-->

Rabu, 25 Februari 2026

Akun medsos dipalsukan, Anne Ratna mustika : hapus akun itu agar tidak jadi ruang ghibah dan fitnah...!

Akun medsos dipalsukan, Anne Ratna mustika : hapus akun itu agar tidak jadi ruang ghibah dan fitnah...!


Foto: Doc/net



Di era digital yang semakin berkembang pesat, media sosial telah bertransformasi menjadi sarana komunikasi yang krusial bagi setiap individu, termasuk pejabat dan publik figur, untuk terhubung dengan masyarakat luas, menyampaikan informasi resmi, serta membangun hubungan yang berdasarkan akuntabilitas.

Namun, seiring dengan manfaat yang ditawarkan, fenomena pemalsuan akun media sosial publik figur semakin menjadi ancaman serius yang membutuhkan perhatian mendalam dari berbagai pihak.
Kasus pemalsuan akun tidak hanya terjadi pada figur publik tingkat nasional, melainkan juga menyentuh tokoh lokal. Hal ini dialami langsung oleh Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Purwakarta, Anne Ratna Mustika, yang juga pernah menjabat sebagai Bupati Purwakarta. Tidak hanya akun media sosialnya yang dibuat secara tidak sah, nomor WhatsApp miliknya pun menjadi sasaran pemalsuan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Akun palsu yang dibuat dengan menyamar sebagai publik figur umumnya memiliki tujuan yang beragam dan berbahaya. Mulai dari menyebarkan informasi salah yang dapat menyesatkan masyarakat, merusak citra baik publik figur maupun lembaga terkait, hingga melakukan tindakan penipuan atau manipulasi dalam ranah politik.

Dampak dari tindakan tersebut tidak hanya berpengaruh pada kepercayaan masyarakat terhadap pihak yang terkait dan institusi yang diwakilinya, melainkan juga berpotensi mengganggu stabilitas sosial serta keharmonisan dalam lingkungan masyarakat.

Untuk mengantisipasi penyebaran informasi salah yang berasal dari akun palsu, Anne Ratna Mustika telah melakukan langkah proaktif dengan menyampaikan klarifikasi melalui akun TikTok resmi miliknya (@anneratnamustika) pada hari Rabu (25/2/2026).

"Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, teman-teman akun tiktok di atas (@anne.ratna.mustik) bukan punya saya ya. Dan saya minta yang membuat akun itu untuk segera menghapus agar tidak menjadi ruang untuk ghibah dan fitnah," tulisnya secara tegas dalam unggahan tersebut.

Sebelumnya, melalui akun yang sama, Anne juga telah memperingatkan masyarakat terkait nomor WhatsApp yang dipalsukan dengan mengatasnamakan dirinya. Dalam unggahannya, ia menyampaikan, "+628319007184, teman-teman hati-hati banyak penipuan yang mengatasnamakan saya seperti nomor WA di atas. Itu no WA palsu," agar masyarakat tidak terjebak dalam modus penipuan yang menggunakan identitasnya.

Dalam keterangan kepada awak media, Anne mengungkapkan beberapa faktor yang menjadi penyebab munculnya maraknya kasus pemalsuan akun media sosial dan kontak pribadi publik figur.

Diantaranya adalah kurangnya kesadaran masyarakat tentang cara yang benar untuk memverifikasi keaslian sebuah akun media sosial, kemudahan dalam membuat akun baru tanpa melalui proses verifikasi yang ketat dari platform terkait, serta kurangnya langkah-langkah pencegahan yang komprehensif dan penegakan hukum yang optimal terhadap pelaku pemalsuan.

"Untuk mengatasi masalah ini, diperlukan upaya sinergis dari berbagai pihak. Pemerintah perlu mengatur peraturan yang jelas terkait penggunaan media sosial oleh publik figur dan penindakan yang tegas terhadap pembuat akun palsu," ujar Anne dengan nada yang menekankan pentingnya kerja sama lintas sektor.

Menurutnya, penyelesaian masalah akun media sosial publik figur yang dipalsukan tidak dapat menjadi tanggung jawab satu pihak semata. Hal ini membutuhkan komitmen bersama dari pemerintah, penyedia platform media sosial, masyarakat, serta publik figur itu sendiri untuk menjaga keaslian informasi dan integritas proses komunikasi publik di ruang digital, sehingga ruang maya dapat tetap menjadi tempat yang aman dan bermanfaat bagi semua pihak.

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2021 INFONAS.ID | Bukan Sekedar Berita | All Right Reserved