-->

Senin, 27 Juli 2026

Opini: Menakar Transparansi dan Mutu Proyek Pengembangan Ruang PICU RSUD Bayu Asih Purwakarta

Opini: Menakar Transparansi dan Mutu Proyek Pengembangan Ruang PICU RSUD Bayu Asih Purwakarta


Foto: Ilustrasi

​Pelayanan kesehatan bagi anak-anak—terutama yang membutuhkan perawatan intensif (Pediatric Intensive Care Unit / PICU)—adalah salah satu indikator vital dalam menilai keseriusan pemerintah daerah memenuhi hak dasar masyarakatnya. Di Kabupaten Purwakarta, kabar mengenai penetapan pemenang tender proyek "Belanja Modal Bangunan Kesehatan (Pengembangan Ruang Perawatan PICU)" pada RSUD Bayu Asih patut menjadi perhatian bersama.

​Berdasarkan data keterbukaan informasi pada portal LPSE, proyek konstruksi ini mencatatkan Pagu Anggaran sebesar Rp1,398 miliar dengan Harga Perkiraan Sendiri (HPS) bernilai Rp1,397 miliar. Proyek tersebut akhirnya dimenangkan oleh kontraktor lokal, CV Santika Jaya, dengan nilai negosiasi akhir sebesar Rp1,312 miliar.

​Secara administratif, proses ini tampak berjalan lancar dan menghasilkan efisiensi anggaran daerah sebesar kurang lebih Rp86 juta. Namun, dari sudut pandang pengawasan publik, terdapat beberapa poin krusial yang perlu disikapi secara bijak dan kritis

​Efisiensi vs Kualitas Bangunan Fasilitas Medis

​Efisiensi anggaran sebesar Rp86 juta adalah poin positif bagi keuangan daerah. Namun, ruang PICU bukanlah bangunan fasilitas umum biasa; ini adalah unit perawatan intensif anak yang memiliki standar teknis, higienitas, serta spesifikasi keselamatan medis yang sangat tinggi. Penurunan harga hasil negosiasi jangan sampai mengompromikan spesifikasi material bangunan atau kualitas pengerjaan fisik di lapangan.

​Tanggung Jawab Penyedia Jasa Lokal

​Penetapan CV Santika Jaya—yang berdomisili di Pondoksalam, Purwakarta—menjadi angin segar bagi keterlibatan pelaku usaha lokal. Namun, kepercayaan ini datang bersama tanggung jawab besar. Kontraktor pelaksana dituntut untuk menunjukkan profesionalisme tingkat tinggi, ketepatan waktu pengerjaan, serta standar kerja mutu tinggi tanpa ada celah cacat mutu.

​Pentingnya Pengawasan Publik dan Lintas Sektor

​Proyek pelayanan dasar seperti ini tidak boleh berhenti pada pengumuman pemenang di portal elektronik semata. Dinas terkait, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), hingga elemen masyarakat sipil perlu mengawal ketat setiap tahapan pekerjaan fisik di lapangan agar:

  • ​Tepat waktu sesuai jadwal target operasional.

  • ​Transparan dalam penggunaan anggaran.

  • ​Bebas dari praktik penyimpangan konstruksi.

​Langkah perbaikan fasilitas kesehatan di RSUD Bayu Asih harus didukung penuh. Namun, dukungan terbaik dari masyarakat adalah melalui pengawasan yang aktif dan kritis. Transparansi dalam pengadaan barang dan jasa hanyalah pintu masuk; ujian sebenarnya terletak pada kualitas fisik bangunan yang nantinya akan digunakan untuk menyelamatkan nyawa anak-anak di Purwakarta.

Sampai narasi diterbitkan awak media belum mendapatkan pernyataan resmi dari pihak RS Bayu Asih dan CV Santika jaya.

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2021 INFONAS.ID | Bukan Sekedar Berita | All Right Reserved