Ajang berskala nasional ini mempertemukan peserta didik PAUD Al-Qur’an dari berbagai provinsi di Indonesia yang telah lolos seleksi berjenjang mulai dari tingkat kabupaten/kota, provinsi, hingga nasional.
Peserta yang hadir berasal dari berbagai daerah, di antaranya Kalimantan, Sulawesi, Riau, Lampung, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Barat, serta DKI Jakarta. Mereka mengikuti berbagai perlombaan yang bertujuan menanamkan kecintaan terhadap Al-Qur’an dan membentuk karakter Islami sejak usia dini.
Sejumlah cabang lomba yang dipertandingkan meliputi hafalan hadis putra, mewarnai putra, praktik salat, hafalan surat pendek, hingga tari kreasi Islami. Beragam penampilan peserta menunjukkan kreativitas sekaligus kemampuan mereka dalam memahami nilai-nilai keislaman.
Kegiatan tersebut dibuka oleh Anggota DPR RI sekaligus Pengasuh Pondok Pesantren Al-Mizan, KH Maman Imanulhaq. Dalam sambutannya, Kiai Maman mengapresiasi konsistensi IPPAQI dalam mengembangkan pendidikan Al-Qur’an usia dini di Indonesia.
“IPPAQI terus menjaga semangat mendidik anak-anak Indonesia agar dekat dengan Al-Qur’an. Kegiatan seperti ini bukan sekadar perlombaan, tetapi merupakan investasi peradaban untuk melahirkan generasi yang cerdas, berakhlak, serta mencintai agama dan bangsanya,” ujar Kiai Maman.
Menurutnya, keberhasilan penyelenggaraan Panggung Al-Qur’an PAUDQu Nasional menunjukkan bahwa pendidikan keagamaan nonformal memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi muda. Di tengah tantangan perkembangan zaman yang semakin kompleks, ruang-ruang pembinaan yang memperkuat nilai moral dan spiritual anak dinilai semakin dibutuhkan.
Sementara itu, Kasubdit Pendidikan Madrasah Diniyah Takmiliyah Kementerian Agama, Aziz Syafiuddin, berharap kegiatan tersebut menjadi momentum untuk meningkatkan mutu pendidikan Al-Qur’an di seluruh Indonesia.
“Anak-anak yang hadir hari ini adalah aset bangsa dan calon pemimpin masa depan. Kami berharap PAUD Al-Qur’an terus berkembang menjadi ruang pembentukan karakter, kecerdasan spiritual, serta kecintaan terhadap nilai-nilai Islam yang moderat,” katanya.
Aziz menambahkan, pemerintah melalui Kementerian Agama terus mendorong peningkatan kualitas lembaga pendidikan Al-Qur’an, termasuk PAUD Al-Qur’an, agar mampu menjawab kebutuhan pendidikan keagamaan yang terus berkembang.
Di kesempatan yang sama, Sekretaris Jenderal IPPAQI, Indah Wahyuningsih, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung suksesnya penyelenggaraan kegiatan nasional tersebut.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia, pemerintah, Pondok Pesantren Al-Mizan, para kiai, guru PAUD Al-Qur’an, orang tua, sponsor, dan semua pihak yang telah berkontribusi sehingga kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik,” ujarnya.
Indah menjelaskan bahwa Panggung Al-Qur’an PAUDQu Nasional merupakan puncak dari rangkaian kompetisi yang telah digelar secara berjenjang di berbagai daerah. Tingginya partisipasi masyarakat, menurutnya, menjadi bukti besarnya perhatian terhadap pendidikan Al-Qur’an bagi anak usia dini.
IPPAQI, lanjutnya, akan terus memperkuat jaringan pendidikan PAUD Al-Qur’an di seluruh Indonesia guna mencetak generasi Qurani yang berkarakter, kreatif, serta memiliki semangat cinta tanah air.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Dewan Pembina IPPAQI, KH Saifullah Mahsum, para kiai dari berbagai daerah, serta dewan juri yang terdiri dari praktisi pendidikan Islam dan tokoh pendidikan Al-Qur’an nasional. Kemeriahan acara semakin terasa dengan penampilan Tari Saman yang memukau para peserta dan tamu undangan.
Sepanjang kegiatan berlangsung, suasana penuh semangat dan keceriaan mewarnai arena perlombaan. Para peserta menampilkan kemampuan terbaik mereka di hadapan dewan juri dan para pendamping. Dukungan dari orang tua dan guru yang hadir turut menambah semarak acara.
Panggung Al-Qur’an PAUDQu Nasional 2026 menjadi bukti bahwa pendidikan Al-Qur’an usia dini terus berkembang dan mendapatkan dukungan luas dari masyarakat.
Melalui kegiatan ini, IPPAQI berharap lahir generasi Qurani yang tidak hanya unggul dalam hafalan dan praktik ibadah, tetapi juga memiliki karakter kebangsaan yang kuat sebagai bekal membangun Indonesia di masa depan. (RED)
FOLLOW THE INFONAS.ID | Bukan Sekedar Berita AT TWITTER TO GET THE LATEST INFORMATION OR UPDATE
Follow INFONAS.ID | Bukan Sekedar Berita on Instagram to get the latest information or updates
Follow our Instagram