PURWAKARTA — Ikatan Remaja Masjid (IRMA) Fathul Khoeriyah sukses menyelenggarakan kegiatan Pesantren Ramadhan 1447 Hijriah. Berlangsung selama dua pekan penuh sejak 22 Februari hingga 8 Maret 2026, program ini tak sekadar menjadi rutinitas ibadah, melainkan kawah candradimuka untuk membentuk karakter generasi muda yang religius, kreatif, dan berbudaya.
Ketua IRMA Fathul Khoeriyah, Asep Arifin, mengungkapkan bahwa antusiasme peserta tahun ini sangat tinggi. Menurutnya, pemuda masjid di era modern harus memiliki keseimbangan antara kecerdasan spiritual dan keterampilan duniawi.
Hal senada disampaikan oleh Ketua Panitia Pesantren Ramadhan, Fajar Sidik. Ia menjelaskan, untuk mewujudkan misi pembentukan karakter tersebut, panitia melakukan terobosan baru. Selain menghadirkan penceramah lokal untuk memperdalam ilmu agama, Pesantren Ramadhan tahun ini juga menggandeng dua tokoh pemuda inspiratif daerah.
"Kami tidak hanya fokus pada kajian kitab atau ibadah mahdhah. Tahun ini, kami berkolaborasi dengan Ketua Ekonomi Kreatif (Ekraf) Purwakarta, Kang Hadi Al Buhaqi, dan Winner Batik Indonesia, Kang Rhana Chahya Nugraha," ujar Fajar.
Kehadiran Kang Hadi Al Buhaqi memberikan suntikan motivasi bagi para remaja masjid untuk berani berwirausaha dan memanfaatkan potensi ekonomi kreatif di lingkungan sekitar. Sementara itu, sesi bersama Kang Rhana Chahya Nugraha membuka wawasan peserta akan pentingnya melestarikan identitas bangsa melalui seni membatik, menanamkan rasa bangga terhadap budaya Indonesia.
Kolaborasi unik antara pendalaman ilmu agama dari penceramah lokal dan wawasan industri kreatif dari para praktisi ini menjadi nilai tambah yang membedakan Pesantren Ramadhan Fathul Khoeriyah dengan kegiatan serupa di tempat lain.
Lebih lanjut, Fajar Sidik juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh pihak yang telah bersinergi.
"Kesuksesan acara ini tentu tidak lepas dari dukungan berbagai pihak. Kami secara khusus mengucapkan terima kasih kepada Bapak Lurah Minar Suminar yang telah memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan kepemudaan di wilayah kami.
Apresiasi juga kami sampaikan kepada pelaku usaha lokal, yakni Chicken & More Woke dan Warung Atmajaya Group, yang turut menyukseskan jalannya acara selama dua pekan ini," ungkapnya.
Menatap ke depan, IRMA Fathul Khoeriyah rupanya tidak ingin berhenti sampai di sini. Ketua IRMA, Asep Arifin, membocorkan sejumlah agenda strategis yang tengah dipersiapkan untuk terus merangkul anak muda di wilayah tersebut.
"Dakwah dan pembinaan remaja harus adaptif. Ke depan, kami sudah merencanakan kegiatan," ucapnya
Tadabur Alam untuk memperkuat ukhuwah sekaligus mentadaburi kebesaran ciptaan Allah. Selain itu, merespons minat besar generasi Z, kami juga bersiap menggelar turnamen E-Sport tingkat Kecamatan Babakancikao.
"Kami ingin membuktikan bahwa remaja masjid juga bisa relevan dengan tren masa kini namun tetap berpijak pada nilai-nilai positif," pungkas Asep.
Melalui rangkaian kegiatan dan rencana inovatif tersebut, IRMA Fathul Khoeriyah diharapkan semakin mengukuhkan eksistensinya sebagai wadah anak muda yang mandiri, kreatif, dan siap berkontribusi memajukan daerah.
FOLLOW THE INFONAS.ID | Bukan Sekedar Berita AT TWITTER TO GET THE LATEST INFORMATION OR UPDATE
Follow INFONAS.ID | Bukan Sekedar Berita on Instagram to get the latest information or updates
Follow our Instagram