-->

Minggu, 26 April 2026

Bahaya Gas Mematikan di Sekitar Kita

Bahaya Gas Mematikan di Sekitar Kita



INFONAS – Kesadaran masyarakat terhadap bahaya gas beracun dinilai masih rendah, padahal sejumlah jenis gas berbahaya dapat berada di sekitar lingkungan rumah tangga, tempat kerja, hingga kawasan alam seperti gunung berapi.

Gas beracun umumnya tidak terlihat, bahkan beberapa di antaranya tidak memiliki bau, sehingga sering kali tidak disadari keberadaannya. Kondisi ini membuat risiko keracunan menjadi lebih tinggi, terutama di ruang tertutup atau area dengan ventilasi buruk.

Salah satu gas yang paling berbahaya adalah karbon monoksida (CO), yang dikenal sebagai “silent killer” atau pembunuh diam-diam. Gas ini tidak berwarna, tidak berbau, dan tidak berasa, namun sangat cepat mengikat hemoglobin dalam darah sehingga tubuh kekurangan oksigen.

Karbon monoksida biasanya berasal dari pembakaran tidak sempurna bahan bakar seperti bensin, solar, gas, kayu, arang, maupun minyak tanah. Sumber paling umum antara lain knalpot kendaraan, genset, kompor gas, pembakaran arang, hingga kebakaran bangunan.

Sulfur dioksida (SO2) juga menjadi ancaman serius, terutama di kawasan gunung berapi aktif seperti Kawah Ijen dan Gunung Tangkuban Parahu. Gas ini memiliki bau menyengat seperti belerang dan dapat menyebabkan iritasi mata, gangguan pernapasan, hingga keracunan.

Dilansir dari berbagai sumber keselamatan lingkungan dan kesehatan kerja, masyarakat perlu memahami gejala awal paparan gas beracun seperti pusing, mual, sesak napas, lemas, hingga kehilangan kesadaran.

Selain itu, warga diimbau untuk menghindari penggunaan genset di dalam rumah, tidak menyalakan kendaraan di ruang tertutup, serta memastikan ventilasi rumah dan dapur berfungsi dengan baik.

"Pengenalan terhadap gas beracun sangat penting karena ancamannya sering tidak terlihat. Banyak korban terlambat menyadari karena gas tersebut tidak berbau atau dianggap sepele,” demikian dilansir dari sumber edukasi keselamatan kerja dan lingkungan.

Pengetahuan dasar mengenai gas beracun dinilai menjadi langkah awal untuk mencegah risiko fatal, baik di lingkungan rumah tangga, industri, maupun kawasan rawan bencana alam. (Red)

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2021 INFONAS.ID | Bukan Sekedar Berita | All Right Reserved