-->

Senin, 02 November 2026

27 Tahun IPJI, Tegaskan Komitmen Melawan Hoaks

27 Tahun IPJI, Tegaskan Komitmen Melawan Hoaks

JAKARTA – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Ikatan Penulis dan Jurnalis Indonesia (IPJI) yang digelar di Roemah Djan, Jakarta, pada Minggu (1/11/2026), berlangsung sukses. 

Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat solidaritas organisasi sekaligus meneguhkan tanggung jawab penulis dan jurnalis dalam menjaga kualitas informasi di tengah perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Acara tersebut dihadiri Wakil Menteri Ketenagakerjaan RI, Dr. Ir. H. Afriansyah Noor, M.Si., IPU, serta sejumlah tamu kehormatan dari berbagai organisasi dan lembaga. Hadir pula Ketua Dewan Penasihat IPJI Hendarji Supanji, perwakilan Komisioner Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), perwakilan Kondigi, Direktur BPJS Ketenagakerjaan, serta sejumlah tokoh lainnya.

Kegiatan HUT ke-27 tersebut juga dirangkaikan dengan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) IPJI 2026 yang diikuti sekitar 30 perwakilan ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) dari berbagai provinsi bersama anggota IPJI.

Ketua Umum IPJI, Dr. Ir. Kun Wardana Abyoto, M.T., menyampaikan bahwa perjalanan organisasi selama 27 tahun menjadi pengingat bahwa dunia kepenulisan dan jurnalistik terus mengalami perubahan.

Menurutnya, transformasi digital, perkembangan media sosial, serta kehadiran teknologi AI menuntut insan pers untuk terus meningkatkan pengetahuan dan kompetensi, sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat terhadap informasi yang disampaikan.

Di tengah berbagai tantangan tersebut, IPJI memandang kolaborasi dengan pemerintah sebagai salah satu upaya membangun komunikasi publik yang konstruktif. Namun, kerja sama tersebut harus tetap berjalan seiring dengan penjagaan independensi pers, ketajaman analisis, dan kepatuhan terhadap kode etik jurnalistik.

Pemberitaan berkualitas, lanjutnya, tidak cukup hanya mengandalkan kecepatan dalam menyampaikan informasi. Ketepatan fakta, keberimbangan sudut pandang, kedalaman penggalian informasi, serta keberanian menyuarakan kepentingan publik merupakan prinsip penting yang harus dijaga oleh setiap insan jurnalistik.

Pemanfaatan AI juga dinilai perlu dilakukan secara bertanggung jawab, dengan tetap menempatkan verifikasi fakta, integritas, dan pertimbangan etis sebagai landasan utama dalam proses produksi berita.

Memasuki usia ke-27, IPJI meneguhkan komitmennya untuk terus berkarya, beradaptasi dengan perkembangan teknologi, memperluas kolaborasi yang konstruktif, serta menjaga martabat profesi penulis dan jurnalis.

Di tengah kecanggihan teknologi, kepercayaan masyarakat tetap bergantung pada kebenaran informasi, independensi, integritas, dan tanggung jawab moral insan pers.

Di sela-sela kegiatan, awak media berbincang dengan Bramono Sitanggang, perwakilan IPJI Bali yang juga menjabat Ketua DPW MIO Bali.

Bramono berharap IPJI semakin berkembang dan seluruh anggotanya mampu memberikan kontribusi nyata bagi negara dan masyarakat melalui karya tulis serta pemberitaan yang membangun.

Ia juga berharap para penulis dan jurnalis dapat menjadi teladan dalam menyampaikan informasi yang benar, mendidik, dan bermanfaat bagi masyarakat, sekaligus ikut mencegah penyebaran berita bohong atau hoaks.

Menurutnya, penggunaan teknologi AI dalam proses penulisan maupun pengembangan berita harus tetap disertai pemeriksaan fakta dan tanggung jawab profesional agar tidak menimbulkan informasi yang menyesatkan.

Peringatan HUT ke-27 dan Rakernas IPJI 2026 diharapkan menjadi pijakan untuk memperkuat persatuan organisasi, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta mendorong terciptanya ekosistem informasi yang sehat dan terpercaya.

IPJI mengusung semangat: “Profesional dalam Berkarya, Kritis dalam Pemberitaan, Teguh Menjaga Etika.”

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2021 INFONAS.ID | Bukan Sekedar Berita | All Right Reserved