Foto: Kusutnya kabel WiFi
Penulis: Mahesa Jenar
PURWAKARTA – Selamat tinggal estetika kota, selamat datang estetika "sarang laba-laba". Purwakarta tampaknya sedang mencatatkan rekor dunia baru dalam kategori "Pertumbuhan Tiang Tercepat Mengalahkan Kecepatan Cahaya". Tanpa perlu menanam bibit, tiang-tiang wifi kini tumbuh subur bagaikan jamur di musim hujan, menghiasi trotoar hingga halaman depan rumah warga dengan penuh percaya diri.
Inovasi "Tiang Tanpa Izin": Keajaiban Administrasi
Dalam sebuah fenomena yang patut dipelajari oleh para akademisi, para pengusaha ISP di Purwakarta tampaknya telah menguasai ilmu "Menghilang di Hadapan Aturan". Izin mendirikan bangunan atau pemanfaatan ruang jalan kini telah berevolusi menjadi sekadar saran opsional. Dengan kesaktian ini, para pengusaha bebas melenggang, menggali lubang, dan mendirikan tiang di mana saja mereka suka—bahkan mungkin di atas mimpi-mimpi warga yang mendambakan kota rapi.
Kabel-kabel yang menjuntai rendah pun kini berfungsi ganda: selain mengalirkan data, mereka juga berperan sebagai jemuran dadakan atau wahana rintangan bagi pengguna jalan yang ingin menguji nyali.
Legislatif: Sang Penonton yang Budiman
Prestasi ini tentu tidak lepas dari peran luar biasa para anggota legislatif kita. Dengan kesabaran yang luar biasa, mereka tetap tenang, teduh, dan nyaris tak terdengar suaranya di tengah kepungan kabel yang semrawut. "Taring" pengawasan yang biasanya tajam, kini tampaknya sedang menjalani perawatan intensif sehingga terlihat tumpul dan ramah terhadap hiruk-pikuk kesemrawutan ini.
Masyarakat sangat mengapresiasi sikap "diam itu emas" dari para wakil rakyat. Mungkin, mereka sedang memberikan kesempatan bagi para pengusaha untuk menyelesaikan mahakarya "Benang Kusut" ini hingga menutup seluruh langit Purwakarta, agar warga tidak lagi kepanasan karena terhalang kabel.
Visi Purwakarta "Istimewa" atau "Istimewut"?
Jika tren ini berlanjut, jargon "Purwakarta Istimewa" mungkin perlu sedikit revisi menjadi "Purwakarta Istimewut" (Istimewa tapi Semrawut). Kita tidak lagi butuh pohon untuk penghijauan; cukup deretan tiang besi dan lilitan kabel hitam yang akan memberikan nuansa "Cyberpunk" yang suram namun nyata bagi anak cucu kita.
Kesimpulan (Bagi yang Masih Peduli)
Siaran pers ini mengundang seluruh pemangku kebijakan untuk tetap melanjutkan tidurnya, atau mungkin sesekali bangun dan melihat ke luar jendela. Siapa tahu, ada tiang baru yang sedang menyapa tepat di depan kaca kantor Anda tanpa permisi.
FOLLOW THE INFONAS.ID | Bukan Sekedar Berita AT TWITTER TO GET THE LATEST INFORMATION OR UPDATE
Follow INFONAS.ID | Bukan Sekedar Berita on Instagram to get the latest information or updates
Follow our Instagram