-->

Minggu, 26 Juli 2026

ABPEDNAS Campaka Tegaskan BPD Bukan Bawahan Kepala Desa, tetapi Mitra Sejajar Pemerintahan


Purwakarta – Dewan Pengurus Kecamatan Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (ABPEDNAS) Kecamatan Campaka menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Tahun 2026 di Aula Desa Cimahi, Kecamatan Campaka, Kabupaten Purwakarta, Minggu (26/7/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri seluruh anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) se-Kecamatan Campaka, jajaran pemerintah desa, serta unsur terkait. 

Rakor ini bertujuan menyamakan persepsi mengenai tugas, fungsi, hak, dan kewenangan BPD dalam mendukung penyelenggaraan pemerintahan desa yang profesional, transparan, dan akuntabel.

Ketua ABPEDNAS Kecamatan Campaka, Firmansyah, S.H., menegaskan bahwa BPD memiliki peran strategis sebagai mitra sekaligus fungsi pengawasan terhadap jalannya pemerintahan desa. 

Menurutnya, setiap anggota BPD harus memahami tugas, hak, dan kewenangannya agar pelaksanaan fungsi kelembagaan tetap berada dalam koridor peraturan perundang-undangan.

"BPD merupakan mitra pemerintah desa sekaligus menjalankan fungsi pengawasan. Karena itu, setiap anggota harus memahami tugas, hak, dan fungsinya agar tidak menyalahi aturan yang berlaku. Selain itu, BPD juga memiliki kewajiban menyusun laporan kinerja selama masa jabatan sebagai bentuk akuntabilitas kepada masyarakat," ujar Firmansyah.

Sementara itu, Camat Campaka, Dikky Sukmawijaya, S.IP., M.KP., mengapresiasi terselenggaranya Rakor ABPEDNAS yang dinilainya menjadi forum penting untuk memperkuat sinergi antara BPD dan pemerintah desa.

Dalam arahannya, Dikky menegaskan bahwa hubungan antara BPD dan kepala desa merupakan kemitraan yang sejajar dalam penyelenggaraan pemerintahan desa, bukan hubungan atasan dan bawahan.

"Ini menjadi kebanggaan bagi kami melihat antusiasme peserta dalam rapat koordinasi ini. Sesuai regulasi, BPD merupakan mitra kepala desa dalam menyelenggarakan pemerintahan desa. Setiap persoalan harus diselesaikan melalui musyawarah dan kerja sama yang baik demi kepentingan masyarakat," kata Dikky.

Ia menambahkan, sinergi yang harmonis antara unsur legislatif desa (BPD) dan eksekutif desa (kepala desa) akan melahirkan kebijakan yang lebih berkualitas, partisipatif, dan berpihak kepada masyarakat.

"Hubungan BPD dan kepala desa bukanlah hubungan atasan dan bawahan, melainkan kemitraan yang setara dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan desa yang baik," tegasnya.

Melalui Rapat Koordinasi Tahun 2026 ini, ABPEDNAS Kecamatan Campaka berharap kapasitas anggota BPD semakin meningkat, sehingga mampu menjalankan fungsi legislasi, pengawasan, dan penyaluran aspirasi masyarakat secara optimal. 

Dengan demikian, tata kelola pemerintahan desa yang transparan, demokratis, dan berkeadilan dapat terus diwujudkan di seluruh wilayah Kecamatan Campaka.

Selasa, 21 Juli 2026

Kades Cimahi Tegaskan Aparatur Desa Wajib Hadiri Pengajian Rutin, Bukan Sekadar Formalitas

 

PURWAKARTA – Kepala Desa Cimahi, Kecamatan Campaka, Kabupaten Purwakarta, Asep Saepul Bahrie, memberikan penegasan kepada seluruh aparatur pemerintah desa agar mengikuti pengajian rutin yang digelar setiap malam Rabu. 

Menurutnya, kehadiran dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen moral sebagai pelayan masyarakat sekaligus upaya meningkatkan kualitas spiritual aparatur desa.

Asep menegaskan, pengajian rutin bukan hanya menjadi agenda keagamaan semata, tetapi telah menjadi bagian dari program Pemerintah Desa Cimahi dalam membangun karakter aparatur yang berlandaskan nilai-nilai keimanan dan ketakwaan. Karena itu, seluruh perangkat desa diharapkan hadir secara konsisten setiap pekan.

"Bukan hanya saat ada rapat minggon atau pembagian insentif saja pengajian ini dihadiri. Setiap malam Rabu harus dijadikan kewajiban sebagai aparatur pemerintahan desa agar bisa memberikan contoh yang baik kepada masyarakat," tegas Asep Saepul Bahrie.

Menurutnya, aparatur desa harus mampu menjadi teladan bagi masyarakat, termasuk dalam menjaga semangat beribadah dan menuntut ilmu agama. Ia menilai, jika perangkat desa menunjukkan komitmen dalam kegiatan keagamaan, masyarakat pun akan lebih mudah diajak untuk ikut berpartisipasi.

Asep juga mengingatkan agar kegiatan pengajian tidak dipandang sebagai beban tambahan di luar tugas pemerintahan. Sebaliknya, pengajian menjadi sarana memperkuat mental, memperbaiki akhlak, serta menyegarkan hati dan pikiran setelah menjalankan aktivitas pelayanan kepada masyarakat.

"Jangan sampai kita menganggap ini sebagai beban. Justru ini kesempatan untuk menyegarkan hati dan pikiran setelah seminggu bekerja. Dengan ikut serta, kita juga berharap dapat mengajak warga hadir dalam pengajian rutin ini," ujarnya.

Komitmen yang ditunjukkan Kepala Desa Cimahi tersebut mendapat apresiasi dari masyarakat. Warga menilai, pemimpin yang mengedepankan nilai-nilai spiritual akan lebih bijaksana, amanah, serta mampu menciptakan pemerintahan desa yang harmonis dan berintegritas.

Melalui konsistensi seluruh aparatur desa dalam mengikuti pengajian rutin setiap malam Rabu, Pemerintah Desa Cimahi berharap dapat memperkuat budaya religius sekaligus meningkatkan kebersamaan antara pemerintah desa dan masyarakat dalam membangun lingkungan yang lebih baik. (*)

Badan Kehormatan DPRD Karawang Panggil Saksi-Saksi Terkait Dugaan Pelanggaran Kode Etik Anggota Dewan fraksi PAN


Foto: Ilustrasi

KARAWANG – Badan Kehormatan (BK) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Karawang menggelar agenda Rapat Verifikasi dan Klarifikasi Saksi-Saksi terkait laporan dugaan pelanggaran kode etik yang melibatkan anggota DPRD Kabupaten Karawang pada Selasa, 21 Juli 2026.

​Langkah verifikasi ini merupakan tindak lanjut dari Rapat Badan Kehormatan DPRD Kabupaten Karawang yang telah diselenggarakan pada tanggal 2 Juli 2026 lalu, mendasari laporan pengaduan yang diterima dari masyarakat tertanggal 26 Mei 2026.

​Berdasarkan Surat Undangan Resmi DPRD Kabupaten Karawang Nomor: 000.1.5 / 819 /DPRD tertanggal 16 Juli 2026 yang ditandatangani oleh Ketua DPRD Kabupaten Karawang, H. Endang Sodikin, S.Pd.I., S.H., M.H., terdapat tiga orang saksi yang dipanggil untuk memberikan keterangan dan klarifikasi, ​M Y S, M A A, S U

​Rapat verifikasi dan klarifikasi saksi dilaksanakan mulai pukul 14.00 WIB bertempat di Ruang Rapat Badan Kehormatan DPRD Kabupaten Karawang, Jalan Suprapto No. 1, Karawang.

​Penanganan dugaan pelanggaran etik ini dilakukan sebagai wujud komitmen DPRD Kabupaten Karawang dalam menjaga integritas, profesionalisme, serta marwah kelembagaan wakil rakyat, dengan memproses setiap aduan masyarakat secara transparan, akuntabel, dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan serta kode etik yang berlaku (***)

Sikap PT Indorama Menolak Audiensi Melalui WhatsApp Dinilai Abaikan Etika Hukum dan Hak Pekerja



Foto: Ketua DPC XTC Purwakarta Hengky Suan SH


PURWAKARTA – Organisasi Masyarakat (Ormas) XTC Indonesia DPC Kabupaten Purwakarta menyampaikan kekecewaan mendalam atas respons PT Indorama yang menolak rencana audiensi kontrol sosial masyarakat hanya melalui pesan instan WhatsApp, tanpa menyertakan surat resmi organisasi/perusahaan.

​Sebelumnya, DPC XTC Indonesia Kabupaten Purwakarta telah melayangkan surat permohonan audiensi resmi pada 17 Juli 2026 untuk pelaksanaan pertemuan pada 22 Juli 2026. Namun, pada 21 Juli 2026, Ketua DPC XTC Indonesia Kabupaten Purwakarta, Hengky Suan, S.H., hanya menerima pemberitahuan penolakan melalui pesan WhatsApp dari perwakilan perusahaan bernama Viky.

​Saat dikonfirmasi bersama jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Jatiluhur, pihak PT Indorama bergeming dan enggan mengeluarkan surat balasan resmi dengan alasan pimpinan perusahaan, Aliaman, sedang sakit dan belum memberikan perintah.

​"Langkah PT Indorama yang menyampaikan penolakan audiensi kontrol sosial hanya melalui pesan WhatsApp—tanpa surat resmi—merupakan bentuk penyimpangan etika komunikasi antarlembaga. Sikap ini seolah menganggap pesan WhatsApp memiliki kekuatan hukum yang setara dengan dokumen formal. PT Indorama terkesan merasa super power dan mengabaikan nilai-nilai kemitraan serta pengawasan sosial dari masyarakat," tegas Ketua XTC Indonesia DPC Kab. Purwakarta, Hengky Suan, S.H.


Temuan Pelanggaran Ketenagakerjaan di PT Indorama

​Audiensi yang diajukan oleh XTC Indonesia DPC Kabupaten Purwakarta sebenarnya bertujuan untuk mengklarifikasi sejumlah temuan krusial terkait dugaan pelanggaran hukum ketenagakerjaan di lingkungan kerja PT Indorama.

​Berdasarkan hasil investigasi lapangan, ditemukan bahwa:

  • Penggunaan Tenaga Outsourcing di Sektor Inti (Produksi): PT Indorama mempekerjakan tenaga kerja outsourcing (alih daya) untuk bagian produksi utama melalui vendor penyedia jasa pekerja, salah satunya PT Dewi Makmur Sukmadjati.
  • Upah Tidak Layak dan Ketiadaan BPJS: Para pekerja alih daya tersebut diduga menerima upah yang sangat tidak manusiawi serta tidak didaftarkan dalam program BPJS Ketenagakerjaan/Kesehatan sejak awal bekerja.

​Praktik ini dinilai melanggar Permenaker Nomor 7 Tahun 2026 tentang Pekerjaan Alih Daya (turunan dari UU Cipta Kerja dan Putusan Mahkamah Konstitusi No. 168/PUU-XXI/2023), yang secara tegas membatasi jenis pekerjaan alih daya demi melindungi hak-hak dasar dan kesejahteraan buruh.

Langkah Hukum dan Pengaduan ke DPRD Purwakarta

​Menanggapi ketidakkooperatifan PT Indorama serta temuan dugaan pelanggaran hukum ketenagakerjaan tersebut, XTC Indonesia DPC Kabupaten Purwakarta mengambil sikap tegas untuk membawa permasalahan ini ke ranah legislatif.

​Dalam waktu dekat, DPC XTC Indonesia Kabupaten Purwakarta akan secara resmi meminta Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Purwakarta memanggil manajemen PT Indorama serta perusahaan-perusahaan outsourcing terkait—termasuk PT Dewi Makmur Sukmadjati—dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) untuk meminta pertanggungjawaban penuh atas dugaan eksploitasi hak-hak pekerja di Kabupaten Purwakarta. 

Sampai narasi diterbitkan awak media belum berhasil mengkonfirmasi pihak PT Indorama.

(***)

Hadiri pesta Arak-arakan safari budaya, ketua DPRD sampaikan Pesan mendalam tentang Purwakarta




Pusat Kota Purwakarta berubah menjadi satu panggung kebanggaan yang menyatukan hati ribuan warga. Sepanjang Jalan Jenderal Sudirman hingga Pertigaan BTN tampak hidup dengan cahaya, warna, dan semangat pelestarian warisan leluhur, saat Pemerintah Kabupaten Purwakarta menyelenggarakan Festival Budaya bertema "Ajeg Budaya Purwakarta Istimewa".

Kegiatan ini menjadi puncak dari serangkaian peringatan Hari Jadi Purwakarta ke-195 sekaligus Hari Jadi Kabupaten Purwakarta ke-58 tahun 2026.
Kehadiran pimpinan daerah menegaskan dukungan penuh terhadap kelestarian budaya. Tampak hadir memeriahkan acara Pimpinan DPRD Kabupaten Purwakarta beserta seluruh jajaran pimpinan, anggota, dan kesekretariatan, yang berbaur harmonis bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta unsur pemimpin lainnya.

Rangkaian arak-arakan dimulai sekitar pukul 19.00 WIB, berangkat dari pertigaan Patung Egrang di Kelurahan Nagri Kaler, berjalan beriringan menyusuri jalan utama kota, hingga berakhir di pertigaan Patung Kuda kawasan BTN Purwakarta, Kelurahan Nagri Tengah.

Sepanjang rute yang dilalui, ribuan warga dari berbagai penjuru desa dan kelurahan telah berdiri dengan tertib, menanti dan menyambut iringan budaya dengan penuh sukacita.

Di barisan paling depan tampak Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein, yang menaiki Kereta Kencana. Pilihan ini bukan sekadar kemegahan semata, melainkan simbol mendalam: bahwa kepemimpinan di Purwakarta senantiasa berpijak pada penghormatan tinggi terhadap nilai-nilai luhur budaya dan kearifan lokal yang telah diwariskan turun-temurun.

Menyusul di belakangnya, Ketua DPRD Kabupaten Purwakarta Sri Puji Utami bersama jajaran Forkopimda, Sekretaris Daerah, serta tamu kehormatan lainnya menunggangi kuda, berjalan beriringan memimpin gelaran ini.

Di sekeliling iringan utama, tampak keindahan yang beragam: mulai dari pasukan kuda yang berbaris rapi, utusan kesenian dari berbagai kabupaten dan provinsi yang hadir berbagi kekayaan tradisi, hingga penampilan terbaik dari kesenian se-Kecamatan se-Kabupaten Purwakarta.

Berbagai komunitas seni, sanggar budaya, pelajar, serta elemen masyarakat lainnya turut tampil dengan bangga, menampilkan kekayaan tradisi yang mencerminkan identitas asli Purwakarta. Gerak tarian, alunan musik, dan pakaian adat yang beragam menjadi bukti bahwa Purwakarta adalah rumah bagi keberagaman yang menyatu dalam rasa persaudaraan.

Dalam kesempatan ini, Ketua DPRD Kabupaten Purwakarta Sri Puji Utami menyampaikan pandangan yang mendalam mengenai makna terselenggaranya festival ini.

"Festival Budaya Hari Jadi Purwakarta bukan sekadar perayaan seremonial yang berlalu begitu saja. Ini adalah momen berharga untuk kita buka seluas-luasnya, memperkenalkan kekayaan seni, adat istiadat, dan tradisi yang menjadi milik kita bersama, baik kepada masyarakat sendiri maupun para tamu yang hadir dari berbagai daerah," kata Teh Puji, begitu Ketua Dewan itu kerap disapa.

Ia juga mengungkapkan harapan agar seluruh rangkaian kegiatan ini dapat berjalan dengan aman, tertib, dan lancar, serta meninggalkan kesan yang baik dan kenangan yang manis di hati setiap orang yang menyaksikannya.
Lebih jauh, Teh Puji, menegaskan bahwa keberhasilan malam ini tidak datang dari satu pihak saja. "Ini adalah hasil kerja sama yang indah. Antara pemerintah daerah, jajaran keamanan, panitia pelaksana, para seniman, komunitas budaya, dan seluruh masyarakat yang bahu-membahu menjaga ketertiban serta menjaga semangat gotong royong selama kegiatan berlangsung," jelasnya.

Harapan besar pun disampaikan agar semangat "Ajeg Budaya" ini tidak hanya terasa di malam perayaan saja, melainkan terus hidup dan tumbuh di setiap langkah kehidupan warga Purwakarta.

Diharapkan, festival ini mampu semakin memperkokoh jati diri daerah, menumbuhkan rasa bangga yang mendalam terhadap budaya sendiri, sekaligus membuka peluang yang lebih luas bagi perkembangan pariwisata dan ekonomi kreatif yang bermanfaat bagi kesejahteraan rakyat.

Pada akhirnya, Festival Budaya ini menjadi bukti nyata dan komitmen teguh dari seluruh elemen pemimpin dan masyarakat Purwakarta: bahwa melangkah menuju kemajuan tidak berarti meninggalkan akar sejarah. Merawat dan mengembangkan warisan budaya adalah tugas mulia yang harus kita teruskan, demi Purwakarta yang tetap istimewa di mata dunia.

Senin, 20 Juli 2026

Potret Buram Sindangkasih: Di Balik Kemewahan HUT Purwakarta, Kantor Kelurahan Bersejarah Nyaris Ambruk Ditelan Zaman


Foto: Nampak depan kantor kelurahan Sindangkasih 

PURWAKARTA — Peringatan Hari Jadi Purwakarta yang dirayakan saban tahun dengan gemerlap seremonial dan anggaran besar dinilai makin jauh dari nilai sejarahnya. 

Ironi ini terlihat nyata di tanah Sindangkasih—cikal bakal peradaban Purwakarta—di mana kantor pemerintahan kelurahannya justru dibiarkan terbengkalai, dengan atap bolong, tembok mengelupas, dan bangunan yang nyaris ambruk ditelan masa.

​Sindangkasih bukan sekadar nama wilayah administratif, melainkan fondasi utama dan saksi bisu lahirnya Purwakarta sebelum penataan era Dalem Sholawat (R.A. Suriawinata) pada tahun 1830.

Membiarkan simbol pemerintahan di wilayah historis ini membusuk tanpa perawatan adalah bentuk nyata amnesia sejarah dan abainya pemerintah daerah terhadap identitas aslinya.

​Kondisi fisik bangunan yang rusak parah tersebut menjadi kontras yang menyakitkan di tengah riuk-pikuk pesta rakyat dan panggung hiburan tahunan. 

Hal ini memicu keprihatinan mendalam dari para budayawan, akademisi, dan masyarakat setempat yang menilai bahwa perayaan HUT Purwakarta telah kehilangan kompas nilai dan hanya berkutat pada selebrasi sesaat.

​Menanggapi kondisi mendesak ini, elemen masyarakat dan komunitas peduli budaya Purwakarta menyampaikan pernyataan sikap dan tuntutan tegas

Renovasi Mendasar & Pemuliaan Situs

Mendesak Pemerintah Kabupaten Purwakarta untuk segera mengalokasikan anggaran perbaikan Kantor Kelurahan Sindangkasih tanpa menghilangkan nilai historisnya, serta menjadikannya simbol penghormatan terhadap akar sejarah daerah.

Reorientasi Peringatan Hari Jadi

Mengubah fokus perayaan dari sekadar hiburan seremonial menjadi gerakan pemajuan kebudayaan, penyelamatan situs bersejarah, dan edukasi publik mengenai sejarah Sindangkasih.

Penetapan Cagar Budaya

 Melakukan inventarisasi dan penetapan status cagar budaya bagi kawasan serta artefak bersejarah di Sindangkasih agar terlindungi secara hukum dari pembiaran dan pengrusakan.

​"Sebuah daerah tidak akan pernah menjadi besar dengan cara melupakan tanah kelahirannya. Membiarkan Sindangkasih lapuk ditelan zaman sama saja dengan membiarkan jati diri Purwakarta perlahan sirna." (Red)

Gelar paripurna Istimewa, Purwakarta berkomitmen menjaga nilai nilai luhur budaya sebagai wujud pembentukan karakter masyarakat




Gedung Dewan Ciganea tampak penuh dan berlangsung dengan suasana khidmat pada Senin, 20 Juli 2026, saat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Purwakarta secara resmi menyelenggarakan Sidang Paripurna dalam rangka memperingati Hari Jadi Purwakarta ke-195 sekaligus Hari Jadi Kabupaten Purwakarta ke-58.

Kegiatan bersejarah ini dihadiri oleh beragam elemen, meliputi tokoh masyarakat, lembaga swadaya masyarakat, organisasi kemasyarakatan, organisasi kepemudaan, awak media, pejabat daerah, serta para mantan pemimpin yang telah mengabdi bagi kemajuan Purwakarta.

Turut hadir jajaran lengkap Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Bupati beserta Wakil Bupati Purwakarta, para mantan Bupati, mantan Wakil Bupati, mantan Sekretaris Daerah, tokoh agama, serta Anggota DPR RI dan Anggota DPRD Provinsi dari daerah pemilihan setempat.

Usai sesi sidang selesai, suasana dilanjutkan dengan penampilan seni yang memukau. Budayawan serta penyanyi Charly Van Houten hadir menghibur seluruh tamu undangan, disusul penampilan tarian khas yang dibawakan oleh Ni Hyang Sukma Ayu.

Rapat Paripurna dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kabupaten Purwakarta, Sri Puji Utami. Dalam pidato pembukaannya, beliau menegaskan bahwa peringatan hari jadi ini bukan sekadar kegiatan seremonial belaka, melainkan momentum strategis untuk memperkuat identitas budaya dan karakter masyarakat Purwakarta.

"Tema "Ajeg Budaya Purwakarta Istimewa" yang diusung bukan sekadar slogan, melainkan ajakan nyata bagi seluruh elemen masyarakat untuk senantiasa melestarikan seni, bahasa, adat istiadat, serta kearifan lokal yang menjadi jati diri daerah ini sejak lama," ujar Sri Puji Utami di hadapan para undangan.

Lebih lanjut, Ia menyampaikan bahwa kemajuan pembangunan daerah harus berjalan beriringan dengan pelestarian warisan budaya. Nilai-nilai luhur budaya menjadi pilar utama dalam pembentukan karakter masyarakat, sekaligus benteng pertahanan identitas di tengah derasnya arus perubahan dan globalisasi.

Ketua DPRD juga menyambut baik komitmen Pemerintah Kabupaten Purwakarta dalam menjaga dan mengembangkan kebudayaan melalui berbagai program, antara lain pembangunan ruang kreatif serta kegiatan yang mendorong potensi dan kreativitas masyarakat.

Diharapkan, semangat tema hari jadi ini dapat memperkokoh persatuan, jiwa gotong royong, dan solidaritas sosial, sehingga Purwakarta dapat menjadi daerah yang maju, berdaya saing, dan sejahtera tanpa meninggalkan jati dirinya.

Agenda ini juga berfungsi sebagai wadah refleksi historis atas perjalanan daerah sekaligus sarana evaluasi arah kebijakan pembangunan. Seluruh rangkaian kegiatan diselenggarakan dengan nuansa khas budaya Sunda, merefleksikan tekad kuat menjaga marwah lokal di tengah modernisasi, terlihat dari busana adat yang dikenakan para pimpinan dan anggota dewan, serta penggunaan bahasa daerah dalam penyelenggaraan sidang.

Paripurna ini juga menegaskan penyelarasan visi antara lembaga legislatif dan eksekutif guna mengoptimalkan pelayanan publik, memperkuat infrastruktur, pendidikan, kesehatan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Seluruh elemen berkomitmen untuk bersinergi mengawal kesejahteraan dan kemajuan Purwakarta secara berkelanjutan.

Jumat, 17 Juli 2026

Menengok Proyek Sekolah APBD Jabar 2026: Ketika Ruang Kelas Baru Lebih Mahal dari Harga Diri Netizen


Foto: Ilustrasi/Net

PURWAKARTA – Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat melalui Kantor Cabang Dinas (KCD) Wilayah IV akhirnya resmi memulai ritual tahunan yang paling dinanti: bagi-bagi proyek fisik dari APBD 2026. Demi menyambut Tahun Ajaran 2026/2027 yang sudah di depan mata—dan seperti biasa, mepet—pemerintah siap mengubah tumpukan kertas anggaran menjadi tumpukan semen, baik lewat jasa kontraktor pihak ketiga yang penuh misteri maupun sistem swakelola yang menguji kreativitas warga sekolah.

​Mari kita bedah ke mana saja uang pajak Anda mengalir di wilayah Purwakarta dan Subang:

​1. SMAN 2 Purwakarta: Tiga Kelas Seharga Miliaran

​Di SMAN 2 Purwakarta, pemerintah dengan sangat dermawan mengucurkan dana fantastis di atas Rp1 miliar. Menariknya, anggaran tujuh digit ini "hanya" ditargetkan untuk membangun 3 Ruang Kelas Baru (RKB). Sebuah angka yang membuat para pencari taksiran renovasi rumah tapak geleng-geleng kepala. Kita hanya bisa berdoa semoga dengan biaya se-estetik itu, dinding kelasnya nanti dilapisi bahan peredam suara gibah atau minimal AC-nya sudah otomatis beraroma terapi agar siswa tidak mengantuk saat pelajaran matematika.

​2. USB SMA/SMK Pondoksalam: Proyek Kejar Tayang

​Selanjutnya ada proyek Unit Sekolah Baru (USB) SMA/SMK Pondoksalam yang statusnya saat ini digambarkan sedang berada di "tahap krusial". Istilah birokrasi yang biasanya berarti: waktunya sudah mepet, tapi bangunan baru sampai fondasi. Demi mengejar target operasional tahun ajaran baru, fasilitas awal yang dikebut baru mencakup 3 ruang kelas, ruang guru, ruang kepala sekolah, dan laboratorium. Semoga saat hari pertama masuk sekolah nanti, para siswa tidak perlu membawa helm proyek sebagai atribut wajib mos.

​3. Sekolah Maung Purwakarta: Lahirnya "Macan" Olahraga Jawa Barat

​Sesuai dengan titah mulia Gubernur Jawa Barat, Purwakarta resmi ditunjuk menjadi kelinci percobaan pertama untuk proyek Sekolah Maung Terpadu. Ini bukan sekolah penjinak hewan buas, melainkan sekolah berbasis prestasi olahraga yang dijanjikan beroperasi penuh tahun ini. Kita tentu berharap sekolah ini melahirkan atlet papan atas yang bisa mengharumkan nama bangsa, bukan malah melahirkan ahli tawuran gaya baru yang memiliki stamina fisik di atas rata-rata akibat latihan berat.

​4. Pembanding Akuntabilitas di Subang: Rehabilitasi Berkedok Swakelola

​Sebagai pembanding agar KCD IV terlihat "transparan dan akuntabel" di mata hukum, kita tengok tetangga sebelah di Kabupaten Subang. Di sana, proyeknya bukan membangun baru, melainkan sekadar merehabilitasi 4 ruang kelas rusak di salah satu SMAN. Anggaran yang dihabiskan? "Hanya" sekitar Rp870 juta.

​Hebatnya, proyek ini menggunakan metode e-purchasing dan swakelola. Artinya, pihak sekolah dipersilakan pusing sendiri mengelola anggaran ratusan juta tersebut, sementara pihak dinas bisa memantau dengan tenang dari kejauhan sembari berharap bangunan tersebut tidak ambruk lagi dalam dua semester ke depan.

​Menanti Hari H

​Masyarakat kini hanya bisa pasrah dan berharap agar seluruh proyek infrastruktur ini selesai tepat waktu sebelum bel masuk sekolah berbunyi. KCD Wilayah IV berjanji proyek ini akan meminimalisir drama sistem zonasi. Kita tunggu saja bersama, apakah gedung-gedung bernilai miliaran ini akan berumur panjang, atau justru langsung masuk daftar proyek "rehabilitasi tahun depan".

Sampai narasi diterbitkan belum ada pernyataan resmi dari KCD Wil V dan Disdik Jabar.

Kamis, 16 Juli 2026

Perkuat Formasi Politik, Asep Abdulloh Resmi Serahkan Berkas Pendaftaran ke Partai Hanura


Foto: Penyerahan berkas pendaftaran Calon Ketua Partai Hanura Asep Abduloh

Langkah politik strategis diambil oleh Asep Abdulloh dalam menyongsong kontestasi politik mendatang. Bertempat di kantor sekretariat partai, Asep Abdulloh secara resmi menyerahkan berkas pendaftaran sebagai Bakal Calon Ketua DPC Partai Hanura Kabupaten Purwakarta. Penyerahan berkas ini menjadi bukti keseriusan dan komitmen penuh beliau untuk membesarkan partai serta membawa perubahan positif bagi masyarakat.

​Prosesi penyerahan berkas berlangsung khidmat dan diterima langsung oleh jajaran pengurus struktural Partai Hanura yang hadir. Momentum ini juga disaksikan oleh sejumlah tokoh dan simpatisan pendukung yang ikut mengawal jalannya pendaftaran.

​Dalam kesempatan tersebut, Asep Abdulloh menyampaikan rasa terima kasih atas sambutan hangat dari keluarga besar Partai Hanura. Beliau menegaskan visi ke depannya untuk membangun sinergi yang kuat, mengakar ke masyarakat, serta mewujudkan semangat "Partai Hati Nurani Rakyat" dalam kerja-kerja nyata di lapangan.

​Dengan penyerahan berkas ini, BPK Asep Abdulloh siap mengikuti tahapan mekanisme internal partai selanjutnya dan berharap dapat berkolaborasi bersama seluruh kader demi kejayaan Partai Hanura (***)

Jelang Hari Jadi Purwakarta, DPRD Undang Seluruh Komponen Hadiri Rapat Paripurna Istimewa pada 20 Juli


Foto: Ilustrasi/Net

PURWAKARTA – Menjelang puncak peringatan Hari Jadi Kabupaten Purwakarta dan Kota Purwakarta, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Purwakarta bergerak cepat mematangkan persiapan. Sebagai bentuk keterbukaan dan kebersamaan, DPRD secara resmi mengundang seluruh komponen masyarakat dan unsur pemerintahan untuk menghadiri Rapat Paripurna Istimewa yang dijadwalkan berlangsung pada Senin, 20 Juli mendatang.

​Agenda tahunan yang sakral ini digelar bukan sekadar seremonial, melainkan sebagai ruang refleksi bersama atas capaian pembangunan serta momentum untuk memperkuat sinergi dalam memajukan Kabupaten Purwakarta ke depan.

​Sekretariat DPRD Purwakarta mengonfirmasi bahwa seluruh surat undangan telah didistribusikan kepada berbagai elemen lintas sektor. Pihak legislatif berkomitmen untuk memastikan perayaan tahun ini berjalan inklusif dengan melibatkan partisipasi aktif dari seluruh lapisan masyarakat pada hari pelaksanaan nanti.

​Adapun komponen yang diundang dalam Rapat Paripurna Istimewa ini meliputi:

  • Unsur Pemerintahan: Penjabat (Pj) Bupati Purwakarta, jajaran Forkopimda (Forum Koordinasi Pimpinan Daerah), kepala perangkat daerah, camat, hingga kepala desa dan lurah se-Kabupaten Purwakarta.

  • Tokoh dan Elemen Masyarakat: Para sesepuh, tokoh lintas agama, budayawan, akademisi, organisasi kemasyarakatan (Ormas), organisasi kepemudaan (OKP), LSM, serta insan pers.

  • Mantan Pimpinan Daerah: Para mantan bupati, wakil bupati, serta pimpinan DPRD periode terdahulu sebagai wujud penghormatan atas dedikasi mereka dalam membangun Purwakarta.

​Sesuai dengan tradisi yang melekat setiap tahunnya, Rapat Paripurna Istimewa pada 20 Juli tersebut akan kental dengan nuansa kebudayaan. Seluruh anggota dewan dan tamu undangan dijadwalkan hadir dengan mengenakan pakaian adat khas Sunda—beskap bagi pria dan kebaya bagi wanita—sebagai simbol pelestarian kearifan lokal.

​Selain mendengarkan pidato capaian daerah yang akan disampaikan oleh Pj Bupati Purwakarta, rapat paripurna ini juga menjadi panggung apresiasi bagi sejumlah pihak yang dinilai memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Purwakarta.

​Melalui momentum Hari Jadi ini, DPRD Kabupaten Purwakarta mengajak seluruh elemen yang diundang untuk hadir tepat waktu demi menjaga kekhidmatan acara, sekaligus bersama-sama menggelorakan semangat gotong-royong demi mewujudkan Purwakarta yang lebih maju dan istimewa. (***)

© Copyright 2021 INFONAS.ID | Bukan Sekedar Berita | All Right Reserved