-->

NASIONAL


PENDIDIKAN

Jumat, 17 Juli 2026

Api Unggun hingga Jelajah Alam, Perjusami Miftahul Ulum Subang Siapkan Generasi Emas Berkarakter

 


SUBANG – Pangkalan Gerakan Pramuka Miftahul Ulum Pabuaran, Kabupaten Subang, menggelar kegiatan Pengenalan Gerakan Pramuka dan Perkemahan Jumat-Sabtu (Perjusami) sebagai bagian dari penyambutan peserta didik baru Tahun Ajaran 2026/2027. 

Kegiatan yang berlangsung pada 17–18 Juli 2026 ini dipusatkan di lingkungan sekolah yang berlokasi di Kampung Peundeuy RT 28 RW 11, Desa Pringkasap, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Subang.

Perjusami diikuti oleh ratusan siswa baru dan diawali dengan upacara pembukaan pada Jumat (17/7). 

Bertindak sebagai Pembina Upacara, Kepala Sekolah Miftahul Ulum, Warman, S.Pd.I., yang juga menjabat sebagai Ketua Majelis Pembimbing Gugus Depan (Kamabigus), menegaskan bahwa Gerakan Pramuka merupakan salah satu sarana strategis dalam membentuk karakter generasi muda yang disiplin, mandiri, bertanggung jawab, serta memiliki semangat kebersamaan.

Dalam amanatnya, Warman menyampaikan bahwa kegiatan kepramukaan bukan sekadar pelengkap aktivitas sekolah, tetapi menjadi media pendidikan karakter yang mampu menanamkan nilai-nilai gotong royong, kepemimpinan, serta cinta tanah air.

"Pramuka bukan sekadar pelengkap kegiatan sekolah, melainkan wadah nyata untuk melatih kemandirian, gotong royong, dan kedisiplinan siswa sejak dini. Melalui Perjusami ini, kami berharap para siswa dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari," ujarnya.

Selama dua hari satu malam, peserta mengikuti berbagai kegiatan edukatif yang telah disiapkan oleh panitia bersama kakak-kakak pembina. Materi yang diberikan meliputi pengenalan sejarah Gerakan Pramuka, penghayatan Tri Satya dan Dasa Darma, hingga pemahaman mengenai struktur organisasi kepramukaan.

Selain itu, peserta juga mendapatkan latihan Peraturan Baris Berbaris (PBB) untuk menumbuhkan disiplin, kekompakan, dan jiwa kepemimpinan. Pada Jumat malam, suasana semakin semarak melalui kegiatan api unggun, pentas seni antarkelompok, serta renungan malam yang berlangsung khidmat dan sarat makna.

Memasuki hari kedua, Sabtu (18/7), para peserta mengikuti kegiatan jelajah alam (outbound) yang dirancang untuk mengasah ketangkasan, kerja sama tim, kemampuan memecahkan masalah, sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan.

Meski sempat dihadapkan pada kondisi cuaca yang kurang bersahabat, antusiasme para peserta tidak surut. Mereka tetap bersemangat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari mendirikan tenda, memasak secara mandiri, hingga menyelesaikan berbagai tantangan yang diberikan.

Kegiatan Perjusami dijadwalkan ditutup dengan upacara penutupan yang dirangkaikan dengan pemberian penghargaan kepada regu terbaik, regu paling disiplin, serta peserta paling aktif.

Melalui penyelenggaraan Perjusami ini, Pangkalan Gerakan Pramuka Miftahul Ulum Pabuaran menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pembentukan generasi muda yang unggul, tidak hanya dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki karakter, jiwa kepemimpinan, semangat kebersamaan, dan kecintaan terhadap bangsa serta negara. (AGUS)

Menengok Proyek Sekolah APBD Jabar 2026: Ketika Ruang Kelas Baru Lebih Mahal dari Harga Diri Netizen


Foto: Ilustrasi/Net

PURWAKARTA – Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat melalui Kantor Cabang Dinas (KCD) Wilayah IV akhirnya resmi memulai ritual tahunan yang paling dinanti: bagi-bagi proyek fisik dari APBD 2026. Demi menyambut Tahun Ajaran 2026/2027 yang sudah di depan mata—dan seperti biasa, mepet—pemerintah siap mengubah tumpukan kertas anggaran menjadi tumpukan semen, baik lewat jasa kontraktor pihak ketiga yang penuh misteri maupun sistem swakelola yang menguji kreativitas warga sekolah.

​Mari kita bedah ke mana saja uang pajak Anda mengalir di wilayah Purwakarta dan Subang:

​1. SMAN 2 Purwakarta: Tiga Kelas Seharga Miliaran

​Di SMAN 2 Purwakarta, pemerintah dengan sangat dermawan mengucurkan dana fantastis di atas Rp1 miliar. Menariknya, anggaran tujuh digit ini "hanya" ditargetkan untuk membangun 3 Ruang Kelas Baru (RKB). Sebuah angka yang membuat para pencari taksiran renovasi rumah tapak geleng-geleng kepala. Kita hanya bisa berdoa semoga dengan biaya se-estetik itu, dinding kelasnya nanti dilapisi bahan peredam suara gibah atau minimal AC-nya sudah otomatis beraroma terapi agar siswa tidak mengantuk saat pelajaran matematika.

​2. USB SMA/SMK Pondoksalam: Proyek Kejar Tayang

​Selanjutnya ada proyek Unit Sekolah Baru (USB) SMA/SMK Pondoksalam yang statusnya saat ini digambarkan sedang berada di "tahap krusial". Istilah birokrasi yang biasanya berarti: waktunya sudah mepet, tapi bangunan baru sampai fondasi. Demi mengejar target operasional tahun ajaran baru, fasilitas awal yang dikebut baru mencakup 3 ruang kelas, ruang guru, ruang kepala sekolah, dan laboratorium. Semoga saat hari pertama masuk sekolah nanti, para siswa tidak perlu membawa helm proyek sebagai atribut wajib mos.

​3. Sekolah Maung Purwakarta: Lahirnya "Macan" Olahraga Jawa Barat

​Sesuai dengan titah mulia Gubernur Jawa Barat, Purwakarta resmi ditunjuk menjadi kelinci percobaan pertama untuk proyek Sekolah Maung Terpadu. Ini bukan sekolah penjinak hewan buas, melainkan sekolah berbasis prestasi olahraga yang dijanjikan beroperasi penuh tahun ini. Kita tentu berharap sekolah ini melahirkan atlet papan atas yang bisa mengharumkan nama bangsa, bukan malah melahirkan ahli tawuran gaya baru yang memiliki stamina fisik di atas rata-rata akibat latihan berat.

​4. Pembanding Akuntabilitas di Subang: Rehabilitasi Berkedok Swakelola

​Sebagai pembanding agar KCD IV terlihat "transparan dan akuntabel" di mata hukum, kita tengok tetangga sebelah di Kabupaten Subang. Di sana, proyeknya bukan membangun baru, melainkan sekadar merehabilitasi 4 ruang kelas rusak di salah satu SMAN. Anggaran yang dihabiskan? "Hanya" sekitar Rp870 juta.

​Hebatnya, proyek ini menggunakan metode e-purchasing dan swakelola. Artinya, pihak sekolah dipersilakan pusing sendiri mengelola anggaran ratusan juta tersebut, sementara pihak dinas bisa memantau dengan tenang dari kejauhan sembari berharap bangunan tersebut tidak ambruk lagi dalam dua semester ke depan.

​Menanti Hari H

​Masyarakat kini hanya bisa pasrah dan berharap agar seluruh proyek infrastruktur ini selesai tepat waktu sebelum bel masuk sekolah berbunyi. KCD Wilayah IV berjanji proyek ini akan meminimalisir drama sistem zonasi. Kita tunggu saja bersama, apakah gedung-gedung bernilai miliaran ini akan berumur panjang, atau justru langsung masuk daftar proyek "rehabilitasi tahun depan".

Sampai narasi diterbitkan belum ada pernyataan resmi dari KCD Wil V dan Disdik Jabar.

Kamis, 16 Juli 2026

Perkuat Formasi Politik, Asep Abdulloh Resmi Serahkan Berkas Pendaftaran ke Partai Hanura


Foto: Penyerahan berkas pendaftaran Calon Ketua Partai Hanura Asep Abduloh

Langkah politik strategis diambil oleh Asep Abdulloh dalam menyongsong kontestasi politik mendatang. Bertempat di kantor sekretariat partai, Asep Abdulloh secara resmi menyerahkan berkas pendaftaran sebagai Bakal Calon Ketua DPC Partai Hanura Kabupaten Purwakarta. Penyerahan berkas ini menjadi bukti keseriusan dan komitmen penuh beliau untuk membesarkan partai serta membawa perubahan positif bagi masyarakat.

​Prosesi penyerahan berkas berlangsung khidmat dan diterima langsung oleh jajaran pengurus struktural Partai Hanura yang hadir. Momentum ini juga disaksikan oleh sejumlah tokoh dan simpatisan pendukung yang ikut mengawal jalannya pendaftaran.

​Dalam kesempatan tersebut, Asep Abdulloh menyampaikan rasa terima kasih atas sambutan hangat dari keluarga besar Partai Hanura. Beliau menegaskan visi ke depannya untuk membangun sinergi yang kuat, mengakar ke masyarakat, serta mewujudkan semangat "Partai Hati Nurani Rakyat" dalam kerja-kerja nyata di lapangan.

​Dengan penyerahan berkas ini, BPK Asep Abdulloh siap mengikuti tahapan mekanisme internal partai selanjutnya dan berharap dapat berkolaborasi bersama seluruh kader demi kejayaan Partai Hanura (***)

Jelang Hari Jadi Purwakarta, DPRD Undang Seluruh Komponen Hadiri Rapat Paripurna Istimewa pada 20 Juli


Foto: Ilustrasi/Net

PURWAKARTA – Menjelang puncak peringatan Hari Jadi Kabupaten Purwakarta dan Kota Purwakarta, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Purwakarta bergerak cepat mematangkan persiapan. Sebagai bentuk keterbukaan dan kebersamaan, DPRD secara resmi mengundang seluruh komponen masyarakat dan unsur pemerintahan untuk menghadiri Rapat Paripurna Istimewa yang dijadwalkan berlangsung pada Senin, 20 Juli mendatang.

​Agenda tahunan yang sakral ini digelar bukan sekadar seremonial, melainkan sebagai ruang refleksi bersama atas capaian pembangunan serta momentum untuk memperkuat sinergi dalam memajukan Kabupaten Purwakarta ke depan.

​Sekretariat DPRD Purwakarta mengonfirmasi bahwa seluruh surat undangan telah didistribusikan kepada berbagai elemen lintas sektor. Pihak legislatif berkomitmen untuk memastikan perayaan tahun ini berjalan inklusif dengan melibatkan partisipasi aktif dari seluruh lapisan masyarakat pada hari pelaksanaan nanti.

​Adapun komponen yang diundang dalam Rapat Paripurna Istimewa ini meliputi:

  • Unsur Pemerintahan: Penjabat (Pj) Bupati Purwakarta, jajaran Forkopimda (Forum Koordinasi Pimpinan Daerah), kepala perangkat daerah, camat, hingga kepala desa dan lurah se-Kabupaten Purwakarta.

  • Tokoh dan Elemen Masyarakat: Para sesepuh, tokoh lintas agama, budayawan, akademisi, organisasi kemasyarakatan (Ormas), organisasi kepemudaan (OKP), LSM, serta insan pers.

  • Mantan Pimpinan Daerah: Para mantan bupati, wakil bupati, serta pimpinan DPRD periode terdahulu sebagai wujud penghormatan atas dedikasi mereka dalam membangun Purwakarta.

​Sesuai dengan tradisi yang melekat setiap tahunnya, Rapat Paripurna Istimewa pada 20 Juli tersebut akan kental dengan nuansa kebudayaan. Seluruh anggota dewan dan tamu undangan dijadwalkan hadir dengan mengenakan pakaian adat khas Sunda—beskap bagi pria dan kebaya bagi wanita—sebagai simbol pelestarian kearifan lokal.

​Selain mendengarkan pidato capaian daerah yang akan disampaikan oleh Pj Bupati Purwakarta, rapat paripurna ini juga menjadi panggung apresiasi bagi sejumlah pihak yang dinilai memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Purwakarta.

​Melalui momentum Hari Jadi ini, DPRD Kabupaten Purwakarta mengajak seluruh elemen yang diundang untuk hadir tepat waktu demi menjaga kekhidmatan acara, sekaligus bersama-sama menggelorakan semangat gotong-royong demi mewujudkan Purwakarta yang lebih maju dan istimewa. (***)

Rabu, 15 Juli 2026

Gelar Rakortas di Purwakarta, Laskar Merah Putih Kuatkan Soliditas Menuju Indonesia Emas


Foto: Jakaria Ketua LMP Markas Cabang Purwakarta Tuan Rumah Pelaksanaan Rakoortas 


​PURWAKARTA – Dalam rangka memperkuat struktur organisasi dan menyatukan visi strategis, Markas Daerah Laskar Merah Putih (LMP) menggelar Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) yang berlangsung khidmat di Purwakarta, Jawa Barat. Pertemuan ini menjadi momentum penting bagi seluruh kader untuk meneguhkan komitmen dan soliditas organisasi dalam mengawal pembangunan bangsa menuju Indonesia Emas.

​Rakortas ini dihadiri oleh jajaran pengurus teras, dewan penasihat, serta perwakilan pimpinan cabang dari berbagai wilayah. Fokus utama pertemuan adalah merumuskan langkah-langkah strategis organisasi agar tetap adaptif, solid, dan berdampak nyata bagi masyarakat.
​Menjaga Komitmen dan Satu Komando
​Ketua Penyelenggara sekaligus tuan rumah Jakaria menegaskan bahwa tantangan ke depan yang dihadapi bangsa semakin kompleks. Oleh karena itu, Laskar Merah Putih harus berdiri di garda terdepan sebagai perekat persatuan nasional.

​"Rakortas di Purwakarta ini bukan sekadar pertemuan rutin, melainkan momentum bagi kita semua untuk menyamakan persepsi, merapatkan barisan, dan memastikan seluruh kader bergerak dalam satu komando yang solid demi kepentingan NKRI," ujarnya dalam pidato pembukaan.

​Poin-Poin Strategis Hasil Rakortas
​Dalam rapat terbatas tersebut, terdapat beberapa poin krusial yang disepakati untuk menjadi pedoman pergerakan organisasi ke depan:
• ​Penguatan Ideologi & Soliditas Internal: Meningkatkan kedisiplinan dan loyalitas kader di semua tingkatan agar tidak mudah terpecah belah oleh isu-isu yang merugikan persatuan.
• ​Sinergi Kelembagaan: Membangun kemitraan yang lebih erat dengan pemerintah daerah, TNI, Polri, dan elemen masyarakat lainnya untuk menjaga kondusivitas wilayah.
• ​Pemberdayaan Ekonomi Kreatif: Mendorong kader LMP untuk aktif dalam kegiatan ekonomi produktif dan UMKM guna mendukung ketahanan ekonomi nasional.
• ​Kesiapan Menuju Indonesia Emas: Menyiapkan sumber daya manusia (SDM) kader yang berintegritas, berwawasan kebangsaan, dan siap berkontribusi dalam pembangunan jangka panjang.
​Bergerak Nyata untuk Masyarakat
​Melalui Rakortas ini, Laskar Merah Putih juga menegaskan kembali posisinya sebagai organisasi kemasyarakatan yang berbasis pada kepedulian sosial. Kader LMP diinstruksikan untuk lebih peka terhadap persoalan di masyarakat dan hadir memberikan solusi nyata, mulai dari aksi sosial, tanggap bencana, hingga pendampingan hukum bagi masyarakat yang membutuhkan.

​Dengan berakhirnya Rakortas di Purwakarta ini, Laskar Merah Putih optimistis dapat membawa energi baru yang positif. Soliditas yang terbangun diharapkan mampu menjadi motor penggerak organisasi untuk terus berkontribusi aktif, menjaga kedaulatan bangsa, dan mengawal perjalanan bangsa menuju cita-cita besar Indonesia Emas. (***)

INTERNASIONAL

RELIGI

SPORT

TNI POLRI


WISATA

© Copyright 2021 INFONAS.ID | Bukan Sekedar Berita | All Right Reserved