-->

Sabtu, 23 Mei 2026

Menelusuri Jejak Kejayaan Kesultanan Bungku


MOROWALI, - Kabupaten Morowali di Sulawesi Tengah tidak hanya dikenal sebagai salah satu pusat industri nikel terbesar di Indonesia. Jauh sebelum era industri dimulai, tanah subur di pesisir timur Sulawesi ini merupakan pusat peradaban maritim yang megah, yakni Kesultanan Bungku.

Berdiri sejak abad ke-15 Masehi, kerajaan yang awalnya didirikan oleh komunitas Suku Bungku asli (Miano Tobungku) ini berkembang menjadi pusat syiar Islam dan kekuatan maritim yang diperhitungkan di kawasan Teluk Tolo serta Laut Banda.

Struktur Pemerintahan yang Unik

Dalam perjalanannya, Kesultanan Bungku mengadopsi sistem pemerintahan dari Kesultanan Ternate karena sempat menjadi wilayah bawahan (vazal). Pemimpin tertinggi di kerajaan ini dianugerahi gelar kehormatan Peapua atau Kacili.

Sepanjang sejarahnya, Kesultanan Bungku dipimpin oleh 13 orang raja secara turun-temurun. Fondasi pertahanan pertama kali diletakkan oleh Raja I, Marhum Sangiang Kinambuka. 

Dinasti ini terus berlanjut hingga kepemimpinan Raja XIII (Terakhir), Peapua Ahmad Abdurrabbie (1941–1950), yang membawa Bungku bertransisi dan berintegrasi secara damai ke dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Masa Kejayaan dan Harmoni Sosial

Masa keemasan Kesultanan Bungku ditandai oleh ketangguhan militer dan kemampuan diplomasi maritimnya. Para pelaut Bungku dikenal mahir menjaga stabilitas perairan dari ancaman bajak laut maupun ekspedisi kolonial Belanda. Hubungan dagang internasional pun terjalin erat dengan pelaut Bugis, Kesultanan Buton, hingga saudagar dari Singapura.

Selain kekuatan maritim, kejayaan sejati Bungku terletak pada keharmonisan sosialnya. Hukum adat yang diterapkan sangat inklusif, sehingga suku-suku pendatang dari berbagai penjuru nusantara dapat hidup berdampingan secara damai tanpa konflik bersenjata.

Warisan Sejarah yang Masih Terjaga

Hingga saat ini, jejak-jejak estetis peradaban Kesultanan Bungku masih berdiri kokoh di wilayah Bungku Tengah dan menjadi situs cagar budaya yang bernilai tinggi:

a. Benteng Fafontofure: Berada di puncak bukit setinggi 246 mdpl, benteng batu karang purba ini memiliki arsitektur unik menyerupai kapal dan berfungsi sebagai benteng pertahanan rakyat.

b. Masjid Tua Bungku (1835): Terletak di Desa Marsaoleh, masjid ini dibangun oleh Raja Kacili Mohammad Baba. Keunikannya terletak pada struktur dinding yang direkatkan menggunakan campuran kapur, putih telur, dan getah kayu waru, dengan ubin asli yang didatangkan langsung dari Singapura.

c. Istana Raja Bungku: Rumah kayu bergaya kolonial yang berdiri di atas 37 umpak cor beton, lengkap dengan area gudang senjata purba.

d. Tari Luminda: Warisan budaya takbenda berupa tarian tradisional yang melambangkan kebersamaan dan filosofi hidup masyarakat adat Tobungku.

Pemerintah daerah bersama masyarakat adat setempat terus berupaya melestarikan situs-situs bersejarah ini agar kejayaan masa lalu Kesultanan Bungku tetap menjadi identitas dan kebanggaan generasi masa depan. (RED)

Senin, 04 Mei 2026

Kirab Budaya Berujung Insiden!” Ketua DPRD Terjatuh dari Kuda



SUMEDANG — Insiden mengejutkan terjadi saat kegiatan kirab budaya dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Sumedang, yang digelar pada Minggu (4 Mei 2026).

Ketua DPRD Kabupaten Sumedang dilaporkan terjatuh dari kuda yang ditungganginya ketika mengikuti prosesi tersebut.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa itu terjadi di tengah jalannya kirab yang diikuti sejumlah pejabat daerah dan peserta budaya.

Dalam rekaman yang beredar, korban tampak kehilangan kendali sebelum akhirnya terjatuh. Situasi semakin genting ketika kuda yang ditungganginya diduga sempat menginjak tubuhnya.

Petugas yang berada di lokasi langsung bergerak cepat memberikan pertolongan. Korban kemudian segera dievakuasi dan dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan medis.

Belum ada keterangan resmi terkait kondisi terbaru korban. Namun sumber di lapangan menyebutkan bahwa korban dalam kondisi sadar saat dievakuasi.

Insiden ini menjadi perhatian publik karena terjadi dalam agenda resmi daerah. Pihak terkait diharapkan segera memberikan klarifikasi resmi, sekaligus melakukan evaluasi terhadap aspek keamanan dalam kegiatan serupa di masa mendatang. (Red)

Rabu, 22 April 2026

Sambut Nyiramkeun Pusaka, Museum Talaga Manggung Bersolek



MAJALENGKA – Menjelang pelaksanaan tradisi sakral Nyiramkeun Pusaka yang dijadwalkan berlangsung pada 3 Agustus 2026, Museum Talaga Manggung mulai melakukan pembenahan secara menyeluruh.

Langkah ini dilakukan bukan hanya sebagai persiapan seremoni tahunan, tetapi juga sebagai bentuk nyata pelestarian warisan budaya leluhur agar tetap hidup, terjaga, dan relevan di tengah perkembangan zaman.

Pembenahan mencakup berbagai aspek, mulai dari penataan ruang museum, perawatan benda-benda pusaka, hingga penguatan fungsi museum sebagai pusat edukasi sejarah dan budaya bagi masyarakat.

Pada Senin (21/4/2026), proses pembenahan memasuki tahap penting melalui kegiatan pemetaan posisi benda pusaka. Langkah ini dinilai strategis untuk memastikan setiap benda peninggalan leluhur memiliki identitas, posisi, serta narasi sejarah yang jelas.

Kegiatan tersebut melibatkan putra daerah, TB Hasanudin, bersama Nina Herlina Lubis, seorang peneliti sekaligus ahli sejarah yang telah lama mengkaji peninggalan Talaga Manggung dan menuliskannya dalam berbagai karya ilmiah.

Kehadiran Prof. Nina Lubis mempertegas bahwa proses pembenahan museum dilakukan secara serius dan berbasis kajian akademik. Sebagai akademisi dengan rekam jejak kuat dalam penelitian sejarah Sunda, keterlibatannya menjadi bagian penting dalam menjaga keaslian nilai sejarah yang ada.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, anggota DPRD Majalengka Komisi IV, Tita Juwita Hapsiah, sebagai bentuk dukungan legislatif terhadap upaya pelestarian budaya daerah.

Kehadiran unsur DPRD dinilai penting untuk mendorong sinergi antara pelestarian sejarah dengan kebijakan pembangunan daerah, sehingga keberadaan situs budaya tidak hanya terjaga secara fisik, tetapi juga mendapat dukungan kebijakan yang berkelanjutan.


Bendahara Panitia Nyiramkeun Pusaka, Yeni Nuraeni, mengatakan bahwa pembenahan museum menjadi bagian penting agar pelaksanaan tradisi tidak hanya berlangsung secara seremonial, tetapi juga memberikan nilai edukatif bagi masyarakat.

"Nyiramkeun Pusaka bukan hanya agenda tahunan, tetapi juga momentum untuk mengingat kembali akar sejarah dan menghormati peninggalan leluhur. Karena itu, museum harus ditata dengan baik agar generasi muda bisa memahami nilai budaya yang diwariskan,” ujar Yeni.

Menurutnya, museum yang tertata rapi dan informatif akan memperkuat pesan budaya yang ingin disampaikan dalam tradisi tersebut.

"Harapan kami, masyarakat yang datang tidak hanya menyaksikan prosesi adat, tetapi juga mendapatkan pemahaman tentang sejarah Talaga Manggung dan pentingnya menjaga warisan budaya secara bersama-sama,” tambahnya.

Momentum Nyiramkeun Pusaka tahun 2026 pun dipandang sebagai titik penting untuk memperkuat kembali kesadaran kolektif masyarakat terhadap nilai-nilai tradisi di tengah arus modernisasi.

Museum Talaga Manggung kini tidak hanya dipersiapkan sebagai lokasi kegiatan adat, tetapi juga sebagai simbol keteguhan masyarakat dalam menjaga jejak leluhur.

Pembenahan ini menjadi pesan tegas bahwa warisan budaya tidak boleh berhenti pada seremoni tahunan semata, melainkan harus menjadi bagian hidup yang terus dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya. (Fito)


Sabtu, 11 April 2026

Antara Mitos dan Fakta, Cerita Mistis di Tangkuban Perahu Masih Hidup



Budaya– Keindahan alam Gunung Tangkuban Perahu memang tak diragukan lagi. Namun di balik pesonanya, gunung yang menjadi salah satu ikon wisata Jawa Barat ini juga menyimpan berbagai cerita mistis yang masih dipercaya sebagian warga.

Menurut penuturan warga sekitar, kawasan gunung tersebut sejak lama dikenal memiliki aura yang berbeda, terutama saat menjelang sore hingga malam hari. Beberapa warga mengakui pernah merasakan kejadian yang sulit dijelaskan secara logika.

“Kadang suka terdengar suara aneh, seperti langkah kaki atau bisikan, padahal tidak ada siapa-siapa,” ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Tak hanya warga, sejumlah pengunjung juga mengaku pernah mengalami hal serupa. Ada yang merasakan suasana tiba-tiba menjadi dingin, hingga perasaan tidak nyaman saat berada di titik tertentu di kawasan wisata tersebut.

Cerita-cerita ini kerap dikaitkan dengan legenda Sangkuriang, yang menjadi asal-usul terbentuknya Gunung Tangkuban Perahu. Dalam kepercayaan masyarakat setempat, legenda tersebut masih memiliki kaitan erat dengan hal-hal yang bersifat gaib.

Meski demikian, tidak sedikit pula yang menganggap kejadian tersebut sebagai hal yang bisa dijelaskan secara alamiah, seperti faktor cuaca, kondisi alam, maupun sugesti.

Pengelola wisata sendiri mengimbau pengunjung untuk tetap menjaga sikap dan menghormati kearifan lokal saat berada di kawasan tersebut.

Terlepas dari berbagai cerita yang beredar, Gunung Tangkuban Perahu tetap menjadi destinasi favorit wisatawan, baik lokal maupun luar daerah, yang ingin menikmati keindahan alam sekaligus merasakan nuansa berbeda yang ditawarkan tempat ini. (Red)

Rabu, 07 Mei 2025

Gus Alam Wafat, Kiai Maman Ungkap Sisi Lain yang Jarang Diketahui



INFONAS.ID||JAKARTA — Duka menyelimuti parlemen dan keluarga besar Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Hari ini, Selasa (6/5), KH Alamudin Dimyati Rois, Anggota DPR RI sekaligus tokoh muda NU, wafat setelah beberapa hari lalu terlibat dalam insiden kecelakaan tragis di Pemalang, Jawa Tengah.

Kepergian mendadak sosok yang akrab disapa Gus Alam itu mengejutkan banyak pihak, termasuk sahabat sekaligus koleganya, KH Maman Imanulhaq.

Bagi Kiai Maman, begitu ia disapa, Gus Alam bukan sekadar rekan kerja di Senayan. Ia adalah sahabat dalam perjuangan, saudara dalam nilai, dan cerminan generasi penerus ulama yang menjembatani tradisi dan zaman.

“Kami kehilangan seorang pribadi yang hangat dalam tutur, rendah hati dalam laku, dan tulus dalam pengabdian,” ujarnya saat ditemui pada prosesi pemakaman Gus Alam di Kompleks Pesantren Al-Fadllu II di Srogo, Kaliwungu Kendal, Selasa (6/5).

Putra dari ulama kharismatik KH Dimyati Rais ini, dikenal membawa napas baru dalam politik kebangsaan. Di tengah dinamika parlemen yang kerap keras, Gus Alam hadir sebagai sosok yang meneduhkan.

“Dalam ruang sidang, ia menyuarakan aspirasi rakyat dengan tenang namun tegas. Dalam pergaulan sehari-hari, ia menebar persaudaraan dan persatuan,” kenang Kiai Maman.

Meski masih muda, imbuh Wakil Sekretaris Dewan Syuro DPP PKB ini, keulamaan Gus Alam tak diragukan. Ia tak hanya menguasai ilmu, tetapi juga mampu menjembatani berbagai kalangan dengan sikap arif dan terbuka. 

“Beliau membawa teladan bahwa menjadi ulama tidak cukup hanya mengajar dan berdakwah, tetapi juga hadir di tengah umat, menyerap aspirasi, dan ikut menentukan arah bangsa,” tambah Kiai Maman.

Terakhir Kiai Maman mendoakan seraya berharap agar almarhum ditempatkan di sisi Allah SWT yang paling mulia, bersama para shalihin dan pejuang kebenaran.

“Selamat jalan, sahabatku. Semoga Allah menempatkanmu di sisi-Nya yang paling mulia, bersama para shalihin dan pejuang kebenaran. Jejakmu akan terus kami kenang, keteladananmu akan terus kami rawat,” kata Kiai Maman menutup.

Untuk diketahui, ribuan santri dan masyarakat luas memadati kompleks Pesantren Al-Fadllu II di Srogo, Kaliwungu Kendal untuk mengantarkan jenazah Almarhum Gus Alam dikebumikan. 

Terlihat juga saat prosesi pemakaman Ketua Dewan Syuro DPP PKB KH Maruf Amin, Ketua Umum PKB Gus Muhaimin Iskandar beserta para pengurus lainnya seperti Sekjen PKB Hasanudin Wahid, Wakil Ketua Umum PKB Cucun Syamsurijal, Hanif Dhakiri, dan Gus Yusuf Chudlori. 

Nampak juga jajaran Dewan Syura DPP PKB seperti KH. Subhan Makmun, KH. Zamzami, KH Taufiq Abdullah serta KH. Ahmad Baidhawi. (FT)

Sabtu, 12 Oktober 2024

Unik! Pemkot Yogyakarta Bantu Pegawai Cari Jodoh Melalui Program Pados Jodho

INFONAS.ID - Pemkot Yogyakarta melalui Korpri akan menggelar acara Pados Jodho, sebuah program unik yang ditujukan untuk ASN dan Non-ASN yang belum menikah.

Acara ini merupakan respon terhadap hasil survei internal yang menunjukkan banyak pegawai kesulitan mencari pasangan karena kesibukan pekerjaan. 

Sejak pengumuman resmi pada 9 Oktober 2024, sebanyak 140 pegawai, mayoritas perempuan, telah mendaftar.

Pados Jodho dijadwalkan berlangsung pada 30 November 2024, dengan batas akhir pendaftaran hingga 15 November 2024. 

Acara ini diharapkan bisa meningkatkan kesejahteraan fisik dan psikologis para peserta.

Selain itu, tanggapan dari para pegawai beragam. Sebagian merasa acara ini sangat membantu mereka yang sibuk, karena memberikan peluang untuk bertemu pasangan. 

Mereka menilai acara ini sebagai langkah positif dalam menyeimbangkan kehidupan sosial dan pekerjaan. 

Beberapa pegawai juga berharap acara ini dapat memberikan dampak jangka panjang dalam meningkatkan kesejahteraan emosional, terutama bagi yang merasa kesulitan menjaga kehidupan sosial di luar pekerjaan.

Selain itu, Pemkot juga berkomitmen untuk mengevaluasi acara tersebut secara menyeluruh guna memastikan manfaat dan dampaknya bagi para pegawai yang terlibat. (FT)


Rabu, 09 Oktober 2024

Benarkah Kota-Kota Gaib di Indonesia Sebenarnya Ada? Temukan Jawabannya di Sini

INFONAS.ID - Misteri mengenai keberadaan kota gaib di berbagai penjuru dunia selalu menarik perhatian masyarakat. Berbagai mitos berkembang tentang kota-kota tak kasat mata ini, di mana peradaban maju dan makhluk halus konon hidup berdampingan dalam kesejahteraan yang luar biasa.

Berikut adalah beberapa kota gaib yang dikenal di Indonesia dan dunia, beserta mitos yang mengelilinginya.

Saranjana, Kota Gaib di Kalimantan Selatan

Di Kalimantan Selatan, sebuah kota gaib bernama Saranjana disebut-sebut berada di wilayah Kotabaru. Kota ini dipercaya sebagai tempat tinggal makhluk halus yang memiliki teknologi canggih dan infrastruktur modern, meski tidak terlihat oleh mata manusia biasa. 

Beberapa saksi mata mengklaim pernah melihat gedung-gedung megah dan kendaraan modern yang melintasi kota tersebut. Mitos ini sudah lama berkembang di masyarakat setempat, dan meskipun bukti nyata belum ditemukan, cerita tentang kota ini terus menjadi bagian dari warisan cerita rakyat Kalimantan.

Wentira, Kota Makhluk Halus di Sulawesi Tengah

Tak kalah misterius, di Sulawesi Tengah, sebuah kota gaib bernama Wentira juga dikenal luas di kalangan masyarakat lokal. Kota ini dikatakan berada di antara Palu dan Tawaeli, namun hanya dapat dilihat oleh orang-orang tertentu. 

Menurut mitos, Wentira merupakan kota dengan peradaban maju, gedung pencakar langit, dan teknologi yang jauh lebih maju dari yang kita kenal. Masyarakat setempat percaya bahwa orang yang tersesat di Wentira akan sulit kembali ke dunia nyata, menambah aura mistis kota ini.

Atlantis, Peradaban Hilang dari Yunani Kuno

Misteri kota gaib juga tidak hanya ditemukan di Indonesia. Salah satu kota gaib yang paling terkenal di dunia adalah Atlantis, yang diceritakan oleh filsuf Yunani kuno, Plato. Atlantis digambarkan sebagai kerajaan pulau dengan peradaban yang sangat maju, namun tenggelam ke dasar laut dalam satu malam setelah para dewa murka. 

Meskipun banyak teori yang bermunculan mengenai lokasinya, hingga kini tidak ada bukti konkret yang mendukung keberadaan Atlantis, menjadikannya salah satu misteri terbesar dalam sejarah.

Padang 12, Kota Emas di Kalimantan Barat

Di Kalimantan Barat, kota gaib Padang 12 dikisahkan sebagai tempat makhluk halus yang hidup dengan kemakmuran berlimpah. Masyarakat setempat menganggap kota ini sebagai kota emas, karena makhluk penghuni kota ini konon menggunakan emas sebagai mata uang. 

Beberapa orang yang melintasi kawasan tersebut mengaku melihat bayangan bangunan megah dan berkilauan, namun ketika didekati, semuanya hilang. Kepercayaan lokal menyebutkan bahwa siapa pun yang mencoba memasuki kota ini tanpa izin bisa tersesat atau hilang.

Keberadaan kota-kota gaib ini mungkin masih menjadi misteri dan sekadar mitos bagi sebagian orang, tetapi cerita-cerita tersebut telah menjadi bagian dari kekayaan budaya dan tradisi lisan yang diwariskan dari generasi ke generasi. 

Kota-kota tak kasat mata ini, dengan segala keajaiban dan misteri yang menyelimutinya, terus menjadi topik perbincangan menarik di kalangan masyarakat.

(Reporter: FITO)


Senin, 07 Oktober 2024

Mengapa Pelaku Pesugihan Tidak Bisa Curi Uang di Bank? Ini Penjelasannya!

INFONAS.ID||JAKARTA – Fenomena pesugihan, praktik mistis yang diklaim dapat mendatangkan kekayaan secara instan, terus menjadi topik perbincangan di masyarakat. Namun, menurut berbagai cerita rakyat, pelaku pesugihan disebut-sebut tidak bisa mencuri uang dari bank. 

Hal ini menimbulkan pertanyaan tentang batasan kekuatan supranatural dalam menghadapi teknologi modern.

Menurut mitos yang beredar, salah satu alasan utama pelaku pesugihan tidak bisa mengambil uang di bank adalah karena uang yang tersimpan dalam sistem perbankan berada dalam bentuk digital, yang konon tidak dapat disentuh oleh kekuatan gaib.

Selain itu, beberapa keyakinan juga menyebutkan bahwa sistem perbankan berada di bawah perlindungan institusi besar, sehingga uang tersebut dianggap terlindungi dari pengaruh energi supranatural.

Sementara itu, beberapa paranormal mengklaim bahwa pesugihan memiliki keterbatasan. 

"Biasanya, pelaku pesugihan hanya bisa mengambil uang dari benda fisik, seperti uang tunai di rumah. Uang yang tersimpan di bank, apalagi dalam bentuk digital, di luar jangkauan kekuatan mereka," ujar salah satu paranormal yang tidak ingin disebutkan namanya.

Di sisi lain, muncul pertanyaan mengenai alat yang dapat mendeteksi praktik pesugihan. Meski hingga saat ini tidak ada alat ilmiah yang dapat membuktikan adanya pesugihan, beberapa praktisi spiritual tradisional mengklaim memiliki metode untuk mendeteksi energi gaib. 

Mereka menggunakan berbagai media seperti air, asap dupa, atau benda spiritual seperti jimat untuk mencari tanda-tanda supranatural.

"Saya menggunakan minyak khusus dan asap dupa dalam ritual untuk mendeteksi keberadaan energi negatif yang berhubungan dengan pesugihan," tambah paranormal tersebut. 

Namun, hingga kini klaim ini masih dipertanyakan keabsahannya karena tidak ada bukti ilmiah yang mendukung metode-metode ini.

Meskipun banyak yang meragukan kebenaran cerita ini, kepercayaan akan pesugihan masih kuat di berbagai kalangan masyarakat. 

Namun, dengan teknologi keamanan perbankan yang terus berkembang, masyarakat diharapkan untuk lebih mempercayakan keamanan keuangan mereka pada sistem yang terbukti dan teruji secara teknis, daripada terjebak dalam cerita-cerita mistis yang belum dapat dibuktikan kebenarannya. (FT)


Dari Ramai Jadi Sepi: 5 Destinasi Wisata Indonesia yang Kini Terkesan Angker



INFONAS.ID - Beberapa tempat wisata di Indonesia yang dahulu menjadi tujuan utama wisatawan kini sepi dan bahkan dikenal sebagai lokasi yang terkesan angker. 

Meski pernah berjaya, tempat-tempat ini ditinggalkan begitu saja sehingga berubah menjadi bangunan terbengkalai dan penuh misteri. Berikut beberapa di antaranya:

1. Taman Rekreasi Bedugul, Bali

Dikenal dengan nama "Ghost Palace Hotel," bangunan ini terletak di daerah Bedugul, Bali. Hotel yang seharusnya menjadi penginapan mewah ini terhenti pembangunannya tanpa penjelasan pasti.

Selama bertahun-tahun, hotel ini menjadi kosong dan tidak terawat. Banyak pengunjung yang mengaku merasa merinding dan merasakan suasana mistis ketika mengelilingi area ini.

2. Pantai Parangkusumo, Yogyakarta

Pantai Parangkusumo dikenal sebagai bagian dari legenda mistis Ratu Pantai Selatan, Nyai Roro Kidul. Dahulu pantai ini ramai dikunjungi wisatawan, namun seiring dengan berkembangnya cerita mistis, pengunjung semakin berkurang. 

Kisah mengenai korban jiwa yang terseret ombak pantai ini turut memperkuat kesan angker, meski pantai ini tetap menjadi bagian penting dari kebudayaan setempat.

3. Taman Festival Bali, Sanur

Taman Festival Bali dulunya merupakan taman hiburan populer di daerah Sanur. Setelah ditutup pada akhir 1990-an, tempat ini dibiarkan terbengkalai, dengan bangunan-bangunannya yang kini dipenuhi grafiti dan tanaman liar. 

Selain atmosfer menyeramkan, beberapa pengunjung mengaku merasakan kehadiran "energi" yang aneh, membuat Taman Festival Bali menjadi salah satu lokasi horor paling terkenal di pulau ini.

4. Lawang Sewu, Semarang

Bangunan bersejarah Lawang Sewu di Semarang, yang dulunya merupakan kantor kereta api zaman kolonial Belanda, menyimpan banyak cerita mistis. Meskipun masih menjadi destinasi wisata sejarah, tempat ini sering dikaitkan dengan berbagai kisah horor, terutama karena labirin lorong-lorongnya yang panjang dan gelap. Lawang Sewu kerap dianggap sebagai salah satu bangunan paling angker di Indonesia.

5. Pulau Galang, Kepulauan Riau

Pulau Galang dulunya menjadi tempat pengungsian ribuan pengungsi Vietnam pada tahun 1970-an hingga 1990-an. Namun, setelah kamp pengungsian ditutup, pulau ini dibiarkan kosong dengan bangunan-bangunan yang terbengkalai. 

Bekas kamp ini kini menjadi lokasi sunyi dengan suasana yang banyak dikaitkan dengan kisah-kisah mistis, menambah kesan angker di kalangan pengunjung yang masih berani datang.

Meski sebagian besar tempat ini kini terkesan menyeramkan, beberapa pengunjung tetap datang untuk merasakan langsung atmosfer misterius yang menyelimuti lokasi-lokasi ini. 

Apakah tempat-tempat ini benar-benar berhantu, atau hanya sekadar terbawa mitos yang berkembang, tetap menjadi pertanyaan bagi mereka yang berani mencoba. (FT)


Rabu, 25 September 2024

Renungan Pagi, Nikmat dan Bersyukur

Rancaekek, 24/9/24
Ketika aku kembali dari surau …

Apa yang harus dilakukan pagi ini? …

Kebiasaanku jalan empat kali bulak-balik di depan rumah …

Selalu mengingat Alloh dengan berzikir dan membayangkan sebelah kiriku Ka’bah …

Begitu selesai berjalan santai, kemudian kembali ke rumah …

Lalu kupanaskan air untuk membuat kopi susu yang biasa kulakukan setiap pagi …

Dengan duduk santai sambil nyeruput kopi susu yang cukup hangat …

Dapat memanaskan dadaku dan menyejukkan hatiku …

Aku merenung pagi ini, ternyata tidak sama dengan kemarin …

Terasa pagi ini cukup sejuk, walaupun kelihatannya pepohonan tidak bergerak …

Seakan-akan mereka masih tertidur lelap …

Namun, tiba-tiba sedikit demi sedikit berhembus angin pagi …

Burung-burung beterbangan ke sana ke mari, bak menari-nari …

Betapa cerianya mereka bercanda di angkasa …

Begitu juga kudengar burung berkicau …

Menambah indahnya suasana pagi ini …

Ku seruput kembali kopi susuku …

Oh, nikmat tenan …

Alhamdulillah, kita nikmati sisa usia ini dengan penuh keberkahan …

Tetaplah bersyukur kepada sang Khalik yang telah memberikan nikmat tiada terukur …

Bravo Paguyuban Asep Dunia …

Tetap semangat dan selalu bersyukur

Ditulis oleh: Mayjen TNI (Purn.) Asep Kuswani, S.H., M.Si.Han., Anggota Dewan Pini Sepuh/Karamaan/Gunung Pananggeuhan Majelis Musyawarah Sunda (MMS), Ketua Dewan Pembina (KDP) Paguyuban Asep Dunia (PAD), Dewan Pembina Asosiasi Media Independen Online (MIO) Indonesia dan founder (pendiri) Asep News (AsepNews.id).


Sabtu, 14 September 2024

Tak Hanya di Indonesia, Ini Negara-Negara yang Masih Gunakan Bahasa Jawa!

INFONAS.ID - Bahasa Jawa merupakan salah satu bahasa daerah yang paling banyak digunakan di Indonesia, terutama di wilayah Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Yogyakarta.

Namun, tahukah Anda bahwa bahasa ini juga digunakan di beberapa negara lain di luar Indonesia? 

Meski bukan sebagai bahasa resmi, bahasa Jawa tetap hidup di beberapa komunitas diaspora, baik di benua Asia maupun di wilayah lainnya.

Suriname

Negara kecil di Amerika Selatan, menjadi salah satu tempat di mana bahasa Jawa masih digunakan secara aktif. Keturunan imigran asal Jawa yang dibawa oleh Belanda pada masa kolonial tetap mempertahankan bahasa dan budaya mereka. 

Meski jumlah penuturnya tidak sebanyak di Indonesia, komunitas Jawa di Suriname terus menggunakan bahasa ini dalam kehidupan sehari-hari, terutama di kalangan generasi yang lebih tua.

Malaysia 

Selain itu, Malaysia juga menjadi rumah bagi sejumlah komunitas keturunan Jawa, terutama di negara bagian Johor. Di sana, bahasa Jawa masih dipertahankan meski penggunaannya mulai berkurang di kalangan generasi muda. 

Sebagian besar dari mereka kini lebih sering menggunakan bahasa Melayu, bahasa resmi Malaysia, dalam kehidupan sehari-hari.

Singapura 

Kemudian Singapura pun memiliki komunitas kecil keturunan Jawa yang masih berbicara dalam bahasa ini. Namun, seperti halnya di Malaysia, bahasa Jawa di Singapura mulai tersisih oleh bahasa Inggris dan Melayu yang lebih dominan.

Belanda 

Dimana komunitas keturunan Jawa juga masih menjaga warisan budaya mereka, termasuk bahasa. Diaspora Jawa di Belanda merupakan hasil dari masa penjajahan Belanda di Indonesia, ketika banyak orang Jawa dibawa ke negeri kincir angin tersebut. 

Meski bahasa Belanda kini menjadi bahasa utama, beberapa keturunan Jawa masih mempraktikkan bahasa leluhur mereka dalam lingkup keluarga.

Kepulauan Cocos

Negara lain yang juga memiliki penduduk penutur bahasa Jawa terbilang banyak adalah Kepulauan Cocos. Di negara yang berada di wilayah Australia ini, Anda bisa menemukan masyarakat yang bercakap memakai bahasa Jawa. Tak hanya itu, budaya Jawa juga masih terjaga di negara ini lewat seni tradisonal seperti wayang kulit yang diakulturasi memakai kulit ikan hiu. 

New Caledonia 

Satu lagi negara yang jarang diketahui memiliki komunitas penutur bahasa Jawa adalah New Caledonia, wilayah seberang laut Prancis di Pasifik. Keturunan Jawa di sana merupakan buruh kontrak yang dibawa pada masa kolonial Prancis. 

Meski dalam jumlah yang sangat terbatas, bahasa dan budaya Jawa tetap dijaga dalam acara-acara tradisional dan seremonial. Penggunaan bahasa Jawa di negara-negara ini menjadi bukti kuatnya budaya dan identitas komunitas Jawa di luar Indonesia. 

Namun, dengan dominasi bahasa setempat dan tantangan dari generasi muda yang cenderung lebih memilih bahasa modern seperti Inggris atau Belanda, upaya pelestarian bahasa Jawa menjadi semakin penting. 

Inisiatif untuk melestarikan bahasa Jawa, baik melalui pendidikan informal maupun media digital, terus dilakukan untuk memastikan bahwa bahasa ini tetap hidup di masa depan. (FT)


Kamis, 05 September 2024

Viral di TikTok, 78 Makam Wali Palsu di Wonosobo Dibongkar

INFONAS.ID - Di Desa Ngalian, Kecamatan Wadaslintang, Wonosobo, terjadi pembongkaran terhadap 78 makam yang diduga sebagai makam wali palsu.

Video aksi pembongkaran makam diunggah oleh akun TikTok @Argama Balarama dengan durasi sekitar enam menit. Hingga berita ini ditulis, video tersebut telah menerima ribuan komentar dari netizen.

Makam ini baru muncul sekitar dua tahun lalu, dan tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim bahwa makam tersebut milik ulama atau wali. 

Tindakan pembongkaran dilakukan sebagai upaya mencegah penyesatan masyarakat dan untuk menjaga sejarah tetap akurat. Warga sekitar khawatir makam-makam ini bisa menjadi pusat ziarah yang keliru. 

Pembongkaran ini merupakan inisiatif bersama antara pihak desa dan aparat setempat.

Pihak desa menjelaskan bahwa makam tersebut awalnya dibangun tanpa izin dan mulai menarik perhatian warga dari berbagai daerah. Mereka datang untuk berziarah, berharap mendapatkan keberkahan dari para wali yang dipercaya dimakamkan di sana. 

Namun, klaim bahwa itu adalah makam wali ternyata tidak didasari oleh bukti sejarah atau dokumen otentik.

Camat Wadaslintang menyatakan bahwa pembongkaran ini bertujuan mencegah masyarakat terjerumus dalam keyakinan yang salah. Selain itu, langkah ini juga dilakukan untuk menghindari potensi konflik sosial yang bisa timbul jika makam tersebut terus dipertahankan. 

Makam-makam tersebut akan dikembalikan fungsinya menjadi area pemakaman umum biasa. Ke depan, pihak desa bersama aparat akan lebih waspada terhadap pembangunan atau klaim-klaim yang berpotensi menyesatkan masyarakat.

Pembongkaran makam wali palsu ini menunjukkan pentingnya verifikasi fakta dalam menjaga keaslian sejarah dan tradisi masyarakat. Warga diimbau untuk tidak mudah percaya pada klaim-klaim tanpa dasar kuat, terutama yang berhubungan dengan keagamaan. (FT)


Rabu, 04 September 2024

Menggali Akar Sejarah dan Nilai Spiritual dalam Tradisi Rebo Wekasan

INFONAS.ID||BUDAYA - Tradisi Rebo Wekasan memiliki akar sejarah yang kuat dalam budaya Jawa. Meskipun tidak terdapat dalam ajaran Islam yang pokok, kepercayaan ini berkembang di masyarakat sebagai bentuk sinergi antara agama dan adat lokal.

Rebo Wekasan dianggap sebagai hari di mana berbagai kesulitan dan musibah akan diturunkan oleh Allah SWT. Oleh karena itu, masyarakat melaksanakan berbagai amalan khusus sebagai upaya untuk mendapatkan perlindungan dan keselamatan.

Dalam pelaksanaannya, terdapat beberapa ritual utama yang dilakukan pada Rebo Wekasan. Salah satunya adalah sholat sunnah dua rakaat, yang niatnya adalah sholat sunnah mutlak. Bacaan yang digunakan meliputi Surat Al-Kautsar, Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas. 

Setelah sholat, umat dianjurkan membaca doa khusus yang panjang untuk memohon perlindungan dari segala macam bala yang mungkin terjadi pada hari tersebut.

Selain sholat, ada juga kebiasaan bersedekah, yang dipercaya dapat menolak bala dan mendatangkan berkah. Tradisi ini menunjukkan bagaimana masyarakat memaknai pentingnya berbuat kebaikan sebagai upaya menjaga keselamatan.

Meski tradisi ini sangat populer di kalangan masyarakat Jawa, Rebo Wekasan juga menimbulkan perdebatan di kalangan ulama. 

Sebagian menganggap bahwa tradisi ini tidak memiliki dasar yang kuat dalam Islam dan lebih merupakan warisan budaya daripada ajaran agama yang murni. 

Namun, bagi sebagian masyarakat, Rebo Wekasan adalah bagian tak terpisahkan dari identitas mereka, yang mencerminkan harmoni antara budaya dan agama.

Rebo Wekasan merupakan tradisi yang kaya akan nilai kearifan lokal dan religiusitas. Meskipun terdapat perbedaan pandangan mengenai praktik ini, banyak masyarakat yang masih mempertahankannya sebagai cara untuk mencari keselamatan dan berkah dalam kehidupan sehari-hari. 

Tradisi ini menjadi salah satu contoh bagaimana budaya dan agama dapat saling melengkapi dalam kehidupan masyarakat Jawa. (FT)


Sabtu, 31 Agustus 2024

Pasar Setan di Gunung Lawu: Mengapa Pendaki Melempar Koin di Jalur Ini?

INFONAS.ID||BUDAYA - Gunung Lawu, yang terletak di perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur, adalah salah satu gunung yang paling terkenal di Indonesia, baik karena keindahannya maupun kisah-kisah mistis yang menyelimutinya.

Di antara berbagai cerita mistis yang berkembang di kalangan pendaki, mitos tentang "pasar setan" adalah salah satu yang paling dikenal.

Banyak pendaki yang memilih jalur Candi Cetho atau Cemoro Sewu untuk mendaki Gunung Lawu. Kedua jalur ini dikenal dengan tantangan yang mereka tawarkan, tetapi di balik itu, ada cerita mistis yang selalu mengiringi perjalanan. 

Salah satu cerita yang paling populer adalah tentang keberadaan pasar gaib yang sering disebut "pasar setan."

Menurut cerita yang berkembang, pasar setan ini tidak dapat dilihat dengan mata telanjang, tetapi sering terdengar oleh pendaki, terutama saat malam hari. 

Suara yang muncul mirip dengan keramaian pasar pada umumnya—suara orang bertransaksi, tawa, dan bahkan terkadang bunyi peralatan pasar. 

Anehnya, ketika para pendaki mencoba mencari sumber suara tersebut, mereka tidak menemukan apapun kecuali kegelapan dan keheningan hutan.

Tidak ada yang tahu pasti kapan dan bagaimana mitos ini bermula. Namun, cerita-cerita dari mulut ke mulut tentang pengalaman pendaki yang mendengar suara-suara aneh tanpa asal-usul yang jelas, membuat mitos ini terus berkembang. 

Banyak yang meyakini bahwa pasar setan adalah tempat berkumpulnya makhluk halus untuk bertransaksi, dan pasar ini hanya muncul pada waktu-waktu tertentu, terutama ketika ada manusia yang tidak sengaja melewati tempat tersebut.

Dalam budaya Jawa, pasar seringkali dianggap sebagai simbol kehidupan sosial dan ekonomi. Munculnya pasar di tempat yang seharusnya sunyi mungkin menandakan adanya aktivitas sosial yang tidak terlihat oleh mata manusia. 

Untuk menghindari gangguan dari pasar setan, beberapa pendaki melakukan ritual sederhana seperti melempar koin atau uang receh sebagai bentuk "transaksi" agar mereka bisa melewati tempat tersebut dengan aman.

Selain menjadi cerita yang menakutkan, mitos pasar setan ini juga memiliki pesan moral yang dalam. Pendaki diingatkan untuk selalu menjaga sikap dan perilaku mereka saat berada di alam. 

Sikap hormat dan rendah hati dianggap penting, tidak hanya terhadap alam, tetapi juga terhadap "penghuni" yang mungkin tidak terlihat. Hal ini dipercaya dapat membuat perjalanan lebih aman dan terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan.

Mitos pasar setan di Gunung Lawu adalah bagian dari kekayaan cerita rakyat yang berkembang di Indonesia. Meskipun tidak ada bukti nyata tentang keberadaan pasar ini, cerita ini tetap menjadi bagian menarik dari pengalaman mendaki Gunung Lawu. 

Bagi para pendaki, cerita ini menjadi pengingat bahwa alam tidak hanya terdiri dari yang terlihat, tetapi juga yang tak terlihat, dan selalu ada hal-hal yang harus dihormati di setiap perjalanan. (FT)


Minggu, 25 Agustus 2024

Wisata Kesehatan Jamu Kalibakung, Destinasi Edukasi dan Relaksasi di Tegal

INFONAS.ID||LIFESTYLE - Terletak di daerah Kalibakung, Tegal, Wisata Kesehatan Jamu (WKJ) Kalibakung merupakan salah satu destinasi wisata yang sedang naik daun, terutama bagi mereka yang tertarik pada kesehatan dan pengobatan tradisional.

Tempat ini tidak hanya menawarkan pemandangan alam yang indah, tetapi juga menyediakan pengalaman edukatif tentang budaya jamu, warisan tradisional Indonesia.

Wisata Kesehatan Jamu Kalibakung menghadirkan pengalaman unik di mana pengunjung dapat belajar tentang berbagai jenis jamu, mulai dari tanaman yang digunakan hingga proses pembuatannya. 

Terdapat etalase yang menampilkan beragam jenis jamu, klinik jamu yang dilengkapi dengan dokter dan apoteker, serta penjelasan mengenai manfaat kesehatan dari setiap jenis ramuan yang ada.

Selain sebagai pusat edukasi, WKJ Kalibakung juga menawarkan suasana yang asri dan menenangkan. Pengunjung bisa menikmati pemandangan sawah yang hijau, aliran sungai yang jernih, dan suasana pedesaan yang jauh dari hiruk pikuk kota. 

Tempat ini sangat cocok bagi mereka yang ingin merasakan ketenangan sambil mempelajari lebih dalam tentang tradisi pengobatan Indonesia.

Untuk menunjang kenyamanan pengunjung, WKJ Kalibakung juga menyediakan berbagai fasilitas seperti gazebo untuk bersantai, area bermain untuk anak-anak, serta warung makan yang menyajikan kuliner khas daerah. Fasilitas ini menjadikan tempat ini cocok untuk dikunjungi oleh seluruh anggota keluarga.

WKJ Kalibakung mudah diakses dari pusat kota Tegal. Bagi wisatawan yang berasal dari luar kota, tersedia banyak pilihan transportasi yang dapat digunakan untuk mencapai lokasi ini. Sebaiknya kunjungi tempat ini pada pagi atau sore hari untuk menikmati pemandangan dan udara segar yang maksimal.

Wisata Kesehatan Jamu Kalibakung adalah pilihan sempurna bagi mereka yang ingin menikmati wisata edukasi sekaligus merasakan ketenangan alam. Destinasi ini tidak hanya menawarkan pengetahuan tentang kesehatan tradisional tetapi juga memberikan pengalaman liburan yang menyegarkan. (FT)


Sabtu, 24 Agustus 2024

Kepala Desa Ciwareng dan Masyarakat Gelar Pesta Budaya di HUT RI ke-79

INFONAS.ID||PURWAKARTA - Pada peringatan HUT RI ke 79 kepala desa ciwareng Cecep Endang Muklis,ST bersama dengan seluruh perangkat desa, dan masyarakat menggelar berbagai kegiatan di kp bakansari RW 05 ciwareng, kecamatan Babakan cikao, kabupaten Purwakarta.

Acara yang berlangsung pada Jumat malam tanggal 23 Agustus 2024 ini bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi dan memperkuat rasa kebersamaan nasionalisme diantara warga desa ciwareng.

Cecep Endang Muklis,ST kepala Desa ciwareng di wawancarai awak media beliau menekankan, pentingnya menjaga semangat persatuan,dan gotong royong ditengah-tengah masyarakat, terutama dalam menghadapi tantangan global yang semakin kompleks.

Beliau juga sangat berterima kasih kepada tokoh masyarakat karang taruna dan pemerintahan setempat RT, RW yang sudah bekerjasama untuk mensukseskan kegiatan peringatan hari ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 79 ini.

"Dimana kegiatan sebagai penghormatan kepada para pejuang yang berjuang untuk Republik ini," jelas Cecep.

Hal senada pun di sampaikan oleh Raisman ketua RW 05 kampung bakansari ciwareng, beliau sangat bangga dengan kegiatan ini. Walau pun ini mendekati akhir Agustus tapi para tokoh masyarakat khususnya pemuda karang taruna masih bersemangat untuk memperingati HUT RI yang ke 79 ini.

Beliau pun mengatakan kegiatan agustusan tahun ini sangat meriah bertema festival budaya dan Lomba tumpeng SE RW 05 beliau berharap, lomba tumpeng ini sampai ke level nasional.

Acara dilanjutkan dengan kesenian tradisional khas Jawa barat seperti Lengser, tari jaipong, paduan suara dan, perlombaan tumpeng. Terlihat Antusias warga begitu besar dari warga kampung Bakansari ciwareng

"ini adalah momen yang di tunggu-tunggusetiap tahunnya selain bisa bersenang-senang, kami juga merasa lebih dekat satu sama lain ungkap ketua karang taruna sub unit RW 05 kp bakansari ciwareng, Diki Herman dengan penuh semangat," tutupnya. (JOKO)


Jumat, 23 Agustus 2024

Mengenal Sosok Raden Adipati Singaperbangsa: Pahlawan Nasional dari Karawang

INFONAS.ID||KARAWANG - Raden Adipati Singaperbangsa adalah salah satu tokoh penting dalam sejarah Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Lahir pada abad ke-17, beliau dikenal sebagai pemimpin yang bijaksana dan berpengaruh di wilayah tersebut.

Raden Adipati Singaperbangsa tidak hanya memegang peran administratif sebagai bupati pertama Karawang, tetapi juga berperan besar dalam mempertahankan wilayahnya dari cengkeraman penjajah Belanda.

Raden Adipati Singaperbangsa memulai kiprahnya sebagai pemimpin ketika ditunjuk oleh Sultan Agung dari Mataram pada tahun 1633 untuk menjadi bupati Karawang. Pada masa itu, wilayah Karawang merupakan salah satu daerah penting di bawah Kesultanan Mataram yang terkenal dengan kesuburan tanahnya. 

Singaperbangsa ditugaskan untuk memimpin dan mengembangkan wilayah tersebut, serta menjaga keamanan dari gangguan pihak luar, terutama Belanda.

Sebagai seorang pemimpin, Singaperbangsa dikenal tegas dan adil. Ia bekerja keras untuk memajukan Karawang dengan menggalakkan pembangunan infrastruktur seperti irigasi dan jalan. 

Selain itu, ia juga membangun kekuatan militer untuk mempertahankan wilayahnya. Dalam menghadapi Belanda, Singaperbangsa menunjukkan keberanian yang luar biasa. Ia tak segan-segan menggerakkan pasukan lokal untuk melawan upaya Belanda menguasai Karawang.

Setelah masa pemerintahannya, Raden Adipati Singaperbangsa dikenang sebagai pendiri Kabupaten Karawang dan pelindung rakyatnya. Keberanian dan dedikasinya menjadi inspirasi bagi generasi penerus. Untuk menghormati jasa-jasanya, pemerintah Indonesia menetapkan Raden Adipati Singaperbangsa sebagai Pahlawan Nasional.

Nama Raden Adipati Singaperbangsa juga diabadikan dalam berbagai bentuk, termasuk sebagai nama jalan dan lembaga pendidikan di Karawang. Monumen dan makamnya yang terletak di Karawang kini menjadi salah satu situs bersejarah yang sering dikunjungi untuk mengenang perjuangannya.

Raden Adipati Singaperbangsa merupakan contoh nyata seorang pemimpin yang mengutamakan kepentingan rakyat dan wilayahnya. Dengan keberanian, kecerdikan, dan dedikasinya.

Ia berhasil mengantarkan Karawang menuju kemajuan dan mempertahankan kemerdekaannya dari penjajahan. Jasa-jasanya sebagai pendiri dan pelindung Kabupaten Karawang akan terus dikenang sepanjang masa. (FT)


Rabu, 21 Agustus 2024

Dewan Syuro PKB Sambangi Abuya Muhtadi, Bahas Sinergi Politik dan Keumatan

INFONAS.ID||BANTEN - Dewan Syuro DPP PKB menyambangi kediaman Abuya KH Ahmad Muhtadi Dimyati di kompleks Pondok Pesantren Roudlotul Ulum Cidahu, Pandeglang, Banten, Rabu (21/8). Sejumlah Dewan Syuro PKB yang nampak hadir seperti Sekretaris Dewan Syuro DPP PKB KH Saefullah Maksum, KH Maman Imanulhaq, KH Manarul Hidayat, serta KH Syihabuddin.

Pada pertemuan tersebut, Abuya Muhtadi menyampaikan pesan agar PKB dan PBNU kembali pada khittahnya masing-masing, PKB berjuang pada jalur politik, sementara PBNU berperan pada jalur keumatan, namun keduanya perlu bersinergi untuk kepentingan warga nahdliyin.

"Semuanya punya fungsinya masing-masing, mari kita selesaikan persoalan dengan kembali pada undang-undang. Jangan cekcok apalagi sampai menjadi tontonan di publik," kata Abuya Muhtadi kala pertemuan tersebut.

Sementara itu, Wakil Sekretaris Dewan Syuro DPP PKB Kiai Maman Imanulhaq mengungkapkan, kunjungan yang dilakukan kiai struktural PKB itu dilakukan untuk meminta doa kelancaran serta restu Kiai Muhtadi Dimyati pada penyelenggaraan Muktamar PKB ke-6. Selain itu, secara khusus Dewan Syuro DPP PKB pula mengundang Abuya Dimyati untuk hadir pada Muktamar PKB besok.

Kiai Maman pula menyebut, Muktamar PKB yang digelar pada tanggal 24-25 Agustus 2024 itu bakal dihadiri para kiai berpengaruh dari seluruh Tanah Air. Hal itu membuktikan bahwa PKB tidak pernah melenceng dan akan terus menjadi alat perjuangan politik para ulama untuk memperjuangkan Islam Ahsunnah wal jamaah.

Usai menggelar pertemuan, rombongan kiai struktural PKB tersebut kemudian melakukan ziarah ke Makam KH Muhammad Dimyati yang masih berlokasi di kompleks Pesantren Roudlotul Ulum.  

Untuk diketahui, Abuya KH. Ahmad Muhtadi bin Dimyathi al-Bantani atau yang lebih dikenal dengan Abuya Muhtadi adalah ulama kharismatik, mufti syafi'iyyah, dan mursyid thoriqoh syadziliyyah dari Banten. Abuya Muhtadi adalah putra Abuya Muhammad Dimyathi al-Bantani, pendiri Pondok Pesantren Roudotul Ulum Cidahu, Pandeglang. (FT)



Mengenal Raden Ayu Lasminingrat: Pahlawan Nasional Emansipasi Wanita dari Sunda

INFONAS.ID||BANDUNG - Raden Ayu Lasminingrat lahir pada tahun 1843 di Garut, Jawa Barat, dalam keluarga ningrat. Dia merupakan putri dari Raden Haji Muhamad Musa, seorang intelektual yang berperan penting dalam mengembangkan bahasa dan sastra Sunda.

Berkat dukungan ayahnya, Lasminingrat memperoleh pendidikan yang cukup langka untuk seorang perempuan di masanya, termasuk kemampuan berbahasa Belanda yang sangat fasih, hingga dia menjadi wanita Sunda pertama yang bisa bercakap-cakap dengan lancar dalam bahasa tersebut.

Pada tahun 1907, Lasminingrat mendirikan *Sakola Kautamaan Istri*, sebuah sekolah khusus perempuan di Garut. Ini adalah salah satu lembaga pendidikan pertama yang memberikan perhatian khusus pada pendidikan perempuan di Indonesia. 

Sekolah ini awalnya beroperasi di ruang gamelan di Pendopo Garut dan berfokus pada mengajarkan keterampilan praktis seperti menjahit, menyulam, dan merajut, selain keterampilan literasi seperti membaca dan menulis.

Namun, pendirian sekolah ini tidak berjalan mudah. Tradisi masyarakat yang masih memandang rendah pendidikan bagi perempuan menjadi tantangan besar. 

Untuk mengatasi hal ini, Lasminingrat awalnya merekrut anak-anak perempuan dari keluarganya sendiri serta dari keluarga para pegawai pemerintah untuk belajar di sekolahnya. 

Dengan perlahan, sekolah ini mendapatkan pengakuan dan izin resmi dari pemerintah kolonial Belanda pada tahun 1913, yang membuatnya dapat berkembang lebih jauh dan membuka cabang di berbagai daerah.

Selain di bidang pendidikan, Lasminingrat juga memiliki minat yang besar dalam sastra. Dia menerjemahkan banyak buku berbahasa Belanda ke dalam bahasa Sunda, seperti Carita Erman dan Warnasari. 

Karya-karya ini tidak hanya memperkaya khazanah literatur Sunda, tetapi juga memberikan akses kepada masyarakat Sunda untuk mengenal cerita-cerita Eropa dan moral yang terkandung di dalamnya.

Raden Ayu Lasminingrat wafat pada tanggal 10 April 1948 di usia 94 tahun. Ia dimakamkan di belakang Masjid Agung Garut. Meskipun ia tidak sepopuler RA Kartini atau Dewi Sartika, kontribusinya dalam memajukan pendidikan dan emansipasi perempuan di Indonesia tetap signifikan dan berpengaruh hingga saat ini. Sekolah yang didirikannya masih terus beroperasi dan dikenal dengan nama SDN Regol VII dan X di Garut.

Raden Ayu Lasminingrat adalah salah satu pelopor pendidikan dan emansipasi perempuan di Indonesia yang perannya sangat penting dalam sejarah. 

Dedikasinya terhadap pendidikan perempuan, serta kontribusinya dalam dunia sastra Sunda, membuatnya layak dikenang sebagai salah satu tokoh penting dalam perjalanan bangsa ini. (FT)


Selasa, 20 Agustus 2024

Mengenal K.H. Ahmad Sanusi Pahlawan Nasional dari Purwakarta, Ini Jasa - Jasanya

INFONAS.ID - Purwakarta sebuah kabupaten di Jawa Barat, memiliki sejarah panjang dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. Salah satu tokoh penting yang berperan dalam upaya tersebut adalah K.H. Ahmad Sanusi, seorang ulama dan pejuang kemerdekaan yang diakui sebagai Pahlawan Nasional.

K.H. Ahmad Sanusi lahir di Sukabumi, Jawa Barat, pada 18 September 1888. Meski tidak lahir di Purwakarta, pengaruhnya meluas hingga ke wilayah tersebut, khususnya dalam bidang keagamaan dan pendidikan. Beliau dikenal sebagai pendiri organisasi Persatuan Umat Islam (PUI) yang memainkan peran penting dalam menanamkan semangat kemerdekaan di kalangan umat Islam di Jawa Barat.

Melalui PUI, K.H. Ahmad Sanusi mendidik dan menggerakkan masyarakat untuk melawan penjajahan, baik melalui pendidikan keagamaan maupun aksi-aksi politik.

Perjuangannya dalam menyebarkan semangat kebangsaan membuatnya diakui sebagai salah satu ulama berpengaruh dalam pergerakan nasional.

Selain itu, K.H. Ahmad Sanusi juga aktif dalam organisasi Islam lainnya, seperti Nahdlatul Ulama (NU), dan terlibat dalam perjuangan melawan penjajah Belanda. Atas jasa-jasanya, pemerintah Indonesia menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada beliau.

Kisah perjuangan K.H. Ahmad Sanusi adalah contoh nyata dari peran penting para ulama dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia, khususnya di wilayah Jawa Barat. Hingga kini, namanya dikenang sebagai salah satu tokoh yang berkontribusi besar dalam sejarah bangsa. (FT)


© Copyright 2021 INFONAS.ID | Bukan Sekedar Berita | All Right Reserved