-->

Minggu, 10 Mei 2026

Waspada! BPOM Tarik Massal 11 Produk Skincare dan Kosmetik Berbahaya

INFONAS, [10 Mei 2026] – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI resmi merilis daftar 11 produk perawatan tubuh dan kosmetik yang ditarik dari pasaran mulai awal Mei 2026. Penarikan massal ini dilakukan setelah hasil pengawasan rutin triwulan pertama menemukan adanya kandungan bahan kimia berbahaya yang dilarang keras digunakan dalam produk kecantikan.

Dalam keterangan resminya, BPOM mengungkapkan bahwa produk-produk yang terjaring razia tersebut terbukti mengandung zat berbahaya seperti merkuri, hidrokinon, asam retinoat, hingga pewarna tekstil (Merah K10) yang bersifat karsinogenik atau memicu kanker.

Berdasarkan hasil uji laboratorium, berikut adalah beberapa merek dan produk yang izin edarnya resmi dicabut:

1. Kategori Skincare: BYOUT SKINCARE Brightening Spot Cream, LT BEAUTY SKIN WSC 2 in 1, TZUYU SKIN CARE (Day Cream & Night Cream), serta produk ilegal Beautywise dan Monesia Apothecary.

2. Kategori Kosmetik: BRASOV Nail Polish No.125 dan MADAME GIE Madame Take5 01.

3. Kategori Perawatan Rambut: Selsun 7 Herbal dan Selsun 7 Flowers (terkait cemaran 1,4-dioksan melebihi ambang batas).

BPOM memperingatkan masyarakat bahwa penggunaan produk yang mengandung merkuri dan hidrokinon dalam jangka panjang dapat memicu iritasi kulit hebat, perubahan warna kulit permanen, hingga kerusakan fungsi ginjal.

Sementara itu, temuan zat pewarna Merah K10 dan cemaran 1,4-dioksan menjadi perhatian serius karena sifatnya yang karsinogenik. Penggunaan bahan-bahan ini tidak hanya merusak lapisan kulit secara fisik, tetapi juga meningkatkan risiko kanker bagi penggunanya.

Terkait temuan ini, BPOM telah memerintahkan para produsen dan distributor untuk segera menarik produk dari peredaran dan memusnahkan stok yang tersisa. Pelaku usaha yang terbukti dengan sengaja mengedarkan produk berbahaya ini terancam sanksi pidana penjara hingga 12 tahun sesuai dengan Undang-Undang Kesehatan yang berlaku.

BPOM juga menghimbau masyarakat untuk lebih cerdas dalam memilih produk kosmetik. Masyarakat diminta untuk selalu melakukan cek mandiri melalui aplikasi BPOM Mobile atau situs resmi cekbpom.pom.go.id sebelum melakukan pembelian.

Pastikan setiap produk yang Anda gunakan memiliki Nomor Izin Edar (NIE) yang valid dan kemasan yang masih dalam kondisi baik. Jika ditemukan produk mencurigakan di pasaran, warga diharapkan segera melapor melalui kanal pengaduan resmi HALOBPOM 1500533. (RED)

Sabtu, 02 Mei 2026

Jangan Asal Cukur! Begini Tips Perawatan Area Sensitif agar Bebas Iritasi



INFONAS — Perawatan area sensitif seperti bulu kemaluan kerap menjadi perhatian banyak orang, terutama bagi mereka yang menginginkan kebersihan dan kenyamanan. Namun, proses mencukur yang tidak tepat justru sering menimbulkan masalah seperti gatal, iritasi, hingga rambut tumbuh ke dalam.

Untuk itu, diperlukan pemahaman yang benar mengenai teknik mencukur sekaligus perawatan setelahnya (aftercare) agar kulit tetap sehat dan terhindar dari gangguan.

Langkah awal yang penting dilakukan adalah memastikan penggunaan alat cukur yang bersih dan tajam. Pisau cukur yang tumpul berpotensi melukai kulit dan memicu iritasi. Selain itu, jika bulu terlalu panjang, disarankan untuk merapikannya terlebih dahulu menggunakan gunting atau alat pemangkas.

Mencukur sebaiknya dilakukan setelah mandi air hangat. Kondisi ini membantu membuka pori-pori dan melembutkan rambut sehingga lebih mudah dicukur. Penggunaan krim atau gel cukur juga dianjurkan guna mengurangi gesekan langsung antara pisau dan kulit.

Teknik mencukur turut menentukan hasil akhir. Disarankan mencukur searah pertumbuhan rambut dan menghindari tekanan berlebih untuk meminimalisir risiko luka. Setelah proses selesai, area tersebut perlu dibilas dengan air dingin untuk membantu menutup pori-pori.

Perawatan tidak berhenti setelah mencukur. Pada 30 menit pertama, kulit sebaiknya dikeringkan dengan cara ditepuk menggunakan handuk bersih, bukan digosok. Selanjutnya, gunakan pelembap ringan atau gel yang mengandung bahan menenangkan seperti aloe vera serta bebas alkohol dan parfum.

Dalam beberapa jam setelah mencukur, disarankan mengenakan pakaian longgar berbahan katun untuk mengurangi gesekan dan menjaga sirkulasi udara. Aktivitas berat yang memicu keringat juga sebaiknya dihindari sementara waktu.

Memasuki 1 hingga 3 hari setelah mencukur, risiko gatal biasanya meningkat seiring pertumbuhan rambut baru. Oleh karena itu, eksfoliasi ringan dapat dilakukan secara berkala untuk mencegah rambut tumbuh ke dalam. Selain itu, menjaga kelembapan kulit tetap menjadi langkah penting.

Para ahli juga mengingatkan untuk menghindari kebiasaan menggaruk area yang terasa gatal karena dapat memperparah iritasi. Jika muncul gejala seperti benjolan merah, perih berkepanjangan, atau gatal berlebihan, disarankan untuk berkonsultasi dengan tenaga medis.

Dengan teknik yang tepat dan perawatan yang konsisten, mencukur bulu kemaluan dapat dilakukan dengan aman tanpa menimbulkan rasa gatal maupun iritasi. (Red(

Minggu, 26 April 2026

Bahaya Gas Mematikan di Sekitar Kita



INFONAS – Kesadaran masyarakat terhadap bahaya gas beracun dinilai masih rendah, padahal sejumlah jenis gas berbahaya dapat berada di sekitar lingkungan rumah tangga, tempat kerja, hingga kawasan alam seperti gunung berapi.

Gas beracun umumnya tidak terlihat, bahkan beberapa di antaranya tidak memiliki bau, sehingga sering kali tidak disadari keberadaannya. Kondisi ini membuat risiko keracunan menjadi lebih tinggi, terutama di ruang tertutup atau area dengan ventilasi buruk.

Salah satu gas yang paling berbahaya adalah karbon monoksida (CO), yang dikenal sebagai “silent killer” atau pembunuh diam-diam. Gas ini tidak berwarna, tidak berbau, dan tidak berasa, namun sangat cepat mengikat hemoglobin dalam darah sehingga tubuh kekurangan oksigen.

Karbon monoksida biasanya berasal dari pembakaran tidak sempurna bahan bakar seperti bensin, solar, gas, kayu, arang, maupun minyak tanah. Sumber paling umum antara lain knalpot kendaraan, genset, kompor gas, pembakaran arang, hingga kebakaran bangunan.

Sulfur dioksida (SO2) juga menjadi ancaman serius, terutama di kawasan gunung berapi aktif seperti Kawah Ijen dan Gunung Tangkuban Parahu. Gas ini memiliki bau menyengat seperti belerang dan dapat menyebabkan iritasi mata, gangguan pernapasan, hingga keracunan.

Dilansir dari berbagai sumber keselamatan lingkungan dan kesehatan kerja, masyarakat perlu memahami gejala awal paparan gas beracun seperti pusing, mual, sesak napas, lemas, hingga kehilangan kesadaran.

Selain itu, warga diimbau untuk menghindari penggunaan genset di dalam rumah, tidak menyalakan kendaraan di ruang tertutup, serta memastikan ventilasi rumah dan dapur berfungsi dengan baik.

"Pengenalan terhadap gas beracun sangat penting karena ancamannya sering tidak terlihat. Banyak korban terlambat menyadari karena gas tersebut tidak berbau atau dianggap sepele,” demikian dilansir dari sumber edukasi keselamatan kerja dan lingkungan.

Pengetahuan dasar mengenai gas beracun dinilai menjadi langkah awal untuk mencegah risiko fatal, baik di lingkungan rumah tangga, industri, maupun kawasan rawan bencana alam. (Red)

Selasa, 21 April 2026

Sering Diabaikan, Pola Makan Ini Ternyata Jadi Penentu Hidup Mati Penderita Ginjal



KESEHATAN - Penyakit ginjal kerap berkembang tanpa gejala jelas di tahap awal. Kondisi ini dikenal sebagai Penyakit Ginjal Kronis, yang dapat memburuk jika tidak dikendalikan sejak dini. 

Para ahli menegaskan, salah satu langkah paling efektif untuk menjaga fungsi ginjal adalah dengan menerapkan pola makan yang tepat sesuai stadium penyakit.

Dokter spesialis penyakit dalam konsultan ginjal dan hipertensi, Dr. Andri Santosa, mengatakan bahwa pengaturan pola makan bukan sekadar pilihan, melainkan kebutuhan utama bagi penderita gangguan ginjal.

Pola makan yang tepat dapat memperlambat penurunan fungsi ginjal secara signifikan. Banyak pasien datang saat kondisi sudah lanjut karena tidak menyadari pentingnya pengaturan asupan sejak awal,” ujarnya, dilansir dari edukasi kesehatan yang disampaikan kepada pasien.

Menurutnya, pada stadium awal, pasien masih memiliki fleksibilitas dalam memilih makanan, namun tetap harus membatasi asupan garam, gula, dan protein berlebih. Hal ini penting untuk mencegah komplikasi seperti Hipertensi dan Diabetes Mellitus yang menjadi penyebab utama kerusakan ginjal.

Asupan protein sebaiknya cukup, tidak berlebihan. Begitu juga garam, harus dibatasi agar tekanan darah tetap terkontrol,” jelasnya.

Sementara itu, pada stadium lanjut, pengaturan pola makan menjadi jauh lebih ketat. Pasien diwajibkan membatasi protein, cairan, serta mineral tertentu seperti kalium dan fosfor guna mencegah penumpukan racun dalam tubuh.

Ahli gizi klinis, Siti Rahmawati, menambahkan bahwa kesalahan umum yang sering terjadi adalah pasien merasa kondisi tubuhnya masih baik sehingga mengabaikan pantangan makanan.

"Padahal, kerusakan ginjal bisa terus berjalan tanpa gejala. Ketika sudah muncul keluhan seperti bengkak atau lemas, biasanya fungsi ginjal sudah menurun cukup jauh,” ungkapnya, dilansir dari sesi konsultasi gizi klinis.

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk menghindari konsumsi obat-obatan tanpa pengawasan medis, terutama obat pereda nyeri seperti Ibuprofen yang dapat memperburuk kondisi ginjal jika digunakan dalam jangka panjang.

Selain itu, menjaga asupan cairan yang cukup, mengurangi makanan olahan, serta memperbanyak konsumsi sayur dan buah segar menjadi bagian penting dalam pola makan sehat ginjal.

Para ahli menekankan, kunci utama dalam menjaga kesehatan ginjal adalah konsistensi. Pemeriksaan rutin juga diperlukan, terutama bagi individu dengan faktor risiko seperti tekanan darah tinggi atau diabetes.

"Deteksi dini dan disiplin pola makan adalah kombinasi terbaik untuk mencegah kondisi menjadi lebih parah,” tutupnya.

Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pola makan sehat, diharapkan angka kasus penyakit ginjal dapat ditekan dan kualitas hidup pasien tetap terjaga. (Red)


Kamis, 09 April 2026

Sinergi YBGS dan RS Indosehat Selamatkan Persalinan Ibu Tika, Bayi Lahir Sehat



SUBANG – Kebahagiaan menyelimuti keluarga Ibu Tika, warga Kampung Sukagenah, Desa Kadawung, Kecamatan Pabuaran, setelah berhasil menjalani persalinan caesar dengan lancar di RS Indosehat Cipeundeuy, Senin (9/4/2026).

Melalui pendampingan Yayasan Badega Garuda Sakti (YBGS), proses persalinan berlangsung aman dan sukses, dengan kelahiran seorang bayi perempuan dalam kondisi sehat. Penanganan medis dilakukan oleh dr. Fendy Kusumohadi, Sp.OG, yang dinilai profesional, cepat, dan memberikan rasa tenang bagi keluarga pasien.

Suami pasien, Bapak Kosim, mengungkapkan rasa syukur sekaligus apresiasinya atas pelayanan yang diberikan. 

“Kami sangat bersyukur. Terima kasih kepada dr. Fendy dan seluruh tim medis RS Indosehat yang telah menangani istri saya dengan sangat baik, cermat, dan penuh perhatian. Pelayanan yang kami terima sangat memuaskan,” ujarnya. 

Hal senada disampaikan Ibu Ernita Simbolon dari Bidang Kesehatan YBGS yang mengapresiasi sinergi dengan pihak rumah sakit. Ia menegaskan komitmen YBGS untuk terus hadir membantu masyarakat. 

Sementara itu, perwakilan RS Indosehat, Bidan Marsya, menyatakan bahwa pelayanan optimal tanpa diskriminasi merupakan prinsip utama pihaknya, sekaligus membuka ruang kolaborasi dengan lembaga sosial. 

Ketua Badega Garuda Sakti, Murfito Adi, turut menyampaikan apresiasi kepada Bidang Kesehatan yang dinilai sigap dan konsisten membantu warga, sebagai wujud nyata pelayanan kemanusiaan di tengah masyarakat. (WANDI)

Jumat, 01 Agustus 2025

Sekda minta Pengurus Pramuka Harus Sigap Dan perduli untuk Kepentingan Masyarakat

 


Infonas | Sukabumi,-Sekda Ade Suryaman melantik Pengurus Majelis Pembimbing Kwartir Ranting Cisaat dan Pengurus Kwartir Ranting Gerakan Pramuka Cisaat masa bakti 2025 - 2028,Jumat (1/08/25) di Sekertariat PGRI Cisaat.

Sebanyak 19 Pengurus Majelis Pembimbing Ranting dan Pengurus Kwartir Ranting Gerakan Pramuka Cisaat dilantik

Kak Ade Suryaman dalam sambutannya menyampaikan selamat dan apresiasi atas dilantik dan dikukuhkannya Kakak kakak pengurus Majelis Pembimbing Kwartir ranting Cisaat dan pengurus Kwartir ranting gerakan pramuka Cisaat masa bakti 2025-2028 ,

" laksanakanlah tugas dan Fungsi masing masing dengan amanah dan penuh rasa tanggung jawab sesuai fungsi jabatan baru yang melekat pada posisi Kakak kakak saat ini" ucapnya

Sekda meminta pengurus yang baru selalu merespon positif dan berpartisipasi aktif pada seluruh Program dan kegiatan gerakan Pramuka di Kwarran masing masing

" Anggota gerakan Pramuka harus senantiasa menunjukkan kepedulian" tegasnya

Terakhir, ucap Sekda, semua harus mewujudkan keharmonisan dan sinergitas untuk kemajuan organisasi gerakan pramuka.

(RED )

Sabtu, 05 Oktober 2024

Waspada! Kolesterol Tinggi Bisa Membunuh: Kenali Gejalanya Sebelum Terlambat!

INFONAS.ID||JAKARTA – Kolesterol tinggi sering kali disebut sebagai kondisi "silent killer" karena tidak menimbulkan gejala yang jelas. Namun, pakar kesehatan mengingatkan bahwa kondisi ini dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular, termasuk serangan jantung dan stroke.

Dalam beberapa kasus, gejala kolesterol tinggi dapat terdeteksi melalui berbagai tanda yang terkait dengan sirkulasi darah. Berikut adalah beberapa gejala yang perlu diwaspadai:

1. Nyeri Dada (Angina)

Penumpukan kolesterol di dalam arteri dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah, sehingga mengurangi aliran darah ke jantung. Akibatnya, banyak penderita kolesterol tinggi merasakan nyeri dada atau angina.

2. Sesak Napas

Plak yang menumpuk pada dinding arteri juga dapat menghambat aliran oksigen dalam tubuh, memicu sesak napas, terutama saat beraktivitas fisik.

3. Xanthoma

Salah satu tanda visual dari kolesterol tinggi adalah xanthoma, yaitu benjolan kekuningan yang muncul di sekitar sendi seperti siku, lutut, dan kelopak mata, akibat penumpukan lemak.

4. Mati Rasa atau Kram di Kaki

Kolesterol yang menyumbat arteri bisa memengaruhi sirkulasi darah ke bagian kaki, menyebabkan rasa kram atau mati rasa, terutama saat berjalan atau beraktivitas.

5. Serangan Jantung dan Stroke

Kondisi yang paling serius adalah risiko serangan jantung atau stroke, yang dapat terjadi jika plak kolesterol dalam arteri pecah, menyebabkan pembekuan darah.

Para ahli kesehatan menekankan pentingnya perubahan gaya hidup untuk mencegah atau mengontrol kolesterol tinggi. 

Menjaga pola makan sehat, rutin berolahraga, dan menghindari rokok serta konsumsi alkohol berlebihan merupakan langkah penting dalam menjaga kadar kolesterol tetap normal.

Kolesterol tinggi dapat dipantau melalui tes darah, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat keluarga dengan masalah kardiovaskular. 

Bagi mereka yang terdeteksi dengan kolesterol tinggi, perubahan gaya hidup dan, dalam beberapa kasus, pengobatan seperti statin mungkin diperlukan untuk menurunkan risikonya.

Masyarakat diimbau untuk waspada terhadap gejala yang mungkin tidak selalu terlihat, dan segera memeriksakan diri ke dokter jika mengalami tanda-tanda tersebut. (FT)


Jumat, 04 Oktober 2024

Kenapa Begadang Berbahaya: Ini Dampak Mengerikan yang Mungkin Belum Anda Ketahui!



INFONAS.ID||Jakarta – Begadang, atau kebiasaan tidur larut malam, sering kali dianggap sepele oleh banyak orang. Padahal, penelitian menunjukkan bahwa kurang tidur dapat berdampak serius pada kesehatan fisik maupun mental. Para ahli kesehatan mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap risiko yang ditimbulkan oleh kebiasaan ini.

Salah satu efek utama dari begadang adalah Gangguan fungsi otak. Orang yang sering begadang cenderung mengalami penurunan kemampuan kognitif, seperti konsentrasi, fokus, dan daya ingat. Hal ini terjadi karena otak tidak mendapat waktu istirahat yang cukup untuk memulihkan diri, yang berujung pada menurunnya performa dalam aktivitas sehari-hari.

Selain itu, begadang juga berpotensi meningkatkan Risiko penyakit jantung. Kurang tidur yang berkepanjangan dapat menyebabkan hipertensi dan bahkan serangan jantung. Pakar kesehatan jantung menekankan pentingnya tidur yang cukup untuk menjaga kesehatan sistem kardiovaskular.

Tak hanya itu, begadang juga dikaitkan dengan peningkatan berat badan. Kurang tidur dapat memicu ketidakseimbangan hormon yang mengatur rasa lapar dan kenyang, sehingga meningkatkan nafsu makan, terutama pada makanan tinggi kalori. Ini membuat orang yang sering begadang lebih rentan mengalami obesitas.

Efek lainnya, sistem kekebalan tubuh pun ikut terdampak. Menurunnya daya tahan tubuh akibat kurang tidur membuat seseorang lebih mudah terserang penyakit, seperti flu dan infeksi lainnya. Begadang menghambat kemampuan tubuh untuk memperbaiki sel-sel yang rusak, yang penting bagi kesehatan secara keseluruhan.

Dari segi kesehatan mental, gangguan suasana hati juga menjadi salah satu dampak begadang. Mereka yang kurang tidur cenderung lebih mudah merasa cemas, marah, bahkan depresi. Tak jarang, masalah ini juga memengaruhi hubungan sosial dan produktivitas kerja.

Yang lebih mengkhawatirkan, Risiko kecelakaan pun meningkat. Rasa kantuk yang disebabkan oleh kurang tidur memperlambat refleks dan respons seseorang, sehingga meningkatkan risiko kecelakaan, terutama saat mengemudi atau bekerja dengan alat berat.

Untuk itu, para ahli menganjurkan agar masyarakat memperhatikan pentingnya tidur yang cukup, yakni 7-9 jam per malam bagi orang dewasa. Dengan menjaga pola tidur yang sehat, risiko berbagai masalah kesehatan akibat begadang dapat diminimalisir. (FT)


Pilihan Makanan yang Aman untuk Pengidap Asam Lambung

INFONAS.ID - Pengidap asam lambung atau gastroesophageal reflux disease (GERD) kerap mengalami kesulitan dalam memilih makanan yang tepat untuk menghindari kambuhnya gejala. Pilihan makanan yang salah dapat memicu naiknya asam lambung dan menyebabkan ketidaknyamanan pada perut.

Beberapa jenis makanan yang dianggap aman dan baik untuk pengidap asam lambung antara lain sayuran rendah asam seperti brokoli, bayam, dan kentang. Selain itu, buah-buahan yang tidak terlalu asam seperti pisang, melon, apel, dan pir juga direkomendasikan oleh ahli kesehatan.

Untuk sarapan, oatmeal yang kaya serat menjadi pilihan yang baik karena dapat menyerap asam lambung dan membantu mengurangi gejala refluks. Sementara itu, sumber protein seperti daging tanpa lemak, ayam, kalkun, dan ikan yang dipanggang atau dikukus dinilai lebih aman dibandingkan makanan berlemak atau gorengan.

Beberapa makanan lain yang baik untuk penderita GERD termasuk jahe, yang dikenal memiliki sifat anti-inflamasi alami, serta lidah buaya yang kerap dijadikan minuman untuk menenangkan perut. Di sisi lain, roti gandum juga dapat menjadi sumber karbohidrat yang aman karena kaya akan serat.

Namun, para pengidap asam lambung disarankan untuk menghindari makanan yang dapat memicu gejala, seperti makanan berlemak, cokelat, kopi, serta makanan pedas dan asam seperti jeruk dan tomat.

Dengan memilih makanan yang tepat, pengidap asam lambung dapat mengelola gejalanya dan menjaga kesehatan pencernaan mereka dengan lebih baik. (FT)


Selasa, 01 Oktober 2024

Ini Gejala Lain Penyakit Jantung yang Wajib Anda Ketahui, Nomor 3 Paling Umum Terjadi!

INFONAS.ID||Jakarta, 1 Oktober 2024 – Penyakit jantung masih menjadi salah satu penyebab utama kematian di Indonesia dan dunia. Meskipun sering kali menyerang tanpa peringatan, ada beberapa gejala yang dapat menjadi tanda awal masalah pada jantung. Memahami dan mengenali gejala-gejala tersebut bisa menyelamatkan nyawa.

Nyeri Dada atau yang dikenal sebagai angina adalah salah satu gejala paling umum dari penyakit jantung. Nyeri ini biasanya terasa di bagian tengah atau kiri dada, seperti ada tekanan berat. Rasa sakit ini dapat menyebar ke bahu, lengan, leher, rahang, atau bahkan punggung.

Gejala lain yang tak kalah penting adalah sesak napas. Kondisi ini sering kali disebabkan oleh kurangnya pasokan darah yang kaya oksigen ke paru-paru, yang membuat seseorang kesulitan bernapas, terutama setelah beraktivitas.

Selain itu, palpitasi atau detak jantung yang tidak teratur juga bisa menjadi pertanda masalah jantung. Detak jantung yang terasa cepat atau tidak normal ini kerap disertai rasa cemas dan tidak nyaman.

Sementara itu, kelelahan ekstrem juga kerap dirasakan oleh penderita penyakit jantung. Rasa lelah yang tidak biasa, bahkan setelah melakukan aktivitas ringan, bisa menjadi tanda tubuh sedang mengalami kesulitan memompa darah dengan baik.

Tidak hanya itu, beberapa penderita penyakit jantung juga melaporkan sering merasa pusing atau bahkan pingsan. Ini disebabkan oleh kurangnya aliran darah yang memadai ke otak.

Pembengkakan pada kaki, pergelangan kaki, atau perut juga bisa menjadi tanda-tanda gagal jantung. Kondisi ini terjadi ketika tubuh menahan cairan akibat jantung yang tidak bekerja optimal.

Yang terakhir, berkeringat berlebihan tanpa alasan yang jelas juga dapat mengindikasikan adanya masalah pada jantung. Berkeringat tanpa aktivitas fisik berat sering kali diabaikan, padahal bisa menjadi pertanda serius.

Pakar kesehatan menyarankan agar masyarakat tidak mengabaikan gejala-gejala tersebut. Deteksi dini dan penanganan yang cepat dapat meningkatkan peluang pemulihan. Jika Anda atau orang di sekitar Anda mengalami gejala-gejala ini, segera konsultasikan ke dokter.

Penting untuk diingat, gejala penyakit jantung dapat bervariasi, terutama pada wanita yang mungkin mengalami tanda-tanda yang lebih samar, seperti gangguan pencernaan atau kelelahan berlebihan.

Penyakit jantung bisa dicegah dengan menjaga pola hidup sehat, seperti makan makanan bergizi, rutin berolahraga, dan tidak merokok. Edukasi dan kesadaran dini adalah kunci dalam melawan penyakit yang mematikan ini. (FT)


© Copyright 2021 INFONAS.ID | Bukan Sekedar Berita | All Right Reserved