JAKARTA – Jagat media sosial kembali dihebohkan dengan pengakuan emosional selebritas sekaligus model Ayu Aulia. Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, wanita kelahiran Bogor ini meluapkan kekecewaannya terhadap seorang kepala daerah yang ia sebut dengan inisial "Bupati R".
Isu ini menjadi liar setelah Ayu mengklaim bahwa hubungannya dengan sang bupati telah berdampak serius pada kesehatan mental dan fisiknya.
Dalam salah satu unggahannya, Ayu secara tersirat mengaitkan penderitaan yang ia alami dengan kondisi kehilangan rahim yang sempat ia bagikan kepada publik beberapa waktu lalu.
Tidak sekadar melempar inisial, Ayu Aulia menegaskan dirinya menyimpan bukti otentik untuk memperkuat pernyataannya. Bukti tersebut diklaim meliputi catatan check-in di sebuah hotel mewah di kawasan Jakarta Pusat, rekaman video, hingga tangkapan layar percakapan intim.
“Aku punya semua buktinya, dari rekaman pertemuan sampai bukti di hotel. Jangan paksa aku untuk bongkar wajahnya kalau tidak ada itikad baik,” tulis Ayu dalam sebuah unggahan yang kini viral.
Seiring viralnya isu ini, netizen mulai melakukan "investigasi mandiri". Inisial R membuat publik menyisir daftar bupati petahana periode 2025–2030 di wilayah Jawa.
Nama Rudy Susmanto (Bupati Bogor) menjadi salah satu yang paling banyak disebut oleh netizen dalam kolom komentar, mengingat latar belakang Ayu Aulia yang berasal dari Bogor.
Selain itu, beberapa nama lain seperti Rijanto (Bupati Blitar) hingga Rusdi Sutejo (Bupati Pasuruan) juga tak luput dari spekulasi liar publik. Namun, hingga saat ini, keterlibatan nama-nama tersebut hanyalah asumsi netizen yang didasarkan pada kecocokan inisial nama depan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada satu pun bupati berinisial R yang memberikan tanggapan atau klarifikasi terkait tudingan tersebut. Pihak Ayu Aulia sendiri belum melaporkan kasus ini ke jalur hukum dan tampak masih menahan identitas asli sang pejabat sebagai "kartu as".
Isu ini menambah daftar panjang skandal kedekatan figur publik dengan pejabat daerah yang kerap menjadi konsumsi publik, namun kebenarannya masih menunggu pembuktian lebih lanjut dari pihak-pihak terkait. (RED)
FOLLOW THE INFONAS.ID | Bukan Sekedar Berita AT TWITTER TO GET THE LATEST INFORMATION OR UPDATE
Follow INFONAS.ID | Bukan Sekedar Berita on Instagram to get the latest information or updates
Follow our Instagram