur, ataukah ada intervensi yang mencederai rasa keadilan?
Agus M. Yasin, Pengamat Kebijakan Publik Purwakarta, menyatakan bahwa pembiaran ini merupakan preseden buruk bagi demokrasi dan supremasi hukum di daerah.
"Narkoba adalah kejahatan luar biasa (extraordinary crime). Jika seorang pejabat publik yang seharusnya menjadi teladan justru terlibat dan kembali menjabat tanpa penjelasan status hukum yang transparan, maka kepercayaan masyarakat terhadap institusi negara akan runtuh. Kapolda Jabar dan Bupati Purwakarta tidak boleh diam," tegas Agus.
Ditempat terpisah, Merespons situasi yang makin memanas, masyarakat menggelar demonstrasi dengan mendatangi kantor desa, adapun tiga tuntutan dari masyarakat yaitu:
- Mendesak pihak kepolisian untuk membuka data kepada publik: apakah Kades yang bersangkutan berstatus tersangka, menjalani rehabilitasi, atau dilepaskan karena kurang bukti? Publik berhak tahu alasan yuridis di balik kembalinya sang Kades ke tengah masyarakat
- Meminta Pemerintah Kabupaten Purwakarta melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) untuk tidak pasif. Harus ada evaluasi kelayakan jabatan dan tindakan administratif tegas (penonaktifan sementara) hingga kasus ini terang benderang secara hukum
- Kasus ini harus menjadi momentum bagi Pemkab Purwakarta untuk melakukan pengawasan ketat terhadap seluruh perangkat desa agar bersih dari penyalahgunaan narkotika.
"Jika tuntutan transparansi ini diabaikan, masyarakat mengkhawatirkan munculnya persepsi bahwa jabatan dapat menjadi "tameng" terhadap jerat hukum. Hal ini tidak hanya merusak citra Desa Karangmukti, tetapi juga mencoreng komitmen nasional dalam pemberantasan narkoba "tanpa pandang bulu".
Keheningan dari pihak berwenang bukanlah solusi, melainkan bahan bakar bagi kecurigaan publik yang lebih luas. Kami mendesak adanya keterangan pers resmi dalam waktu dekat guna mengakhiri polemik ini." Tutur koordinator aksi kepada awak media.
Sampai narasi diterbitkan awak media belum berhasil mengkonfirmasi pihak terkait.
(***)
Feature : Antara Target Gizi dan Celah Cari Untung
Penulis: Mahesa Jenar
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bukan sekadar urusan membagikan kotak nasi. Di balik ambisi besar meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia, terdapat mata rantai logistik raksasa yang melibatkan anggaran triliunan rupiah. Namun, di mana ada gula, di situ ada semut—program mulia ini kini berada di bawah bayang-bayang risiko eksploitasi demi keuntungan pribadi.
Menutup Celah "Proyekan"
Sejarah mencatat bahwa program bantuan sosial berskala besar sering kali menjadi sasaran empuk oknum yang ingin memperkaya diri. Dalam konteks MBG, potensi penyimpangan bisa muncul dalam berbagai bentuk:
Permainan Tender: Pengadaan bahan baku yang dimonopoli pihak tertentu tanpa kualifikasi mumpuni.
Penyusutan Kualitas: Memangkas biaya bahan (misal: mengganti protein hewani berkualitas dengan opsi yang lebih murah) demi memperlebar margin keuntungan.
Pelanggaran Regulasi: Pengabaian standar sanitasi dan rantai pasok demi menekan biaya operasional.
Kesehatan Penerima Manfaat Adalah Harga Mati
Jika regulasi diabaikan demi efisiensi biaya, yang paling dirugikan adalah anak-anak sekolah sebagai penerima manfaat. Kesehatan tidak bisa ditawar.
"Satu porsi makanan yang tidak memenuhi standar gizi atau diolah secara tidak higienis bukan lagi bantuan, melainkan ancaman bagi kesehatan generasi mendatang."
Penerapan standar keamanan pangan (HACCP) dan pengawasan ketat terhadap kandungan nutrisi harian harus menjadi panglima dalam pelaksanaan program ini. Jangan sampai jargon "makan gratis" menjadi pembenaran untuk menyajikan makanan seadanya.
Transparansi dan Pengawasan
Agar program MBG tidak dijadikan lahan "basah" bagi pemburu rente, diperlukan sistem yang kokoh:
Digitalisasi Rantai Pasok: Memastikan setiap rupiah dan setiap butir beras terlacak dari produsen hingga ke meja makan.
Pelibatan UMKM Lokal dengan Standar Ketat: Memberdayakan ekonomi lokal namun tetap terikat pada sertifikasi kesehatan yang jelas.
Audit Independen Berkala: Melakukan uji petik kualitas makanan secara mendadak di berbagai titik distribusi.
Program Makan Bergizi Gratis adalah investasi jangka panjang bangsa, bukan komoditas politik atau ekonomi jangka pendek. Menjaga integritas program ini berarti menjaga masa depan anak cucu kita. Jangan biarkan piring mereka diisi oleh kerak-kerak keserakahan yang mengabaikan regulasi dan keselamatan. (***)





FOLLOW THE INFONAS.ID | Bukan Sekedar Berita AT TWITTER TO GET THE LATEST INFORMATION OR UPDATE
Follow INFONAS.ID | Bukan Sekedar Berita on Instagram to get the latest information or updates
Follow our Instagram