-->

NASIONAL


PENDIDIKAN

Sabtu, 15 Agustus 2026

Proyek Rehabilitasi SDN 2 Siwarak Disorot, Papan Proyek Tak Terpasang di Lokasi

 

PURBALINGGA – Aktivitas pembongkaran bagian atap bangunan SDN 2 Siwarak, Kecamatan Karangrejo, Kabupaten Purbalingga, menjadi perhatian warga sekitar. Pada Sabtu (15/8/2026), sejumlah bagian atap sekolah tampak dibongkar, sementara material bangunan berupa bambu dan seng terlihat diturunkan dari bangunan.

Dari pantauan di lokasi, terdapat pula material baru yang diduga akan digunakan dalam proses pembangunan atau rehabilitasi bangunan sekolah tersebut. Namun, hingga pantauan dilakukan, belum terlihat papan informasi proyek yang menjelaskan secara rinci jenis kegiatan, nilai anggaran, sumber dana, maupun pihak pelaksana pekerjaan.

Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat mengenai status pekerjaan yang sedang berlangsung. Warga mempertanyakan apakah kegiatan tersebut merupakan rehabilitasi bangunan atau bagian dari pembongkaran yang lebih menyeluruh.

Pasalnya, secara kasatmata kondisi bangunan sekolah masih terlihat cukup baik. Sejumlah bagian kayu bangunan juga tampak masih kokoh. Namun demikian, pembongkaran terhadap bagian atap serta beberapa pintu sekolah tetap dilakukan.

Pantauan di lokasi sekitar pukul 13.00 WIB juga tidak terlihat adanya aktivitas pekerja yang sedang melakukan proses pembangunan maupun perbaikan.

Ketiadaan papan informasi kegiatan di lokasi membuat masyarakat kesulitan mengetahui secara pasti proyek yang tengah dikerjakan. Terlebih, apabila pekerjaan tersebut merupakan kegiatan yang bersumber dari anggaran pemerintah, informasi mengenai kegiatan semestinya dapat diketahui oleh masyarakat sebagai bentuk transparansi publik.

Hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh keterangan resmi dari pihak terkait mengenai jenis pekerjaan, nilai anggaran, sumber pembiayaan, maupun pelaksana proyek di SDN 2 Siwarak.

Redaksi masih berupaya memperoleh konfirmasi dari pihak sekolah, pemerintah daerah, serta instansi terkait untuk mendapatkan informasi yang berimbang mengenai kegiatan tersebut.

Catatan: Ketiadaan papan informasi di lokasi perlu dikonfirmasi kepada pihak pelaksana dan instansi terkait untuk memastikan ketentuan administrasi dan transparansi proyek yang berlaku. (SOLIHIN)

Jumat, 14 Agustus 2026

Pidato Presiden Disorot, KH Maman Imanulhaq: Daya Beli, Lapangan Kerja dan Keadilan Harus Dikawal

JAKARTA – Pidato Presiden dalam Sidang Tahunan MPR RI menjadi sorotan berbagai kalangan. Anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi PKB, KH. Maman Imanulhaq, menilai pidato tersebut menunjukkan arah pemerintahan yang cukup jelas, terutama dalam menjaga stabilitas sekaligus melanjutkan agenda pembangunan nasional.

Menurut KH. Maman, kekuatan utama pidato Presiden terletak pada penegasan visi dan arah pemerintahan. Namun, ia mengingatkan bahwa visi tersebut harus diterjemahkan secara konsisten oleh seluruh jajaran birokrasi melalui kebijakan yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

“Pidatonya cukup kuat karena menunjukkan arah pemerintahan yang jelas: menjaga stabilitas, melanjutkan pembangunan, sekaligus menjawab berbagai persoalan rakyat. Yang penting semua jajaran birokrasi konsisten antara visi, kebijakan, dan hasil yang dirasakan masyarakat,” ujar KH. Maman.

Terkait sikap Presiden yang tetap teguh pada keyakinannya dan tidak menjadikan penilaian negatif di media sosial sebagai penentu kebijakan, KH. Maman melihat hal tersebut sebagai bentuk keteguhan kepemimpinan.

Menurutnya, media sosial memang menjadi ruang penting bagi masyarakat untuk menyampaikan kritik dan aspirasi. Namun, opini yang berkembang di ruang digital tidak semestinya menjadi satu-satunya dasar dalam mengambil keputusan kenegaraan.

“Menurut saya, itu justru menunjukkan keteguhan kepemimpinan. Presiden tidak boleh menjadikan opini media sosial sebagai satu-satunya ukuran kebijakan. Kritik harus didengar, tetapi keputusan negara harus berpijak pada data, kepentingan rakyat, konstitusi, dan visi jangka panjang,” katanya.

Ia menilai pemerintah tetap perlu membuka ruang kritik dan evaluasi. Dengan demikian, keteguhan dalam mengambil keputusan dapat berjalan beriringan dengan keterbukaan terhadap aspirasi masyarakat.

Gaya Pidato Dinilai Textbook

Mengenai gaya penyampaian pidato Presiden yang dinilai cenderung textbook dan minim improvisasi, KH. Maman memandangnya sebagai pilihan komunikasi politik.

Menurutnya, pidato kenegaraan memang membutuhkan ketepatan pesan, kehati-hatian, serta substansi yang terukur. Kendati demikian, ia menilai gaya penyampaian dapat diperkuat dengan sentuhan personal agar pesan yang disampaikan lebih dekat dengan kehidupan masyarakat.

“Saya melihatnya sebagai pilihan komunikasi politik. Pidato kenegaraan memang membutuhkan ketepatan pesan dan kehati-hatian. Namun, ke depan akan lebih kuat jika ketegasan substansi berpadu dengan sentuhan personal dan improvisasi, sehingga pesan Presiden terasa lebih dekat dengan emosi dan pengalaman rakyat,” ungkapnya.

Dalam melihat perjalanan pemerintahan dan capaian yang disampaikan melalui pidato Presiden, KH. Maman menilai pemerintah saat ini tengah membangun fondasi untuk agenda jangka panjang.

Ia mengakui terdapat sejumlah capaian yang patut diapresiasi. Namun, di sisi lain, masih terdapat tantangan besar yang harus mendapat perhatian serius, terutama menyangkut daya beli masyarakat, penciptaan lapangan kerja, pemerataan pembangunan, serta efektivitas berbagai program pemerintah.

“Pidato itu memberi gambaran bahwa pemerintah sedang membangun fondasi untuk agenda jangka panjang. Ada capaian yang patut diapresiasi, tetapi tantangannya juga besar: daya beli, lapangan kerja, pemerataan, dan efektivitas program harus terus dikawal,” tegasnya.

KH. Maman menambahkan, keberhasilan pemerintahan pada akhirnya tidak cukup hanya diukur dari banyaknya program atau panjangnya daftar capaian yang disampaikan.

“Ukuran keberhasilan pemerintah pada akhirnya bukan panjangnya daftar capaian, tetapi seberapa nyata kesejahteraan dan rasa keadilan dirasakan rakyat,” pungkasnya. (FT)

Kamis, 13 Agustus 2026

FKP Watukumpul Soroti Dugaan Penggelembungan Biaya Nikah, KUA Bantah Ada Pungutan

PEMALANG – Forum Konsultasi Publik (FKP) yang digelar di Aula Kecamatan Watukumpul, Kabupaten Pemalang, Kamis (13/8/2026), diwarnai sorotan terkait dugaan penggelembungan biaya pernikahan yang disebut terjadi di lapangan.

Dalam forum tersebut, pembahasan utama berkaitan dengan perekaman administrasi kependudukan bagi warga Kecamatan Watukumpul yang hingga kini belum melakukan perekaman.

Namun, forum berkembang ketika salah satu perwakilan media mempertanyakan adanya dugaan perbedaan biaya pernikahan. Disebutkan, terdapat biaya yang semestinya sekitar Rp600 ribu, tetapi di lapangan diduga mencapai Rp1,5 juta atau lebih.

Sorotan tersebut kemudian mendapat tanggapan dari pihak Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Watukumpul.

Pihak KUA membantah adanya penggelembungan biaya pernikahan untuk wilayah Kecamatan Watukumpul, khususnya bagi pasangan yang melangsungkan akad nikah di kantor KUA.

“Saya rasa untuk daerah Kecamatan Watukumpul tidak ada pembengkakan biaya pernikahan. Langsung ditransfer ke negara, itu jika menikah di kantor KUA. Jika menikah di rumah, saya tidak tahu mengenai itu,” tuturnya.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa pihak KUA Watukumpul meyakini tidak terdapat pembengkakan biaya pada layanan pernikahan yang dilaksanakan di kantor KUA.

Meski demikian, dugaan adanya perbedaan biaya di lapangan menjadi perhatian peserta forum. Persoalan tersebut dinilai perlu diperjelas agar masyarakat memperoleh informasi yang transparan mengenai ketentuan biaya pernikahan, mekanisme pembayaran, serta pihak yang menerima pembayaran.

Forum Konsultasi Publik diharapkan tidak hanya menjadi ruang penyampaian aspirasi masyarakat, tetapi juga momentum untuk memastikan pelayanan publik berjalan transparan, sesuai ketentuan dan tidak membebani masyarakat dengan biaya di luar aturan.

(SOLIHIN)

Rabu, 12 Agustus 2026

Squad Nusantara Pemalang Bangun Kemitraan dengan Rutan Kelas IIB, Bahas Peran Ormas

PEMALANG – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Squad Nusantara Kabupaten Pemalang terus memperkuat komunikasi dan sinergitas dengan sejumlah instansi pemerintahan. Salah satunya dilakukan melalui kunjungan silaturahmi ke Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Kabupaten Pemalang, Rabu (12/8/2026).

Kunjungan yang berlangsung sekitar pukul 10.30 WIB tersebut diterima oleh perwakilan Kepala Rutan, Akbar. Pertemuan berlangsung dalam suasana akrab selama kurang lebih satu jam.

Dalam pertemuan tersebut, jajaran DPC Squad Nusantara Kabupaten Pemalang memperkenalkan susunan kepengurusan baru untuk periode 2026–2028. Selain memperkenalkan jajaran pengurus, pertemuan juga menjadi momentum untuk membangun komunikasi serta membuka ruang sinergi antara organisasi kemasyarakatan dan pihak Rutan.

Ketua DPC Squad Nusantara Kabupaten Pemalang, Surinto, hadir bersama Sekretaris Slameto, SE., Bendahara Yudha Anggoro, serta sejumlah pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) Squad Nusantara.

Perwakilan Kepala Rutan Pemalang, Akbar, menjelaskan bahwa Kepala Rutan belum dapat menerima langsung rombongan karena sedang mengikuti kegiatan persiapan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

“Bapak sedang ada kegiatan terkait persiapan memperingati HUT RI ke-81,” ujar Akbar.

Meski demikian, Akbar menyampaikan apresiasi atas kunjungan jajaran DPC Squad Nusantara Kabupaten Pemalang yang telah meluangkan waktu untuk bersilaturahmi.

“Kami memberikan apresiasi atas waktunya. Pengurus DPC Squad Nusantara Kabupaten Pemalang menyempatkan bersilaturahmi ke kantor kami,” katanya.

Menurut Akbar, pertemuan tersebut juga menjadi momentum untuk saling mengenal antara jajaran Rutan dengan pengurus Squad Nusantara Kabupaten Pemalang.

Ia berharap komunikasi dan pertukaran gagasan antara kedua pihak dapat terus dilakukan pada kesempatan berikutnya, khususnya dalam membahas peran organisasi kemasyarakatan dalam mendukung berbagai kegiatan yang berkaitan dengan lembaga pemasyarakatan.

“Ini menjadi ajang perkenalan kami dari Rutan dengan teman-teman Squad Nusantara. Insyaallah di lain waktu kita bisa bertukar pikiran terkait peran ormas Squad Nusantara dengan lembaga pemasyarakatan,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua DPC Squad Nusantara Kabupaten Pemalang, Surinto, menyampaikan terima kasih atas sambutan dan kesempatan yang diberikan pihak Rutan.

Surinto menegaskan, pihaknya ingin membangun komunikasi yang lebih intensif dengan jajaran Rutan Kelas IIB Pemalang. Menurutnya, komunikasi lintas lembaga menjadi bagian penting dalam membangun kemitraan yang positif antara organisasi masyarakat dengan pemerintah.

“Sinergitas antara Rutan dengan Squad Nusantara menjadi bagian penting dalam membangun kemitraan, khususnya dalam mendukung pelaksanaan tugas pemerintahan di tingkat pusat maupun kabupaten dan kota,” ujar Surinto.

Ia berharap silaturahmi tersebut tidak berhenti sebatas pertemuan formal. Ke depan, komunikasi dapat terus dikembangkan melalui berbagai bentuk kerja sama positif yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat.

Dengan terbangunnya komunikasi yang baik, DPC Squad Nusantara Kabupaten Pemalang berharap keberadaan organisasi dapat memberikan kontribusi positif bagi masyarakat sekaligus memperkuat hubungan harmonis dengan berbagai lembaga pemerintahan dan instansi terkait di Kabupaten Pemalang. (SOLIHIN)

KH Maman Imanulhaq Berduka, Kenang Sosok Murobbi yang Penuh Kasih

MAJALENGKA – Kabar wafatnya Abah Hasan Kiryani, salah satu sesepuh Buntet Pesantren, meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar Pesantren Al-Mizan Jatiwangi, Majalengka, serta para santri dan masyarakat yang mengenal sosoknya.

Ungkapan duka disampaikan KH. Maman Imanulhaq, Anggota Komisi VIII DPR RI, politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dari daerah pemilihan Jawa Barat IX, sekaligus Pengasuh Pondok Pesantren Al-Mizan Majalengka.

Bagi KH. Maman, Abah Hasan Kiryani bukan sekadar sesepuh Buntet Pesantren. Ia mengenang almarhum sebagai sosok murobbi yang menjadi tempat belajar dan teladan bagi banyak orang, khususnya mereka yang merindukan figur ulama yang rendah hati, hangat, dan penuh kasih.

“Abah bukan hanya sesepuh Buntet Pesantren. Beliau adalah murobbi bagi siapa saja yang merindukan sosok ulama yang rendah hati, hangat, dan penuh kasih,” ungkap KH. Maman dalam pesan dukanya.

Kedekatan KH. Maman dengan almarhum juga tidak terlepas dari hubungan persahabatan antara Abah Hasan Kiryani dan ayahnya, KH. Abdurrochim. Keduanya disebut pernah menjadi sahabat seperjuangan ketika aktif di Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII).

Hubungan tersebut kemudian terus terjalin hingga lintas generasi. Setiap kali berkunjung ke Buntet Pesantren, KH. Maman mengaku selalu menjadikan sowan kepada Abah Hasan Kiryani sebagai salah satu prioritas.

“Beliau selalu mengenang ayah kami, KH. Abdurrochim, sebagai sahabat perjuangan semasa di PMII,” tuturnya.

Kedekatan itu tidak hanya berlangsung dalam momentum keagamaan maupun kunjungan ke pesantren. Dalam berbagai momentum keluarga, KH. Maman dan keluarga juga selalu menyempatkan diri untuk menghadap dan bersilaturahmi kepada Abah Hasan.

Salah satunya ketika berlangsung resepsi pernikahan Mas Nahdi dan Emily. Saat itu, Abah Hasan Kiryani bersama Bu Nyai berkenan hadir untuk memberikan doa dan kasih kepada keluarga.

Bagi KH. Maman, kehadiran tersebut menjadi bagian dari kenangan yang akan terus melekat. Sosok Abah Hasan tidak hanya hadir sebagai ulama dan sesepuh, tetapi juga sebagai orang tua yang memberikan kehangatan serta keteladanan.

Kini, sosok yang selama ini menjadi tempat bersandar dan bersilaturahmi itu telah berpulang.

Meski kehilangan tersebut meninggalkan kesedihan mendalam, KH. Maman berusaha menerimanya sebagai bagian dari kehendak Allah SWT.

“Namun kami percaya, Allah SWT lebih mencintai Abah dan telah memanggilnya pulang ke haribaan-Nya,” katanya.

KH. Maman pun menyampaikan penghormatan terakhir sekaligus doa bagi almarhum. Ia berharap keteladanan Abah Hasan Kiryani tidak berhenti bersama kepergiannya, tetapi terus hidup dan diamalkan oleh keluarga, santri, serta siapa pun yang pernah mendapatkan ilmu dan kasih sayangnya.

“Selamat jalan, Abah. Kami mencintai Abah. Kami menyayangi Abah. Kami akan terus mengamalkan keteladanan Abah. Al-Fatihah,” ujar KH. Maman.

Kepergian Abah Hasan Kiryani menjadi kehilangan bagi keluarga besar Buntet Pesantren dan masyarakat pesantren. Namun, bagi mereka yang pernah mengenal dan belajar dari sosoknya, warisan terbesar sang ulama adalah keteladanan, kelembutan, serta nilai-nilai keislaman yang terus hidup dalam kehidupan para murid dan orang-orang yang ditinggalkannya. (FT)

INTERNASIONAL

RELIGI

SPORT

TNI POLRI


WISATA

© Copyright 2021 INFONAS.ID | Bukan Sekedar Berita | All Right Reserved