Purwakarta – Di tengah tumpukan persoalan kota yang kian karut-marut, masyarakat hari ini dipaksa menelan pil pahit berupa rentetan janji manis dan klaim keberhasilan dari para pemangku kebijakan. Sayangnya, narasi "kota istimewa" yang sering didengungkan terbukti hanyalah bualan belaka—sebuah retorika "asal bunyi" (Asbun) yang hampa solusi nyata.
Kondisi lapangan menunjukkan kontras yang menyakitkan antara pidato pejabat dengan realitas warga. Masalah fundamental seperti Gagal bayar kepada pihak ketiga, gaji ASN dan P3k yang tidak utuh justru dibalas dengan kebijakan kosmetik yang hanya menyentuh permukaan, tanpa menyentuh akar permasalahan.
Salahsatu praktisi sosial dan pemerhati purwakarta Nurhadi" mengatakan Purwakarta terlalu banyak Retorika Tanpa Eksekusi melalui Kebijakan yang dilahirkan seringkali hanya bersifat reaktif dan seremonial, bertujuan untuk pencitraan di media sosial daripada penyelesaian konflik di akar rumput.
selain itu Absennya Solusi Strategis dengan Alih-alih merumuskan cetak biru (blueprint) pembangunan yang berkelanjutan, pemerintah kota lebih gemar melempar wacana baru untuk menutupi kegagalan program sebelumnya.
Dan akhirnya melahirkan Ketulian Terhadap Aspirasi dengan anti Kritik dari warga dan kajian dari para ahli seringkali dianggap angin lalu, sementara narasi sukses yang dipaksakan terus diproduksi secara masif.
"Kota kita tidak butuh jargon-jargon puitis atau label 'istimewa' jika untuk sekadar [masalah spesifik] saja pemerintah tidak mampu berbuat apa-apa. Kami bosan dengan narasi 'akan' dan 'sedang dalam proses' yang tidak pernah berujung pada hasil nyata," ujar Nurhadi praktisi sosial dan pemerhati purwakarta".
Kami menuntut para pemangku kebijakan untuk berhenti membuang energi pada diksi-diksi indah yang menyesatkan. Kota ini membutuhkan kerja teknokratis yang jujur, transparansi anggaran yang nyata, dan keberanian untuk mengakui kegagalan sebagai langkah awal perbaikan.
Sudah saatnya kebijakan publik dikembalikan fungsinya: untuk melayani warga, bukan untuk memoles citra penguasa.(***)
FOLLOW THE INFONAS.ID | Bukan Sekedar Berita AT TWITTER TO GET THE LATEST INFORMATION OR UPDATE
Follow INFONAS.ID | Bukan Sekedar Berita on Instagram to get the latest information or updates
Follow our Instagram