Foto: doc/net
PURWAKARTA – Di tengah isu tunda bayar (utang) pekerjaan proyek infrastruktur yang melanda, sejumlah kontraktor dan pemborong di Kabupaten Purwakarta menyatakan sikap yang mengejutkan. Alih-alih mendesak pencairan dana segera, para pelaku jasa konstruksi ini mengaku "bahagia" dan bangga, asalkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purwakarta terus meraih penghargaan dan piala dari berbagai instansi.
Fenomena tunda bayar yang biasanya memicu protes keras, kali ini ditanggapi dengan narasi berbeda. Para pemborong menilai bahwa kesulitan likuiditas yang mereka alami adalah "pengorbanan yang sepadan" demi melihat jajaran Pemkab Purwakarta naik ke atas panggung menerima apresiasi seremonial.
Prestasi di Atas Panci
Seorang perwakilan pemborong lokal yang enggan disebutkan namanya, menyebutkan bahwa arus kas (cash flow) perusahaan yang macet bukanlah masalah besar dibandingkan dengan kilau piala yang dipajang di kantor pemerintahan.
"Kami selaku pemborong tentu merasa bangga. Tidak apa-apa tagihan kami belum cair berbulan-bulan, dapur pekerja kami tidak ngebul, atau utang material menumpuk. Yang paling penting bagi kami adalah Bapak/Ibu pejabat Pemkab bisa tersenyum lebar saat difoto memegang piagam penghargaan," ujarnya dengan nada diplomatis.
Ia menambahkan bahwa melihat Purwakarta mendapatkan predikat "Terbaik" atau penghargaan administratif lainnya memberikan "kekenyangan batin" tersendiri bagi para kontraktor, meskipun secara fisik mereka kesulitan membiayai operasional selanjutnya.
Prioritas Anggaran vs Prioritas Citra
Situasi ini menyoroti paradoks pembangunan di daerah. Di satu sisi, Pemkab gencar mengejar target penilaian dan seremonial prestasi. Di sisi lain, hak pihak ketiga yang telah menyelesaikan pekerjaan fisik—jalan, drainase, dan bangunan—harus tertunda pembayarannya (tunda bayar) akibat kondisi keuangan daerah.
Meski demikian, narasi "kebahagiaan" ini menjadi kritik halus namun tajam. Para pemborong seolah ingin menyampaikan pesan: Apakah deretan piala di lemari kaca bisa digunakan untuk membayar toko material dan upah tukang?
"Kami siap menunggu. Kalau perlu sampai tahun depan. Asalkan setiap minggu ada berita Pemkab dapat penghargaan baru. Itu sudah cukup menjadi hiburan bagi kami yang sedang dikejar penagih utang," tutup perwakilan tersebut.
Tentang Situasi Tunda Bayar
Sebagai informasi, pekerjaan tunda bayar seringkali menjadi momok bagi iklim usaha di daerah. Keterlambatan pembayaran oleh pemerintah daerah berdampak langsung pada perputaran ekonomi lokal, daya beli pekerja konstruksi, hingga kepercayaan suplier material. Namun, di Purwakarta, tampaknya "kebanggaan kolektif" atas penghargaan sedang dicoba untuk dijadikan mata uang pengganti rupiah.
FOLLOW THE INFONAS.ID | Bukan Sekedar Berita AT TWITTER TO GET THE LATEST INFORMATION OR UPDATE
Follow INFONAS.ID | Bukan Sekedar Berita on Instagram to get the latest information or updates
Follow our Instagram