-->

Senin, 20 April 2026

Jejak Lumpur di Rengasjajar: Kisah Warga Cigudeg Bertahan Usai Banjir Bandang

Jejak Lumpur di Rengasjajar: Kisah Warga Cigudeg Bertahan Usai Banjir Bandang



BOGOR, 20 April 2026 — Sisa lumpur masih menempel di lantai rumah-rumah warga di Desa Rengasjajar, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Bau tanah basah bercampur material sungai menyengat di udara, menjadi penanda kuat betapa derasnya banjir yang menerjang kawasan ini dua hari lalu.

Sabtu malam, 18 April 2026, hujan turun tanpa jeda sejak sore. Warga tak menyangka aliran sungai di sekitar permukiman mereka akan meluap begitu cepat. Dalam hitungan jam, air berwarna cokelat pekat datang dengan arus kuat, menerobos masuk ke rumah-rumah di kampung seperti Lebak Wangi dan Pasir Sereh.

"Airnya deras sekali, tiba-tiba sudah masuk ke dalam rumah,” tutur seorang warga, mengingat detik-detik ketika banjir mulai meninggi.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor mencatat, di Desa Rengasjajar saja, sebanyak 658 jiwa dari 199 kepala keluarga terdampak. Secara keseluruhan, banjir yang melanda sejumlah desa di wilayah Kabupaten Bogor menyebabkan sekitar 1.614 jiwa terdampak.

Banjir dipicu oleh meluapnya beberapa sungai di kawasan Cigudeg setelah hujan deras berintensitas tinggi mengguyur wilayah hulu. Air yang datang tidak hanya menggenangi, tetapi juga membawa lumpur dan material lain yang memperparah dampak di permukiman warga.

Meski air kini telah surut, persoalan belum sepenuhnya usai. Lumpur tebal masih memenuhi rumah, perabotan rusak, dan aktivitas warga belum kembali normal. Di sejumlah titik, kerusakan infrastruktur seperti jalan lingkungan hingga akses penghubung antar kampung turut memperlambat proses pemulihan.

Sebagian warga sempat mengungsi ke tempat yang lebih aman ketika banjir mencapai puncaknya. Mereka meninggalkan rumah dengan kondisi seadanya, menyelamatkan barang-barang penting semampunya.

BPBD Kabupaten Bogor menyatakan kondisi terkini sudah berangsur membaik, namun status kewaspadaan tetap diberlakukan. Potensi hujan susulan masih menjadi perhatian utama.

"Kami masih siaga dan terus melakukan pemantauan. Warga diminta tetap waspada, terutama yang tinggal di sekitar aliran sungai,” demikian pernyataan BPBD.

Pemerintah Kabupaten Bogor bergerak cepat sejak awal kejadian. Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menegaskan bahwa keselamatan warga menjadi prioritas utama dalam penanganan bencana ini.

Tim gabungan yang terdiri dari BPBD, TNI, Polri, hingga relawan dikerahkan ke lokasi untuk membantu evakuasi dan penanganan darurat. Di sisi lain, bantuan logistik mulai disalurkan kepada warga terdampak.

Bantuan tersebut mencakup kebutuhan dasar seperti sembako, pakaian bersih, selimut, hingga perlengkapan bayi. Distribusi dilakukan secara bertahap, menyesuaikan dengan kondisi akses di lapangan.

Kini, aktivitas warga mulai berangsur pulih. Di halaman rumah, terlihat warga bergotong royong membersihkan sisa lumpur. Peralatan sederhana seperti sekop dan ember menjadi alat utama untuk mengangkat material yang tertinggal.

Namun di balik itu, kekhawatiran belum sepenuhnya hilang. Setiap hujan deras yang turun kembali mengingatkan mereka pada peristiwa dua malam lalu.

Pemerintah daerah menyatakan akan menindaklanjuti kejadian ini dengan langkah jangka panjang, termasuk perbaikan infrastruktur yang rusak serta upaya normalisasi sungai guna mengurangi risiko banjir di masa mendatang.

Banjir bandang yang menerjang Cigudeg kali ini memang tidak menimbulkan korban jiwa. Namun bagi warga Rengasjajar, jejaknya masih jelas terasa di dinding rumah, di perabot yang rusak, dan dalam ingatan tentang malam ketika air datang tanpa peringatan. (Red)




Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2021 INFONAS.ID | Bukan Sekedar Berita | All Right Reserved