-->

NASIONAL


PENDIDIKAN

Minggu, 29 Maret 2026

Disporaparbud Purwakarta Disorot, Konflik Tim Putri BK Porprov Diduga Dibiarkan Berlarut



Purwakarta – Polemik internal yang melanda Tim Putri BK Porprov Purwakarta kian memanas dan tidak lagi sekadar menjadi persoalan teknis olahraga.

Situasi ini bahkan mengarah pada dugaan pembiaran birokrasi, menyusul belum adanya langkah konkret dari Dinas Kepemudaan, Olahraga, Pariwisata, dan Kebudayaan (Disporaparbud) Kabupaten Purwakarta dalam menangani konflik yang berlarut.

Manajer tim, Yeni Nuraeni, secara terbuka mengungkapkan adanya stagnasi penanganan yang dinilai tidak wajar. Minggu (29 Maret 2026)

Ia mempertanyakan keseriusan Disporaparbud dalam menjalankan fungsi pembinaan dan fasilitasi, terutama setelah janji mediasi dengan pihak PSSI Purwakarta belum juga terealisasi.

“Sejak awal kami hanya meminta kejelasan dan ruang mediasi. Namun hingga kini belum ada langkah nyata. Ini menimbulkan tanda tanya besar,” ujar Yeni.

Kondisi tersebut memunculkan spekulasi adanya hambatan non-teknis di balik mandeknya komunikasi antar pihak. Alur koordinasi yang terjadi dinilai tidak efektif karena berputar di internal birokrasi—dari kepala dinas ke kepala bidang—tanpa menghasilkan keputusan yang jelas.

Situasi ini pun memantik pertanyaan publik: apakah persoalan tersebut murni terkendala faktor teknis, atau terdapat hal lain yang menyebabkan Disporaparbud terkesan menahan langkah.

Yeni menegaskan, pihaknya telah menunggu cukup lama kepastian penyelesaian. Namun alasan yang disampaikan dinas dinilai stagnan, yakni belum dapat ditemuinya Ketua PSSI Purwakarta.

“Jika terus bergantung pada satu pihak tanpa alternatif solusi, ini bukan lagi kendala, melainkan pembiaran,” tegasnya.

Di sisi lain, persoalan ini mulai merambah aspek yang lebih sensitif, yakni penggunaan dana talangan untuk operasional tim. Hingga saat ini, belum ada kejelasan terkait mekanisme pertanggungjawaban maupun penggantian dana, yang berpotensi menimbulkan persoalan baru di kemudian hari.

Minimnya respons Disporaparbud juga memunculkan kekhawatiran terkait lemahnya sistem pengawasan dan pendampingan terhadap cabang olahraga di bawah naungan Porprov.

Padahal, dalam struktur pembinaan olahraga daerah, peran pemerintah dinilai krusial untuk menjaga stabilitas organisasi serta keberlangsungan prestasi atlet.

Apabila kondisi ini terus berlarut, konflik internal dikhawatirkan dapat melebar menjadi polemik antar lembaga dan berpotensi menurunkan kepercayaan publik terhadap tata kelola olahraga di Kabupaten Purwakarta.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Disporaparbud Kabupaten Purwakarta belum memberikan keterangan resmi terkait alasan mandeknya proses mediasi maupun langkah strategis yang akan diambil untuk menyelesaikan persoalan tersebut.

Publik kini menanti langkah tegas pemerintah daerah, apakah akan segera mengambil peran aktif atau membiarkan konflik ini berlarut tanpa arah penyelesaian yang jelas. (Yeni)

Wabup Purwakarta Abang Ijo Bagikan Bayam Gratis di Car Free Day, Ajak Warga Hidup Sehat dan Cintai Produk Lokal


Foto: Wakil Bupati Purwakarta Abang Ijo hapidin saat bagikan bayam gratis dan berpoto bareng warga

PURWAKARTA – Suasana Car Free Day (CFD) di areal taman air mancur Sribaduga Purwakarta Minggu, 29 Maret 2026 pagi ini tampak berbeda dan lebih meriah dari biasanya. Wakil Bupati Purwakarta, Abang Ijo Hapidin, hadir di tengah-tengah masyarakat bukan hanya untuk berolahraga, tetapi juga untuk melakukan aksi sosial dengan membagikan ribuan ikat sayur bayam secara gratis kepada warga.

​Kegiatan yang dimulai sejak pukul 07.00 WIB ini sontak menarik perhatian warga yang sedang berolahraga. Dengan senyum khasnya, Abang Ijo menyapa satu per satu warga sambil menyerahkan ikat demi ikat bayam segar hasil panen petani lokal Purwakarta.

​"Hari ini kita ingin berbagi sedikit rezeki sekaligus mengampanyekan gaya hidup sehat. Bayam ini penuh nutrisi, sangat baik untuk anak-anak dalam masa pertumbuhan maupun orang dewasa," ujar Abang Ijo di sela-sela kegiatannya, Minggu (29/03).

​Lebih lanjut, Wakil Bupati yang dikenal dekat dengan kaum tani ini menjelaskan bahwa aksi bagi-bagi bayam gratis ini juga bertujuan untuk mempromosikan hasil pertanian lokal Purwakarta. Menurutnya, kualitas sayuran dari petani lokal tidak kalah dengan sayuran di supermarket besar.

​"Kita punya potensi pertanian yang luar biasa. Dengan membagikan bayam ini, saya ingin mengetuk hati masyarakat agar semakin mencintai dan membeli produk-produk dari petani kita sendiri. Kalau bukan kita yang mendukung mereka, siapa lagi?" tambahnya.

​Antusiasme warga terlihat sangat tinggi. Salah satu pengunjung CFD, Ibu Siti (42), mengaku senang dan mengapresiasi langkah konkret Wakil Bupati tersebut.

"Kaget tadi lagi jalan santai tiba-tiba ketemu Pak Wabup lagi bagi-bagi sayur. Ini bermanfaat sekali buat masak di rumah siang nanti, sangat merakyat," tuturnya.

​Aksi sosial ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Purwakarta untuk terus mendorong ketahanan pangan keluarga dan meningkatkan konsumsi sayuran di tingkat masyarakat. Abang Ijo berharap kegiatan serupa dapat memicu semangat berbagi di antara sesama warga dan memperkuat ekonomi para petani di Purwakarta.

​Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi dialog santai antara Wakil Bupati dan komunitas-komunitas lokal yang hadir di arena CFD, membahas berbagai aspirasi terkait pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Purwakarta.(***)

Sabtu, 28 Maret 2026

HUT ke-24 Jadi Titik Balik, Deden Mulyana : GMBI Siap Hadapi Tantangan Era Digital



SUMEDANG – Organisasi kemasyarakatan Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) resmi memasuki era digital dengan menggelar peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-24 secara daring.

Momentum ini menjadi tonggak penting transformasi organisasi dalam menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan zaman.

Perayaan yang digelar secara virtual tersebut diikuti oleh jajaran pengurus dan anggota dari berbagai daerah di Indonesia. Meski tidak berlangsung secara tatap muka, semangat kebersamaan dan solidaritas tetap terasa kuat di tengah keterbatasan.

Ketua Umum GMBI dalam sambutannya menegaskan bahwa digitalisasi merupakan langkah strategis untuk memperluas jangkauan organisasi sekaligus meningkatkan efektivitas komunikasi internal dan eksternal. 

Ia juga mengajak seluruh anggota untuk adaptif terhadap perubahan serta memanfaatkan teknologi sebagai sarana perjuangan dan pengabdian kepada masyarakat.

“Memasuki usia ke-24, GMBI harus mampu bertransformasi menjadi organisasi yang modern, responsif, dan tetap berpihak kepada rakyat,” ujarnya dalam siaran virtual.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Distrik Kabupaten Sumedang Deden Mulyana menegaskan bahwa momentum ini harus dijadikan pijakan bagi seluruh kader untuk bergerak lebih maju di era digital.

“Memasuki usia ke-24, GMBI harus mampu bertransformasi mengikuti kemajuan teknologi. Digitalisasi bukan hanya kebutuhan, tetapi menjadi keharusan agar organisasi tetap relevan, kuat, dan dekat dengan masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa GMBI Distrik Sumedang siap mendukung penuh langkah organisasi dalam memperkuat sistem komunikasi dan konsolidasi berbasis digital.

“Kami di Sumedang siap bergerak sejalan dengan arah kebijakan organisasi. Dengan semangat kebersamaan, kami optimis GMBI akan semakin solid, profesional, dan terus hadir sebagai garda terdepan dalam membela kepentingan masyarakat,” tambahnya.

Selain seremoni peringatan, kegiatan juga diisi dengan refleksi perjalanan organisasi, doa bersama, serta penegasan komitmen GMBI dalam menjaga persatuan dan berkontribusi bagi pembangunan bangsa.

Transformasi digital ini diharapkan menjadi awal baru bagi GMBI untuk semakin solid, profesional, dan relevan di tengah dinamika sosial yang terus berkembang.

Harlah LSM GMBI: Bupati Purwakarta 'Om Zein' Ajak Kader Dalami Jati Diri Lewat Visi dan Misi Lembaga


Foto: Bupati Purwakarta Om Zein saat berpidato depan kader LSM GMBI distrik Purwakarta 

PURWAKARTA – Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein (yang akrab disapa Om Zein), menghadiri peringatan Hari Lahir (Harlah) Lembaga Swadaya Masyarakat Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (LSM GMBI) tingkat Kabupaten Purwakarta. Kehadiran beliau disambut hangat oleh ribuan kader yang memadati lokasi acara.

​Dalam pidatonya, Bupati Om Zein menekankan bahwa kekuatan sebuah organisasi massa terletak pada pemahaman anggotanya terhadap ideologi lembaga. Ia mengajak seluruh keluarga besar GMBI untuk melakukan refleksi mendalam mengenai peran mereka di tengah masyarakat.

​"Seorang kader GMBI harus selesai dengan dirinya sendiri. Caranya adalah dengan mengenali jati diri melalui pemahaman yang utuh terhadap Visi, Misi, dan Motto lembaga. Jika ini sudah tertanam di hati, maka setiap tindakan kalian akan selalu membawa manfaat bagi masyarakat bawah," tegas Bupati Om Zein.

Pesan Utama Bupati Om Zein dalam Harlah GMBI

Internalisasi Ideologi: Menekankan bahwa Motto lembaga bukan sekadar hiasan dinding atau teriakan yel-yel, melainkan panduan etika dalam bertindak di lapangan.

Kolaborasi Pembangunan: Mengajak LSM GMBI untuk menjadi mitra strategis Pemerintah Kabupaten Purwakarta dalam mengawal kebijakan yang pro-rakyat.

Kematangan Organisasi: Di usia yang semakin bertambah, GMBI diharapkan semakin dewasa, santun dalam bergerak, namun tetap kritis dalam membela keadilan.

​Bupati juga mengapresiasi peran aktif LSM GMBI di Purwakarta yang selama ini konsisten menjadi jembatan aspirasi antara masyarakat dan pemerintah. Acara ini diakhiri dengan diskusi santai dan doa bersama untuk kemajuan Kabupaten Purwakarta. (***)

Rayakan Milad ke-24, LSM GMBI Distrik Purwakarta Gelar Apel Akbar Hybrid di Taman Mayadatar


Foto: Pelaksanaan Apel Akbar Hybrid dalam rangka peringatan Harlah ke 24 tahun

PURWAKARTA - Anggota Lembaga Swadaya Masyarakat Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (LSM GMBI) Distrik Purwakarta memadati kawasan Alun-Alun Purwakarta hari ini (Sabtu, 28 Maret 2026). Mengambil tempat di Taman Mayadatar yang ikonik, LSM GMBI menggelar Apel Akbar Hybrid dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (Harlah) ke-24 organisasi tersebut.

​Acara tahun ini tampil berbeda dengan mengusung konsep Hybrid. Selain kehadiran fisik massa di lapangan dengan protokol yang tertib, prosesi apel juga disiarkan secara langsung melalui platform digital agar dapat diikuti oleh seluruh anggota dan simpatisan yang tersebar di pelosok desa di wilayah Kabupaten Purwakarta.

Transformasi Menuju Kedewasaan Organisasi

​Ketua LSM GMBI Distrik Purwakarta dalam sambutannya menegaskan bahwa usia 24 tahun merupakan momentum transformasi bagi seluruh kader.

​"Usia ke-24 adalah simbol kematangan. LSM GMBI harus tetap menjadi garda terdepan dalam membela hak-hak masyarakat bawah, namun dengan cara-cara yang lebih intelektual, santun, dan bersinergi dengan pembangunan daerah," ujarnya di hadapan peserta apel.

Apel Akbar ini bertujuan Menekankan peran LSM dalam menjaga kondusivitas dan mengawal kebijakan publik di Purwakarta, selain itu guna menambah khidmat Perayaan Harlah kali ini juga diisi dengan bakti sosial sebagai bentuk nyata pengabdian kepada masyarakat.

"Di usia ini kami berkomitmen agar selalu bermanfaat bagi masyarakat sesuai program pusat dengan membangun program "GMBI Peduli"," ucapnya

Dalam momentum harlah ke 24 tahun LSM GMBI di era digitalisasi harlah kali ini gunakan jaringan Internet dengan format hybrid menunjukkan adaptasi LSM GMBI terhadap era digitalisasi dalam melakukan koordinasi massa.

"Melalui peringatan harlah di era digitalisasi dengan format Hybrid ini, kami LSM GMBI Distrik Purwakarta berkomitmen untuk terus bermitra strategis dengan Pemerintah Daerah, TNI, dan POLRI guna memastikan keadilan sosial bagi seluruh warga Purwakarta." Pungkasnya (***)

INTERNASIONAL

RELIGI

SPORT

TNI POLRI


WISATA

© Copyright 2021 INFONAS.ID | Bukan Sekedar Berita | All Right Reserved