-->

NASIONAL


PENDIDIKAN

Selasa, 04 Agustus 2026

Tak Hanya Urus Pemerintahan, Pemdes Cimahi Perkuat Spiritual Lewat Kajian Safinatun Najah

 

PURWAKARTA – Pemerintah Desa (Pemdes) Cimahi kembali menggelar pengajian rutin bulanan sebagai upaya meningkatkan kualitas keimanan dan spiritual aparatur desa serta masyarakat. Kegiatan yang berlangsung khidmat tersebut menghadirkan penceramah Abuya Hasan Asy'ari dan diikuti oleh seluruh aparatur Pemerintah Desa Cimahi bersama warga setempat.

Dalam tausiyahnya, Abuya Hasan Asy'ari mengupas hakikat keimanan seorang hamba kepada Allah SWT. Ia menjelaskan bahwa iman sejati berawal dari keyakinan yang tertanam kuat di dalam hati (tashdiqul qalbi), bukan sekadar ucapan di lisan.

Menurutnya, seseorang yang memiliki keyakinan penuh terhadap keesaan dan kebesaran Allah SWT akan memperoleh ketenangan jiwa dalam menjalani berbagai persoalan kehidupan.

"Keimanan itu harus dibuktikan dengan ketenangan hati. Ketika kita benar-benar menyadari keagungan Allah SWT, maka segala urusan dunia akan terasa lebih ringan karena kita bersandar hanya kepada-Nya," ujar Abuya Hasan Asy'ari.

Selain menyampaikan materi tentang keimanan, Abuya Hasan juga mengajak jamaah mengambil pelajaran dari kitab klasik Safinatun Najah karya Syekh Salim bin Sumair Al-Hadrami. 

Kitab tersebut merupakan salah satu rujukan utama dalam mempelajari ilmu fikih dasar, khususnya mengenai tata cara ibadah sesuai tuntunan Ahlussunnah wal Jamaah.

Ia menegaskan bahwa pemahaman fikih yang benar akan melahirkan ibadah yang lebih khusyuk dan menjadi bekal dalam menjalankan kehidupan sehari-hari sesuai syariat Islam.

Pengajian berlangsung dengan penuh antusias. Para aparatur desa dan masyarakat tampak menyimak setiap materi yang disampaikan, bahkan sebagian peserta terlihat mencatat poin-poin penting selama tausiyah berlangsung.

Kepala Desa Cimahi, Asep Saepul Bahrie, mengatakan kegiatan keagamaan seperti ini memiliki peran penting dalam membangun keseimbangan antara pelaksanaan tugas pemerintahan dan pembinaan spiritual para aparatur desa.

"Dengan mengikuti pengajian dan mendalami kitab Safinatun Najah, kita diharapkan tidak hanya mampu mengelola pemerintahan desa dengan baik, tetapi juga mampu membina diri agar menjadi pribadi yang lebih bertakwa di hadapan Allah SWT," ujarnya.

Melalui pengajian rutin bulanan ini, Pemerintah Desa Cimahi menegaskan komitmennya untuk terus membangun lingkungan pemerintahan yang religius, berakhlak mulia, serta memperkuat nilai-nilai keislaman di tengah masyarakat. (Agus)

Duka di Pemalang, Kematian Siswa Baru SMP Picu Dugaan Perundungan, Ini Penjelasan Polisi

 

PEMALANG – Duka menyelimuti keluarga Ahmad Al Fian (14), siswa baru SMP Negeri 4 Randudongkal, Kabupaten Pemalang, yang meninggal dunia setelah sempat menjalani perawatan intensif di RS Muhammadiyah Mardhatillah Randudongkal, Minggu (2/8/2026) malam.

Peristiwa ini menjadi perhatian publik setelah muncul dugaan adanya perundungan di lingkungan sekolah. Meski demikian, hingga saat ini pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kematian korban. Hasil autopsi juga masih dinantikan sebagai bagian dari proses penyelidikan.

Berdasarkan keterangan keluarga, Al Fian mulai mengeluhkan nyeri pada tangan, badan terasa lemas, dan gelisah sejak Senin (27/7/2026). Orang tuanya kemudian membawanya ke puskesmas untuk mendapatkan penanganan medis.

Setelah dilakukan pemeriksaan, dokter menyarankan agar korban menjalani pemeriksaan rontgen karena ditemukan pembengkakan pada tangan disertai keluhan sesak napas. Saat itu, korban hanya menjalani rawat jalan dan diperbolehkan pulang.

Namun kondisi kesehatannya terus memburuk. Pada Jumat (31/7/2026), keluarga kembali membawa Al Fian ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS Muhammadiyah Mardhatillah Randudongkal. 

Menurut pihak keluarga, saat itu ruang IGD dalam kondisi penuh sehingga korban belum dapat memperoleh penanganan dan akhirnya dibawa pulang.

Keesokan harinya, Sabtu (1/8/2026), kondisi korban kembali menurun hingga mengalami muntah darah. Pada Minggu (2/8/2026) sekitar pukul 17.00 WIB, keluarga kembali membawanya ke rumah sakit. Korban kemudian menjalani perawatan intensif di ruang ICU.

Meski telah mendapatkan penanganan medis, nyawa Al Fian tidak dapat diselamatkan. Korban dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 19.30 WIB atau sekitar dua setengah jam setelah menjalani perawatan intensif.

Jenazah kemudian dibawa ke rumah duka di Desa Semingkir, Kecamatan Randudongkal. Sehari berikutnya, jenazah kembali dibawa ke rumah sakit untuk menjalani autopsi guna mengetahui penyebab pasti kematiannya.

Kasat Reskrim Polres Pemalang, AKP Faizal Wildan, mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan secara menyeluruh terkait kasus tersebut.

"Masih proses penyelidikan. Kami masih mencari tahu penyebab kematiannya. Dari hasil pemeriksaan luar sementara tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan," ujarnya melalui pesan singkat.

Ia menegaskan, Polres Pemalang berkomitmen menangani perkara tersebut secara profesional sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

"Apabila nantinya ditemukan adanya unsur pidana, tentu akan kami tindak lanjuti sesuai prosedur hukum yang berlaku," tegasnya.

Keluarga Berharap Kasus Diungkap Secara Tuntas. Ayah korban, Saefudin, mengaku sangat terpukul atas kepergian putranya yang dinilai berlangsung begitu cepat.

Ia berharap aparat penegak hukum dapat mengusut kasus tersebut secara tuntas. Menurutnya, apabila hasil penyelidikan nantinya membuktikan adanya unsur tindak pidana, pelaku harus diproses sesuai hukum yang berlaku.

"Saya berharap jika memang ini merupakan tindak kejahatan, pelakunya diproses sesuai hukum yang berlaku dan dihukum setimpal," ujarnya.

Hingga berita ini diterbitkan, penyebab pasti meninggalnya Ahmad Al Fian masih menunggu hasil autopsi dan proses penyelidikan kepolisian. Dugaan perundungan yang beredar di tengah masyarakat juga masih dalam tahap pendalaman sehingga belum dapat disimpulkan sebagai penyebab kematian korban. (SLH)

Jelang musda golkar, Mahesa Jenar ultimatum pihak luar dan dalam bermanuver ganggu jalannya proses tahapan Musda



PURWAKARTA — Menjelang pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) DPD Partai Golkar Kabupaten Purwakarta, pengurus Ormas MKGR Kabupaten Purwakarta, Mahesa Jenar, mengimbau seluruh pihak baik internal atau eksternal untuk tidak mengganggu stabilitas jalannya tahapan Musda dengan membangun opini publik yang menyesatkan.

​Pernyataan ini disampaikan menanggapi wacana dan lontaran opini di media online dari pihak-pihak eksternal yang turut mempertanyakan serta mengomentari putusan Dewan Etik Partai Golkar. Menurut Mahesa Jenar, putusan Dewan Etik merupakan produk dan kedaulatan hukum internal partai politik yang wajib dihormati oleh semua pihak.

"Musda adalah momentum konsolidasi internal Partai Golkar. Pihak luar yang tidak memiliki hak suara, kepengurusan, maupun legal standing dalam struktur partai hendaknya tidak memperkeruh suasana dengan opini yang menyesatkan. Biarkan proses keorganisasian dan tahapan Musda berjalan kondusif sesuai mekanisme AD/ART partai," tegas Mahesa Jenar.

​Ia menekankan bahwa menjaga kondusifitas iklim politik daerah menjelang Musda sangat penting demi melahirkan kepemimpinan partai yang legitimate dan fungsional bagi masyarakat Purwakarta. Upaya mengintervensi atau menggiring opini publik dari luar struktur dianggap tidak proporsional dan dapat mengganggu fokus konsolidasi kader.

​Melalui himbauan ini, Mahesa Jenar juga mengajak seluruh elemen masyarakat dan media massa untuk mendukung terciptanya edukasi politik yang sehat di Purwakarta dengan menghormati aturan tata kelola internal tiap-tiap organisasi politik.

Lanjut dikatakan, jika masih ada yang mencoba bermain manuver dan mengganggu iklim politik partai golkar dalam menjelang musda maka sebagai kader kami akan lakukan Proses sesuai aturan hukum yang berlalu di negara kesatuan Republik Indonesia.(***)

Terbentur Ongkos Berobat, Relawan dan BAZNAS Bergerak Selamatkan Pasien Asal Pulosari



PEMALANG – Komunitas Berkah Sedekah Pemalang memberikan pendampingan sekaligus fasilitas transportasi gratis kepada seorang pasien kurang mampu asal Kecamatan Pulosari yang harus menjalani pengobatan lanjutan di RSUP Dr. Kariadi Semarang.

Pendampingan dilakukan setelah keluarga pasien mengalami kesulitan biaya transportasi sehingga proses pengobatan sempat tertunda. Kondisi tersebut bahkan menyebabkan rujukan sebelumnya ke rumah sakit rujukan habis masa berlakunya.

Relawan Berkah Sedekah Pemalang telah dua kali mengunjungi pasien bernama Dede Ara untuk memastikan seluruh proses administrasi, rujukan, hingga keberangkatan menuju rumah sakit berjalan dengan lancar.

Sebelumnya, pasien sempat mendapatkan penanganan dari tim medis Puskesmas Pulosari dan dirujuk ke RS Islam Moga. Setelah menjalani pemeriksaan lebih lanjut, pasien kemudian memperoleh rujukan ke RSUP Dr. Kariadi Semarang dan dijadwalkan menjalani pemeriksaan secara daring pada Senin pukul 12.00 WIB.

Relawan Berkah Sedekah Pemalang mengungkapkan, kendala terbesar yang dihadapi keluarga pasien adalah biaya transportasi menuju rumah sakit. Untuk sekali perjalanan berobat ke RSUD Pemalang saja, keluarga harus mengeluarkan biaya sewa kendaraan sekitar Rp500 ribu, sehingga keberangkatan ke Semarang menjadi beban yang cukup berat.

Melihat kondisi tersebut, Berkah Sedekah Pemalang berinisiatif memberikan layanan antar-jemput dan pendampingan secara gratis agar pasien tetap dapat memperoleh penanganan medis yang dibutuhkan. Program kemanusiaan ini turut mendapat dukungan dari BAZNAS Kabupaten Pemalang.

Diketahui, pasien sebelumnya direncanakan mengikuti operasi bibir sumbing massal di RS Prima Medika Pemalang. Namun, hasil pemeriksaan menunjukkan pasien juga menderita penyakit jantung, gangguan paru-paru, serta memiliki berat badan yang belum memenuhi syarat untuk menjalani operasi.

Atas dasar kondisi tersebut, pasien harus lebih dahulu mendapatkan penanganan dan perawatan di RSUP Dr. Kariadi Semarang sebelum dapat menjalani tindakan operasi.

Relawan berharap seluruh proses pengobatan berjalan lancar sehingga pasien dapat memperoleh penanganan medis yang optimal. 

Mereka juga mengajak pemerintah desa, lembaga sosial, serta berbagai pihak untuk bersama-sama membantu masyarakat kurang mampu, khususnya dalam memenuhi kebutuhan biaya transportasi menuju rumah sakit rujukan agar tidak ada lagi pasien yang tertunda mendapatkan layanan kesehatan akibat keterbatasan ekonomi.

Senin, 03 Agustus 2026

Forum Ormas dan LSM Purwakarta Siap Kawal Program Kesbangpol Demi Dorong Peningkatan PAD dan Pembangunan Daerah


Foto: Ilustrasi/Net

Gabungan organisasi masyarakat (Ormas) dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) se-Kabupaten Purwakarta menyatakan komitmen penuh untuk mendukung serta mengawal program-program strategis Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Purwakarta.

Sinergi ini difokuskan pada upaya optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) guna memacu percepatan pembangunan daerah yang berkelanjutan.

​Langkah kolaboratif ini ditegaskan dalam forum silaturahmi dan dialog terbuka antara jajaran Badan Kesbangpol Purwakarta bersama jajaran pimpinan Ormas dan LSM.

Peran Ormas dan LSM dinilai sangat krusial sebagai mitra kritis sekaligus strategis pemerintah dalam menjaga kondusivitas iklim investasi dan pengawasan potensi penerimaan daerah.

​Mendorong Iklim Kondusif dan Pengawasan Partisipatif

​Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Purwakarta Drs. H.Mohamad Ramdhan.MS.i menyampaikan bahwa dukungan elemen masyarakat sipil merupakan fondasi penting dalam menciptakan stabilitas keamanan dan ketertiban. Iklim daerah yang kondusif secara langsung menjadi daya tarik utama bagi para investor serta pelaku usaha untuk berkontribusi pada PAD Purwakarta.

​"Sinergi antara pemerintah daerah, Ormas, dan LSM adalah kunci. Ketika stabilitas daerah terjaga, iklim investasi bersemi, dan pengawasan pajak maupun retribusi berjalan transparan, maka PAD kita akan meningkat pesat. Ujungnya, hasil pembangunan ini kembali lagi untuk kesejahteraan masyarakat Purwakarta," ujarnya.

Lebih lanjut dikatakan, Bakesbangpol sesuai dengan Perbup no 22 tahun 2024 memiliki kewenangan di bidang kesatuan bangsa dan politik sehingga peran ini menjadi sangat penting bagi kondusifitas suatu daerah.

"Kondusifitas suatu daerah salah satunya menjadi acuan bagi para investor untuk berinvestasi di kabupaten Purwakarta sehingga perlu kolaborasi seluruh stake holder untuk saling bahu membahu menjaga kondusifitas purwakarta tercinta ini." Ungkapnya pada awak media, Senin 3 Agustus 2026

​Komitmen Bersama Ormas dan LSM Purwakarta

​Perwakilan forum Ormas dan LSM Purwakarta menegaskan beberapa poin penting dalam deklarasi dukungannya.

​Edukasi dan Sosialisasi

Mengajak seluruh lapisan masyarakat dan pelaku usaha untuk taat membayar pajak dan retribusi daerah.

​Pengawasan Partisipatif

Mengawal potensi kebocoran sumber-sumber pendapatan daerah secara konstruktif dan objektif.

​Menjaga Kondusivitas

Memastikan iklim sosial-politik di Purwakarta tetap aman dan ramah bagi pertumbuhan ekonomi lokal.

​Kemitraan Kritis-Kontruktif

Tetap menjalankan fungsi kontrol sosial dengan memberikan masukan yang membangun bagi kebijakan Kesbangpol dan Pemerintah Kabupaten Purwakarta.

​Melalui kemitraan yang solid ini, forum Ormas dan LSM Purwakarta optimistis target peningkatan PAD dapat tercapai, sehingga program percepatan pembangunan infrastruktur, fasilitas publik, dan pemberdayaan ekonomi di Purwakarta dapat terwujud secara maksimal.

​Tentang Forum Ormas dan LSM Purwakarta

​Forum Ormas dan LSM Purwakarta merupakan wadah berhimpun organisasi kemasyarakatan dan lembaga swadaya masyarakat di Kabupaten Purwakarta yang berkomitmen aktif dalam pengawasan sosial, pemberdayaan masyarakat, serta pengawalan kebijakan pembangunan daerah yang transparan dan akuntabel.

INTERNASIONAL

RELIGI

SPORT

TNI POLRI


WISATA

© Copyright 2021 INFONAS.ID | Bukan Sekedar Berita | All Right Reserved