-->

Sabtu, 14 Februari 2026

Ditengah harapan dibayarkan Honor Non-ASN ada tarian Indah Air mancur Taman Sribaduga malam ini

Ditengah harapan dibayarkan Honor Non-ASN ada tarian Indah Air mancur Taman Sribaduga malam ini


Foto : Ilustrasi


PURWAKARTA — Sejumlah komponen pembayaran di lingkungan Pemerintah Kabupaten Purwakarta dilaporkan belum terealisasi hingga Februari 2026. Keterlambatan tersebut tidak hanya terjadi pada Tenaga Harian Lepas (THL), tetapi juga mencakup tenaga ahli, tim pakar, penghasilan tetap (siltap) perangkat desa, hingga biaya perjalanan dinas (SPPD) anggota DPRD.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, sebagian pihak yang berhak menerima pembayaran masih menunggu pencairan sejak akhir tahun anggaran 2025. Kondisi ini memunculkan sorotan publik, terutama karena di saat bersamaan sejumlah kegiatan hiburan daerah, termasuk pementasan air mancur dan panggung seni, tetap berlangsung menggunakan anggaran pemerintah.

Salah seorang tenaga non-ASN yang enggan disebutkan namanya mengatakan bahwa keterlambatan pembayaran honor cukup berdampak terhadap kondisi ekonomi penerima, mengingat sebagian besar bergantung pada penghasilan rutin tersebut.

“Bukan hanya THL, tenaga ahli dan beberapa komponen lain juga masih menunggu pembayaran. Kami berharap ada kepastian kapan hak-hak tersebut dicairkan,” ujarnya.

Sejumlah pihak menilai pemerintah daerah perlu segera memberikan penjelasan terbuka terkait penyebab keterlambatan sekaligus memastikan jadwal pencairan dilakukan dalam waktu dekat agar tidak menimbulkan keresahan di kalangan pegawai maupun perangkat pemerintahan.

Sorotan juga diarahkan kepada Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein, agar memastikan prioritas belanja daerah menempatkan kewajiban pembayaran hak pegawai dan perangkat pemerintahan sebagai hal utama sebelum pelaksanaan kegiatan seremonial.

Semburan Air Mancur Sribaduga ditengan penantian panjang honor non-ASN

Langit malam Purwakarta kembali berpendar. Pertunjukan megah air mancur menari di Taman Air Mancur Sri Baduga sukses memukau ribuan mata pengunjung malam ini. Namun, di balik gemerlap cahaya dan liukan air yang mengikuti irama musik, terselip sebuah harapan besar yang tengah membuncah di hati para tenaga honorer daerah.

​Momen dibukanya kembali ikon wisata kebanggaan Jawa Barat ini seolah menjadi oase visual bagi warga. Namun bagi para Pegawai Non-ASN, malam ini bukan sekadar tentang estetika, melainkan simbol harapan agar realisasi pencairan honor mereka mengalir selancar debit air di taman tersebut.

Kontras Keindahan dan Perjuangan

Apresiasi Wisata

Mereka mengapresiasi upaya pemerintah dalam menghidupkan kembali denyut ekonomi melalui pariwisata.

Harapan Kesejahteraan

Ada keinginan kuat agar momentum kegembiraan ini dibarengi dengan kabar baik terkait administrasi dan pencairan honor yang menjadi tumpuan hidup keluarga.

    ​"Tarian air mancurnya sangat indah malam ini, seperti memberi semangat baru. Kami berharap, indahnya malam ini juga segera disusul dengan realisasi hak-hak kami yang sedang dalam proses," ujar salah seorang tenaga honorer yang enggan disebutkan namanya.


    "​Pemerintah daerah diharapkan mampu menyeimbangkan antara pemeliharaan aset wisata publik dengan pemenuhan hak-hak dasar para pejuang pelayanan publik di garis depan. Keindahan Taman Sri Baduga malam ini menjadi pengingat bahwa di balik megahnya infrastruktur, ada dedikasi manusia-manusia di baliknya yang juga membutuhkan perhatian." Tambahnya

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari instansi terkait mengenai penyebab keterlambatan pembayaran honor non-ASN, siltap desa, maupun SPPD dewan. Awak media masih berupaya melakukan konfirmasi lebih lanjut untuk memperoleh penjelasan resmi pemerintah daerah. (***)

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2021 INFONAS.ID | Bukan Sekedar Berita | All Right Reserved