-->

NASIONAL


PENDIDIKAN

Senin, 13 Juli 2026

Usai Penangkapan di Ligung, Dugaan Jaringan Obat-obatan Terlarang Merambah Kasokandel

MAJALENGKA – Dugaan adanya peredaran obat-obatan terlarang di Kabupaten Majalengka kembali menjadi perhatian masyarakat. Sejumlah informasi yang dihimpun menyebutkan adanya aktivitas yang diduga berkaitan dengan peredaran obat-obatan terlarang di beberapa wilayah.

Beberapa hari lalu, dua orang yang diduga mengedarkan obat-obatan terlarang di wilayah Kecamatan Ligung diamankan oleh anggota LMPI Majalengka. Keduanya kemudian diserahkan kepada pihak Polsek Ligung untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, kedua orang tersebut diduga merupakan anak buah seseorang yang dikenal dengan nama panggilan "Pablo". Sosok tersebut dikabarkan masih dalam pencarian aparat penegak hukum. Namun demikian, hingga berita ini diturunkan belum ada keterangan resmi dari kepolisian yang mengonfirmasi identitas maupun status hukum yang bersangkutan.

Dari hasil pemeriksaan terhadap dua orang yang diamankan, muncul informasi yang menyebutkan adanya dugaan lokasi lain yang dijadikan tempat aktivitas peredaran obat-obatan terlarang di wilayah Kecamatan Kasokandel, Kabupaten Majalengka.

Seorang warga Desa Gandasari, Kecamatan Kasokandel, yang enggan disebutkan namanya mengaku telah melihat aktivitas mencurigakan di sebuah bangunan yang merupakan bekas rumah makan.

«"Kurang lebih sudah dua bulan, bekas rumah makan itu diduga dijadikan tempat transaksi obat-obatan terlarang. Banyak anak muda yang keluar masuk ke lokasi tersebut," ujarnya, Sabtu (13/6/2026).»

Sementara itu, Sekretaris LMPI Majalengka menyatakan pihaknya akan terus memantau lokasi yang dimaksud. Ia berharap aparat kepolisian segera melakukan penyelidikan apabila ditemukan adanya dugaan pelanggaran hukum.

"Kami akan terus memantau lokasi tersebut. Apabila memang ditemukan adanya aktivitas peredaran obat-obatan terlarang, kami berharap aparat kepolisian segera mengambil tindakan sesuai ketentuan hukum yang berlaku," katanya.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak yang disebut dengan nama panggilan "Pablo" belum dapat dikonfirmasi. Redaksi juga masih menunggu keterangan resmi dari Polres Majalengka maupun Polsek Ligung terkait informasi yang beredar tersebut.

Berita ini akan diperbarui apabila terdapat perkembangan maupun keterangan resmi dari pihak kepolisian atau pihak-pihak terkait. (ZAN)

Minggu, 12 Juli 2026

LMPI Majalengka Grebeg Pengedar Obat Terlarang di Ligung, Ketua: Harap Bos Pablo Ikut Diburu

 

MAJALENGKA – Laskar Merah Putih Indonesia (LMPI) Markas Cabang Kabupaten Majalengka berhasil melakukan operasi penertiban dan mengamankan dua pelaku pengedar obat narkotika golongan G di wilayah Kecamatan Ligung, Kabupaten Majalengka.

Ketua LMPI Marcab Majalengka, Kaji Mustari, menyampaikan bahwa pengamanan ini belum menjadi titik akhir. Ia menegaskan pihaknya berharap kepolisian tidak berhenti pada penangkapan dua pelaku lapangan, namun terus menelusuri hingga ke jaringan utama.

“Tidak hanya dua orang yang diamankan ini. Kami berharap pihak kepolisian juga segera menangkap para bos di balik peredaran tersebut. Apalagi kedua pelaku ini sudah menyebutkan nama pengelola utamanya yaitu Pablo. Saya harap Pablo juga segera ditangkap agar peredarannya benar-benar terputus,” ujar Kaji Mustari di lokasi operasi. Minggu (12/7).

Sementara itu, Humas LMPI Marcab Majalengka, Ugih, menambahkan bahwa operasi ini merupakan wujud kepedulian nyata organisasi terhadap keamanan dan masa depan masyarakat, khususnya generasi muda di Majalengka.

“Kami tidak bisa membiarkan narkotika berkembang biak dan merusak lingkungan serta anak-anak kita. LMPI akan terus bersinergi dan mendukung penuh upaya aparat kepolisian. Jika diperlukan bantuan data maupun dukungan di lapangan, kami siap bergerak bersama demi menjaga wilayah Majalengka bebas dari bahaya narkoba,” tegas Ugih.

Saat ini kedua pelaku beserta barang bukti yang disita telah diserahkan kepada pihak kepolisian untuk pemeriksaan lebih lanjut dan proses hukum yang berlaku. Pihak LMPI berkomitmen memantau perkembangan kasus ini hingga tuntas.(zan)

Sabtu, 11 Juli 2026

Dilantik Jadi Sekda Definitif, Bagus Sutopo Dapat Dukungan Penuh dari Keluarga Besar SMPN 3 Moga

 

PEMALANG – Kepala SMP Negeri 3 Moga, Risto, S.Pd., menyampaikan ucapan selamat dan sukses kepada Bagus Sutopo, S.STP., M.A.P. atas pelantikannya sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Definitif Kabupaten Pemalang.

Ucapan tersebut merupakan bentuk dukungan sekaligus doa agar Sekda yang baru dapat menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab, integritas, serta mampu membawa kemajuan bagi Pemerintah Kabupaten Pemalang melalui tata kelola pemerintahan yang semakin profesional dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.

Dalam keterangannya, Risto berharap kepemimpinan Bagus Sutopo mampu memperkuat birokrasi yang akuntabel, transparan, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat, termasuk memberikan perhatian terhadap peningkatan kualitas dunia pendidikan di Kabupaten Pemalang.

"Selamat dan sukses atas dilantiknya Bapak Bagus Sutopo, S.STP., M.A.P. sebagai Sekretaris Daerah Definitif Kabupaten Pemalang. Semoga amanah dalam mengemban tugas, senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, serta kebijaksanaan dalam memimpin birokrasi," ujar Risto.

Menurutnya, Semoga Kabupaten Pemalang semakin maju, profesional, dan mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Selamat mengemban amanah, semoga selalu diberi kemudahan, keberkahan, dan kesuksesan dalam setiap langkah pengabdian.

Ia menegaskan bahwa ucapan tersebut juga mewakili seluruh keluarga besar SMP Negeri 3 Moga yang terdiri atas para guru, tenaga kependidikan, serta seluruh civitas sekolah.

Menurut Risto, sinergi yang kuat antara pemerintah daerah dan dunia pendidikan menjadi salah satu faktor penting dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing. Karena itu  

Ia berharap kepemimpinan Sekda definitif dapat semakin memperkuat kolaborasi lintas sektor demi mendukung percepatan pembangunan dan kemajuan Kabupaten Pemalang.

Di akhir penyampaiannya, Risto beserta seluruh keluarga besar SMP Negeri 3 Moga kembali menyampaikan doa agar Bagus Sutopo senantiasa diberikan kemudahan dalam menjalankan amanah serta mampu membawa Pemerintah Kabupaten Pemalang menuju tata kelola pemerintahan yang semakin maju, profesional, dan melayani masyarakat secara optimal.

Hormat Kami,

Risto, S.Pd.

Kepala SMP Negeri 3 Moga

Beserta Seluruh Guru, Tenaga Kependidikan, dan Keluarga Besar SMP Negeri 3 Moga.

Rawat Alam Bekas Tambang, Nirwan Sulap Gunung Sembung Jadi Destinasi Wisata Hijau



Foto: Areal wisata gunung sembung

Sukajaya , Purwakarta – Berangkat dari kepedulian mendalam terhadap kelestarian lingkungan, Nirwan, seorang tokoh penggerak lingkungan setempat, sukses menginisiasi proyek restorasi lahan bekas tambang di kawasan Gunung Sembung. Area yang dulunya gundul dan rusak akibat eksploitasi material kini telah bertransformasi menjadi destinasi wisata alam hijau yang edukatif dan bernilai ekonomi bagi masyarakat sekitar.

​Langkah berani ini diambil Nirwan sebagai bentuk tanggung jawab moral untuk memulihkan ekosistem yang rusak. Melalui proses reklamasi mandiri, penataan lahan, serta penghijauan intensif yang memakan waktu beberapa tahun, Gunung Sembung kini lahir kembali dengan wajah baru yang asri.

Dari Lahan Kritis Menjadi Oase Wisata

​Transformasi Gunung Sembung bukan sekadar tentang estetika, melainkan sebuah gerakan pemulihan ekologis. Nirwan bersama komunitas lokal menanam ribuan pohon perintis dan tanaman keras untuk mengembalikan kesuburan tanah serta memancing kembali fauna lokal.

​Kini, kawasan bekas tambang tersebut telah dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung wisata, seperti:

  • Jalur Tracking & Spot Foto Alam: Memanfaatkan kontur unik bekas galian yang kini tertata rapi dan hijau.
  • Zona Edukasi Lingkungan: Area khusus bagi pengunjung, terutama pelajar, untuk belajar tentang pentingnya reklamasi dan konservasi alam.
  • Area Pemberdayaan UMKM: Ruang bagi warga lokal untuk menjual produk kerajinan dan kuliner khas daerah.
  • ​"Kami tidak bisa terus-menerus membiarkan alam terluka tanpa ada upaya penyembuhan. Gunung Sembung adalah bukti bahwa dengan komitmen dan kerja keras, lahan yang mati pun bisa kembali memberikan kehidupan dan manfaat—baik untuk alam maupun untuk kesejahteraan ekonomi warga," ujar Nirwan.

    Dampak Positif bagi Perekonomian Lokal

    ​Kehadiran destinasi wisata baru ini mendapat sambutan hangat dari pemerintah daerah dan masyarakat setempat. Selain berhasil memulihkan fungsi hidrologis dan mencegah erosi di kawasan tersebut, proyek ini juga membuka lapangan kerja baru bagi pemuda setempat yang kini aktif mengelola operasional wisata.

    ​Nirwan berharap Gunung Sembung dapat menjadi proyek percontohan (pilot project) bagi wilayah lain di Indonesia yang menghadapi tantangan serupa terkait lahan pascatambang. Dengan pengelolaan yang tepat, bekas tambang tidak harus berakhir menjadi lubang telantar, melainkan bisa diubah menjadi aset wisata berkelanjutan.

    Tentang Pengelola Gunung Sembung:

    Destinasi Wisata Alam Gunung Sembung adalah kawasan ekowisata berbasis pemberdayaan masyarakat yang berfokus pada pemulihan lingkungan pascatambang. Mengusung konsep Green Tourism, tempat ini berkomitmen menyajikan keindahan alam sekaligus edukasi kelestarian lingkungan bagi para pengunjung. (***)

Kamis, 09 Juli 2026

SKANDAL OMPRENG SUPREME: KETIKA MAKAN GRATIS JADI REJEKI NOMPLOK TUAN - TUAN DI DAERAH BERJARGON ISTIMEWA


Foto: ilustrasi 

OPINI - Selamat datang di negeri di mana menu makan siang anak sekolah bisa berubah wujud menjadi mobil mewah dan kavling tanah. Kejaksaan Agung dikabarkan sedang sibuk-sibuknya bermain detektif dengan dua bintang tamu baru kita pekan ini: Yang Terhormat Tuan S dan tuan AK.

​Keduanya diperiksa bukan karena salah takaran garam atau lupa memasukkan lauk pauk ke dalam wadah, melainkan karena diduga sukses mengoperasikan jaringan "Gurita Ompreng" dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Sebuah prestasi luar biasa di mana anggaran gizi anak-anak berhasil "didistribusikan secara adil" menjadi gizi rekening para pejabat.

​Berdasarkan bisik-bisik di koridor Korps Adhyaksa, posisi S dan AK ini sangat mulia, mereka adalah seksi sibuk yang memastikan bahwa vendor makanan tidak perlu repot-repot ikut tender yang transparan. 

Cukup lewat "jalur langit" alias restu dari penguasa di sebuah Daerah Berjargon Istimewa—daerah yang tampaknya memang sangat istimewa dalam hal meloloskan anggaran di bawah meja. 

Celah regulasi lokal yang fleksibel kabarnya berhasil disulap menjadi karpet merah bagi bisnis omprengan ini, semuanya tentu demi jargon klasik: "kearifan lokal."

​Kejagung sendiri tampil seperti biasa, sangat sopan, diplomatis, dan penuh inisial misterius yang membuat netizen merangkap jabatan sebagai cenayang. Para pengamat politik pun mulai maklum, melempar inisial S dan AK ke media adalah taktik klasik test the water

Bahasa kerennya: mencolek pelan-pelan, sambil melihat apakah sang penguasa daerah di atas sana mulai keringat dingin atau langsung sibuk mencari nomor telepon darurat.

​"Kita harus mengapresiasi kreativitas ini. Mengubah program pemenuhan gizi balita menjadi program pemenuhan gizi koalisi politik adalah sebuah masterclass dalam ilmu ekonomi bayangan," sindir seorang pengamat yang meminta namanya disamarkan demi keselamatan omprengan rumah tangganya.

​Kini, publik tinggal duduk manis sambil memesan kopi. Apakah Kejagung bakal sukses menggulung gurita ini sampai ke kepala-kepalanya yang bertahta di kursi empuk daerah istimewa? 

Atau, seperti episode-episode seru sebelumnya, kasus ini akan berakhir dengan ritual "potong ekor"? Di mana S dan AK yang menanggung dinginnya sel penjara, sementara sang penguasa daerah tetap bisa tersenyum lebar sambil menikmati makan siang gratis yang sesungguhnya. Kita tunggu saja kelanjutan sinetron keadilan ini. (JNR)

INTERNASIONAL

RELIGI

SPORT

TNI POLRI


WISATA

© Copyright 2021 INFONAS.ID | Bukan Sekedar Berita | All Right Reserved