-->

Sabtu, 11 Juli 2026

Rawat Alam Bekas Tambang, Nirwan Sulap Gunung Sembung Jadi Destinasi Wisata Hijau

Rawat Alam Bekas Tambang, Nirwan Sulap Gunung Sembung Jadi Destinasi Wisata Hijau



Foto: Areal wisata gunung sembung

Sukajaya , Purwakarta – Berangkat dari kepedulian mendalam terhadap kelestarian lingkungan, Nirwan, seorang tokoh penggerak lingkungan setempat, sukses menginisiasi proyek restorasi lahan bekas tambang di kawasan Gunung Sembung. Area yang dulunya gundul dan rusak akibat eksploitasi material kini telah bertransformasi menjadi destinasi wisata alam hijau yang edukatif dan bernilai ekonomi bagi masyarakat sekitar.

​Langkah berani ini diambil Nirwan sebagai bentuk tanggung jawab moral untuk memulihkan ekosistem yang rusak. Melalui proses reklamasi mandiri, penataan lahan, serta penghijauan intensif yang memakan waktu beberapa tahun, Gunung Sembung kini lahir kembali dengan wajah baru yang asri.

Dari Lahan Kritis Menjadi Oase Wisata

​Transformasi Gunung Sembung bukan sekadar tentang estetika, melainkan sebuah gerakan pemulihan ekologis. Nirwan bersama komunitas lokal menanam ribuan pohon perintis dan tanaman keras untuk mengembalikan kesuburan tanah serta memancing kembali fauna lokal.

​Kini, kawasan bekas tambang tersebut telah dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung wisata, seperti:

  • Jalur Tracking & Spot Foto Alam: Memanfaatkan kontur unik bekas galian yang kini tertata rapi dan hijau.
  • Zona Edukasi Lingkungan: Area khusus bagi pengunjung, terutama pelajar, untuk belajar tentang pentingnya reklamasi dan konservasi alam.
  • Area Pemberdayaan UMKM: Ruang bagi warga lokal untuk menjual produk kerajinan dan kuliner khas daerah.
  • ​"Kami tidak bisa terus-menerus membiarkan alam terluka tanpa ada upaya penyembuhan. Gunung Sembung adalah bukti bahwa dengan komitmen dan kerja keras, lahan yang mati pun bisa kembali memberikan kehidupan dan manfaat—baik untuk alam maupun untuk kesejahteraan ekonomi warga," ujar Nirwan.

    Dampak Positif bagi Perekonomian Lokal

    ​Kehadiran destinasi wisata baru ini mendapat sambutan hangat dari pemerintah daerah dan masyarakat setempat. Selain berhasil memulihkan fungsi hidrologis dan mencegah erosi di kawasan tersebut, proyek ini juga membuka lapangan kerja baru bagi pemuda setempat yang kini aktif mengelola operasional wisata.

    ​Nirwan berharap Gunung Sembung dapat menjadi proyek percontohan (pilot project) bagi wilayah lain di Indonesia yang menghadapi tantangan serupa terkait lahan pascatambang. Dengan pengelolaan yang tepat, bekas tambang tidak harus berakhir menjadi lubang telantar, melainkan bisa diubah menjadi aset wisata berkelanjutan.

    Tentang Pengelola Gunung Sembung:

    Destinasi Wisata Alam Gunung Sembung adalah kawasan ekowisata berbasis pemberdayaan masyarakat yang berfokus pada pemulihan lingkungan pascatambang. Mengusung konsep Green Tourism, tempat ini berkomitmen menyajikan keindahan alam sekaligus edukasi kelestarian lingkungan bagi para pengunjung. (***)

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2021 INFONAS.ID | Bukan Sekedar Berita | All Right Reserved