-->

Jumat, 17 Juli 2026

Menengok Proyek Sekolah APBD Jabar 2026: Ketika Ruang Kelas Baru Lebih Mahal dari Harga Diri Netizen

Menengok Proyek Sekolah APBD Jabar 2026: Ketika Ruang Kelas Baru Lebih Mahal dari Harga Diri Netizen


Foto: Ilustrasi/Net

PURWAKARTA – Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat melalui Kantor Cabang Dinas (KCD) Wilayah IV akhirnya resmi memulai ritual tahunan yang paling dinanti: bagi-bagi proyek fisik dari APBD 2026. Demi menyambut Tahun Ajaran 2026/2027 yang sudah di depan mata—dan seperti biasa, mepet—pemerintah siap mengubah tumpukan kertas anggaran menjadi tumpukan semen, baik lewat jasa kontraktor pihak ketiga yang penuh misteri maupun sistem swakelola yang menguji kreativitas warga sekolah.

​Mari kita bedah ke mana saja uang pajak Anda mengalir di wilayah Purwakarta dan Subang:

​1. SMAN 2 Purwakarta: Tiga Kelas Seharga Miliaran

​Di SMAN 2 Purwakarta, pemerintah dengan sangat dermawan mengucurkan dana fantastis di atas Rp1 miliar. Menariknya, anggaran tujuh digit ini "hanya" ditargetkan untuk membangun 3 Ruang Kelas Baru (RKB). Sebuah angka yang membuat para pencari taksiran renovasi rumah tapak geleng-geleng kepala. Kita hanya bisa berdoa semoga dengan biaya se-estetik itu, dinding kelasnya nanti dilapisi bahan peredam suara gibah atau minimal AC-nya sudah otomatis beraroma terapi agar siswa tidak mengantuk saat pelajaran matematika.

​2. USB SMA/SMK Pondoksalam: Proyek Kejar Tayang

​Selanjutnya ada proyek Unit Sekolah Baru (USB) SMA/SMK Pondoksalam yang statusnya saat ini digambarkan sedang berada di "tahap krusial". Istilah birokrasi yang biasanya berarti: waktunya sudah mepet, tapi bangunan baru sampai fondasi. Demi mengejar target operasional tahun ajaran baru, fasilitas awal yang dikebut baru mencakup 3 ruang kelas, ruang guru, ruang kepala sekolah, dan laboratorium. Semoga saat hari pertama masuk sekolah nanti, para siswa tidak perlu membawa helm proyek sebagai atribut wajib mos.

​3. Sekolah Maung Purwakarta: Lahirnya "Macan" Olahraga Jawa Barat

​Sesuai dengan titah mulia Gubernur Jawa Barat, Purwakarta resmi ditunjuk menjadi kelinci percobaan pertama untuk proyek Sekolah Maung Terpadu. Ini bukan sekolah penjinak hewan buas, melainkan sekolah berbasis prestasi olahraga yang dijanjikan beroperasi penuh tahun ini. Kita tentu berharap sekolah ini melahirkan atlet papan atas yang bisa mengharumkan nama bangsa, bukan malah melahirkan ahli tawuran gaya baru yang memiliki stamina fisik di atas rata-rata akibat latihan berat.

​4. Pembanding Akuntabilitas di Subang: Rehabilitasi Berkedok Swakelola

​Sebagai pembanding agar KCD IV terlihat "transparan dan akuntabel" di mata hukum, kita tengok tetangga sebelah di Kabupaten Subang. Di sana, proyeknya bukan membangun baru, melainkan sekadar merehabilitasi 4 ruang kelas rusak di salah satu SMAN. Anggaran yang dihabiskan? "Hanya" sekitar Rp870 juta.

​Hebatnya, proyek ini menggunakan metode e-purchasing dan swakelola. Artinya, pihak sekolah dipersilakan pusing sendiri mengelola anggaran ratusan juta tersebut, sementara pihak dinas bisa memantau dengan tenang dari kejauhan sembari berharap bangunan tersebut tidak ambruk lagi dalam dua semester ke depan.

​Menanti Hari H

​Masyarakat kini hanya bisa pasrah dan berharap agar seluruh proyek infrastruktur ini selesai tepat waktu sebelum bel masuk sekolah berbunyi. KCD Wilayah IV berjanji proyek ini akan meminimalisir drama sistem zonasi. Kita tunggu saja bersama, apakah gedung-gedung bernilai miliaran ini akan berumur panjang, atau justru langsung masuk daftar proyek "rehabilitasi tahun depan".

Sampai narasi diterbitkan belum ada pernyataan resmi dari KCD Wil V dan Disdik Jabar.

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2021 INFONAS.ID | Bukan Sekedar Berita | All Right Reserved