-->

Selasa, 08 September 2026

Peduli Sejarah, warga Desak Pemkab Purwakarta Restorasi Kelurahan Sindangkasih yang Terbengkalai

Peduli Sejarah, warga Desak Pemkab Purwakarta Restorasi Kelurahan Sindangkasih yang Terbengkalai


Foto: aula iantor kelurahan Sindangkasih

PURWAKARTA — Warga Sindangkasih bersama penggiat sejarah lokal melayangkan surat terbuka yang ditujukan kepada Bupati Purwakarta. Aksi ini memprotes kondisi Kantor Kelurahan Sindangkasih yang dinilai sangat memprihatinkan, kusam, dan tak layak huni, padahal kawasan tersebut memegang peranan krusial sebagai titik nol lahirnya Purwakarta.

​Kondisi infrastruktur pelayanan publik di jantung kota ini dinilai sangat kontras dengan nilai historisnya. Berdasarkan penelusuran sejarah, pada periode 1830–1831, R.A. Suriawinata (Dalem Sholawat) memilih Sindangkasih sebagai pusat pemerintahan baru karena lokasinya yang strategis serta keramahan warga lokal. Dari wilayah inilah fondasi Purwakarta dibangun, mulai dari peninggalan Pendopo, Masjid Agung, hingga pembentukan Situ Buleud.

​Perwakilan warga Sindangkasih sekaligus pecinta sejarah Purwakarta, Cecep Nursaepul Mukti (yang akrab disapa Mahesa Jenar), menumpahkan keprihatinannya atas kelalaian pemerintah daerah terhadap aset bersejarah tersebut.

​"Saya sangat prihatin melihat kondisi kelurahan saat ini; atap bocor, langit-langit bolong, tembok terkelupas, bahkan ada bagian atap yang sudah ambruk," ujar Mahesa Jenar.

​Ia menyayangkan fokus pemerintah daerah yang dinilai lebih condong pada agenda seremonial dan pembangunan ikon-ikon baru, sementara fasilitas pelayanan publik di wilayah bersejarah justru terabaikan.

​Melalui surat terbuka ini, masyarakat menyampaikan tiga tuntutan utama kepada Pemerintah Kabupaten Purwakarta:

  • Renovasi Total Kantor Kelurahan: Memperbaiki seluruh kerusakan infrastruktur secara menyeluruh agar dapat menjadi pusat pelayanan publik yang representatif dan aman.
  • Revitalisasi Kawasan Bersejarah: Menata ulang wilayah Sindangkasih sebagai cikal bakal Purwakarta dan bagian dari jalur bersejarah Pajajaran Highway tanpa menghilangkan identitas aslinya.
  • Penyelarasan Pembangunan Kota: Memastikan arah pembangunan daerah tidak hanya berfokus pada proyek anyar, tetapi juga merawat serta melestarikan aset berharga yang memiliki nilai filosofis tinggi.

​Warga berharap Bupati Purwakarta dapat meninjau langsung lokasi tersebut dan segera mengambil langkah nyata untuk memulihkan marwah titik nol Purwakarta. (***)

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2021 INFONAS.ID | Bukan Sekedar Berita | All Right Reserved