-->

Jumat, 23 Oktober 2026

Misteri Kematian PMI di Qatar, Keluarga Soroti Dokumen Autopsi

Misteri Kematian PMI di Qatar, Keluarga Soroti Dokumen Autopsi

PURWAKARTA – Kematian Pekerja Migran Indonesia (PMI), Rasem (38), warga Desa Cipinang, Kecamatan Cibatu, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, yang bekerja di Qatar, menyisakan sejumlah pertanyaan bagi pihak keluarga.

Hingga Rabu (21/10/2026), keluarga mengaku belum memperoleh penjelasan lengkap mengenai penyebab kematian almarhumah. Mereka juga mempertanyakan sejumlah dokumen pendukung yang dinilai penting untuk memastikan kronologi dan penyebab meninggalnya Rasem.

Menurut keterangan Dede Hermansyah selalu kerabat Korban, dokumen yang diharapkan diterima keluarga meliputi surat keterangan dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI), hasil pemeriksaan atau autopsi dari rumah sakit di Qatar apabila dilakukan, serta keterangan kepolisian Qatar terkait peristiwa tersebut. Kamis (23/10/2026)

Namun, pihak keluarga mengaku baru menerima surat keterangan dari KBRI yang menyebutkan bahwa almarhumah meninggal dunia akibat tenggelam. Keluarga menyatakan belum menerima dokumen pendukung lain yang dapat menjelaskan penyebab kematian secara lebih terperinci.

“Sampai saat ini kami belum mendapatkan kejelasan secara pasti terkait kematian almarhumah. Pada fisik jenazah terdapat jahitan berukuran besar yang kami duga berkaitan dengan proses pemeriksaan medis. Namun, kami belum menerima dokumen hasil autopsi tersebut,” ujar Dede.

Berdasarkan informasi awal yang diterima keluarga, Rasem dikabarkan meninggal dunia setelah terpeleset ke kolam ketika berupaya menolong anak majikannya. Meski demikian, keluarga mengaku masih membutuhkan penjelasan resmi mengenai kronologi kejadian, kondisi almarhumah sebelum meninggal dunia, serta hasil pemeriksaan medis yang dilakukan di Qatar.

Keluarga menegaskan bahwa permintaan tersebut bukan semata-mata persoalan administrasi, melainkan bagian dari upaya memperoleh kepastian mengenai peristiwa yang merenggut nyawa anggota keluarga mereka.

Mereka berharap pihak-pihak terkait dapat memberikan informasi secara transparan, berdasarkan fakta, dan disertai dokumen resmi yang dapat dipertanggungjawabkan.

Sejumlah hal yang ingin diperjelas antara lain kronologi lengkap kejadian, hasil pemeriksaan rumah sakit, hasil autopsi apabila memang dilakukan, serta keterangan kepolisian atau otoritas Qatar yang menangani peristiwa tersebut.

Selain meminta kejelasan dari otoritas terkait, keluarga juga berharap perusahaan penempatan atau agensi yang memberangkatkan Rasem membantu proses penelusuran informasi dan pemenuhan hak-hak almarhumah maupun ahli warisnya.

Bantuan tersebut diharapkan mencakup fasilitasi komunikasi dengan pihak berwenang di Qatar, penjelasan mengenai dokumen yang tersedia, serta informasi terkait hak atas jaminan atau santunan yang mungkin menjadi hak almarhumah dan ahli warisnya sesuai ketentuan yang berlaku.

Keluarga menyatakan akan terus memperjuangkan hak-hak tersebut hingga memperoleh penjelasan dan kepastian dari pihak terkait.

“Pihak keluarga akan terus menuntut penjelasan serta pemenuhan hak-hak, termasuk jaminan atau tunjangan yang seharusnya diterima almarhumah maupun ahli warisnya, sampai semuanya jelas dan terealisasi,” ungkapnya.

Keluarga berharap pemerintah Indonesia melalui perwakilan diplomatik di Qatar dan instansi yang berwenang dapat membantu memastikan kejelasan penyebab kematian Rasem serta pemenuhan hak-hak ahli warisnya.

Mereka juga berharap proses penelusuran dilakukan secara menyeluruh agar seluruh pertanyaan keluarga dapat dijawab berdasarkan fakta dan dokumen resmi.

Hingga informasi ini disusun, penyebab kematian Rasem belum dapat dipastikan secara independen berdasarkan dokumen pemeriksaan medis dan keterangan resmi otoritas Qatar yang tersedia bagi keluarga.

Dede menjelaskan bahwa pihak keluarga belum memperoleh keterangan resmi dari perusahaan penempatan terkait maupun otoritas berwenang di Qatar mengenai persoalan tersebut. 

"Oleh karena itu, konfirmasi dan klarifikasi dari pihak-pihak terkait masih diperlukan untuk memperoleh gambaran peristiwa secara utuh dan berimbang,' katanya.

Keluarga berharap tidak hanya mendapatkan kepastian mengenai penyebab kematian, tetapi juga kejelasan mengenai hak-hak almarhumah dan ahli warisnya.

Bagi mereka, pemulangan jenazah bukanlah akhir dari persoalan. Kepastian fakta, keterbukaan informasi, dan pemenuhan hak keluarga menjadi hal penting agar peristiwa yang merenggut nyawa Rasem tidak meninggalkan pertanyaan tanpa jawaban.

(DH)

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2021 INFONAS.ID | Bukan Sekedar Berita | All Right Reserved