JAKARTA, (13 Mei 2026) — Iklim investasi di Indonesia tengah diguncang isu miring. Kamar Dagang China di Indonesia (China Chamber of Commerce in Indonesia) dilaporkan telah melayangkan surat protes resmi yang ditujukan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto.
Surat tersebut berisi keluhan mendalam mengenai ketatnya regulasi dan dugaan tindakan represif aparat yang dinilai mengancam kelangsungan investasi jangka panjang perusahaan Tiongkok.
Dalam dokumen surat yang diterima media, pihak China Chamber of Commerce menyatakan bahwa para investor asal Negeri Tirai Bambu merasa tertekan oleh berbagai aturan baru yang diterbitkan pemerintah Indonesia.
Dalam surat tersebut, Kamar Dagang China menyoroti masalah serius seperti regulasi yang terlalu ketat, penegakan hukum berlebihan, serta dugaan korupsi dan pemerasan oleh oknum otoritas.
Kamar Dagang China merinci beberapa kebijakan fiskal dan operasional yang dianggap memberatkan bisnis mereka, antara lain:
a. Kenaikan Royalti & Pajak: Rencana lonjakan tarif royalti mineral dan sanksi denda pajak.
b. Kebijakan DHE SDA: Wajib parkir Devisa Hasil Ekspor (DHE) di perbankan dalam negeri.
c. Ketentuan RKAB Nikel: Pemangkasan kuota tambang yang memicu lonjakan harga bijih nikel.
d. Sanksi Kawasan Hutan: Denda dari Satgas Penataan Kawasan Hutan.
Investor Tiongkok mengklaim kontribusi besar pada hilirisasi dan ekonomi nasional, namun merasa terhambat oleh aturan tersebut.
Merespons hal ini, Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa kebijakan tarif bertujuan melindungi kepentingan ekonomi nasional.
Purbaya mempersilakan investor yang tidak sejalan untuk pindah, sambil menekankan bahwa aturan royalti masih dalam tahap perencanaan.
"Kalau yang lainnya mau pindah-pindah saja, cari mineralnya di tempat mana," tegas Purbaya dalam keterangan resminya. Selasa (12 Mei 2026)
Pemerintah juga membalas dengan menyoroti banyaknya pengusaha China yang menjalankan praktik bisnis ilegal.
"Saya sudah komplain ke mereka banyak pengusaha China di sini yang juga melakukan bisnis enggak legal. Saya minta diperbaiki, dan mereka janji akan memperingatkan," pungkas Purbaya. (RED)
FOLLOW THE INFONAS.ID | Bukan Sekedar Berita AT TWITTER TO GET THE LATEST INFORMATION OR UPDATE
Follow INFONAS.ID | Bukan Sekedar Berita on Instagram to get the latest information or updates
Follow our Instagram