SUBANG - Anggota Komisi VIII DPR RI, KH Maman Imanulhaq, mengunjungi lokasi bencana banjir di Desa Mulyasari, Kecamatan Pamanukan, Kabupaten Subang, Provinsi Jawa Barat, Kamis (29/1). Kunjungan ini dilakukan untuk melihat langsung kondisi masyarakat sekaligus memastikan penanganan darurat berjalan dengan baik.
Dalam kunjungan tersebut, KH Maman Imanulhaq didampingi oleh Direktur Dukungan Sumber Daya Darurat (DSDD) BNPB Agus Riyanto beserta jajaran, juga tim dari BPBD Kabupaten Subang.
Sebagai bentuk respon cepat, dilakukan penyerahan bantuan kemanusiaan berupa sembako, matras, dan selimut. Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis di Pesantren Al Kalam Pamanukan yang diasuh oleh KH Ahmad Faqot, yang juga menjadi salah satu pusat penyaluran bantuan dan tempat pengungsian sementara warga terdampak.
Banjir yang melanda Desa Mulyasari telah menyebabkan aktivitas warga terganggu, sejumlah rumah terendam, serta memaksa sebagian warga mengungsi. Kiai Maman meninjau beberapa titik terdampak dan berdialog langsung dengan warga untuk mendengar keluhan serta kebutuhan mendesak di lapangan.
Dewan Syuro DPP PKB itu menyampaikan bahwa pesantren memiliki peran strategis dalam situasi bencana, tidak hanya sebagai lembaga pendidikan, tetapi juga pusat solidaritas sosial dan kemanusiaan. Menurutnya, kehadiran pesantren di tengah masyarakat menjadi penguat ketahanan sosial saat terjadi krisis.
“Negara harus hadir secara nyata saat rakyat tertimpa musibah. Bantuan ini mungkin tidak sepenuhnya menggantikan kerugian warga, tetapi ini adalah bentuk kepedulian dan tanggung jawab bersama,” ujar KH Maman di sela-sela kegiatan.
Direktur DSDD BNPB Agus Riyanto menegaskan bahwa BNPB akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan berbagai pihak untuk memastikan kebutuhan dasar pengungsi terpenuhi serta mendukung langkah-langkah pemulihan pascabencana. BNPB juga mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana susulan.
“Kunjungan ini diharapkan dapat mempercepat penanganan bencana sekaligus menguatkan semangat gotong royong antara pemerintah, pesantren, dan masyarakat,” kata Agus menambahkan. (*)
FOLLOW THE INFONAS.ID | Bukan Sekedar Berita AT TWITTER TO GET THE LATEST INFORMATION OR UPDATE
Follow INFONAS.ID | Bukan Sekedar Berita on Instagram to get the latest information or updates
Follow our Instagram