-->

Rabu, 29 April 2026

Terbongkar di Bali! 26 WNA Diduga Disekap, Dipaksa Jadi Operator Scam Internasional

Terbongkar di Bali! 26 WNA Diduga Disekap, Dipaksa Jadi Operator Scam Internasional



DENPASAR, INFONAS — Kasus dugaan penyekapan puluhan warga negara asing (WNA) di Bali akhirnya terungkap. Sebanyak 26 WNA bersama satu warga negara Indonesia (WNI) diamankan aparat kepolisian dari sebuah guest house di kawasan Kuta, Kabupaten Badung.

Pengungkapan kasus ini dilakukan oleh jajaran Polresta Denpasar setelah menerima laporan terkait dugaan adanya praktik penahanan dan eksploitasi terhadap sejumlah WNA.

Kapolresta Denpasar, Kombes Pol. Leonardo D. Simatupang, membenarkan adanya penggerebekan tersebut. Ia menyebut lokasi itu diduga telah disulap menjadi tempat operasional penipuan online atau scam. (28/04/2026)

"Di lokasi kami menemukan sejumlah perangkat seperti laptop dan jaringan internet yang digunakan untuk aktivitas komunikasi digital. Saat ini seluruhnya masih dalam proses pendalaman,” ujarnya.

Berdasarkan hasil penyelidikan awal, para WNA tersebut berasal dari beberapa negara, dengan mayoritas dari Filipina dan sebagian lainnya dari Kenya. Kasus ini juga terungkap setelah adanya laporan dari pihak kedutaan yang mencurigai warganya menjadi korban penyekapan.

Polisi menduga para korban awalnya dijanjikan pekerjaan, namun kemudian justru diarahkan untuk terlibat dalam aktivitas penipuan online.

“Masih kami dalami apakah mereka murni korban atau ada keterlibatan lain. Yang jelas, kami sedang mengusut kemungkinan adanya jaringan internasional di balik kasus ini,” kata Leonardo.

Saat ini, seluruh WNA dan WNI yang diamankan masih menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik. Polisi juga berkoordinasi dengan pihak Imigrasi untuk memastikan status dokumen keimigrasian mereka.

Selain itu, aparat tengah memburu pihak-pihak yang diduga sebagai pengendali atau pelaku utama dalam kasus ini.

Polresta Denpasar menegaskan akan mengusut tuntas kasus tersebut, termasuk menelusuri kemungkinan adanya jaringan lintas negara yang memanfaatkan Bali sebagai lokasi operasi.

“Kami berkomitmen untuk mengungkap kasus ini secara menyeluruh, termasuk siapa yang berada di baliknya,” tegasnya.

Kasus ini menjadi peringatan serius terkait maraknya praktik kejahatan siber lintas negara yang menyasar korban dari berbagai negara. Aparat mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap tawaran pekerjaan mencurigakan, terutama yang melibatkan aktivitas digital. (Red)

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2021 INFONAS.ID | Bukan Sekedar Berita | All Right Reserved