SUKABUMI -DPD Ikatan Wartawan Online Indonesia (IWO-I) Kabupaten Sukabumi menyatakan komitmen penuh mengawal seluruh program Dinas Perikanan Kabupaten Sukabumi tahun 2026. Komitmen ini disampaikan usai audiensi resmi antara jajaran IWO-I dengan Kepala Dinas Perikanan Kab. Sukabumi, Senin, 11 Mei 2026..
Ketua DPD IWO-I Kab. Sukabumi, Heriyadi, menegaskan IWO-I hadir bukan sebagai penonton, tapi sebagai partner strategis Dinas.
“Laut Sukabumi sepanjang 117 Km. Nelayannya 8.742 orang. Potensinya luar biasa, tapi beritanya kalah sama daerah lain. Mulai hari ini IWO-I pasang badan. Yang bagus dari Dinas kami viralkan se-Indonesia. Yang masalah di lapangan kami kawal sampai tuntas. Prinsip kami: Satu Pena untuk Nelayan Sukabumi,” tegas Heriyadi.
4 POIN KERJASAMA IWO-I x DKP SUKABUMI:
1. Kawal Program KUSUKA: IWO-I akan turun langsung meliput percepatan Kartu Usaha Kelautan & Perikanan. Target: Dorong capaian KUSUKA Sukabumi dari 58% menjadi 90% agar seluruh nelayan bisa akses solar subsidi & bantuan KKP.
2. Live Distribusi Alsinkan: Setiap pembagian bantuan perahu, mesin kapal, dan benih ikan 2026 akan diliput live oleh IWO-I dari TPI Palabuhanratu, Cikak, hingga Ciemas. Transparan tanpa ada yang ditutup-tutupi.
3. Ekspos Nelayan & Petambak Teladan: IWO-I siap membuat profil "Pahlawan Pangan Laut Sukabumi" setiap bulan. Tujuannya angkat derajat nelayan kecil dan pancing perhatian KKP Jakarta.
4. Tameng Berita Berimbang: IWO-I berkomitmen konfirmasi ke Dinas Perikanan terlebih dahulu sebelum menaikkan berita terkait isu sensitif. Dinas terbuka, IWO-I jaga marwah.
Kepala Dinas Perikanan Kab. Sukabumi Moko menyambut positif komitmen IWO-I. “Kami butuh media yang konstruktif. Kerja Dinas gak akan terdengar kalau gak diberitakan. Kami terbuka 24 jam untuk IWO-I. Mari kita besarkan nama nelayan Sukabumi bersama,” ujarnya.
TARGET 2026: Lewat kerjasama ini, IWO-I & DKP Sukabumi menargetkan 20 berita positif berskala nasional, percepatan penyaluran bantuan 100% tepat sasaran, dan kenaikan citra Sukabumi sebagai lumbung ikan Jawa Barat.
IWO-I juga membuka Posko Pengaduan Nelayan. Nelayan yang kesulitan urus KUSUKA, solar subsidi, atau temukan pungli bisa lapor ke IWO-I untuk dikawal.
“Kerja diam-diam itu sia-sia. Biar IWO-I yang teriakkan prestasi Dinas Perikanan sampai ke Istana,” tutup Heriyadi.
FOLLOW THE INFONAS.ID | Bukan Sekedar Berita AT TWITTER TO GET THE LATEST INFORMATION OR UPDATE
Follow INFONAS.ID | Bukan Sekedar Berita on Instagram to get the latest information or updates
Follow our Instagram