-->

Kamis, 07 Mei 2026

Identitas 16 Korban Tewas Kecelakaan ALS vs Truk Tangki di Muratara

Identitas 16 Korban Tewas Kecelakaan ALS vs Truk Tangki di Muratara

INFONAS — Kecelakaan maut terjadi di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum), Kelurahan Karang Jaya, Kabupaten Musi Rawas Utara, Rabu (6/5/2026) siang.

Insiden tragis tersebut melibatkan bus Antar Lintas Sumatera (ALS) bernomor polisi BK-7778-DL dengan truk tangki minyak milik PT Seleraya bernomor polisi BG-8196-QB. Akibat tabrakan hebat itu, sebanyak 16 orang dilaporkan meninggal dunia, sementara empat lainnya mengalami luka-luka.

Peristiwa bermula sekitar pukul 12.00 WIB saat bus ALS melaju dari arah Lubuklinggau menuju Jambi. Saat tiba di lokasi kejadian, bus diduga kehilangan kendali ketika pengemudi berupaya menghindari lubang di badan jalan.

Bus kemudian membanting setir ke kanan hingga masuk ke jalur berlawanan. Di saat bersamaan, truk tangki datang dari arah berlawanan sehingga tabrakan frontal tidak dapat dihindari.

Benturan keras memicu ledakan disertai kobaran api besar yang langsung menghanguskan kedua kendaraan beserta sebagian penumpang di dalamnya. Proses evakuasi berlangsung dramatis karena kondisi kendaraan terbakar hebat.

Berdasarkan data terbaru dari Tim DVI Polri, sebanyak 10 dari 16 korban meninggal dunia telah berhasil diidentifikasi. Sementara enam jenazah lainnya masih menjalani proses identifikasi lanjutan di RS Bhayangkara Mohammad Hasan Palembang akibat kondisi luka bakar berat.

Korban yang telah teridentifikasi terdiri dari kru truk tangki yakni Aryanto (sopir) dan Martono (penumpang). Dari pihak bus ALS, korban meliputi Alif (sopir), Saf (kernet), dan Maleh (kru bus).

Sementara korban penumpang yang telah dikenali antara lain Relodo, Zulkifli, serta satu keluarga yang terdiri dari Aldi Sulistiawan, Rani, dan Bela.

Selain korban jiwa, empat orang lainnya mengalami luka-luka dan kini menjalani perawatan intensif di RSUD Rupit. Mereka yakni Ngadiono, Jumiatun, Muhammad Fairul Hubaidi, dan M. Fadli.

Kapolres Musi Rawas Utara, AKBP Rendy Surya, menyampaikan bahwa dugaan sementara penyebab kecelakaan mengarah pada faktor kesalahan manusia atau human error. Polisi juga masih mendalami kemungkinan adanya faktor lain, termasuk kondisi jalan di lokasi kejadian.

Pihak kepolisian bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan telah mendirikan Posko DVI guna memfasilitasi keluarga korban dalam proses identifikasi jenazah.

Pemerintah daerah memastikan seluruh kebutuhan logistik keluarga korban yang menunggu proses identifikasi akan ditanggung sepenuhnya, termasuk akomodasi dan konsumsi selama berada di lokasi pendampingan.

Petugas gabungan dari kepolisian, tim medis, serta relawan hingga kini masih terus melakukan pendataan dan pendampingan terhadap keluarga korban untuk mempercepat proses identifikasi enam jenazah yang belum dikenali. (RED)

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2021 INFONAS.ID | Bukan Sekedar Berita | All Right Reserved