-->

Minggu, 05 April 2026

Ditolak Beri Uang, Sekelompok Pria Ngamuk hingga Tewaskan Pemilik Hajatan

Ditolak Beri Uang, Sekelompok Pria Ngamuk hingga Tewaskan Pemilik Hajatan



Purwakarta – Duka mendalam menyelimuti sebuah acara pesta pernikahan di Kampung Cikadu, Desa Kertamukti, Kecamatan Campaka, Kabupaten Purwakarta, pada Sabtu (4/4/2026).

Seorang tuan rumah hajatan, Dadang (57), dilaporkan meninggal dunia setelah diduga menjadi korban penganiayaan oleh sekelompok pria.

Peristiwa tragis tersebut terjadi sekitar pukul 15.00 WIB, saat acara hiburan organ tunggal tengah berlangsung. Berdasarkan keterangan saksi, sebelumnya sekitar pukul 14.00 WIB, sekelompok pria berjumlah kurang lebih 10 orang datang ke lokasi hajatan dalam kondisi diduga mabuk.

Menurut saksi AW (49), para pelaku sempat meminta uang kepada korban untuk membeli minuman keras. Awalnya, korban memberikan uang sebesar Rp100.000. Namun, tidak lama kemudian, salah satu pelaku kembali meminta uang tambahan sebesar Rp500.000.

Permintaan tersebut ditolak oleh korban. Penolakan itu diduga memicu kemarahan para pelaku hingga situasi di lokasi berubah menjadi ricuh. Keributan sempat terjadi di dalam tenda hajatan, bahkan mengarah kepada pemain organ tunggal.

Korban yang saat itu keluar dari tenda justru diikuti oleh tiga orang pelaku. Mereka kemudian melakukan pemukulan menggunakan potongan bambu yang mengenai bagian punggung dan kepala korban.

Akibat serangan tersebut, korban terjatuh sekitar pukul 15.30 WIB dan dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian. Warga dan tamu undangan sempat berupaya memberikan pertolongan, namun nyawa korban tidak tertolong.

Peristiwa tersebut meninggalkan duka mendalam bagi keluarga. Istri korban dilaporkan mengalami syok berat hingga sempat pingsan saat menyaksikan kejadian nahas itu.

Jenazah korban kemudian dibawa ke RSUD Bayu Asih Purwakarta untuk keperluan autopsi sebelum rencananya dimakamkan di wilayah Kecamatan Pleret, Kabupaten Purwakarta.

Dalam kasus ini, salah satu terduga pelaku berinisial KR (34), warga Kampung Babakan Bandung, Desa Kertamukti, telah menyerahkan diri ke pihak kepolisian. Sementara itu, sembilan pelaku lainnya masih dalam pengejaran aparat Polres Purwakarta.

Pihak kepolisian menyatakan, insiden ini diduga dipicu oleh aksi pemaksaan permintaan uang oleh para pelaku yang berada dalam pengaruh minuman keras.

Peristiwa ini tidak hanya meninggalkan luka mendalam bagi keluarga korban, tetapi juga menimbulkan trauma bagi warga sekitar. 

Kejadian tersebut sekaligus menjadi pengingat pentingnya menjaga keamanan lingkungan dan mencegah praktik premanisme yang meresahkan masyarakat. (FT)

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2021 INFONAS.ID | Bukan Sekedar Berita | All Right Reserved