-->

Selasa, 21 April 2026

Harga BBM Naik, Ini Pilihan Paling Hemat: Pertalite atau Pertamax? Jawabannya Tak Sesederhana Itu

Harga BBM Naik, Ini Pilihan Paling Hemat: Pertalite atau Pertamax? Jawabannya Tak Sesederhana Itu



JAKARTA — Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi mendorong masyarakat semakin selektif dalam menentukan pilihan bahan bakar untuk kendaraan harian. 

Meski selisih harga antarproduk terlihat tipis, efisiensi penggunaan BBM ternyata tidak hanya ditentukan oleh harga per liter, melainkan juga kesesuaian dengan spesifikasi mesin kendaraan.

Berdasarkan pembaruan per 20 April 2026, harga BBM dari sejumlah penyedia seperti PT Pertamina (Persero), Shell Indonesia, BP-AKR, dan Vivo Energy Indonesia menunjukkan variasi yang cukup signifikan, terutama pada BBM non-subsidi jenis oktan tinggi dan diesel.

Daftar Harga BBM per 20 April 2026

Pertamina:

Pertalite (RON 90): Rp10.000/liter

Solar subsidi: Rp6.800/liter

Pertamax (RON 92): Rp12.300/liter

Pertamax Green 95: Rp12.900–Rp13.150/liter

Pertamax Turbo (RON 98): Rp19.400/liter

Dexlite: Rp23.600/liter

Pertamina Dex: Rp23.900/liter

Shell:

Shell Super (RON 92): Rp12.390/liter

Shell V-Power Diesel: Rp14.620/liter

BP-AKR:

BP 92: Rp12.390/liter

BP Ultimate: Rp12.930/liter

BP Ultimate Diesel: Rp25.560/liter

Vivo:

Revvo 92: Rp12.390/liter

Revvo 95: Rp12.930/liter

Diesel Primus Plus: Rp14.610/liter

Pengamat otomotif menilai, masyarakat kerap terjebak pada anggapan bahwa BBM dengan harga paling murah otomatis paling hemat. Padahal, efisiensi bahan bakar sangat dipengaruhi oleh nilai oktan (RON) yang sesuai dengan kebutuhan mesin.

Untuk kendaraan roda dua dengan kapasitas mesin 125 cc hingga 160 cc, BBM RON 90 seperti Pertalite masih menjadi pilihan ekonomis dari sisi harga. 

Namun, penggunaan BBM RON 92 dinilai lebih efisien dalam jangka panjang karena menghasilkan pembakaran yang lebih sempurna, sehingga konsumsi bahan bakar dapat lebih irit dan mesin bekerja lebih optimal.

Hal serupa juga berlaku pada kendaraan roda empat. Pada segmen mobil keluarga seperti LCGC dan MPV, BBM RON 92 yang tersedia di berbagai SPBU dinilai sebagai titik tengah terbaik antara harga dan performa. 

Selain memberikan tarikan mesin yang lebih ringan, penggunaan BBM dengan oktan lebih tinggi juga dapat meningkatkan efisiensi konsumsi bahan bakar dibandingkan BBM dengan oktan lebih rendah.

Sementara itu, untuk kendaraan modern dengan teknologi mesin turbo atau rasio kompresi tinggi, penggunaan BBM dengan RON 95 ke atas menjadi kebutuhan mutlak. Penggunaan BBM yang tidak sesuai spesifikasi berpotensi menurunkan performa mesin dan meningkatkan konsumsi bahan bakar.

Di tengah kenaikan harga BBM non-subsidi, khususnya pada produk diesel dan oktan tinggi, sebagian masyarakat mulai beralih ke BBM dengan harga lebih rendah. Namun, langkah tersebut tidak selalu memberikan keuntungan dalam jangka panjang jika tidak sesuai dengan rekomendasi pabrikan kendaraan.

Secara umum, BBM dengan RON 92 dinilai sebagai pilihan paling “worth it” bagi mayoritas pengguna kendaraan di Indonesia, karena mampu menyeimbangkan antara efisiensi, performa, dan perawatan mesin.

Masyarakat diimbau untuk tetap mempertimbangkan spesifikasi kendaraan sebelum menentukan pilihan bahan bakar, agar penggunaan BBM tidak hanya hemat secara biaya, tetapi juga menjaga umur mesin dalam jangka panjang. (Red)

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2021 INFONAS.ID | Bukan Sekedar Berita | All Right Reserved