-->

Kamis, 11 Juni 2026

Opini Satire : Siap Sukseskan Hari Jadi Purwakarta 2026, Dampak kas Kosong Pemkab Minta Rekanan Proyek Ikut "Sabar dan Tahan Perut" Demi Estetika Seremonial

Opini Satire : Siap Sukseskan Hari Jadi Purwakarta 2026, Dampak kas Kosong Pemkab Minta Rekanan Proyek Ikut "Sabar dan Tahan Perut" Demi Estetika Seremonial



PURWAKARTA – Menyambut kemeriahan Hari Jadi Purwakarta tahun 2026 yang dirancang begitu eksklusif dan penuh sukacita, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purwakarta dengan penuh takzim mengajak seluruh lapisan masyarakat—terutama para pengusaha rekanan dan kontraktor lokal—untuk bersatu padu menyukseskan jalannya acara.

​Hanya saja, jika masyarakat diminta menyumbang tepuk tangan, para rekanan proyek APBD kali ini diminta menyumbangkan hal yang lebih konkret: kesabaran ekstra dan kemampuan menahan lapar. Hal ini menyusul konfirmasi jujur dari internal pemda bahwa isi Kas Daerah saat ini sedang dalam kondisi "diet ketat" alias kosong melompong.

​Pesta Harus Estetik, Dompet Boleh Anoreksia

​Di saat panggung-panggung megah mulai didirikan dan para pejabat sibuk mencocokkan seragam protokoler untuk parade, sejumlah pengusaha justru sedang sibuk mencocokkan angka utang di bank. Tagihan proyek fisik yang sudah selesai 100% terpaksa berstatus pending karena anggaran yang diharapkan ternyata belum kasat mata.

​Menanggapi fenomena magis hilangnya angka di rekening daerah ini, Pemkab Purwakarta menyampaikan beberapa poin refleksi menyambut hari jadi 2026:

  • Seni Menunda Kemakmuran, Pemda mengingatkan bahwa suksesnya acara seremonial Hari Jadi adalah cerminan harga diri daerah di mata publik. Urusan perut kontraktor dan upah kuli bangunan yang telanjur kering, diharapkan bisa mengalah dulu demi marwah kabupaten yang harus terlihat berkilau di media sosial.

  • Definisi Baru 'Gotong Royong', Jika dahulu gotong royong artinya bekerja bersama, di tahun 2026 ini maknanya bergeser menjadi: Pemda yang punya acara, rekanan proyek yang menanggung modalnya terlebih dahulu tanpa bunga.

​Kado Hari Jadi untuk Rekanan Piagam Utang Abadi

​Bagi para kontraktor yang mulai gerah karena dikejar-kejar suplier material dan buruh lapangan, Pemkab Purwakarta meminta agar momentum Hari Jadi 2026 ini dijadikan ajang untuk melatih ketahanan mental. Sebagai gantinya, pemda menyiapkan "kado" hiburan

Garansi Pengakuan Utang Pemkab berjanji tidak akan amnesia. Hak para pengusaha akan dicatat rapi dalam lembaran negara sebagai "Utang Belanja". Sebuah pencapaian administratif yang estetik, meski tidak bisa dicairkan menjadi beras dalam waktu dekat.

Skema Pembayaran "Nanti-Nanti" Proses pelunasan akan diupayakan masuk dalam draf anggaran masa depan—bisa di APBD Perubahan, atau tahun depan—tergantung kapan mukjizat dana transfer pusat mendarat di kas daerah.

​Pemerintah Kabupaten Purwakarta mengucapkan selamat menyongsong Hari Jadi Purwakarta 2026. Mari kita sukseskan pesta mewah ini dengan senyuman lebar, senyuman yang sekaligus menyembunyikan bunyi keroncongan di perut para rekanan yang haknya masih melayang-layang di awang-awang.

​Dirgahayu Purwakarta 2026! Anggaran boleh kosong, yang penting panggung tetap megah dan rona wajah kita tetap cerah. (***)

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2021 INFONAS.ID | Bukan Sekedar Berita | All Right Reserved