-->

Senin, 11 Mei 2026

Kadis Pertanian Sukabumi Menghilang, IWO-I Murka Bawa Suara 8.500 Petani

Kadis Pertanian Sukabumi Menghilang, IWO-I Murka Bawa Suara 8.500 Petani


SUKABUMI — DPD Ikatan Wartawan Online Indonesia (IWO-I) Kabupaten Sukabumi menyampaikan kekecewaan atas gagalnya pertemuan langsung dengan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi dalam agenda audiensi resmi yang digelar pada Senin (11/5/2026).

Rombongan IWO-I yang dipimpin Ketua DPD IWO-I Kabupaten Sukabumi, Heriyadi, hadir sesuai jadwal audiensi pukul 10.00 WIB. Namun, Kepala Dinas Pertanian disebut tidak hadir dan pertemuan hanya diterima oleh Sekretaris Dinas (Sekdis).

Heriyadi mengatakan, audiensi tersebut bertujuan untuk membahas sejumlah persoalan strategis sektor pertanian di Kabupaten Sukabumi, termasuk percepatan distribusi alat dan mesin pertanian (alsintan), pengawasan pupuk subsidi, hingga publikasi capaian sektor pertanian daerah.

“Kami datang membawa amanah ribuan petani Sukabumi. Kami hadir membawa solusi, bukan proposal. Harapannya bisa berdialog langsung dengan pengambil kebijakan tertinggi di Dinas Pertanian. Namun sangat disayangkan, Kepala Dinas tidak hadir,” ujar Heriyadi kepada wartawan.

Menurutnya, surat permohonan audiensi telah dilayangkan sejak sepekan sebelumnya dan telah dikonfirmasi akan diterima langsung oleh Kepala Dinas Pertanian. Namun, di lapangan, pimpinan dinas disebut berhalangan hadir tanpa pemberitahuan sebelumnya.

IWO-I menilai sejumlah program strategis yang hendak dibahas tidak dapat diputuskan di tingkat Sekretaris Dinas. Selain itu, organisasi tersebut juga menyoroti pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan media dalam mendorong publikasi sektor pertanian Sukabumi.

“Kami menghormati Sekdis yang sudah menerima dengan baik. Tetapi substansi audiensi tentu tidak maksimal karena keputusan strategis tetap berada di pimpinan dinas,” katanya.

Heriyadi menambahkan, kondisi petani di Sukabumi saat ini membutuhkan perhatian serius, terutama terkait harga pupuk, keterbatasan alsintan, hingga anjloknya harga gabah di tingkat petani.

“Petani Sukabumi sedang menghadapi berbagai persoalan. Karena itu kami berharap ada komunikasi terbuka dan respons cepat dari pemangku kebijakan,” tegasnya.

Meski mengaku kecewa, IWO-I menegaskan tetap berkomitmen mengawal sektor pertanian di Kabupaten Sukabumi. Organisasi tersebut juga meminta agar Dinas Pertanian segera menjadwalkan ulang audiensi langsung dengan Kepala Dinas dalam waktu dekat.

IWO-I memberikan tenggat waktu 3x24 jam kepada Dinas Pertanian untuk memberikan kepastian jadwal audiensi ulang. Jika tidak ada respons, IWO-I menyatakan akan menyampaikan berbagai persoalan petani melalui jaringan media yang dimiliki.

"Kami masih mengedepankan langkah positif dan komunikasi yang baik. Kami berharap ada tindak lanjut agar persoalan pertanian di Sukabumi bisa dibahas bersama demi kepentingan petani,” pungkas Heriyadi. (RED)

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2021 INFONAS.ID | Bukan Sekedar Berita | All Right Reserved