-->

Kamis, 22 Oktober 2026

Kiai Maman Raih Imam Jazuli Award: Santri Harus Jadi Penggerak Perubahan!

CIREBON — Sekitar 1.000 tokoh pesantren dari berbagai daerah di Jawa Barat berkumpul di Ballroom Hotel Aston Cirebon, Kamis (22/10/2026), dalam peringatan Hari Santri Nasional 2026 yang diselenggarakan Imam Jazuli Foundation.

Kegiatan tersebut menjadi ajang silaturahmi, refleksi, sekaligus penguatan peran pesantren dan santri dalam bidang pendidikan, keagamaan, sosial kemasyarakatan, serta kehidupan kebangsaan.

Salah satu agenda utama dalam kegiatan itu adalah penganugerahan Imam Jazuli Award kepada 17 tokoh yang dinilai inspiratif dan berpengaruh di Jawa Barat. Dua di antaranya adalah Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal dan Anggota DPR RI KH. Maman Imanulhaq.

Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi para tokoh dalam berbagai bidang, mulai dari pendidikan, keagamaan, sosial kemasyarakatan, hingga pemberdayaan masyarakat.

KH. Maman Imanulhaq yang juga memimpin Pondok Pesantren Al Mizan, Jatiwangi, menegaskan bahwa penghargaan yang diterimanya bukan sekadar pencapaian pribadi, melainkan amanah untuk terus mengabdi kepada masyarakat.

“Saya menerima penghargaan ini bukan sebagai pencapaian pribadi, tetapi sebagai amanah untuk terus mengabdi. Santri hari ini harus mampu hadir di tengah masyarakat, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi tetap berpijak pada nilai-nilai pesantren: keikhlasan, kedisiplinan, kemanusiaan, dan pengabdian,” ujar Kiai Maman.

Menurutnya, Hari Santri harus menjadi momentum untuk memperluas kontribusi santri di berbagai sektor kehidupan, termasuk pendidikan, ekonomi, politik kebangsaan, teknologi, lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat.

“Santri tidak boleh hanya menjadi penonton perubahan. Santri harus menjadi bagian dari perubahan itu sendiri,” tegasnya.

Ia juga menilai pesantren memiliki modal sosial dan moral yang penting bagi Indonesia dalam menghadapi perkembangan zaman.

“Pesantren mengajarkan ilmu sekaligus akhlak. Karena itu, santri harus mampu membawa nilai-nilai tersebut ke ruang publik dan menjadikannya energi untuk membangun Indonesia yang lebih adil, maju, dan berkeadaban,” tambahnya.

Pendiri Imam Jazuli Foundation, KH. Imam Jazuli, mengatakan bahwa Imam Jazuli Award merupakan bentuk penghormatan kepada tokoh-tokoh yang telah memberikan kontribusi dan inspirasi bagi masyarakat.

“Kami ingin Hari Santri tidak hanya menjadi momentum seremonial, tetapi menjadi ruang untuk memberikan penghormatan kepada para tokoh yang selama ini bekerja, mengabdi, dan memberikan inspirasi bagi masyarakat. Imam Jazuli Award adalah apresiasi atas dedikasi mereka,” kata KH. Imam Jazuli.

Ia menegaskan, santri memiliki sejarah panjang dalam perjalanan bangsa. Semangat perjuangan tersebut, menurutnya, harus terus diwujudkan melalui karya dan pengabdian yang relevan dengan tantangan masa kini.

“Santri harus percaya diri mengambil peran di semua ruang kehidupan. Pesantren memiliki tradisi ilmu, akhlak, kemandirian, dan pengabdian yang sangat relevan untuk menjawab tantangan zaman. Karena itu, santri harus terus bergerak, berkarya, dan memberi manfaat,” ujarnya.

KH. Imam Jazuli berharap penghargaan tersebut dapat menginspirasi generasi muda untuk meneruskan tradisi pengabdian para ulama dan santri bagi masyarakat serta bangsa.

Direktur Imam Jazuli Foundation, Hj. Imtiyaz Zay Balqis, menyampaikan bahwa pihaknya berencana memperkuat sinergi dengan para penerima penghargaan untuk mengembangkan gagasan dan perjuangan yang telah dilakukan.

“Ke depan, kita akan bersinergi dengan para tokoh ini untuk mengelaborasi dan mengembangkan gagasan serta perjuangan yang telah mereka lakukan, baik dalam bidang transformasi, ekologi, maupun kesetaraan gender,” ungkapnya.

Sinergi tersebut diharapkan mampu memperluas dampak positif berbagai inisiatif para tokoh, sekaligus memperkuat kontribusi pesantren dalam menjawab persoalan sosial dan tantangan pembangunan.

Berikut 17 Tokoh Inspiratif dan Berpengaruh di Jawa Barat

Dalam kegiatan tersebut, Imam Jazuli Foundation mencantumkan 17 nama sebagai penerima penghargaan Tokoh Inspiratif dan Berpengaruh di Jawa Barat, yakni:

1. Dr. KH. Cucun Ahmad Syamsurijal

2. Dr. KH. Maman Imanulhaq, M.M.

3. KH. Dedi Wahidi, S.Pd.

4. KH. Juhadi Muhammad, S.H.

5. Prof. Dr. KH. Abun Bunyamin

6. KH. Hasan Nuri Hidayatullah

7. Prof. Dr. Rokhmin Dahuri

8. KH. Muhammad Nuh Addawami

9. Addin Jauharudin

10. KH. Muhammad Cholil Nafis, Lc., M.A., Ph.D.

11. Prof. Dr. KH. Asrorun Ni’am

12. KH. Husein Muhammad

13. Dr. Rina Saadah, Lc., M.Si.

14. Nyai Hj. Masriyah Amva

15. Dr. KH. Jujun Junaedi

16. Drs. H. Imrod Rosyadi, M.Ag.

17. KH. Musthofa Aqil

Peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Cirebon ini menjadi momentum untuk menegaskan bahwa peran santri tidak terbatas pada lingkungan pesantren. Dengan bekal ilmu, akhlak, kemandirian, dan semangat pengabdian, santri diharapkan semakin berperan dalam pendidikan, pembangunan sosial, pelestarian lingkungan, serta kehidupan kebangsaan.

Melalui Imam Jazuli Award, Imam Jazuli Foundation berharap apresiasi terhadap para tokoh dapat berkembang menjadi gerakan kolaboratif yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Jawa Barat dan Indonesia.

Rabu, 21 Oktober 2026

Diduga Langgar Aturan Cukai, Rokok BL Rotama Beredar di Majalengka

MAJALENGKA — Peredaran rokok merek BL Rotama di sejumlah kios dan toko rokok di Kabupaten Majalengka menjadi sorotan. Pasalnya, berdasarkan pantauan redaksi, ditemukan dugaan ketidaksesuaian antara jumlah batang rokok dalam kemasan dan keterangan isi pada pita cukai yang dilekatkan.

Kemasan rokok BL Rotama yang diamati disebut berisi 20 batang, sedangkan pita cukai yang terpasang diduga diperuntukkan bagi kemasan berisi 10 batang. Temuan tersebut memunculkan pertanyaan mengenai kesesuaian pelunasan cukai dan kepatuhan terhadap ketentuan di bidang cukai.

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, rokok tersebut diduga didistribusikan di wilayah Jawa Barat melalui PT Enggar Lestari Sejahtera yang berkedudukan di Cirebon. Sementara itu, keterangan pada kemasan mencantumkan PR Makmur, Tasikmalaya, Indonesia, sebagai pihak produsen.

Seorang narasumber yang meminta identitasnya dirahasiakan menyampaikan bahwa produk tersebut diduga beredar di sejumlah wilayah Jawa Barat, termasuk Kabupaten Majalengka.

“Jadi, rokok BL tersebut se-Jawa Barat oleh PT Enggar Lestari Sejahtera Cirebon. Kalau di Majalengka, gudangnya ada di salah satu daerah perkotaan. Modusnya itu pita cukai 10 batang dipasang pada kemasan rokok 20 batang,” ujar narasumber tersebut, Senin (19/10/2026).

Pernyataan itu masih memerlukan verifikasi lebih lanjut dari pihak perusahaan maupun instansi berwenang untuk memastikan kebenaran dugaan tersebut.

Pita cukai merupakan dokumen sekuriti yang menjadi salah satu tanda pelunasan cukai atas barang kena cukai. Penggunaan dan pelekatan pita cukai harus mengikuti ketentuan yang berlaku, termasuk kesesuaiannya dengan jenis produk dan kemasan.

Apabila terbukti terdapat penggunaan pita cukai yang tidak sesuai dengan ketentuan, perbuatan tersebut dapat berimplikasi hukum di bidang cukai. Namun, penentuan jenis pelanggaran dan sanksi yang dapat dikenakan harus didasarkan pada hasil pemeriksaan serta ketentuan hukum yang relevan.

Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1995 tentang Cukai mengatur sejumlah ketentuan pidana terkait peredaran barang kena cukai dan penggunaan pita cukai.

Karena itu, dugaan ketidaksesuaian pita cukai pada produk BL Rotama perlu ditelusuri oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai guna memastikan status pita cukai, kesesuaian kemasan, serta pihak-pihak yang bertanggung jawab apabila ditemukan pelanggaran.

Jika dugaan tersebut terbukti, praktik semacam ini berpotensi menimbulkan kerugian penerimaan negara dan mengganggu persaingan usaha yang sehat di sektor industri hasil tembakau.

Untuk memperoleh klarifikasi, awak media Infonas.co.id menghubungi seseorang bernama Azi melalui pesan WhatsApp pada Selasa (20/10/2026). Berdasarkan informasi yang diterima redaksi, Azi disebut sebagai supervisor di wilayah Kabupaten Majalengka.

Dalam balasannya, Azi mengarahkan awak media untuk menghubungi pihak pusat perusahaan. Ia juga mengirimkan tangkapan layar akun Instagram yang disebut sebagai media sosial resmi PT Enggar Lestari Sejahtera.

“Langsung aja ke pusatnya, Mas. Ini medsos resmi sama alamat web-nya,” tulis Azi.

Ia kembali menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki kewenangan untuk memberikan penjelasan mengenai persoalan tersebut.

“Untuk segala sesuatunya langsung aja ke pusat, Pak. Saya enggak ada wewenang untuk menjawab,” lanjutnya melalui pesan WhatsApp.

Menindaklanjuti arahan tersebut, awak media kemudian berupaya menghubungi nomor kontak yang tercantum pada akun media sosial yang diberikan untuk meminta tanggapan perusahaan mengenai dugaan ketidaksesuaian pita cukai tersebut.

Namun, hingga berita ini disusun, redaksi belum memperoleh penjelasan substantif terkait dugaan yang sedang ditelusuri.

Saat dihubungi melalui telepon WhatsApp pada Rabu (21/10/2026), seseorang yang dihubungi menyampaikan bahwa dirinya sedang sibuk mengikuti rapat dan belum dapat memberikan keterangan lebih lanjut.

“Oh, saya enggak ada ini, Pak. Punten, saya sibuk, lagi rapat,” ujarnya singkat.

Dengan demikian, belum adanya penjelasan substantif dari pihak yang dihubungi tidak dapat serta-merta dimaknai sebagai pengakuan ataupun pembenaran atas dugaan tersebut.

Hingga berita ini diterbitkan, redaksi masih berupaya meminta tanggapan dari pihak-pihak terkait, termasuk Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai yang berwenang, untuk memastikan apakah produk yang dipersoalkan telah memenuhi ketentuan cukai.

Redaksi juga membuka ruang bagi PT Enggar Lestari Sejahtera, PR Makmur, maupun pihak lain yang berkaitan untuk memberikan klarifikasi, hak jawab, dan informasi pendukung guna melengkapi pemberitaan secara berimbang.

Masyarakat diimbau untuk lebih cermat dalam membeli produk hasil tembakau serta melaporkan kepada instansi berwenang apabila menemukan indikasi pelanggaran. Setiap dugaan tetap perlu diperiksa berdasarkan bukti dan prosedur hukum yang berlaku.

(Boyzan)

Selasa, 20 Oktober 2026

Jelang Porprov 2026, Perbakin Purwakarta Desak Solusi Fasilitas Latihan

PURWAKARTA — Kerusakan Gedung Persatuan Menembak Indonesia (Perbakin) Pengurus Kabupaten (Pengkab) Purwakarta sejak robohnya bagian atap pada Desember 2025 hingga kini masih menjadi persoalan serius. 

Kondisi tersebut berdampak terhadap aktivitas latihan dan pembinaan atlet menembak, terlebih menjelang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada November mendatang.

Kerusakan bangunan tidak hanya mengganggu fasilitas latihan menembak 10 meter, tetapi juga berdampak pada gudang peralatan, ruang musala, ruang pertemuan, hingga toilet. Akibatnya, sejumlah fasilitas penting tidak dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung kegiatan organisasi maupun program pembinaan atlet.

Ketua Umum Perbakin Purwakarta, Guntur Era Putra, mengatakan persiapan menghadapi Porprov membutuhkan program latihan yang terencana, konsisten, serta ditunjang sarana dan prasarana yang memadai. Selasa (20/10/2026)

Menurutnya, kondisi gedung yang belum sepenuhnya pulih menjadi kendala bagi atlet untuk menjalani latihan secara maksimal. Padahal, waktu menuju kompetisi tingkat provinsi tersebut semakin dekat.

“Kami tentu berharap para atlet dapat menjalani persiapan dengan maksimal. Namun, kondisi fasilitas yang mengalami kerusakan ini menjadi kendala nyata dalam proses pembinaan. Atlet membutuhkan tempat latihan yang layak dan aman agar dapat mempersiapkan diri secara optimal untuk menghadapi Porprov,” ujar Guntur.

Ia menjelaskan, persoalan kerusakan gedung tersebut telah dikomunikasikan melalui Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) serta Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata dan Kebudayaan (Disporapar) Kabupaten Purwakarta.

Pemerintah daerah, lanjutnya, juga telah melakukan peninjauan langsung ke lokasi pada Januari 2026. Perbakin Purwakarta mengapresiasi perhatian tersebut, tetapi berharap peninjauan dapat segera ditindaklanjuti dengan langkah konkret.

“Kami mengapresiasi perhatian dan peninjauan yang telah dilakukan pemerintah daerah. Namun, mengingat kerusakan telah berlangsung sejak Desember 2025 dan berdampak langsung terhadap fasilitas latihan, kami berharap ada kepastian penanganan serta jadwal perbaikan yang jelas,” tegasnya.

Bagi Perbakin Purwakarta, persoalan ini bukan semata-mata menyangkut kondisi fisik bangunan. Lebih dari itu, kerusakan gedung berkaitan langsung dengan keberlangsungan pembinaan olahraga dan peluang atlet daerah untuk bersaing meraih prestasi di tingkat provinsi.

Guntur memahami bahwa perbaikan fasilitas milik pemerintah harus melalui proses administrasi dan mekanisme sesuai ketentuan. Meski demikian, ia berharap koordinasi antara pemerintah daerah, KONI, dan Disporapar dapat lebih diintensifkan agar persoalan tersebut tidak terus berlarut-larut.

Sebagai langkah antisipasi apabila perbaikan gedung belum dapat segera dilaksanakan, Perbakin Purwakarta juga berharap pemerintah daerah bersama pihak terkait dapat mempertimbangkan penyediaan fasilitas latihan sementara yang aman dan memadai.

Menurutnya, ketersediaan tempat latihan yang layak menjadi kebutuhan mendesak agar atlet tetap dapat menjalankan program persiapan secara terarah menjelang Porprov Jawa Barat 2026.

Perbakin Purwakarta berharap ada solusi nyata yang segera diwujudkan, sehingga kerusakan fasilitas tidak semakin menghambat pembinaan atlet. Dukungan sarana dan prasarana yang memadai diharapkan dapat membantu para atlet tampil optimal sekaligus membawa prestasi bagi Kabupaten Purwakarta pada ajang olahraga tingkat provinsi tersebut.

(AGUS)

Senin, 19 Oktober 2026

Berlatih Dilapangan Rusak, Atlet Menembak Purwakarta Bawa Pulang 3 Medali Emas


PURWAKARTA — Keterbatasan fasilitas latihan tak menyurutkan semangat atlet menembak Kabupaten Purwakarta untuk mengukir prestasi di tingkat nasional. 

Kontingen Purwakarta berhasil membawa pulang dua medali emas dan satu medali perunggu dalam Kejuaraan Nasional Pistol dan Senapan Angin Dewasa (Kejurnas PPAD) 2026 yang berlangsung pada 12–17 Oktober 2026 di Lapangan Tembak Senayan, Jakarta Pusat.

Prestasi tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi dunia olahraga Purwakarta. Pasalnya, para atlet harus menjalani persiapan di tengah kondisi lapangan tembak Perbakin Purwakarta yang dilaporkan mengalami kerusakan dan belum sepenuhnya memadai untuk menunjang latihan secara optimal.

Salah satu atlet yang mencuri perhatian adalah Serda Wirafi Akhmad Dzaki. Ia berhasil meraih medali perunggu pada nomor individu Air Rifle Man 10 meter.

Tak hanya itu, Serda Wirafi juga turut menyumbangkan medali emas pada nomor beregu Team Air Rifle Match 10 Meter bersama Fathur Gustavian dan Davin Rosid Wibowo. Kekompakan serta konsistensi para atlet menjadi bagian penting dalam keberhasilan tim tersebut bersaing dengan kontingen dari berbagai daerah.

Prestasi membanggakan juga datang dari kategori Youth atau kelompok usia muda. Tim Air Rifle 10 Meter Youth putra Purwakarta sukses meraih medali emas melalui penampilan Wirafa Abiyu Dzaki, Nauffal Rashid Maulana, dan Irsyad Oktaleka Nezril.

Keberhasilan tersebut menjadi sinyal positif bagi pembinaan dan regenerasi atlet menembak di Purwakarta. Di tengah keterbatasan sarana latihan, para atlet muda tetap mampu menunjukkan kemampuan dan daya saing di ajang nasional.

Sementara itu, pada nomor Air Rifle Women 10 Meter Youth, dua atlet putri Purwakarta, Nurhanifah Ahmad dan Ivana Amelia Ambarwati, berhasil menembus babak final. Keduanya masing-masing menempati peringkat keenam dan ketujuh.

Hasil tersebut menunjukkan bahwa atlet menembak Purwakarta memiliki potensi untuk terus berkembang dan bersaing, baik pada kategori putra maupun putri.

Ketua Umum Perbakin Purwakarta, Guntur Era Putra, mengungkapkan kebanggaannya atas perjuangan dan dedikasi para atlet yang tetap mampu menorehkan prestasi di tengah keterbatasan fasilitas latihan.

Menurutnya, kondisi lapangan tembak yang mengalami kerusakan serta tertundanya proses renovasi tidak membuat para atlet kehilangan semangat untuk berjuang membawa nama baik daerah.

“Meskipun lapangan tembak kami sedang dalam kondisi rusak dan proses renovasi tertunda, anak-anak kita tidak pernah mengeluh. Mereka justru menjadikan kekurangan ini sebagai motivasi untuk berjuang lebih keras demi membawa nama baik Purwakarta,” ujarnya.

Pernyataan tersebut sekaligus menyoroti pentingnya dukungan terhadap fasilitas olahraga daerah agar pembinaan atlet dapat berjalan secara maksimal dan berkelanjutan.

Raihan dua medali emas dan satu medali perunggu dalam Kejurnas PPAD 2026 menjadi capaian penting bagi kontingen menembak Purwakarta. Keberhasilan tersebut juga memperlihatkan potensi atlet daerah yang mampu bersaing di tengah berbagai keterbatasan.

Namun, prestasi tersebut perlu diikuti perhatian serius terhadap kondisi sarana dan prasarana olahraga. Fasilitas latihan yang layak merupakan salah satu faktor penting dalam mendukung peningkatan kemampuan atlet, menjaga kualitas pembinaan, serta mempersiapkan regenerasi atlet berprestasi.

Karena itu, kondisi lapangan tembak Perbakin Purwakarta diharapkan menjadi perhatian pihak-pihak terkait. Perbaikan fasilitas diperlukan agar para atlet memiliki tempat latihan yang memadai untuk meningkatkan kemampuan dan mempersiapkan diri menghadapi kompetisi berikutnya.

Prestasi di Senayan telah membuktikan bahwa semangat juang atlet Purwakarta tetap menyala. Kini, dukungan nyata terhadap fasilitas olahraga menjadi bagian penting agar potensi tersebut dapat terus berkembang dan melahirkan prestasi yang lebih tinggi. (AGUS)

Minggu, 18 Oktober 2026

Kiai Maman Desak Azerbaijan Cabut Larangan Jilbab: Jangan Diskriminasi Perempuan Muslim!

JAKARTA, INFONAS — Anggota Komisi VIII DPR RI, Dr. KH. Maman Imanulhaq, MM, mendesak pemerintah Azerbaijan mencabut larangan penggunaan jilbab bagi perempuan Muslim serta meninjau kebijakan yang dinilai berpotensi mendiskriminasi perempuan berdasarkan keyakinan agama.

Menurut Maman, persoalan jilbab tidak semata-mata berkaitan dengan atribut keagamaan, tetapi juga menyangkut penghormatan terhadap hak asasi manusia (HAM), kebebasan beragama, kesetaraan perempuan, dan upaya melawan Islamofobia.

“Saya mendesak pemerintah Azerbaijan segera mencabut larangan jilbab. Jangan sampai kebijakan negara justru membatasi hak perempuan Muslim untuk menjalankan keyakinannya. Kebebasan beragama adalah hak fundamental, bukan privilese yang boleh diberikan atau dicabut oleh kekuasaan,” tegas Maman, Minggu (18/10/2026).

Ia menilai, negara seharusnya menjamin setiap warga dapat menjalankan keyakinan agamanya tanpa menghadapi intimidasi maupun perlakuan diskriminatif. Perbedaan ekspresi keagamaan, menurutnya, tidak semestinya menjadi alasan untuk membatasi akses warga terhadap pendidikan, pekerjaan, pelayanan publik, ataupun partisipasi dalam kehidupan sosial.

Maman juga menekankan bahwa setiap kebijakan yang membatasi kebebasan beragama perlu dikaji berdasarkan prinsip hak asasi manusia, tujuan yang sah, proporsionalitas, dan larangan diskriminasi.

Menurutnya, demokrasi dan modernisasi seharusnya berjalan beriringan dengan perlindungan terhadap keberagaman. Karena itu, pemerintah Azerbaijan didorong untuk mengevaluasi kebijakannya dan memastikan perempuan Muslim dapat menjalankan keyakinan secara bebas dan bermartabat.

Selain mendesak pemerintah Azerbaijan, Maman mendorong Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia agar menyampaikan aspirasi tersebut melalui jalur diplomatik. Ia juga meminta Kedutaan Besar Azerbaijan di Indonesia meneruskan desakan itu kepada otoritas terkait.

“Hubungan baik antarnegara harus menjadi ruang untuk membangun dialog dan menyampaikan prinsip-prinsip kemanusiaan secara tegas. Indonesia perlu mengambil sikap yang jelas bahwa diskriminasi berbasis agama tidak dapat dibenarkan dan kebebasan beragama harus dihormati di mana pun,” ujarnya.

Maman menilai, diplomasi tidak hanya berfungsi menjaga hubungan bilateral, tetapi juga dapat menjadi sarana untuk menyuarakan nilai-nilai kemanusiaan, keadilan, dan penghormatan terhadap hak-hak dasar setiap individu.

Sebagai Anggota Komisi VIII DPR RI, ia menegaskan bahwa perlindungan kebebasan beragama merupakan bagian penting dari upaya mewujudkan kehidupan masyarakat yang adil, damai, dan bermartabat.

Dalam kapasitasnya sebagai Wakil Ketua Fraksi PKB DPR RI dan Dewan Syura DPP PKB, Maman juga menekankan pentingnya memperjuangkan nilai keadilan, toleransi, serta penghormatan terhadap hak setiap manusia tanpa membedakan latar belakang keyakinan.

“Jilbab bukan ancaman bagi negara. Diskriminasi terhadap perempuan karena keyakinannya justru menjadi ancaman bagi nilai-nilai demokrasi dan kemanusiaan. Azerbaijan harus mencabut larangan tersebut dan mengembalikan hak perempuan Muslim untuk menjalankan agamanya secara bebas dan bermartabat,” pungkasnya.

EDITOR: MURFITO 

Bukan Sekadar Pencitraan! Kebiasaan Mantan PM Jepang Ini Tampar Budaya Politik Elitis


OPINI  — Sikap rendah hati seorang pemimpin kembali menjadi sorotan setelah mantan Perdana Menteri Jepang, Yoshihiko Noda, terlihat membagikan selebaran kepada masyarakat di sebuah stasiun kereta di Jepang. Pemandangan tersebut menghadirkan pesan penting tentang kedekatan pemimpin dengan rakyat, bahkan setelah menduduki jabatan tertinggi dalam pemerintahan.

Noda, yang menjabat sebagai Perdana Menteri Jepang pada 2011–2012, dilaporkan membagikan selebaran di Stasiun Minami-Funabashi, Prefektur Chiba, pada 18 September 2026. Kegiatan tersebut menjadi perhatian karena ia melakukannya secara langsung di tengah aktivitas masyarakat.

Kebiasaan turun ke stasiun untuk menyampaikan informasi politik kepada masyarakat bukanlah hal baru bagi Noda. Ia dilaporkan telah melakukan kegiatan serupa sejak 1986, jauh sebelum menduduki kursi perdana menteri.

Jabatan Tinggi Bukan Alasan Menjauh dari Rakyat

Apa yang dilakukan Noda memberikan gambaran bahwa aktivitas politik tidak selalu harus dilakukan melalui panggung besar, acara seremonial, atau pertemuan formal.

Menyapa masyarakat, membagikan informasi, dan membuka ruang komunikasi secara langsung merupakan bagian dari upaya membangun hubungan antara pemimpin dan warga.

Kebiasaan tersebut juga mengingatkan bahwa jabatan publik bukan sekadar simbol kekuasaan. Lebih dari itu, jabatan merupakan amanah yang menuntut tanggung jawab, kerendahan hati, serta kesediaan untuk mendengarkan aspirasi masyarakat.

Pelajaran bagi Politik Indonesia

Di Indonesia, fenomena tersebut relevan untuk menjadi bahan refleksi bagi para pejabat publik, anggota DPR, kepala daerah, hingga politikus di tingkat lokal.

Kedekatan dengan masyarakat idealnya tidak hanya terlihat menjelang pemilihan umum. Kehadiran pemimpin di tengah warga semestinya menjadi bagian dari tanggung jawab yang dilakukan secara konsisten.

Pasar tradisional, permukiman, terminal, dan berbagai ruang publik dapat menjadi tempat bagi pejabat untuk mendengar persoalan masyarakat secara langsung, mulai dari kesulitan ekonomi, infrastruktur, pendidikan, hingga kualitas pelayanan publik.

Namun, turun ke lapangan tidak boleh berhenti sebagai kegiatan simbolis atau sekadar pencitraan. Aspirasi yang diterima harus ditindaklanjuti melalui kebijakan dan langkah nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Bukan Hanya Penampilan, tetapi Bukti Kerja

Sikap sederhana seorang pemimpin memang patut diapresiasi. Akan tetapi, ukuran keberhasilan kepemimpinan tidak cukup dinilai dari kesediaan menyapa rakyat atau membagikan selebaran.

Masyarakat juga membutuhkan bukti nyata berupa pelayanan publik yang semakin baik, kebijakan yang berpihak kepada kepentingan umum, serta penyelesaian persoalan yang selama ini mereka hadapi.

Karena itu, teladan yang dapat dipetik dari kebiasaan Yoshihiko Noda bukan semata-mata soal membagikan pamflet, melainkan tentang pentingnya menjaga komunikasi dengan masyarakat secara berkelanjutan.

Pemimpin yang baik bukan hanya mereka yang hadir ketika membutuhkan dukungan, melainkan mereka yang tetap bersedia mendengarkan dan memperjuangkan kepentingan rakyat dalam setiap kesempatan.

Bagi Indonesia, pesan tersebut layak menjadi bahan evaluasi bersama. Sebab, demokrasi yang sehat tidak hanya membutuhkan pemimpin yang mampu berbicara di hadapan publik, tetapi juga pemimpin yang mau turun langsung, mendengar keluhan, dan membuktikan tanggung jawabnya melalui kerja nyata.

Catatan redaksi: Informasi mengenai kegiatan dan riwayat Yoshihiko Noda perlu dicocokkan kembali dengan sumber berita primer sebelum diterbitkan. Naskah ini merupakan artikel analisis dan opini berbasis peristiwa yang dilaporkan, bukan pernyataan bahwa Noda bermaksud menyindir politikus Indonesia.

EDITOR: MURFITO ADI 

Kamis, 15 Oktober 2026

Kiai Maman Dorong Kerja Sama Pendidikan Indonesia–Mesir Diperluas, Al-Azhar Jadi Jembatan Intelektual

JAKARTA — Anggota DPR RI Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Dr. KH. Maman Imanulhaq, mendukung penguatan kerja sama pendidikan antara Indonesia dan Mesir. Ia menilai hubungan kedua negara yang telah terjalin lama perlu dikembangkan melalui pertukaran mahasiswa dan dosen, riset bersama, kemitraan perguruan tinggi, serta penguatan jejaring akademik internasional.

Dukungan tersebut disampaikan menyusul dorongan Presiden Prabowo Subianto untuk memperluas kerja sama Indonesia–Mesir di bidang pendidikan. Kolaborasi tersebut diharapkan tidak hanya mempererat hubungan bilateral, tetapi juga membuka lebih banyak peluang bagi generasi muda Indonesia untuk memperoleh akses pendidikan dan mengembangkan kapasitas akademik.

Dalam pernyataan bersama dengan Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi, Prabowo menegaskan kesiapan Indonesia memperluas kemitraan pendidikan dengan negara tersebut.

“Ke depan Indonesia siap memperluas kerja sama pendidikan melalui pertukaran mahasiswa, kemitraan antara universitas, riset bersama dan menjajaki peluang kerja sama di bidang-bidang lain,” kata Prabowo.

Menanggapi hal itu, Kiai Maman menilai penguatan kerja sama pendidikan perlu melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemerintah dan perguruan tinggi hingga organisasi mahasiswa serta lembaga yang selama ini mendampingi calon mahasiswa Indonesia yang hendak menempuh pendidikan di Mesir.

“Kerja sama pendidikan Indonesia dan Mesir memiliki fondasi sejarah yang sangat kuat. Sekarang saatnya kita memperluasnya menjadi kemitraan akademik yang produktif, termasuk melalui riset, pertukaran dosen dan mahasiswa, serta penguatan jejaring pendidikan,” ujar Kiai Maman di Jakarta, Kamis (15/10/2026).

Kiai Maman turut mengapresiasi peran Forum Komunikasi dan Konsultasi Pendidikan Mahasiswa Indonesia (Forkapmi), yang disebut berperan sebagai konsultan studi Al-Azhar Mesir serta memberikan pendampingan dan informasi kepada calon mahasiswa Indonesia.

Menurutnya, keberadaan lembaga pendampingan pendidikan dapat membantu calon mahasiswa dan keluarga memperoleh informasi yang diperlukan sebelum melanjutkan studi ke luar negeri.

“Forkapmi memiliki peran penting sebagai konsultan studi Al-Azhar Mesir. Kehadiran lembaga seperti ini membantu calon mahasiswa dan keluarga memperoleh informasi dan pendampingan yang dibutuhkan untuk menempuh pendidikan di Mesir,” katanya.

Ia menegaskan bahwa peran lembaga pendampingan pendidikan perlu menjadi bagian dari ekosistem pendidikan internasional yang mendukung mobilitas akademik Indonesia–Mesir.

Dengan dukungan informasi yang memadai dan pendampingan yang baik, calon mahasiswa diharapkan dapat mempersiapkan perjalanan akademik mereka secara lebih terarah.

Selain mendorong perluasan kemitraan akademik, Kiai Maman juga mengapresiasi keberadaan Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia di Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir.

Perkembangan tersebut sebelumnya disinggung Presiden Prabowo sebagai salah satu indikasi meningkatnya kerja sama kedua negara di bidang pendidikan.

“Sekarang di Universitas Al-Azhar sedang diberi pengajaran bahasa Indonesia dan sastra Indonesia. Ini merupakan bukti bahwa kerja sama kita semakin meningkat,” ujar Prabowo.

Bagi Kiai Maman, pengajaran Bahasa Indonesia di lingkungan Al-Azhar memiliki arti strategis yang melampaui pembelajaran bahasa semata. Program tersebut dinilai dapat menjadi sarana memperkenalkan kebudayaan, sejarah, tradisi intelektual, serta pengalaman keislaman Indonesia kepada masyarakat akademik internasional.

“Ketika Bahasa Indonesia diajarkan di Al-Azhar, yang hadir bukan hanya bahasa, tetapi juga kebudayaan, sejarah, tradisi intelektual dan pengalaman keislaman Indonesia. Ini adalah bentuk diplomasi pendidikan dan kebudayaan,” tuturnya.

Ia berharap perkembangan tersebut dapat menjadi pintu masuk bagi perluasan kerja sama antara perguruan tinggi di Indonesia dan Mesir, termasuk dalam pengembangan kajian kebudayaan dan pertukaran pengetahuan.

Ke depan, Kiai Maman mendorong agar kerja sama pendidikan Indonesia–Mesir dikembangkan secara lebih konkret dan berkelanjutan.

Sejumlah bidang yang dinilai potensial untuk diperkuat antara lain program gelar ganda (double degree), riset bersama, pertukaran dosen dan mahasiswa, pengembangan pusat kajian Indonesia, serta peningkatan kualitas pendampingan bagi calon mahasiswa Indonesia yang akan belajar di Mesir.

Menurutnya, keberhasilan kerja sama internasional tidak cukup diukur dari kesepakatan antarpemerintah, tetapi juga dari manfaat nyata yang dirasakan mahasiswa, dosen, peneliti, dan masyarakat.

“Pemerintah, perguruan tinggi, organisasi mahasiswa, dan lembaga seperti Forkapmi dapat berjalan bersama. Dengan begitu, hubungan pendidikan Indonesia–Mesir tidak hanya semakin kuat secara kelembagaan, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi generasi muda,” katanya.

Kiai Maman menegaskan, hubungan historis Indonesia dan Mesir, khususnya melalui Universitas Al-Azhar, merupakan modal penting untuk memperkuat posisi Indonesia dalam jaringan intelektual global.

“Al-Azhar adalah salah satu jembatan intelektual Indonesia dengan dunia Islam. Karena itu, memperkuat hubungan pendidikan dengan Mesir berarti juga memperkuat jejaring intelektual Indonesia di tingkat global,” pungkasnya.

Rabu, 14 Oktober 2026

VIRAL! Darpani asal Pemalang Ditemukan Sakit di Indramayu, Kades Bergerak Jemput Pulang

PEMALANG — Kabar haru datang dari Darpani, pria yang akrab disapa Pani, asal Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah. Dalam kondisi sakit dengan tubuh terlihat kurus dan lemah, Pani ditemukan berada di wilayah Haurgeulis, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Ia berharap dapat kembali ke kampung halaman dan bertemu dengan keluarganya. Rabu (14/10/2026)

Informasi mengenai keberadaan Pani menyebar melalui sebuah video yang beredar di media sosial. Dalam video tersebut, ia mengaku berasal dari Desa Jatingarang, Kecamatan Bodeh, Kabupaten Pemalang.

Dengan kondisi fisik yang memprihatinkan, Pani mengungkapkan kerinduannya kepada orang tua dan keluarga yang telah lama tidak ditemuinya. Ia juga menyebut sejumlah nama anggota keluarga yang diharapkan dapat membantu proses identifikasi, di antaranya Edi Prasetyo dan Slamet Murtiningsih, yang disebut memiliki keterkaitan dengan Desa Jatingarang, Kecamatan Bodeh.

Selama berada di wilayah Haurgeulis, Pani mendapatkan bantuan dan perawatan dari warga setempat. Informasi yang beredar di media sosial diharapkan dapat menjangkau keluarga maupun masyarakat yang mengenalnya.

Merespons informasi tersebut, Kepala Desa Jatingarang, Anjang Tyas Asnara, bergerak untuk memfasilitasi penjemputan Pani agar dapat kembali ke kampung halaman dan bertemu keluarganya.

Saat dikonfirmasi wartawan, Anjang menyampaikan bahwa perwakilan keluarga bersama perangkat pemerintah desa berencana berangkat ke Indramayu untuk menjemput Pani.

“Habis Dhuhur, perwakilan keluarga dan Pak Kadus perwakilan pemdes berangkat menjemput ke Indramayu, Mas,” ujar Anjang Tyas Asnara.

Ia menjelaskan, keberangkatan tersebut menunggu ambulans desa yang masih digunakan untuk mengantar warga menjalani kontrol kesehatan ke Rumah Sakit Siaga Medika.

“Karena dari tadi nunggu ambulans desa pulang, habis bawa warga kontrol ke Rumah Sakit Siaga Medika,” tambahnya.

Langkah pemerintah desa tersebut diharapkan dapat membantu mempertemukan kembali Pani dengan keluarganya sekaligus memastikan ia memperoleh pendampingan dan penanganan kesehatan yang diperlukan.

Kisah Pani menjadi pengingat bahwa kepedulian masyarakat dan penyebaran informasi melalui media sosial dapat berperan penting dalam membantu seseorang menemukan kembali keluarganya.

Masyarakat yang mengenal Darpani atau memiliki informasi mengenai keluarganya di Desa Jatingarang, Kecamatan Bodeh, diharapkan dapat membantu menyampaikan informasi kepada pihak keluarga maupun pemerintah desa.

Kini, harapan tertuju pada proses penjemputan yang direncanakan. Pani diharapkan dapat segera kembali ke Pemalang, berkumpul dengan keluarga, serta mendapatkan perawatan dan perhatian yang dibutuhkan.

Kepedulian warga, dukungan pemerintah desa, dan informasi yang tersebar melalui media sosial menjadi langkah penting agar Pani dapat kembali mendapatkan kehangatan keluarga.

Catatan: Artikel ini disusun berdasarkan informasi dan keterangan yang tersedia. Perkembangan proses penjemputan serta kondisi terkini Pani masih perlu dikonfirmasi lebih lanjut. (SOLIHIN)

Selasa, 13 Oktober 2026

Antrean BBM Bikin Denpasar Macet, Bramono Sitanggang Soroti Keterlambatan Penanganan

DENPASAR — Antrean kendaraan untuk mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kota Denpasar, Bali, dilaporkan semakin panjang. Kondisi tersebut memicu kemacetan lalu lintas dan menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat.

Berdasarkan pemantauan sumber berita Radar Bali News pada Senin (12/10/2026), antrean BBM dilaporkan semakin parah dibandingkan hari sebelumnya. Panjang antrean bahkan disebut mencapai ratusan meter, sehingga berdampak terhadap kelancaran arus lalu lintas di sejumlah titik.

Sejumlah warga mengaku harus menghabiskan waktu lebih dari satu jam untuk mendapatkan Pertalite. Antrean kendaraan yang terjadi di hampir seluruh SPBU di Denpasar turut memperparah kepadatan lalu lintas.

Ketua DPW MIO Bali, Bramono Sitanggang, menyayangkan keterlambatan penanganan kondisi tersebut. Menurutnya, antrean panjang yang berlangsung hingga berjam-jam sangat meresahkan masyarakat dan berpotensi mengganggu aktivitas sehari-hari.

“Ini berdampak pada masyarakat Bali yang harus mengantre sampai berjam-jam. Jelas, kondisi ini sangat meresahkan. Apabila Pertamina sebelumnya memang memiliki cadangan yang cukup, saya rasa dampaknya tidak akan seperti ini,” ujar Bramono Sitanggang.

Di tengah kepadatan kendaraan, sejumlah petugas polisi lalu lintas terlihat sibuk mengatur arus kendaraan guna mengurangi kemacetan yang ditimbulkan oleh antrean di SPBU.

Salah seorang pengendara sepeda motor, Wayan Sumadi, berharap persoalan tersebut segera mendapatkan penanganan dari pemerintah dan pihak Pertamina.

“Semoga antrean BBM ini bisa teratasi,” ucap Wayan.

Ia berharap Pertamina segera mengambil langkah konkret agar antrean tidak terus berlarut-larut. Pasalnya, kondisi tersebut tidak hanya menyita waktu masyarakat, tetapi juga berpotensi menghambat mobilitas dan aktivitas perekonomian warga.

Masyarakat kini berharap adanya penjelasan resmi dari pihak Pertamina mengenai penyebab panjangnya antrean, kondisi pasokan Pertalite, serta langkah penanganan yang dilakukan untuk memulihkan pelayanan di SPBU.

Hingga berita ini disusun, penyebab pasti antrean panjang tersebut belum dapat dipastikan berdasarkan informasi yang tersedia. Konfirmasi dari pihak Pertamina mengenai ketersediaan stok dan distribusi BBM diperlukan untuk memberikan gambaran yang utuh kepada masyarakat. (BS)

Fenomena di Desa Konoha: Di Tengah Sawah Puso Desa Keroncong, Gapura Megah Ratusan Juta Berdiri Gagah


Foto: Net

​OPINI - Publik Negeri Konoha kembali dihebohkan oleh kebijakan anggaran yang dinilai "sangat visioner". Di tengah krisis air ekstrem yang melanda kawasan pertanian Desa Keroncong, Negeri Konoha, sebuah pemandangan kontras mendadak menyedot perhatian warga dari berbagai pelosok negeri hingga merajai trending topic di jutaan cermin komunikasi sihir (media sosial).

​Di saat hamparan tanah sawah membelah retak dan tanaman padi para Shinobi Tani menguning layu akibat air irigasi yang tak kunjung mengalir, sebuah gapura beton mewah senilai ratusan juta Ryo berdiri dengan sangat megah dan anggun di tengah lahan yang gersang.

​Kehadiran gapura megah ini dinilai sukses menjadi "Oase Visual" yang memanjakan mata para warga Konoha di tengah duka kegagalan panen.

​"Padi Boleh Puso, yang Penting Feed Instagram Tetap Estetik!"

​Keputusan jajaran birokrasi Hokage dalam membangun infrastruktur bernilai fantastis di lokasi terdampak kemarau ini memicu decak kagum sekaligus rasa heran dari berbagai kalangan. Banyak pihak menyebut langkah ini sebagai terobosan visioner untuk menyulap bencana kekeringan menjadi potensi pariwisata berkonsep post-apocalyptic.

​Para petani lokal yang sebelumnya pusing memikirkan modal tanam yang melayang serta tingginya biaya sewa mesin pompa air, kini bisa mengelus dada dengan penuh rasa bangga.

​"Awalnya saya sangat sedih karena air irigasi tidak pernah sampai ke sawah saya. Tapi begitu berdiri di bawah gapura ratusan juta ini sambil berfoto selfie, rasa lapar dan kepikiran utang pupuk langsung hilang seketika. Gapura ini benar-benar membawa ketenangan jiwa," ujar seorang petani lokal Konoha sembari menatap tanahnya yang gersang dengan penuh keharuan.

Cerita ini hanya fiksi belaka yang didasari oleh ketimpangan penganggaran pembangunan gapura dan irigasi di negeri konoha, jika ada kesamaan, itu hanya bagian dari kritikan untuk perbaikan dalam penganggaran kedepan.
© Copyright 2021 INFONAS.ID | Bukan Sekedar Berita | All Right Reserved