-->

Selasa, 27 Oktober 2026

Perjuangan Salahuddin Bangun Yayasan Pendidikan, Kini Dapat Dukungan Anggaran Rp700 Juta

Perjuangan Salahuddin Bangun Yayasan Pendidikan, Kini Dapat Dukungan Anggaran Rp700 Juta

PEMALANG – Perjalanan panjang membangun lembaga pendidikan dari nol dilalui Salahuddin, pendiri Yayasan Bahrul Fawaid di Dukuh Karangtengah, Desa Warungpring, Kecamatan Warungpring, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah. 

Berawal dari wakaf lahan dan berbagai keterbatasan, yayasan tersebut kini memasuki tahap pengembangan fasilitas pendidikan dengan dukungan anggaran pemerintah pusat yang disebut mencapai lebih dari Rp700 juta.

Anggaran tersebut direncanakan untuk mendukung pembangunan dan penataan fasilitas sekolah taman kanak-kanak (TK), taman bermain, serta pengembangan lingkungan sekolah. Pelaksanaan pembangunan ini diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan peserta didik dan menunjang kegiatan belajar mengajar.

Namun, rincian sumber program, besaran anggaran resmi, serta peruntukan dana tersebut perlu dikonfirmasi melalui dokumen terkait agar pelaksanaannya dapat diketahui masyarakat secara transparan.

Salahuddin menuturkan, merintis Yayasan Bahrul Fawaid bukanlah perkara mudah. Pada tahap awal, ia menghadapi sejumlah kendala, mulai dari keterbatasan dukungan hingga persoalan administrasi dan perizinan.

Meski demikian, kondisi tersebut tidak menyurutkan tekadnya untuk membangun lembaga pendidikan yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.

Salah satu modal awal pembangunan yayasan adalah wakaf lahan dari pemilik tanah. Lahan tersebut kemudian menjadi pijakan untuk mewujudkan sarana pendidikan yang dirintis sejak 2012.

Proses pendirian yayasan berlanjut hingga 2013 karena masih menghadapi kendala perizinan. Di tengah keterbatasan tersebut, Yayasan Bahrul Fawaid memperoleh bantuan sebesar Rp30 juta dari Pemerintah Kabupaten Pemalang.

Menurut penuturan Salahuddin, bantuan tersebut menjadi salah satu faktor penting dalam kelanjutan pembangunan. Pekerjaan yang sebelumnya terkendala disebut dapat diselesaikan dalam waktu sekitar satu minggu setelah dana tersedia.

Dukungan pemerintah berlanjut pada 2014, ketika yayasan kembali memperoleh bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk mendukung pengembangan lembaga pendidikan.

Setelah melalui berbagai tahapan pembangunan, Yayasan Bahrul Fawaid kini disebut memperoleh dukungan anggaran lebih dari Rp700 juta dari pemerintah pusat.

Dana tersebut direncanakan untuk membangun kembali fasilitas TK, menyediakan taman bermain, serta menata lingkungan sekolah agar lebih baik dan nyaman bagi anak-anak.

Salahuddin juga menyampaikan rencana pemanfaatan sisa anggaran, apabila nantinya tersedia setelah pekerjaan utama diselesaikan, untuk mendukung pembangunan lantai dua di gedung sekolah lama.

“Rencana nanti kalau ada kelebihan anggaran akan dipergunakan untuk membangun lantai dua di sekolahan yang lama,” tutur Salahuddin kepada wartawan, Selasa (27/10/2026).

Di lokasi pembangunan, Salahuddin terlihat turut membantu para pekerja. Keterlibatannya menjadi bagian dari aktivitas pembangunan fasilitas pendidikan yang tengah berlangsung di lingkungan yayasan.

Meski demikian, rencana penggunaan sisa anggaran tersebut perlu disesuaikan dengan ketentuan program, dokumen anggaran, dan persetujuan pihak berwenang apabila dipersyaratkan.

Dukungan anggaran pemerintah untuk pembangunan fasilitas pendidikan diharapkan memberikan manfaat nyata bagi peserta didik dan masyarakat Desa Warungpring.

Karena itu, keterbukaan informasi mengenai sumber dana, nilai anggaran yang ditetapkan, rincian pekerjaan, pelaksana kegiatan, serta perkembangan pembangunan menjadi aspek penting yang perlu diperhatikan.

Kesesuaian antara rencana dan realisasi penggunaan dana juga perlu dipastikan melalui dokumen resmi serta mekanisme pengawasan yang berlaku.

Perjalanan Yayasan Bahrul Fawaid, dari wakaf lahan hingga pengembangan fasilitas sekolah, menjadi gambaran proses panjang dalam membangun lembaga pendidikan di tengah keterbatasan.

Kini, perhatian masyarakat tertuju pada pelaksanaan pembangunan yang disebut didukung anggaran lebih dari Rp700 juta tersebut. Harapannya, pembangunan dapat berjalan sesuai ketentuan, menghasilkan fasilitas yang berkualitas, dan benar-benar meningkatkan kenyamanan serta kualitas lingkungan belajar bagi anak-anak.

Catatan redaksi: Informasi mengenai nilai anggaran, sumber program pemerintah pusat, rincian penggunaan dana, dan progres pekerjaan perlu dilengkapi dengan konfirmasi dari pihak yayasan serta instansi terkait sebelum publikasi final.

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2021 INFONAS.ID | Bukan Sekedar Berita | All Right Reserved