-->

PEMBERITAHUAN

PEMBERITAHUAN

NASIONAL


PENDIDIKAN

Minggu, 25 Oktober 2026

Aktivis Purwakarta Soroti Dugaan Penahanan Jenazah Bayi di RS Siloam Terkait Masalah Biaya


Foto: Net

​PURWAKARTA — Sejumlah aktivis kemanusiaan dan kemasyarakatan di Kabupaten Purwakarta melontarkan kritik keras terhadap dugaan aksi penahanan jenazah seorang bayi oleh oknum pegawai di RS Siloam Purwakarta. Penahanan tersebut diduga dilakukan dengan alasan pihak keluarga harus melunasi seluruh biaya perawatan terlebih dahulu sebelum jenazah diperbolehkan dibawa pulang.

​Peristiwa ini bermula ketika keluarga pasien yang tergolong tidak mampu berupaya membawa pulang jenazah bayinya untuk segera dimakamkan. Namun, oknum petugas rumah sakit diduga menahan jenazah dan mewajibkan pembayaran administrasi diselesaikan di tempat, tanpa memberikan penanganan solutif atau pertimbangan kemanusiaan.

Deblenk, perwakilan dari Forum Ormas dan LSM Purwakarta, menyatakan keprihatinan mendalam atas kejadian ini.

​"Tindakan menahan jenazah atas alasan biaya adalah bentuk pelanggaran berat terhadap nilai-nilai kemanusiaan dan etika pelayanan kesehatan. Rumah sakit seharusnya mengutamakan kepedulian sosial dan memberikan kemudahan administrasi bagi keluarga yang sedang berduka, bukan malah mempersulitnya," tegas Deblenk

​Para aktivis mendesak beberapa hal kepada pihak manajemen RS Siloam dan dinas terkait.

Penyelidikan Internal

Meminta manajemen RS Siloam Purwakarta untuk mengusut tuntas oknum pegawai yang terlibat dan memberikan sanksi tegas sesuai aturan yang berlaku.

Evaluasi Standar Operasional (SOP)

Meminta pembenahan sistem pelayanan agar kasus serupa tidak terulang kembali kepada masyarakat berpenghasilan rendah.

Intervensi Dinas Kesehatan

Meminta Dinas Kesehatan Kabupaten Purwakarta untuk turun tangan melakukan pengawasan dan evaluasi terhadap izin serta pelayanan operasional rumah sakit swasta di wilayah Purwakarta.

​Para aktivis menegaskan bahwa mereka akan terus mengawal kasus ini hingga pihak keluarga mendapatkan keadilan dan hak-haknya terpenuhi, serta memastikan pelayanan kesehatan di Purwakarta lebih berpihak pada nilai-nilai kemanusiaan.

Sampai berita diterbitkan awak media belum berhasil mengkonfirmasi pihak Rumah Sakit.

Kabel Masuk Tanah, Trotoar Berubah Jadi Kubangan!


Foto: Galian kabel listrik 

​OPINI - Setelah puluhan tahun kita disuguhi pemandangan megah jaring laba-laba raksasa di atas kepala—tempat burung-burung berkumpul merencanakan masa depan dan seniman jalanan mendapat inspirasi gaya cyberpunk—akhirnya pemerintah dan PLN mengambil langkah revolusioner.

​Selamat tinggal kekumuhan kabel mengantung! Selamat datang misteri tanah yang tak kunjung rapat!

​Langkah ini sungguh visioner. Untuk membebaskan pandangan mata kita dari kabel-kabel hitam yang saling berpelukan erat seperti persahabatan sejati, PLN kini dengan bangga mengadopsi teknologi underground. Tak ada lagi tiang miring yang membahayakan pengendara. Semuanya rapi, bersih, dan... tersembunyi manis di bawah trotoar yang baru saja selesai disemen minggu lalu.

​Proses transisinya pun sangat edukatif dan mendidik kesabaran masyarakat.

​Seni Penggalian Tanpa Akhir

Demi memasukkan kabel ke dalam tanah, trotoar yang tadinya mulus harus dibedah dengan presisi ala bedah jantung. Begitu galian selesai dan ditutup dengan tanah ala kadarnya, masyarakat diajak menikmati wahana off-road gratis di tengah kota. Debu-debu terbang menyapa paru-paru sebagai simbol bahwa "pembangunan sedang berlangsung".

Semangat Gotong Royong Antar-Instansi

Ini bagian paling indah. Minggu ini PLN menggali untuk menanam kabel. Bulan depan, giliran PDAM menggali di tempat yang sama untuk mengecek pipa. Dua bulan lagi, giliran kabel fiber optik internet yang merasa kesepian dan ikut menyusul ke bawah tanah. Sungguh keharmonisan yang tiada tanding: gali, tutup, gali lagi, tutup lagi.

Sensor Otomatis Musim Hujan

Bekas galian kabel bawah tanah ini punya fitur canggih saat hujan turun. Tanah urukan yang belum padat sempurna akan otomatis berubah menjadi kubangan lumpur atau "jebakan betmen" bagi pejalan kaki dan pengendara motor. Ini adalah pengingat ramah agar kita selalu waspada dan tidak sibuk bermain ponsel saat berjalan.

​Kini, langit kota memang terlihat lebih cerah dan lapang. Tidak ada lagi pemandangan kusam kabel bergelayutan yang merusak estetika Instagram kita. Masalahnya sekarang tinggal satu: estetika tanah di bawah kaki kita yang kini menyerupai permukaan bulan.

​Namun tak apa, yang penting atas mulus, bawah... ya, urusan belakangan. Keluarlah ke jalan, hiruplah debunya, dan nikmatilah indahnya langit tanpa kabel! (JNR)

Healing di Kaki Gunung Burangrang? Villa Keisha Purwakarta Punya Kolam Air Hangat! Villa Keisha Ciburial

PURWAKARTA – Mencari tempat liburan yang menawarkan udara sejuk, panorama pegunungan, dan fasilitas lengkap? Villa Keisha Ciburial bisa menjadi pilihan menarik bagi wisatawan yang ingin melepas penat bersama keluarga, sahabat, maupun rekan kerja.

Berlokasi di Desa Cileungsing, Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Villa Keisha berada di kawasan kaki Gunung Burangrang. Suasana alam yang asri menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung yang ingin menikmati liburan jauh dari hiruk-pikuk perkotaan.

Owner Villa Keisha, H. Tubagus Pranoto, mengatakan pihaknya menghadirkan dua unit andalan, yakni Villa Keisha Farhan dan Villa Keisha Pondok Aufa. Keduanya dirancang untuk memenuhi kebutuhan pengunjung, mulai dari liburan keluarga hingga kegiatan gathering perusahaan dan komunitas.

“Dua villa yang menjadi andalan kami adalah Villa Keisha Farhan dan Villa Keisha Pondok Aufa. Kapasitasnya beragam, mulai dari tujuh orang hingga 50 orang,” ujar H. Tubagus Pranoto.

Fasilitas Lengkap, Ada Kolam Renang Air Hangat

Tak hanya menawarkan suasana pegunungan, Villa Keisha Ciburial juga menyediakan beragam fasilitas untuk menunjang kenyamanan pengunjung.

Salah satu daya tariknya adalah kolam renang, termasuk kolam renang air hangat menggunakan sistem heat pump. Fasilitas ini menjadi pilihan menarik untuk menikmati waktu santai di tengah udara sejuk kawasan pegunungan.

Selain itu, tersedia kamar tidur yang nyaman, dapur lengkap untuk memasak, ruang rapat atau meeting room, serta joglo luas yang dapat dimanfaatkan untuk pertemuan maupun acara pernikahan.

Bagi pengunjung yang ingin menikmati hiburan bersama rombongan, tersedia pula fasilitas karaoke. Area terbuka yang luas juga memungkinkan kegiatan berkemah dengan kapasitas hingga 15 tenda.

Untuk menunjang kebutuhan pengunjung, Villa Keisha menyediakan area parkir yang luas dan akses Wi-Fi gratis.

Tarif Mulai Rp1 Jutaan per Malam

Dari sisi harga, Villa Keisha menawarkan tarif sewa mulai dari Rp1 jutaan per malam. Menurut H. Tubagus Pranoto, tarif dapat menyesuaikan dengan periode kunjungan, termasuk hari libur nasional dan akhir pekan panjang (long weekend).

Dengan pilihan kapasitas dan fasilitas yang beragam, Villa Keisha dapat menjadi alternatif untuk liburan keluarga, acara komunitas, kegiatan perusahaan, hingga pertemuan bersama kerabat.

Pengunjung yang berencana menginap disarankan melakukan pemesanan lebih awal, terutama menjelang musim liburan dan akhir pekan panjang, agar dapat menyesuaikan jadwal kunjungan dengan ketersediaan villa.

Informasi dan Pemesanan

Bagi masyarakat yang ingin mengetahui informasi lebih lanjut mengenai fasilitas, tarif, dan ketersediaan tanggal menginap, dapat menghubungi kontak berikut:

- 0852-1884-9492

- 0878-7980-3666

Villa Keisha Ciburial menawarkan pilihan untuk menikmati suasana alam Purwakarta dengan fasilitas yang mendukung berbagai kebutuhan, mulai dari liburan santai hingga kegiatan bersama rombongan.

Bagi pencinta suasana pegunungan yang ingin menghabiskan waktu berkualitas bersama orang-orang terdekat, Villa Keisha Ciburial layak masuk dalam daftar destinasi yang dipertimbangkan.

(Redaksi)

Jumat, 23 Oktober 2026

Curi Motor Guru, Orang Tua Siswa Diciduk Polisi!

PURWAKARTA – Polsek Campaka, Polresta Purwakarta, berhasil mengungkap kasus dugaan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang terjadi di wilayah Kecamatan Campaka, Kabupaten Purwakarta. Seorang pria berinisial F diamankan polisi di kawasan Sadang dan kini menjalani proses hukum di Mapolsek Campaka.

Kasus tersebut bermula pada Jumat (16/10/2026) sekitar pukul 12.30 WIB. Korban berinisial V, seorang guru di SDN 2 Cimahi, mendapati sepeda motornya hilang saat hendak pulang setelah mengajar.

Sebelum kejadian, korban diketahui meninggalkan sepeda motornya dengan kunci kontak masih menempel di kendaraan. Kondisi tersebut diduga dimanfaatkan pelaku untuk membawa kabur sepeda motor milik korban.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, terduga pelaku diketahui merupakan salah satu orang tua siswa di sekolah tempat korban mengajar. Setelah menerima laporan, polisi melakukan penyelidikan hingga akhirnya berhasil mengamankan F di kawasan Sadang, Purwakarta.

Pihak kepolisian menegaskan bahwa terduga pelaku akan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Dalam keterangan yang disampaikan melalui Kapolsek Campaka, terduga pelaku disebut dijerat Pasal 476 KUHP dengan ancaman pidana maksimal tujuh tahun penjara.

Dari pengungkapan kasus tersebut, polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti, yakni satu unit sepeda motor Honda Vario tahun 2013, kunci kontak, serta Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK).

Barang bukti tersebut diamankan di Mapolsek Campaka untuk kepentingan penyidikan dan proses hukum lebih lanjut.

Pengungkapan kasus ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan dalam menjaga kendaraan bermotor. Pengguna kendaraan diimbau tidak meninggalkan kunci kontak pada kendaraan, meskipun hanya untuk waktu singkat.

Polsek Campaka juga menegaskan komitmennya untuk meningkatkan upaya pencegahan dan pengawasan guna menekan angka kriminalitas, khususnya pencurian kendaraan bermotor, di wilayah hukumnya.

Masyarakat diharapkan segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila mengetahui atau mengalami tindak pidana agar dapat ditindaklanjuti sesuai prosedur hukum yang berlaku. (FT)

Misteri Kematian PMI di Qatar, Keluarga Soroti Dokumen Autopsi

PURWAKARTA – Kematian Pekerja Migran Indonesia (PMI), Rasem (38), warga Desa Cipinang, Kecamatan Cibatu, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, yang bekerja di Qatar, menyisakan sejumlah pertanyaan bagi pihak keluarga.

Hingga Rabu (21/10/2026), keluarga mengaku belum memperoleh penjelasan lengkap mengenai penyebab kematian almarhumah. Mereka juga mempertanyakan sejumlah dokumen pendukung yang dinilai penting untuk memastikan kronologi dan penyebab meninggalnya Rasem.

Menurut keterangan Dede Hermansyah selalu kerabat Korban, dokumen yang diharapkan diterima keluarga meliputi surat keterangan dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI), hasil pemeriksaan atau autopsi dari rumah sakit di Qatar apabila dilakukan, serta keterangan kepolisian Qatar terkait peristiwa tersebut. Kamis (23/10/2026)

Namun, pihak keluarga mengaku baru menerima surat keterangan dari KBRI yang menyebutkan bahwa almarhumah meninggal dunia akibat tenggelam. Keluarga menyatakan belum menerima dokumen pendukung lain yang dapat menjelaskan penyebab kematian secara lebih terperinci.

“Sampai saat ini kami belum mendapatkan kejelasan secara pasti terkait kematian almarhumah. Pada fisik jenazah terdapat jahitan berukuran besar yang kami duga berkaitan dengan proses pemeriksaan medis. Namun, kami belum menerima dokumen hasil autopsi tersebut,” ujar Dede.

Berdasarkan informasi awal yang diterima keluarga, Rasem dikabarkan meninggal dunia setelah terpeleset ke kolam ketika berupaya menolong anak majikannya. Meski demikian, keluarga mengaku masih membutuhkan penjelasan resmi mengenai kronologi kejadian, kondisi almarhumah sebelum meninggal dunia, serta hasil pemeriksaan medis yang dilakukan di Qatar.

Keluarga menegaskan bahwa permintaan tersebut bukan semata-mata persoalan administrasi, melainkan bagian dari upaya memperoleh kepastian mengenai peristiwa yang merenggut nyawa anggota keluarga mereka.

Mereka berharap pihak-pihak terkait dapat memberikan informasi secara transparan, berdasarkan fakta, dan disertai dokumen resmi yang dapat dipertanggungjawabkan.

Sejumlah hal yang ingin diperjelas antara lain kronologi lengkap kejadian, hasil pemeriksaan rumah sakit, hasil autopsi apabila memang dilakukan, serta keterangan kepolisian atau otoritas Qatar yang menangani peristiwa tersebut.

Selain meminta kejelasan dari otoritas terkait, keluarga juga berharap perusahaan penempatan atau agensi yang memberangkatkan Rasem membantu proses penelusuran informasi dan pemenuhan hak-hak almarhumah maupun ahli warisnya.

Bantuan tersebut diharapkan mencakup fasilitasi komunikasi dengan pihak berwenang di Qatar, penjelasan mengenai dokumen yang tersedia, serta informasi terkait hak atas jaminan atau santunan yang mungkin menjadi hak almarhumah dan ahli warisnya sesuai ketentuan yang berlaku.

Keluarga menyatakan akan terus memperjuangkan hak-hak tersebut hingga memperoleh penjelasan dan kepastian dari pihak terkait.

“Pihak keluarga akan terus menuntut penjelasan serta pemenuhan hak-hak, termasuk jaminan atau tunjangan yang seharusnya diterima almarhumah maupun ahli warisnya, sampai semuanya jelas dan terealisasi,” ungkapnya.

Keluarga berharap pemerintah Indonesia melalui perwakilan diplomatik di Qatar dan instansi yang berwenang dapat membantu memastikan kejelasan penyebab kematian Rasem serta pemenuhan hak-hak ahli warisnya.

Mereka juga berharap proses penelusuran dilakukan secara menyeluruh agar seluruh pertanyaan keluarga dapat dijawab berdasarkan fakta dan dokumen resmi.

Hingga informasi ini disusun, penyebab kematian Rasem belum dapat dipastikan secara independen berdasarkan dokumen pemeriksaan medis dan keterangan resmi otoritas Qatar yang tersedia bagi keluarga.

Dede menjelaskan bahwa pihak keluarga belum memperoleh keterangan resmi dari perusahaan penempatan terkait maupun otoritas berwenang di Qatar mengenai persoalan tersebut. 

"Oleh karena itu, konfirmasi dan klarifikasi dari pihak-pihak terkait masih diperlukan untuk memperoleh gambaran peristiwa secara utuh dan berimbang,' katanya.

Keluarga berharap tidak hanya mendapatkan kepastian mengenai penyebab kematian, tetapi juga kejelasan mengenai hak-hak almarhumah dan ahli warisnya.

Bagi mereka, pemulangan jenazah bukanlah akhir dari persoalan. Kepastian fakta, keterbukaan informasi, dan pemenuhan hak keluarga menjadi hal penting agar peristiwa yang merenggut nyawa Rasem tidak meninggalkan pertanyaan tanpa jawaban.

(DH)

INTERNASIONAL

RELIGI

SPORT

TNI POLRI


WISATA

© Copyright 2021 INFONAS.ID | Bukan Sekedar Berita | All Right Reserved