JAKARTA – Markas Besar Tentara Nasional Indonesia (TNI) memberikan tanggapan resmi terkait isu pengerahan pasukan besar-besaran dari tiga matra (AD, AL, AU) ke wilayah DKI Jakarta. Pergerakan prajurit ini mulai mencuat ke publik sejak Selasa (3/11/2026).
Isu pengerahan puluhan ribu personel ini berembus kencang tidak lama setelah penetapan status tersangka terhadap mantan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Mantan Kapolri tersebut terjerat skandal dugaan penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo Subianto.
Menanggapi situasi tersebut, Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Mayjen TNI Muhammad Nas, menegaskan bahwa pergerakan pasukan merupakan hal yang biasa dilakukan dalam pelaksanaan tugas negara.
Menurutnya, TNI dituntut untuk selalu dalam kondisi siap siaga untuk melindungi segenap bangsa serta menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
"TNI senantiasa siap siaga menjaga NKRI dengan tetap berpedoman pada peraturan perundang-undangan yang berlaku," ujar Mayjen Muhammad Nas dalam keterangan resminya.
Meski demikian, pihak Mabes TNI enggan merinci maksud operasi dan agenda khusus di balik pengondisian pasukan ini.
Kapuspen TNI juga tidak memberikan komentar saat dikonfirmasi apakah penyiagaan prajurit ini berkaitan dengan antisipasi aksi demonstrasi atau gejolak massa dalam waktu dekat.
Mengenai jumlah personel, Mabes TNI tidak merilis angka resmi. Namun, berdasarkan dokumen rencana operasional yang beredar di kalangan media, salah satu matra seperti TNI Angkatan Laut diduga telah menyiapkan tahapan siaga yang totalnya bisa mencapai puluhan ribu personel demi mengantisipasi perkembangan situasi keamanan di Ibu Kota. (FT)
FOLLOW THE INFONAS.ID | Bukan Sekedar Berita AT TWITTER TO GET THE LATEST INFORMATION OR UPDATE
Follow INFONAS.ID | Bukan Sekedar Berita on Instagram to get the latest information or updates
Follow our Instagram