-->

Selasa, 21 April 2026

Ketegangan Memanas! AS Tangkap Kapal Iran, China Langsung Bereaksi Keras

Ketegangan Memanas! AS Tangkap Kapal Iran, China Langsung Bereaksi Keras



JAKARTA, 21 April 2026 — Pemerintah China menyatakan keprihatinan mendalam sekaligus mengecam tindakan Amerika Serikat (AS) yang menyita kapal kargo berbendera Iran, Touska, di perairan Teluk Oman pada pertengahan April 2026. Beijing menilai langkah tersebut berpotensi memperburuk ketegangan kawasan sekaligus mengganggu stabilitas jalur perdagangan global.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun, menegaskan bahwa tindakan AS merupakan bentuk “pencegatan paksa” terhadap kapal sipil.

"China menyatakan keprihatinan atas pencegatan paksa kapal terkait oleh Amerika Serikat,” ujar Guo dalam pernyataan resmi, Senin, 20 April 2026, dilansir Reuters dan sejumlah media internasional.

Ia menambahkan, Beijing mendesak semua pihak untuk menahan diri dan mematuhi kesepakatan gencatan senjata yang berlaku guna menghindari eskalasi lebih lanjut.

"Kami berharap pihak terkait dapat mencegah tindakan yang memperburuk situasi dan menjaga stabilitas kawasan,” kata Guo pada tanggal yang sama.

Insiden bermula ketika militer AS menghentikan kapal Touska di Teluk Oman pada Minggu, 19 April 2026. Menurut laporan Reuters, kapal tersebut sempat mengabaikan peringatan selama beberapa jam sebelum akhirnya dilumpuhkan dan dikuasai penuh oleh pasukan AS.

Penyitaan ini terjadi hanya beberapa hari setelah Washington memberlakukan blokade laut terhadap Iran sejak 13 April 2026, sebagai bagian dari peningkatan tekanan terhadap Teheran.

Presiden AS, Donald Trump, menyatakan kapal tersebut memiliki “riwayat aktivitas ilegal” dan sedang dalam proses pemeriksaan lebih lanjut. Pernyataan itu disampaikan pada 19 April 2026, sebagaimana dilaporkan Reuters.

Sumber otoritas AS menyebut kapal Touska diduga membawa barang dengan kategori dual-use, yakni material yang dapat digunakan untuk kepentingan sipil maupun militer.

Muatan tersebut dilaporkan mencakup logam, pipa, dan komponen elektronik yang berpotensi terkait dengan pengembangan sistem persenjataan.

Selain itu, kapal tersebut disebut memiliki keterkaitan dengan jaringan pelayaran Iran yang telah lama berada di bawah sanksi AS.

Pemerintah Iran mengecam keras tindakan Washington. Otoritas Teheran menyebut penyitaan tersebut sebagai pelanggaran hukum internasional.

Dalam pernyataan yang dirilis 20 April 2026, pihak Iran menyebut tindakan AS sebagai “pembajakan bersenjata” dan menegaskan akan mempertimbangkan langkah balasan.

China juga menyoroti pentingnya stabilitas di kawasan, khususnya di sekitar Selat Hormuz yang merupakan salah satu jalur pelayaran energi paling vital di dunia.

Beijing menegaskan bahwa gangguan terhadap jalur tersebut dapat berdampak langsung pada rantai pasok global, terutama distribusi minyak dan gas.

Selain itu, insiden ini terjadi di tengah rencana pembicaraan lanjutan antara AS dan Iran, sehingga dikhawatirkan dapat menghambat upaya diplomasi yang sedang berlangsung.

Pengamat menilai penyitaan kapal Touska menjadi indikator meningkatnya tensi geopolitik antara AS dan Iran, dengan implikasi lebih luas terhadap stabilitas kawasan Timur Tengah.

Sikap China yang terbuka mengecam tindakan tersebut juga mencerminkan kekhawatiran kekuatan global terhadap potensi konflik yang lebih besar, terutama jika jalur perdagangan internasional ikut terdampak.

Hingga kini, situasi di Teluk Oman masih menjadi sorotan dunia, dengan berbagai pihak menyerukan de-eskalasi guna mencegah krisis yang lebih luas. (Red)

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2021 INFONAS.ID | Bukan Sekedar Berita | All Right Reserved