PURWAKARTA — Keterbatasan fasilitas latihan tak menyurutkan semangat atlet menembak Kabupaten Purwakarta untuk mengukir prestasi di tingkat nasional.
Kontingen Purwakarta berhasil membawa pulang dua medali emas dan satu medali perunggu dalam Kejuaraan Nasional Pistol dan Senapan Angin Dewasa (Kejurnas PPAD) 2026 yang berlangsung pada 12–17 Oktober 2026 di Lapangan Tembak Senayan, Jakarta Pusat.
Prestasi tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi dunia olahraga Purwakarta. Pasalnya, para atlet harus menjalani persiapan di tengah kondisi lapangan tembak Perbakin Purwakarta yang dilaporkan mengalami kerusakan dan belum sepenuhnya memadai untuk menunjang latihan secara optimal.
Salah satu atlet yang mencuri perhatian adalah Serda Wirafi Akhmad Dzaki. Ia berhasil meraih medali perunggu pada nomor individu Air Rifle Man 10 meter.
Tak hanya itu, Serda Wirafi juga turut menyumbangkan medali emas pada nomor beregu Team Air Rifle Match 10 Meter bersama Fathur Gustavian dan Davin Rosid Wibowo. Kekompakan serta konsistensi para atlet menjadi bagian penting dalam keberhasilan tim tersebut bersaing dengan kontingen dari berbagai daerah.
Prestasi membanggakan juga datang dari kategori Youth atau kelompok usia muda. Tim Air Rifle 10 Meter Youth putra Purwakarta sukses meraih medali emas melalui penampilan Wirafa Abiyu Dzaki, Nauffal Rashid Maulana, dan Irsyad Oktaleka Nezril.
Keberhasilan tersebut menjadi sinyal positif bagi pembinaan dan regenerasi atlet menembak di Purwakarta. Di tengah keterbatasan sarana latihan, para atlet muda tetap mampu menunjukkan kemampuan dan daya saing di ajang nasional.
Sementara itu, pada nomor Air Rifle Women 10 Meter Youth, dua atlet putri Purwakarta, Nurhanifah Ahmad dan Ivana Amelia Ambarwati, berhasil menembus babak final. Keduanya masing-masing menempati peringkat keenam dan ketujuh.
Hasil tersebut menunjukkan bahwa atlet menembak Purwakarta memiliki potensi untuk terus berkembang dan bersaing, baik pada kategori putra maupun putri.
Ketua Umum Perbakin Purwakarta, Guntur Era Putra, mengungkapkan kebanggaannya atas perjuangan dan dedikasi para atlet yang tetap mampu menorehkan prestasi di tengah keterbatasan fasilitas latihan.
Menurutnya, kondisi lapangan tembak yang mengalami kerusakan serta tertundanya proses renovasi tidak membuat para atlet kehilangan semangat untuk berjuang membawa nama baik daerah.
“Meskipun lapangan tembak kami sedang dalam kondisi rusak dan proses renovasi tertunda, anak-anak kita tidak pernah mengeluh. Mereka justru menjadikan kekurangan ini sebagai motivasi untuk berjuang lebih keras demi membawa nama baik Purwakarta,” ujarnya.
Pernyataan tersebut sekaligus menyoroti pentingnya dukungan terhadap fasilitas olahraga daerah agar pembinaan atlet dapat berjalan secara maksimal dan berkelanjutan.
Raihan dua medali emas dan satu medali perunggu dalam Kejurnas PPAD 2026 menjadi capaian penting bagi kontingen menembak Purwakarta. Keberhasilan tersebut juga memperlihatkan potensi atlet daerah yang mampu bersaing di tengah berbagai keterbatasan.
Namun, prestasi tersebut perlu diikuti perhatian serius terhadap kondisi sarana dan prasarana olahraga. Fasilitas latihan yang layak merupakan salah satu faktor penting dalam mendukung peningkatan kemampuan atlet, menjaga kualitas pembinaan, serta mempersiapkan regenerasi atlet berprestasi.
Karena itu, kondisi lapangan tembak Perbakin Purwakarta diharapkan menjadi perhatian pihak-pihak terkait. Perbaikan fasilitas diperlukan agar para atlet memiliki tempat latihan yang memadai untuk meningkatkan kemampuan dan mempersiapkan diri menghadapi kompetisi berikutnya.
Prestasi di Senayan telah membuktikan bahwa semangat juang atlet Purwakarta tetap menyala. Kini, dukungan nyata terhadap fasilitas olahraga menjadi bagian penting agar potensi tersebut dapat terus berkembang dan melahirkan prestasi yang lebih tinggi. (AGUS)
FOLLOW THE INFONAS.ID | Bukan Sekedar Berita AT TWITTER TO GET THE LATEST INFORMATION OR UPDATE
Follow INFONAS.ID | Bukan Sekedar Berita on Instagram to get the latest information or updates
Follow our Instagram