-->

Kamis, 01 Oktober 2026

Influenza A Merebak di Bandung, Farhan Tegaskan RS Tak Boleh Tolak Pasien

Influenza A Merebak di Bandung, Farhan Tegaskan RS Tak Boleh Tolak Pasien

BANDUNG — Wali Kota Bandung Muhammad Farhan memastikan seluruh fasilitas kesehatan di Kota Bandung tetap menerima dan menangani pasien di tengah meningkatnya kewaspadaan terhadap Influenza A.

Farhan menyampaikan hal tersebut di Balai Kota Bandung, Selasa (22/9/2026). Ia meminta masyarakat tidak menganggap remeh gejala influenza, namun tetap menghadapi kondisi tersebut dengan tenang dan tidak panik.

Sejumlah kasus Influenza A telah ditangani fasilitas kesehatan di Kota Bandung. Beberapa pasien bahkan harus menjalani isolasi di rumah sakit.

Menurut Farhan, Pemkot Bandung telah meningkatkan kewaspadaan di fasilitas kesehatan. Namun, peningkatan kewaspadaan tersebut tidak berarti masyarakat harus menghadapi situasi dengan kepanikan.

“Untuk fasilitas kesehatan kita hidupkan kembali kewaspadaan seperti kita menghadapi Covid, tapi levelnya level rumah sakit atau fasilitas kesehatan,” ujar Farhan.

Anak Bergejala Flu Diminta Tidak Sekolah

Farhan secara khusus meminta para orang tua tidak memaksakan anak yang mengalami gejala flu untuk mengikuti kegiatan belajar di sekolah.

Ia mengimbau anak yang mengalami gejala influenza agar terlebih dahulu diperiksa oleh tenaga medis.

“Kalau anak-anak mengalami flu, sebaiknya tidak sekolah dulu, pastikan ke dokter dulu karena gejalanya ternyata persis seperti Covid,” ungkapnya.

Sejumlah gejala yang perlu menjadi perhatian antara lain demam tinggi selama beberapa hari, kehilangan penciuman atau anosmia, kehilangan kemampuan mengecap rasa, serta batuk berat yang berlangsung cukup lama.

Menurut Farhan, langkah tersebut penting untuk menekan potensi penularan, terutama di lingkungan sekolah yang menjadi tempat berkumpulnya banyak anak.

“Kalau anak terlihat mulai mengalami gejala flu, jangan dipaksakan sekolah. Karena biasanya penyebaran seperti belajar dari masalah Covid terjadi ketika ada perkumpulan,” ucapnya.

Kasus Meningkat, tetapi Belum Signifikan

Berdasarkan laporan Dinas Kesehatan Kota Bandung, terjadi peningkatan kasus influenza. Namun, Farhan menyebut peningkatan tersebut belum menunjukkan angka yang signifikan.

Ia menduga meningkatnya kunjungan masyarakat ke fasilitas kesehatan juga dipengaruhi oleh informasi mengenai istilah “super flu” yang ramai beredar di media sosial.

“Laporan dari Dinkes, ada peningkatan tapi ternyata datanya juga tidak terlalu signifikan. Tapi di media sosial ramai sampai IGD pun penuh,” kata Farhan.

Karena itu, Farhan meminta masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap gejala influenza tanpa menimbulkan kepanikan.

“Flu sedikit juga karena ada super flu jadi wajarlah. Bagus kewaspadaan,” ungkapnya.

Fasilitas Kesehatan Diminta Tidak Menolak Pasien

Farhan juga menegaskan seluruh fasilitas kesehatan di Kota Bandung harus tetap memberikan pertolongan kepada masyarakat yang membutuhkan layanan medis.

Ia memastikan tidak boleh ada fasilitas kesehatan yang menolak pasien, khususnya ketika pasien membutuhkan penanganan segera.

“Saya akan memastikan bahwa tidak ada satu pun fasilitas kesehatan yang menolak pasien. Terima dulu, tangani, baru tanyakan tentang BPJS-nya,” jelas Farhan.

Selain meminta masyarakat segera memeriksakan diri ketika mengalami gejala, Farhan menyarankan warga yang masih sehat mempertimbangkan vaksinasi influenza sebagai salah satu langkah perlindungan.

“Untuk yang masih sehat, saya sarankan untuk segera suntik vaksin flu,” tuturnya.

Pemkot Bandung mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap gejala influenza, menjaga kesehatan, serta segera mencari pertolongan medis apabila mengalami gejala yang mengkhawatirkan.

(Diskominfo Kota Bandung/bhf)

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2021 INFONAS.ID | Bukan Sekedar Berita | All Right Reserved