KABUPATEN BANDUNG — Jagat media sosial dihebohkan dengan video viral seorang siswi asal Desa Cipelah, Kecamatan Rancabali, yang menyampaikan keresahannya terkait kabar penutupan SMK Negeri 1 Rancabali.
Video tersebut ramai diperbincangkan di TikTok dan memicu kekhawatiran masyarakat, terutama warga di wilayah perbatasan Kabupaten Bandung dan Cianjur.
Dalam unggahan itu, siswi tersebut mengaku sedih lantaran sekolah yang telah berdiri sekitar 15 tahun itu disebut-sebut akan berhenti beroperasi. Isu tersebut langsung memancing reaksi publik karena SMKN 1 Rancabali menjadi salah satu akses pendidikan penting bagi pelajar di daerah perbatasan.
Menanggapi polemik yang berkembang, Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jawa Barat melalui Bidang Pembinaan SMK akhirnya buka suara. Disdik menegaskan bahwa informasi mengenai penutupan SMKN 1 Rancabali tidak benar.
“SMKN 1 Rancabali tidak ditutup. Yang dilakukan adalah relokasi kegiatan belajar mengajar ke gedung baru milik sekolah yang lebih representatif,” ujar pihak Disdik Jabar dalam keterangan resminya.
Selama ini, proses belajar mengajar di SMKN 1 Rancabali diketahui masih memanfaatkan bangunan sementara. Pemerintah Provinsi Jawa Barat kini tengah menyiapkan gedung permanen yang ditargetkan mulai digunakan pada tahun ajaran 2025/2026.
Gedung baru tersebut disebut memiliki fasilitas yang lebih memadai, mulai dari ruang kelas yang layak hingga lapangan upacara untuk menunjang aktivitas sekolah.
Namun, munculnya polemik diduga dipicu oleh lokasi gedung baru yang dianggap cukup jauh bagi sebagian siswa, khususnya mereka yang berasal dari wilayah pelosok dan perbatasan seperti Desa Cipelah. Jarak tempuh yang mencapai puluhan kilometer membuat masyarakat khawatir akses pendidikan anak-anak mereka menjadi lebih sulit.
Menanggapi persoalan itu, pihak sekolah bersama Disdik Jabar saat ini tengah mengkaji sejumlah solusi agar siswa tetap dapat bersekolah tanpa terkendala jarak dan biaya transportasi.
Beberapa opsi yang sedang dipertimbangkan antara lain penyediaan transportasi sekolah hingga kemungkinan pembukaan kelas jauh atau sekolah filial di wilayah perbatasan.
Sementara itu, berdasarkan data Dapodik per Mei 2026, SMKN 1 Rancabali masih tercatat sebagai sekolah aktif dengan status akreditasi B. Aktivitas sekolah, termasuk Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dan persiapan ujian, juga dipastikan tetap berjalan normal.
Masyarakat pun diimbau agar tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi dan selalu mengacu pada keterangan resmi dari pihak sekolah maupun Dinas Pendidikan Jawa Barat. (RED)
FOLLOW THE INFONAS.ID | Bukan Sekedar Berita AT TWITTER TO GET THE LATEST INFORMATION OR UPDATE
Follow INFONAS.ID | Bukan Sekedar Berita on Instagram to get the latest information or updates
Follow our Instagram