-->

Jumat, 07 April 2023

Cara Membedakan Gejala antara Rematik dan Asam Urat

Cara Membedakan Gejala antara Rematik dan Asam Urat

INFONAS.ID - Apakah persendian Anda sakit akhir-akhir ini? Beberapa orang mengira itu karena Anda menderita rematik, tetapi yang lain mengira itu adalah asam urat. Jadi mana yang benar?

Meski sama-sama menyebabkan nyeri sendi, sebenarnya kedua penyakit tersebut berbeda. Agar tidak bingung, berikut perbedaan rematik dan asam urat yang harus Anda ketahui.

Perbedaan gejala antara rematik dan asam urat

Baik rematik maupun asam urat merupakan jenis arthritis atau radang sendi. Keduanya menyebabkan gejala kaku, bengkak, dan nyeri pada persendian yang membatasi gerak Anda.  

Namun, penyakit rematik atau rheumatoid arthritis sering menyerang sinovium. Peradangan dan gejala sering dimulai pada satu sendi kecil, khususnya tangan, kemudian menyebar ke sendi lain, seperti pergelangan tangan, pergelangan kaki, lutut, siku, pinggul, dan bahu.

Gejala radang sendi, seperti nyeri dan kaku sendi, seringkali memburuk di pagi hari setelah bangun tidur atau setelah istirahat terlalu lama. Selain itu, nyeri sendi pada artritis seringkali simetris atau mengenai kedua sisi tubuh, seperti jari tangan kanan dan kiri. 

 Meskipun asam urat biasanya menyerang sendi jempol kaki, penyakit ini bisa terjadi pada sendi mana saja, seperti pergelangan kaki, lutut, siku, pergelangan tangan, dan jari. Gejala asam urat sering dan jarang simetris.

Misalnya, nyeri mungkin muncul di jempol kaki kiri lalu jempol kaki kanan, tetapi serangan asam urat berikutnya bisa menyerang lutut atau pergelangan tangan. Gejala asam urat sering kambuh pada malam hari saat Anda sedang tidur. 

Kedua penyakit ini juga sering menimbulkan demam pada penderitanya. Namun, penderita asam urat lebih mungkin mengalami demam daripada rematik.

Penyebab rematik dan asam urat yang berbeda

Meski sama-sama penyakit radang sendi, tetapi penyebab antara rematik dan asam urat berbeda. Penyebab rematik adalah gangguan autoimun, yaitu kondisi ketika sistem imun atau kekebalan secara keliru menyerang jaringan tubuh yang sehat.

Pada penyakit rematik, lapisan sendi atau sinovial yang merupakan bagian dari sendi sering terkena. Kondisi ini menyebabkan peradangan pada membran sinovial, yang kemudian mempengaruhi jaringan di sekitar sendi lainnya dan dapat merusak seluruh sendi.  

Sedangkan penyebab asam urat adalah kelebihan asam urat (uric acid) di dalam darah. Kadar asam urat yang tinggi akan menumpuk dan membentuk kristal asam urat pada persendian, cairan dan jaringan tubuh sehingga menyebabkan nyeri sendi.

Kadar asam urat tinggi umumnya terjadi karena megonsumsi terlalu banyak makanan yang mengandung purin. Purin inilah yang kemudian diolah tubuh untuk menjadi asam urat.

Cara mendiagnosis rematik dan asam urat tidak sama

Gejala dan penyebab penyakitnya berbeda, sehingga cara dokter mendiagnosis asam urat atau rematik juga berbeda.  

Untuk membedakan rematik dan asam urat, dokter terlebih dahulu akan menanyakan riwayat kesehatan pasien dan gejala yang dialami. Dokter Anda juga akan menanyakan pertanyaan tentang diet Anda dan obat apa pun yang Anda minum, serta masalah gaya hidup lainnya. 

Dokter biasanya dapat menemukan perbedaan antara kasus rematik dan asam urat lewat lokasi sendi yang nyeri. Dari hal tersebut, dokter dapat merekomendasikan Anda menjalani berbagai pemeriksaan lanjutan, seperti tes darah, tes cairan sendi, dan MRI atau sinar-X, untuk memastikan diagnosis.

Jenis tes yang dijalani memang umumnya sama, tetapi hasil tes kemudian akan menguatkan diagnosis dokter. Jika hasil tes darah dan tes cairan sendi menunjukkan kadar asam urat Anda tinggi, tandanya Anda benar memiliki penyakit asam urat.

Sementara itu, hasil tes darah akan mengacu pada kesimpulan rematik bila dokter menemukan beberapa hal berikut:

Peptida citrullinated anti-siklik.
Protein C-reaktif.
Laju sedimentasi eritrosit.
Faktor rheumatoid.

Sementara melalui tes pencitraan, umumnya kedua penyakit ini sulit dibedakan. Kelly A. Portnoff, seorang ahli reumatologi dari Portland, Oregon, mengatakan kedua penyakit ini sama-sama akan menunjukkan kerusakan sendi melalui tes tersebut.

Perbedaan pemberian obat antara rematik dan asam urat

Rematik dan asam urat memang sama-sama menimbulkan nyeri sendi. Dengan demikian, keduanya pun mendapatkan obat yang sama untuk meredakan gejala tersebut, seperti penghilang rasa sakit, antiinflamasi nonsteroid (NSAID), dan kortikosteroid.

Namun, penyebab kedua penyakit ini berbeda, sehingga penderitanya akan mendapat obat tambahan yang berbeda pula. Secara khusus, obat rematik yang umumnya diberikan, yaitu disease modifying anti-rheumatoid drugs (DMARDs) atau DMARDs biologis.

Selama ini, obat asam urat khusus digunakan, yaitu colchicine, allopurinol, dan probenesid, untuk menurunkan atau mengontrol kadar asam urat. Penderita asam urat juga harus menghindari makanan yang ditabukan untuk asam urat atau makanan tinggi purin untuk membantu mengendalikan kondisinya. 

Ketahui cara mencegah rematik dan asam urat

Penyebab rematik dan asam urat berbeda sehingga cara mencegah kedua penyakit ini pun berbeda. Penyakit rematik umumnya sulit dicegah karena penyebab dari gangguan autoimun itu sendiri belum diketahui pasti.

Namun, risiko rheumatoid arthritis bisa diturunkan dengan berhenti merokok, berolahraga, serta menghindari paparan lingkungan dan berbagai pantangan rematik lainnya. Sementara untuk mencegah asam urat adalah perubahan gaya hidup dengan menghindari makanan yang mengandung purin tinggi dan rutin berolahraga.

Editor : Fito
Sumber : Hello Sehat




Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2021 INFONAS.ID | Bukan Sekedar Berita | All Right Reserved