-->

NASIONAL


PENDIDIKAN

Selasa, 03 Maret 2026

Di Bulan Suci Ramadan, YBGS Hadirkan Harapan Baru bagi Penyandang Disabilitas di Sumedang



SUMEDANG, 2 Maret 2026 – Yayasan Badega Garuda Sakti (YBGS) menggelar kegiatan sosial bertajuk “Ramadan Berbagi: Bulan Penuh Berkah, Bahagiakan Sesama” di Dusun Cilencar RT 01/11, Desa Cigendel, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang, Senin (2/3/2026).

Dalam kegiatan tersebut, YBGS menyalurkan bantuan berupa kaki palsu dan paket sembako kepada warga kurang mampu, khususnya penyandang disabilitas.

Acara diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Mars Badega Garuda Sakti sebagai bentuk peneguhan semangat kebersamaan dan kepedulian sosial.

Ketua YBGS, Murfito Adi, menyampaikan bahwa Ramadan menjadi momentum strategis untuk memperkuat nilai empati dan solidaritas di tengah masyarakat.

“Ramadan adalah bulan penuh berkah. Kami ingin kehadiran yayasan ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, khususnya saudara-saudara kita penyandang disabilitas,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Ketua YBGS juga menyampaikan bahwa yayasan tersebut merupakan transformasi dari gerakan relawan yang sebelumnya digagas oleh Dedi Mulyadi, yang kini menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat.

“Semangat kerelawanan yang pernah digagas Kang Dedi kini berkembang menjadi wadah kelembagaan yang konsisten menghadirkan program sosial, terutama bagi masyarakat kecil dan penyandang disabilitas,” pungkasnya.

Pembina YBGS, H. Irwan, menegaskan pentingnya keberlanjutan program sosial agar bantuan yang diberikan tidak bersifat seremonial semata.

“Yang terpenting bukan sekadar memberi, tetapi memastikan bantuan tersebut benar-benar membantu dan memulihkan rasa percaya diri penerima,” katanya.

Apresiasi juga disampaikan Kepala Desa Cigendel, H. Mulyana. Ia menilai bantuan tersebut sangat berarti bagi warganya yang membutuhkan perhatian dan dukungan nyata.

“Bantuan ini sangat berarti bagi warga kami. Semoga seluruh pihak yang terlibat diberikan kesehatan dan rezeki yang berkah,” ucapnya.

Momen penyerahan kaki palsu kepada dua penerima manfaat, Ibu Ikah dan Dani, menjadi bagian paling emosional dalam kegiatan tersebut.

Kehadiran keluarga yang mendampingi semakin memperkuat suasana haru. Bantuan itu dinilai bukan sekadar alat mobilitas, melainkan simbol harapan untuk kembali melangkah dengan lebih percaya diri.

Sekretaris DPC Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Kabupaten Sumedang, Wihartini, menekankan pentingnya kolaborasi lintas lembaga untuk memperluas akses bantuan bagi penyandang disabilitas.

“Penyandang disabilitas tidak hanya membutuhkan alat bantu, tetapi juga perhatian serta pendampingan yang berkelanjutan,” ujarnya.

Sementara itu, perwakilan PT Malahayati Nusantara Raya, Muhammad Ali, menyatakan partisipasi perusahaan dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari tanggung jawab sosial kepada masyarakat.

“Kami hadir bukan hanya memperkenalkan lembaga kami, tetapi juga ingin berbagi kebahagiaan di bulan penuh berkah ini,” katanya.

Kegiatan ini turut melibatkan KPM Kaki Palsu Mandiri serta didukung sejumlah mitra media dan organisasi kemasyarakatan. YBGS menegaskan bahwa program Ramadan Berbagi akan terus diupayakan sebagai agenda sosial berkelanjutan.

Dalam kesempatan itu, Ketua YBGS juga menyampaikan bahwa yayasan tersebut merupakan transformasi dari gerakan relawan yang sebelumnya digagas oleh Dedi Mulyadi, yang kini menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat.

“Semangat kerelawanan yang pernah digagas Kang Dedi kini berkembang menjadi wadah kelembagaan yang konsisten menghadirkan program sosial, terutama bagi masyarakat kecil dan penyandang disabilitas,” pungkasnya. (FT)

Senin, 02 Maret 2026

Rakor Lintas Sektor Bidang Operasional Tingkat Menteri, Forkopimda Dan Perangkat Daerah Ikuti Secara Virtual

 

Infonas.Id  | Sukabumi,-Polres Sukabumi bersama sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektoral Bidang Operasional Tingkat Menteri secara virtual di Aula Mapolres Sukabumi, Senin (2/3/2026). Dengan mengusung tema 'Mudik Aman, Keluarga Bahagia', Rakor ini dipimpin langsung oleh Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut jajaran Kodim 0622/Kabupaten Sukabumi, anggota DPRD Kabupaten Sukabumi, serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya.
Dalam arahannya, Kapolri menegaskan bahwa Operasi Ketupat 2026 harus berjalan maksimal guna memastikan keamanan dan kelancaran arus mudik dan balik Lebaran. Operasi Ketupat tahun ini akan dilaksanakan pada 13 hingga 25 Maret 2026, dengan fokus pengamanan di sejumlah objek vital seperti masjid, pusat perbelanjaan, terminal, stasiun, hingga lokasi wisata.
Kapolri menekankan pentingnya manajemen rekayasa lalu lintas secara matang, khususnya di ruas tol. Sejumlah langkah strategis yang disiapkan antara lain penempatan personel di titik rawan kemacetan, pengaturan arus lalu lintas, serta penerapan sistem one way dan contra flow sesuai tahapan yang telah ditentukan.
Rekayasa juga mencakup pembatasan kendaraan angkutan barang sumbu tiga ke atas, penerapan sistem ganjil-genap, serta optimalisasi gardu tol berdasarkan tingkat kepadatan arus lalu lintas.
Dua jam sebelum penerapan rekayasa arus, petugas diwajibkan melakukan penyisiran guna memastikan jalur dalam kondisi aman.
Kapolri juga meminta jajaran untuk menyiapkan pos pengamanan (Pospam) dan memaksimalkan layanan di posko terpadu, mengingat potensi mobilisasi masyarakat yang tinggi selama Lebaran.
Pengawasan terhadap pengemudi, termasuk pemeriksaan terkait konsumsi alkohol, menjadi perhatian khusus guna menekan angka kecelakaan.
Lonjakan wisatawan ke sejumlah destinasi seperti kawasan Puncak Bogor dan kebun binatang turut menjadi atensi. Aparat diminta mengatur sistem keluar masuk kendaraan, menyiapkan kantong parkir tambahan, serta membentuk tim evakuasi di titik rawan kepadatan.
Selain pengamanan arus mudik, Kapolri mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi terorisme dan kejahatan lainnya.
"Wilayah rawan bencana seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur diminta menyiapkan jalur alternatif serta memberikan imbauan kepada masyarakat secara masif. Aparat juga diinstruksikan menguasai tahapan penanganan mulai dari pra-bencana, saat bencana, hingga pasca-bencana dan pemulihan,"tegasnya.
Pemerintah daerah turut diminta aktif memantau stabilitas harga kebutuhan pokok serta memastikan distribusi berjalan lancar.
Kapolri menegaskan, kunci keberhasilan Operasi Ketupat 2026 terletak pada sinergitas seluruh unsur pemerintah dan stakeholder terkait.
"Keberhasilan pengamanan ini adalah keberhasilan bersama. Sinergi yang kuat menjadi penentu utama," tegas Kapolri. ( Adv )

BPK RI Lakukan Pemeriksaan Interim , Bupati Sukabumi " Jadikan Rekomendasi Sebagai Bahan Perbaikan Kelanjutan "

 

Kilasinfo.Id | Sukabumi,-Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) melaksanakan pemeriksaan interim di Kabupaten Sukabumi. Pemeriksaan yang melibatkan tujuh auditor ini, dilaksanakan sejak 13 Februari-14 Maret 2026.

Kepala BPK RI Perwakilan Jawa Barat Eydu Oktain Panjaitan mengatakan, kehadirannya k"e Kabupaten Sukabumi untuk melaksanakan pemeriksaan tahap awal. Hal itu untuk memastikan pengelolaan keuangan telah sesuai aturan.
"Ini merupakan amanah untuk pemeriksaan keuangan rutin setiap tahun. Tim sudah hadir di sini sejak 13 Februari lalu," ujarnya dalam Entry Meeting Pemeriksaan Interim BPK RI Perwakilan Provinsi Jawa Barat atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun 2025 di Pendopo Sukabumi, Senin, 2 Maret 2026.
Menurutnya, pemeriksaan interim ini langkah awal sebelum intensif. Sehingga di pemeriksaan ini, masih tahapan melengkapi kekurangan dalam laporan yang ada.
Maka dari itu, dalam pemeriksaan interim ini akan ada catatan- catatan penting. Di mana catatan itu dapat menjadi rujukan agar laporan pertanggungjawaban bisa lebih berkualitas.
"Enaknya, segala catatan itu langsung ditampung. Apalagi kehadiran kami mengajak bapak/ibu lebih awal mengindentifikasi permasalahan," ungkapnya
Sementara itu, Bupati Sukabumi H. Asep Japar mengatakan, Pemda selalu melaksanakan setiap rekomendasi hasil pemeriksaan BPK RI. Hal itu pula yang membuat Pemda Kabupaten Sukabumi terus meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) .
"Kali ini pun, kami berharap dapat memperoleh masukan yang konstruktif guna meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan daerah, sekaligus memperkuat sistem pengendalian internal di seluruh perangkat daerah. Sehingga dapat berdampak positif terhadap peningkatan kualitas pelayanan publik, serta kesejahteraan masyarakat," bebernya.
Selain itu, dirinya pun menegaskan agar seluruh perangkat daerah memenuhi setiap kebutuhan data dan dokumen oleh BPK RI.
"Penuhi kebutuhan data dan dokumen secara lengkap, akurat, dan tepat waktu. Jadikan setiap masukan, rekomendasi, maupun yang lainnya sebagai bahan evaluasi dan perbaikan berkelanjutan dalam pengelolaan keuangan daerah," tegasnya. ( ADV )

Apakah Wakil Kepala Daerah hanya jabatan Inkonstitusional sebagai penyeimbang?

Terobosan Ekonomi Kreatif: Dapur SPPG Kidul Berhasil Ciptakan Menu "Minimalis Radikal" Demi Saldo Maksimal


Gambar: Ilustrasi Pemanis 

Penulis : Paguyuban Asal Bapak Senang

Pakidulan – Di tengah hiruk-pikuk upaya pemerintah meningkatkan gizi masyarakat, Dapur Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) wilayah pakidulan muncul dengan inovasi manajemen keuangan yang revolusioner. Dengan prinsip "Kenyang Itu Relatif, Cuan Itu Mutlak," pengelola dapur sukses menyajikan menu harian yang jauh melampaui standar pasar—dalam artian teknis, jauh di bawahnya.

​Langkah berani ini diambil sebagai bentuk kepedulian pengelola terhadap inflasi dan masa depan tabungan pribadi pengurus. Melalui optimasi bahan baku yang sangat selektif, Dapur SPPG Kidul membuktikan bahwa satu butir telur ternyata bisa dibagi untuk delapan orang penerima manfaat jika dipotong dengan presisi atomik.

Inovasi Menu "Transparan"

​Beberapa menu unggulan yang kini menjadi buah bibir antara lain:

Sayur Bening "Kristal" seperti Kuah air mineral hangat dengan aroma bawang putih yang melintas sekilas. Tanpa sayuran hijau untuk menjaga estetika kejernihan air.

Protein "Ghosting" memproduksi Tempe goreng dengan ketebalan mikron yang memberikan sensasi renyah layaknya keripik, namun menghilang saat menyentuh lidah.

Nasi "Seadanya" menjadikan Beras varietas lama yang diproses dengan teknik over-watered agar volume terlihat meningkat 200% meski nutrisi tetap konsisten di angka minimal.

​"Kami hanya ingin mengajarkan filosofi hidup prihatin kepada penerima manfaat," ujar Kepala Bagian Logistik SPPG Kidul sambil merapikan brosur mobil keluaran terbaru. "Lagi pula, porsi yang sedikit itu bagus untuk diet. Kami ini sebenarnya sedang menjalankan program kesehatan terselubung. Soal selisih anggaran yang masuk ke kantong kami? Itu hanya biaya konsultasi kreativitas." Ucap pengelola SPPG pakidulan yang mengaku pencetus program menu minimalis radikal

Efisiensi Anggaran yang Membagongkan

​Berdasarkan laporan internal (yang sudah diedit sedemikian rupa), efisiensi biaya makan per porsi berhasil ditekan hingga 60% dari plafon resmi. Penghematan ini rencananya akan dialokasikan untuk "Biaya Koordinasi dan Apresiasi Diri Sendiri" demi menjaga semangat kerja para oknum—maksud kami, petugas dapur.

​Meskipun para penerima manfaat melaporkan gejala "lapar sebelum makan," pengelola menghimbau agar warga tetap bersyukur karena setidaknya piring yang dibagikan masih berisi benda padat.

Tentang Dapur SPPG pakidulan

Lembaga penyedia asupan yang berkomitmen penuh pada angka-angka di buku tabungan, dengan spesialisasi dalam seni memangkas porsi tanpa rasa bersalah.

Cerita ini hanya fiksi belaka, jika ada kesamaan karakter dan tempat itu hanya kebetulan saja. (Satire)

INTERNASIONAL

RELIGI

SPORT

TNI POLRI


WISATA

© Copyright 2021 INFONAS.ID | Bukan Sekedar Berita | All Right Reserved