SEMARANG – Nama Robig Zaenudin kembali mencuat. Mantan anggota Satuan Reserse Narkoba ini diduga terlibat dalam peredaran narkoba dari dalam lembaga pemasyarakatan, saat tengah menjalani hukuman atas kasus penembakan yang menewaskan siswa SMKN 4 Semarang.
Informasi tersebut dibenarkan oleh pihak kepolisian. Humas Polda Jawa Tengah menyebutkan bahwa yang bersangkutan saat ini masih dalam proses pendalaman terkait dugaan keterlibatan dalam jaringan narkoba dari balik penjara.
“Yang bersangkutan memang sedang menjalani hukuman pidana. Terkait dugaan keterlibatan dalam peredaran narkoba, saat ini masih dalam proses pendalaman oleh penyidik,” ujar Artanto dalam keterangannya. Sabtu (24/04/2026)
Selain itu, dari hasil pemeriksaan, diketahui bahwa Robig Zaenudin juga sempat dinyatakan positif narkoba saat berada di dalam lapas. Temuan tersebut memperkuat dugaan adanya aktivitas terlarang yang dilakukan selama masa penahanan.
Menindaklanjuti kondisi tersebut, aparat kemudian mengambil langkah tegas dengan memindahkan yang bersangkutan ke Lapas Nusakambangan, yang dikenal sebagai lembaga pemasyarakatan dengan tingkat pengamanan tinggi.
"Pemindahan dilakukan sebagai langkah antisipasi untuk meminimalisir potensi gangguan keamanan serta memutus kemungkinan jaringan yang ada,” tambahnya.
Sebelumnya, Robig Zaenudin merupakan anggota aktif di lingkungan Kepolisian Negara Republik Indonesia, khususnya di satuan reserse narkoba.
Namun kariernya berakhir setelah terlibat dalam kasus penembakan yang menewaskan seorang pelajar di Semarang pada 2024. Dalam proses hukum, ia dijatuhi hukuman penjara selama 15 tahun dan dikenai sanksi pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH).
.
Kasus ini menjadi sorotan publik karena memunculkan ironi: seorang mantan aparat penegak hukum yang sebelumnya bertugas memberantas narkoba, kini justru diduga terlibat dalam jaringan peredaran barang terlarang.
Hingga kini, pihak kepolisian menegaskan bahwa proses penyelidikan masih berlangsung dan tidak menutup kemungkinan adanya pengembangan lebih lanjut terkait jaringan yang diduga terlibat. (Red)
FOLLOW THE INFONAS.ID | Bukan Sekedar Berita AT TWITTER TO GET THE LATEST INFORMATION OR UPDATE
Follow INFONAS.ID | Bukan Sekedar Berita on Instagram to get the latest information or updates
Follow our Instagram