Penulis : Mahesa Jenar
PURWAKARTA – Hari ini, segenap warga imajiner yang tergabung dalam Aliansi Pengagum Visual Ruwet menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemerintah Kabupaten Purwakarta (Bupati.red) dan DPRD Kabupaten Purwakarta. Hal ini diberikan sebagai bentuk "kekaguman" atas dedikasi tanpa batas dalam membiarkan kabel-kabel WiFi dan serat optik menjuntai dengan semangat kebebasan di sepanjang langit kota.
Berbeda dengan kota-kota lain yang membosankan dengan sistem ducting bawah tanah, Purwakarta tampil berani dengan konsep "Urban Jungle Fiber". Kabel-kabel yang menjuntai rendah, saling melilit, dan bergelantungan tak beraturan ini bukan sekadar infrastruktur internet; ini adalah instalasi seni kontemporer yang mengingatkan kita pada kerumitan mi kocok khas Jawa Barat.
"Kami sangat berterima kasih karena kini warga tidak perlu jauh-jauh ke museum untuk melihat seni abstrak. Cukup dongakkan kepala ke atas saat macet di jalan, dan Anda akan melihat jaringan kabel yang lebih rumit daripada drama percintaan remaja," ujar perwakilan warga dengan nada haru yang fiktif.
Jalinan kabel yang begitu rapat di beberapa titik berfungsi sebagai penghalau sinar matahari meskipun risikonya sedikit tersengat listrik saat hujan, menjadi "Peneduh alami"
Kabel menjuntai Menjadi "wahana latihan akrobat " tersendiri bagi petugas pemeliharaan pohon dan petugas PLN untuk bermain "limbo" atau "labirin" di antara kabel-kabel tersebut.
Bentangan kabel semerawut Menjadikan Purwakarta punya "identitas visual baru" sebagai kota pionir dengan dekorasi Gothic-Industrial yang membuat tiang listrik terlihat seperti pohon beringin versi masa depan.
Dengan demikian Warga sangat berharap agar Pemerintah Kabupaten dan para wakil rakyat terus mempertahankan "prestasi" ini. Jangan sampai ada tindakan tegas terhadap provider nakal yang asal pasang, karena keteraturan hanya akan membunuh kreativitas kekacauan visual yang sudah susah payah dibentuk selama bertahun-tahun ini.
Terima kasih, Pemkab dan DPRD, karena telah memastikan bahwa setiap sudut kota kami memiliki "tali jemuran" digital yang estetikanya melampaui logika tata kota pada umumnya. (Red)
FOLLOW THE INFONAS.ID | Bukan Sekedar Berita AT TWITTER TO GET THE LATEST INFORMATION OR UPDATE
Follow INFONAS.ID | Bukan Sekedar Berita on Instagram to get the latest information or updates
Follow our Instagram